Tidak lama setelah sampai di depan gerbang, Krystal segera menghubungi Kharis – kakaknya. Tidak biasanya Kharis terlambat jika ia bilang ingin menjemput Krystal. Belum sempat Krystal menekan kontak kakaknya, sudah ada klakson mobil yang berbunyi di depannya. Dirinya mengernyit, mengenali mobil berwarna hitam dihadapannya ini. Tanpa buang waktu lagi, Krystal segera masuk ke dalam mobil itu. "Kok kakak tau kalau aku pulang cepat, tau dari mana?" Tanya Krystal setelah selesai memasang setbleatnya. Memandang kakak satu – satunya dengan tatapan heran. Melihat Kharis yang masih mengenakan jas dan pakaian kantornya membuat Krystal bertanya – tanya sedang ada urusan apa kakaknya itu hingga datang jauh – jauh ke sekolahnya. “Apa sih yang nggak kakak tahu" jawab Kharis dengan cengiran andalannya. "Hiiisst nyebelin" "Langsung ke mansion saja ya?" "Terserah kakak saja, kan kakak yang nyetir bukan aku" Mendengar jawaban adik cantiknya itu membuat Kharis ternyum gemas sebelum tangannya meraih rambut Krystal, mengacaknya gemas. Sedangkan Krystal hanya mendesis kesal karena rambutnya menjadi acak – acakan. Setelah percakapan singkat itu, Kharis segera melajukan mobil sportnya membelah jalanan yang tak pernah sepi. Tidak butuh waktu lama, mereka sudah sampai di halaman sebuah mansion yang terlihat begitu megah. Melewati beberapa pohon yang berjajar mengiringi jalan menuju mansion, di depan sana terlihat air mancur yang berada tepat di depan mansion dengan jalan yang memutar. Bahkan halamannya saja sangat luas hingga seperti melewati hutan mini. Ya… itulah kerajaan keluarga Di Raizel. Dimana banyak penjaga dan pelayan di setiap sudut rumah. Hingga kini, Krystal maupun Kharus sudah berada di depan mansion berwarna putih bersih tempat dimana mereka tinggal dan menghabiskan waktu dengan orang tua mereka. Kharis memberikan kunci mobil kesayangannya kepada salah satu penjaga di sana, mengisyaratkan jika mobilnya harus di taruh di bagasinya. "Mommy!" teriak Krystal ketika sudah berada di ruang tamu. "Nggak usah teriak bisa kali, di sini itu nggak hutan" jawab Kharis dengan jas di tangan kirinya. Mengikuti Langkah Krystal yang kini tengah berjalan dengan semangat menuju ruang keluarga. "Iya iya..." Tak lama kemudian terdengar jawaban dari Dela – mommy Krystal, agak keras. "Iya sayang, mommy disini" Mendengar itu, Krystal segera berjalan ke arah dapur, menemui mommy tercintanya. Tas sekolahnya ia taruh di sofa ruang keluarga begtu saja. Sedangkan Kharis lebih memilih menuju kamarnya untuk merebahkan tubuhnya. Laki – laki itu tidak ingin terlibat dengan percakapan mommynya dan Krystal yang mana nantinya akan merambat kemana – mana. "Mommy masak apa?" Tanya Krystal dengan memeluk Dela dari belakang. Beginilah kehidupan seorang Krystal Di Rayzel, ia akan menghangat di lingkup mansion, dan dingin saat di luar mansion. Sikap dingin, cuek, tidak ramah, galak sudah melekat pada dirinya saat berada di luar mansion. Oleh karena itu tidak heran jika teman – temannya menganggap dirinya tidak bisa di dekati. Krystal tidak menyalahkan itu, karena apa yang mereka bilang memang benar adanya. Berbeda dengan kakaknya Kharis Di Rayzel. Kharis sangatlah hangat kepada semua orang, sikap ramahnyalah yang membuat kaum hawa banyak mengejar ngejarnya, selain dengan wajah tampannya itu. Kharis lebih bisa dibilang suka tebar pesona jika di luar mansion. Otaknya juga tak beda jauh dengan Krystal, Kharis jenius dalam bidang apapun, terutama bidang olahraga. "Mom, hari ini dad pulang cepat atau tidak?" "Kenapa emang kalau pulang cepat?” tanya Dela heran, pasalnya putri satu – satunya ini tidak pernah menanyakan kepulangan daddynya tepat sepulang sekolah seperti ini. “Ya nggak kenapa kenapa, cuma tanya aja" jawab Krystal masih dengan menyandarkan kepalanya di Pundak Dela. "Kamu ganti baju dulu gih, nanti langsung ke ruang makan aja sekalian kakak kamu diajakin juga" "Siap mom" jawab Krystal sambil hormat kepada Dela. Akhirnya, Krystalpun segera menuju kamarnya yang tepat berada di depan kamar kakaknya, berada di lantai dua. Dirinya segera membersihkan tubuhnya saat mengingat bagaimana tadi Kelvin menyentuhnya. Krystal bergidik ngeri sebelum merendam tubuhnya ke dalam bathup. Setengah jam kemudian, dirinya selesai membersihkan diri. Sebelum kembali ke meja makan, Krystal memeriksa handphonenya yang sedari tadi tak di bukanya. Dirinya tersenyum getir saat tidak ada satupun notifikasi chat yang masuk. Krystal lupa jika dirinya tidak banyak memiliki nomor telepon teman – teman sekelasnya. Mungkin mereka enggan berhubungan dengan Krystal melihat sikap Krystal sendiri terkesan semena – mena dengan mereka. Beginilah hidup jika kita tak mempunyai teman maupun sahabat. Namun Krystal tidak terlalu mempermasalahkan hal tersebut, selama dirinya tidak merasa terganggu dia kira tidak apa – apa. "Krys, ayo makan siang dulu" "Eemh? Iya kak" jawab Krystal yang masih berbaring di tempat tidurnya. Melihat adiknya yang sedikit lesu, Kharis akhirnya menyusul di tempat tidur Krystal. Tidak biasanya Krystal terlihat begitu tidak bersemangat ketika dirinya pulang cepat. Adiknya itu akan mengganggunya sepanjang hari saat mendapatkan pulang pagi. "Ada apa sih, sampai sampai mukanya ditekuk begitu, Ada masalah apa hem? Biar kakakmu ini yang menyelesaikan" kata Kharis membanggakan dirinya sendiri. "Emmhh nggak ada apa – apa kok kak, kakak santai aja" jawab Krystal dengan beranjak untuk mendudukan dirinya. "Kakak tau kamu itu sebenarnya kesepian, bosan, dan pengen jalan – jalan kayak temen kamu yang lain. Jadi kamu nggak perlu sungkan untuk minta ke kakakmu ini, semua yang kamu mau. Kakak bakalan usahain supaya keiinginan kamu terpenuhi" jawab Kharis dengan membelai lembut rambut Krystal. Kharis sangat menyayangi adik cantiknya ini. "Huuuuft kakak, aku bener bener nggak apa – apa. Jadi jangan berfikiran seperti itu lagi ok? Aku hanya sedikit lelah" kata Krystal dengan berusaha menyembunyikan wajah setujunya. “Lelah kenapa? Bukannya kamu pulang pagi tadi? Berarti di sekolah nggak ngapa – ngapain kan” “Enak aja bilang nggak ngapa – ngapain. Demi pulang pagi aku udah peras otak aku buat ngerjain soal 1 lks full tau” Kharis terkekeh pelan mendengar nada kesal adiknya, "Terserah kamu deh. Udah ah, ayo turun kasihan mommy udah nungguin lama" ajaknya semberi beranjak dari ranjang Krystal, berjalan keluar kamar dan menuju ruang makan. **** Pagi menyapa, memperlihatkan keindahannya yang jarang di nikmati oleh setiap orang dikarenakan sibuk dengan urusan diniawi mereka. Bahkan masih terlihat tetesan embun pada rumput di luar sana. "Krys bangun! kamu mau bareng kakak nggak?" kata Kharis dengan mematikan alarm Krystal yang berbunyi menunjukan angka 06.00. Menyibak sedikit gorden yang menutupi kamar Krystal dari pemandangan luar. Adiknya ini memang harus di bangunkan dulu baru bisa bangun dari tidurnya. Kharis hanya menggeleng pelan melihat Krystal yang masih saja asik di kasurnya. "Eeuuungh ya kak" jawab Krystal dengan suara serak khas bangun tidurnya. "Kalau iya, sekarang kamu bangun dan cepat pergi mandi" kata Kharis sembari manarik selimut yang digunakan Krystal. Tak lama kemudian Krystal akhirnya bangun dari tidurnya, yaaa... Meskipun masih dalam keadaan mata tertutup. Dirinya masih malas bangun. Karena terlalu hafal dengan letak dan tata ruang kamarnya, Krystal berjalan mengarah ke kamar mandinya dengan mata yang masih tertutup rapat. Kharis yang melihat perilaku adiknya itu hanya bisa menggelengkan kepalanya tak habis pikir. Setelah beberapa saat menyelesaikan ritual mandi pagi dan bersiap dengan seragam sekolah, Krystal segera pergi menuju meja makan dengan membawa tas punggungnya. "Kak, ayo pergi!" "Pergi kemana? Sarapan aja belum" jawab Kharis tanpa mengalihkan pandangannya dari sehelai roti tawar yang sedang ia olesi selai coklat dengan hati – hati, menghiraukan Krystal yang berdecak kesal. "Astaga kakak, ini itu aku udah telat banget. Nanti kakak makan di kantor kakak kan bisa" "Telat apanya, baru juga jam setengah tujuh" jawab Kharis sembari memakan rotinya dengan santai. "Haaiissh iya iya Krystal makan dulu, tapi nanti kalau telat, kakak yang tanggung jawab!" jawab Krystal kesal. Yang diajak bicara hanya menganggukan kepalanya pelan seolah lebih peduli dengan roti selainya. Membuat Krystal bergumam tak jelas. Kakaknya ini memang terkadang menyebalkan disaat – saat genting seperti ini. Sedangkan Dela dan Romy – Daddy Krystal, hanya mendengarkan dan melihat kedua anak mereka berdebat, sebelum menggelengkan kepala pelan melihat tingkah kekanakan Kharis ataupun Krystal. Setelah selesai sarapan dan berpamitan dengan Dela dan Romy, merekapun segera berangkat ke SMA ELLATIS. Mengingat jarak sekolah dan tempat tinggalnya tidak dekat, Krystal semakin menekuk mukanya, menggerutu sebal dengan Kharis yang masih saja terlihat santai. Mereka akhirnya berangkat jam tujuh kurang seperempat. Padahal jarak tempuh dari rumah Krystal ke sekolahnya membutuhkan waktu lebih dari lima belas menit. Krystal rasa hari ini akan menjadi hari pertama dirinya telat masuk sekolah. "Kakak ihh… ini semua salah kakak! Kan sekarang aku jadi telat tiga menit" "Astaga... baru juga telat tiga menit, sekali kali emas sekolah telat, biar bisa merasakan rasanya dihukum itu kayak gimana" jawab Kharis yang justru malah memojokan Krystal. "Kakak...." Rengek Krystal tak terima. "Udah ah kamu turun gih, emang mau lebih telat lagi hem?" "Haiissh kakak nyebelin" kata Krystal dengan membuka pintunya. "Selamat atas hukumannya ya, jangan lupa fighting!!" kata Kharis dari dalam mobilnya dengan tawa meledeknya. Krystal segera pergi kedalam sekolahnya, untung saja gerbang sekolah belum ditutup, jadi dia masih bisa untuk masuk ke dalam, meskipun nanti ia harus menerima pembukaan terlebih dahulu. Iya, pembukaan berupa hukuman. Kurang sial apa dirinya hari ini. Dan perlu di ingat bahwa hari ini sangat bersejarah bagi Krystal, karena untuk yang pertama kalinya ia akan mendapatkan pembukaan berupa hukuman. Apa kata teman – teman dan penggemarnya jika sampai tahu jika dirinya yang merupakan kebanggaan sekolah mendapat hukuman dikarenakan telat masuk sekolah. "Huufft aman, untung nggak ada yang jaga" kata Krystal lirih dengan mengusap lembut dadanya. "Hei ngapain di situ?! Sini!" Mendengar ada yang memanggilnya, Krystal sontak membelalakan matanya saking terkejutnya. "Matilah gue..." kata Krystal dengan lirih.
bagus ceritanya
04/06/2025
0novel nya keren pokonya wajib. baca📍📍📍
29/05/2025
0ceritanya baguss kakk, pembawaannya juga seru
18/04/2025
0View All