KRYSTAL. Gadis berambut panjang hitam ke coklat-coklatan dengan tinggi seratus enam puluh centimeter itu, sedang berjalan dengan santai menuju kelasnya. Seragam berwarna putih bersih yang dipadukan dengan jas berwarna hitam dengan pin khas SMA Ellatis, dan tidak lupa dengan rok berwarna merah motif kotak – kotak yang beberapa centi di atas lutut melekat indah di tubuhnya. Terlebih dengan kulit putih bersih seakan menandakan tidak ada kekurangan apapun. Headset yang menancap sempurna di kedua telinganya membuat dirinya sukses menjadi sosok gadis yang enggan mendengar celotehan orang – orang disekitar. Berjalan di lorong sekolah menuju kelasnya dengan santai, seolah tak mengindahkan orang – orang yang menatapnya. Sesekali ia menscroll benda persegi panjang yang ia pegang menggunakan ibu jari kanannya. Tidak sedikit pula orang yang memandang gadis itu dengan kagum juga memuja. Terutama kaum hawa. Sedangkan kaum adam memandang gadis itu dengan tatapan lapar mereka. Krystal merupakan sosok sempurna di mata semua murid SMA Ellatis. "Hai Krys..." sapa salah satu gadis yang sedang menatapnya kagum. Tetapi Krystal yang disapa tidak merespon apapun, ia justru makin sibuk dengan benda persegi panjangnya di tangannya. "Kamu ngapain sih? Udah tau dia orangnya cuek, ngapain masih disapa juga?!" bisik gadis lain yang berada di sebelah gadis yang menyapa Krystal tadi. Krystal hanya berdecih mendengar perkataan gadis itu. 'Dia kira gue tuli apa?' Batin Krystal kesal. Namun Krystal hanya diam, berpura-pura tidak mendengarnya dengan terus melangkah menuju kelasnya. Krystal juga bukan tipe orang yang akan mencaci maki orang yang menghina dan membicarakannya di belakang. Itu sangat tidak berkelas, dan dirinya bukanlah orang dari golongan itu. Krystal sangat menjunjung tinggi tingkat kesopanan dan perilakunya. Dirinya tidak suka jika harus berkata kasar jika memang bukan untuk suatu hal yang penting. Kini sampailah ia di ruang bertuliskan "R.UNGGULAN". oke, kenapa dia tidak di kelas IPA, IPS, atau BAHASA? Padahal dia sekolah di SMA. Jawabannya adalah karena ia termasuk siswa pengharum nama sekolah. Oleh karena itu ia masuk dalam kelas unggulan, tidak sembarang orang dapat memasuki kelas dan juga ruang itu, karena hanya murid pilihanlah yang bisa memasuki ruang itu dengan seenak hati mereka. Namun, di SMA Ellatis sendiri pun terdapat kelas dengan jurusan IPA, IPS maupun Bahasa. Kelas – kelas itu digunakan bagi mereka yang ingin menempuh mata pelajaran sesuai dengan jurusan yang mereka ambil. Terlebih kelas – kelas tersebut digunakan oleh siswa regular, dimana mereka yang tidak pernah memenangkan penghargaan ataupun tidak pernah mengikuti lomba. SMA Ellatis merupakan salah satu SMA yang sangat menjunjung tinggi tingkat kepintaran dan kecerdasan murid – muridnya. Anggap saja SMA yang masih memberlakukan kasta kecerdasan tiap siswa. Kelas unggulan tidak seperti ruang kelas lainnya, di kelas itu setiap bangku hanya untuk satu orang, jadi mereka tidak punya yang namanya teman sebangku. Mereka hanya punya teman sebelah. Itupun tidak semua murid mempunyainya, contohnya Krystal, ia tidak memiliki teman sebelah karena di sebelah kiri adalah tembok, sebelah kanan hanya ada bangku kosong, tidak ada yang ingin menempati bangku itu, mereka lebih memilih duduk di belakang daripada di sebelah Krystal. Tetapi, dengan begitu Kristal bisa lebih fokus kepada pelajaran dan juga tidak memikirkan hal-hal yang akan menghabiskan waktu berharganya. Ia adalah penganut paham time is money. "Pagi Krys" sapa salah satu anak laki-laki dengan senyum lebarnya sambil menaik turunkan kedua alisnya. Seragam yang melekat padanya pun sama dengan apa yang dipakai Krystal, hanya saja dia memakai celana panjang. Dia adalah Kelvin Jae Gacuthel. Ketua kelas unggulan yang dari dulu kerjaannya hanya ingin mengganggu Krystal saja, entah itu dengan menyapa, merayu, berbicara sok kenal, mengganggu Krystal saat belajar, dan banyak lagi. Krystal hanya diam saja tak menanggapi ocehan Kelvin, jangankan menanggapi, melihatnya saja Krystal enggan. Karena hal itu sudah biasa bagi Krystal. Dirinya terbiasa mengacuhkan Kelvin saat laki – laki tersebut bersikap menyebalkan. Meskipun begitu, dalam hati Krystal sangat berterimakasih kepada Kelvin, karena berkat dia, hidup Krystal sedikit warna, tidak datar seperti satu tahun yang lalu. Tapi tetap saja Krystal tidak akan berterimakasih kepada ketua kelas belagu itu. Tentu saja karena harga diri Krystal sangatlah tinggi. "Vin" kata Krystal datar. "Eh... apa?! Tadi lo panggil gue Krys? Apa gue cuma salah denger aja?" kata Kelvin dengan mengusap usap kedua telinganya memastikan bahwa tidak ada gangguan dengan telinganya. Pasalnya, Krystal tidak pernah memanggilnya kecuali saat ada guru atau saat kerja kelompok saja. "Bersihin papan tulisnya. Gue ada pengumuman!" kata Krystal menghiraukan tingkah Kelvin. "APA?! Jadi bener tadi itu lo manggil gue?!" jawab Kelvin menghiraukan perkataan Krystal tadi. Krystal yang melihat reaksi Kelvin hanya memutar bola matanya sembari menghembuskan nafas jengah. Mau bagaimanapun dirinya bersikap, Kelvin tetaplah Kelvin. Orang yang berisik. "Eh... sorry sorry, tadi lo bilang apa? Gue nggak denger soalnya hehe..." kata Kelvin di sertai cengiran andalannya. Krystal hanya melirik Kelvin sekilas, setelah itu ia menghembuskan nafas yang ke dua kalinya hanya karna perilaku Kelvin pagi ini. "Nggak ada replay" jawab Krystal enteng. "Eh... tadi dia bilang apa?" bisik Kelvin kepada seseorang yang berada di belakang bangku kosong sebelah Krystal. Sedangkan Kelvin sendiri duduk di belakang bangku kosong. "Dia bilang, bersihin papan tulisnya. Dia ada pengumuman!" jawab Syila sengaja di keraskan. "Eh... pelan-pelan dong" bisik Kelvin lagi. Krystal yang mendengar itu hanya menggelengkan kepalanya tak percaya, bagaimana bisa ketua kelas unggulan segini bodohnya, dirinya tidak bisa mengerti. "Lo kira dengan lo bisik-bisik gini dia nggak denger?" kata Syila lagi tanpa mengurangi volumenya. "Emang dia denger?" tanya Kelvin yang masih berbisik. "Ya dengerlah oon! Orang lo ada di sebelahnya, gimana dia nggak denger" jawab Syila yang sudah mulai gemas dengan Kelvin. "Ooo... iya! Lupa gue haha..." jawab Kelvin dengan menepuk jidatnya dengan salah satu tangannya. "Udah sana!" "Apanya yang sana?" "Ya... cepet bersihin papan tulisnya lah! Emang mau ngapain lagi?!" kata Syila agak lebih keras. "Ooo... kirain, udah sana kencan sama Krystal aja" "Mati aja sana lo" kata Syila yang sudah kehabisan kata lagi untuk menghadapi ketua somplaknya itu. Kelvin memang pintar, tapi juga bodoh disaat bersamaan. Sedangkan Krystal masih sibuk dengan akun sosial medianya, ia tak mengacuhkan mereka begitu saja. Tentu saja ia akan mendengarkan percakapan konyol mereka, sesekali untuk menghibur dirinya. Yaaaah... meskipun itu tak seberapa, tapi ia tetep menghargainya. Setelah papan tulis yang penuh dengan catatan jawaban kemarin bersih, Krystal segera mengumumkan apa yang telah disampaikan kepala sekolah tadi pagi, tepat setelah Kelvin menyapanya. “ANOUNCEMENT! Pertama, gue nggak akan ngulangi pengumuman ini. Jadi dengar baik-baik. Hari ini kita ditugaskan untuk mengerjakan soal di lks matematika, dari awal sampai akhir. Tentu saja itu dikumpulkan di meja miss Tia. Dan jika kita selesai kurang dari jam sepuluh nanti. Kita boleh pulang pada jam tersebut. Tapi jika kita melebihi jam sepuluh kita akan pulang seperti jam biasa, yaitu jam satu lebih tiga puluh menit. Oke! That's an announcement from the principal” Setelah mengatakan pengumuman tersebut Krystal kembali duduk di bangkunya dan segera mengeluarkan buku lks matematikanya yang sudah hampir semua lembarnya berisi coretan jawaban dari soal – soal di sana. Dirinya sudah mengerjakan Sebagian di rumah karena memang sudah menjadi kebiasaan Krystal untuk mengerjakan soal – soal di lks maupun di buku lainnya sebagai bahan belajar. "Kalau dia mau memberi pengumuman secara lisan, ngapain dia nyuruh buat hapus papan tulis?" kata Kelvin dengan tampang cengonya kepada Syila. "Itung-itung itu biar buat lo nggak nganggur!" jawab Syila dengan keras, yang sukses mengundang tatapan semua murid mengarah padanya kecuali Krystal tentunya. "uups... sorry sorry" kata Syila dengan menutup mulutnya, saat menyadari dirinya menjadi bahan tontonan. "Sukur lo! Makanya jangan suka ngeledek gue!" "Hiiiisssttt... lo juga ngapain nanya ke gue?!" kata Syila yang sekarang agak pelan dari perkataannya yang tadi. "Lo lupa ya? Kan Cuma lo tetangga sebelah gue" jawab Kelvin dengan senyum dan juga dengan menaik turunkan kedua alisnya. "Gue lupa ngumumin satu hal. Kalau kita nggak boleh ribut! Kalau kita ribut, kesempatan itu akan hilang, dan tentu saja kepala sekolah sedang mengawasi kita" kata Krystal dengan keras, karena sudah tidak tahan lagi dengan keributan yang disebabkan oleh kedua makhluk di belakangnya. Mendengar pengumuman tambahan itu, semua penduduk kelas sontak beralih menatap CCTV yang berada di dinding depan mereka dengan tatapan horor. Pasalnya dulu mereka pernah mengabaikan pengumuman yang seperti itu, dan alhasil mereka yang nota bene murid unggulan dan juga murid yang mengharumkan nama sekolah itu akhirnya di hukum kepala sekolah membersihkan seluruh sekolahan selama satu minggu full. Hal itu membuat mereka berpikir ulang untuk membuat keributan di kelas. Tentu saja kecuali Krystal, karena pada saat itu Krystal sedang mengikuti olimpiade matematika tingkat nasional. Saat itu bahkan musuh bebuyutannya yang masuk melalui jalur non akademik tidak bisa lolos pada tingkat nasional. Alhasil hanya dirinyalah yang mewakili sekolah. Setelah ada adegan menatap horor, semua murid di kelas kembali mengerjakan apa yang diperintahkan kepala sekolah. Mereka tidak mungkin melepaskan kesempatan langka seperti ini, terlebih lagi ini masih jam tujuh, jadi mereka masih mempunyai cukup waktu untuk mengerjakan soal soal itu. Tapi tetap saja mengerjakan seluruh lks itu membutuhkan waktu sehari penuh untuk menyelesaikannya. Terutama untuk anak-anak yang masuk di kelas ini melalui jalur non akademik. Seketika mereka lemas melihat soal – soal yang ada di dalam buku tipis itu.
bagus ceritanya
04/06/2025
0novel nya keren pokonya wajib. baca📍📍📍
29/05/2025
0ceritanya baguss kakk, pembawaannya juga seru
18/04/2025
0View All