"Kak, ayo kita makan malam bersama. Ibu panti dan yang lainnya sudah menunggu," Ujar Putri pada Nayla yang sedang duduk termenung sendirian di taman panti. "Putri, Ayo kita tinggalkan saja dia kalau tidak mau," suara teriakan Chiko membuat Nayla langsung menoleh kearah bocah kecil yang berdiri di teras panti itu. "Tidak usah didengar, Kak. dia memang suka begitu. Ayo," "Putri duluan saja. Kakak masih ingin disini , didalam sedikit gerah," Balas Nayla. "Yasudah kalau begitu aku masuk ya, Kak," Nayla sedikit menyunggingkan senyumnya saat melihat Putri dan Chiko berjalan bersama masuk kedalam panti. Tadi siang mereka masih bertengkar tapi sekarang tiba tiba sudah akrab. "Putri yang introvert saja bisa berubah kenapa aku tidak ? Bahkan dia masih kecil, tapi sudah berani mengambil langkah lebih baik," gumam nya kembali mendongakkan kepalanya keatas. Mamandang bintang yang berlomba mengerlipkan cahayanya terangnya. Suara helaan nafas dilanjut dengan terisinya kursi kosong di samping nya membuat Nayla langsung menoleh . "Kenapa ?" tanya orang yang duduk disamping nya karena merasa diperhatikan. "Tidak," balas gadis itu singkat kemudian kembali menatap lurus kedepan. "Tidak ikut makan ?" "Aku tidak lapar," "Aku juga," Adit , seseorang yang duduk disamping nya itu menoleh kearah nya "Aku juga tidak lapar tapi aku tetap makan. Anak-anak disini selalu merasa beruntung saat bisa makan bersama. Sebelum mereka dikirim kesini , kebanyakan dari mereka adalah anak yang terlantar di jalan. Setiap hari mereka merasakan bagaimana susahnya mencari makan, jadi setelah mereka tinggal disini dan bisa makan dengan tepat waktu itu benar-benar membuat mereka sangat senang," "Maaf, aku tidak bermaksud," "Kalau kamu menyesal lebih baik kamu makan, Ini," Nayla sedikit terkejut melihat Adit ternyata membawa makanan untuknya. Bukan nasi , tapi roti. "Terima kasih," Ucap nya setelah menerima roti dari pria itu. Nayla memakan roti itu dalam diam , walaupun tidak merasa lapar tapi setidaknya dia tidak ingin membuat anak-anak panti bersedih karena menyia-nyiakan makanan. "Besok aku akan pulang," sahut Adit berhasil membuat Nayla kembali menoleh kearah nya. "Dit," "Kenapa?" "Boleh aku tinggal disini ?" ,,,,,,,,,,,,,,, "Kosong ? Dimana dia ?" gumam Samuel tak menemukan sosok orang yang ia cari di kontrakan nya. Setelah mendapat alamat kontrakan Adit kemarin, Samuel ditemani Michelle mendatangi tempat itu. Namun saat sampai ditempat, mereka tidak menemukan adanya tanda-tanda ada penghuni didalam kontrakan itu. "Dia juga tidak masuk sekolah hari ini " sahut Michelle. Terdengar suara helaan nafas dari pria itu "Kemana pria itu membawa Nayla pergi," Ini sudah kedua kalinya Samuel dan Michelle mendatangi kontrakan Adit, namun mereka masih belum bisa bertemu dengan pria itu. "Kalian ngapain disini ?" Adit yang baru saja pulang terkejut mendapati 2 orang sedang berdiri tepat didepan pintu kontrakannya. Untuk Michelle , dia sedikit mengenalnya walau tidak pernah saling sapa , tapi pria yang berdiri disamping gadis itu, Dia sama sekali tidak mengenal nya. "Kak, itu Adit," Bisik Michelle. "Jadi kamu yang namanya Adit ?" Tanya Samuel dengan nada dinginnya. "Iya, aku A--... Belum sempat Adit menuntaskan ucapannya, Sebuah pukulan keras lebih dulu mendarat diwajahnya. Samuel yang baru saja mendaratkan pukulannya itu mencoba memukulnya lagi namun Michelle segera menahannya. "Kamu siapa ? Kenapa tiba tiba menyerangku ?!!" "Aku ? Aku kakak Nayla. Orang yang sudah kamu bawa kabur, katakan dimana dia sekarang!" "Nayla ?" "Dimana Nayla, Brengsek!" "Kak, Jangan," cegah Michelle lagi sambil menarik tangan Samuel yang sudah akan kembali melayangkan pukulannya. "Aku tidak tahu dimana dia," "Apa?! Jangan berani berbohong !!" "Adit, tolong katakan dimana Nayla. Sudah beberapa hari ini dia tidak pulang. Kemarin Aku melihat mu menaiki bus bersama Nayla jadi tolong katakan sekarang dimana Nayla," sahut Michelle mencoba membujuk Adit agar mau memberitahu keberadaan Nayla. "Kemarin kita hanya sejalan dan sekarang aku tidak tahu. Menyingkirlah aku lelah," Adit sedikit mendorong tubuh MIchelle yang menghalangi pintu masuk sebelum akhirnya dia berhasil masuk dan mengunci kontrakannya. Merasa tidak suka dengan perlakuan Adit, Samuel pun menggedor pintu kontrakan Adit dengan sangat brutal. Pria itu terus berteriak meminta Adit untuk keluar dari kontrakannya. "Kak, sudahlah kita Balik lagi lain kali. Nayla tidak bersama nya," =FLASHBACK ON= "Boleh aku tinggal disini ?" "Apa?" Nayla menunduk begitu melihat ekspresi terkejut Adit saat dirinya meminta izin untuk tinggal di panti. "Maaf, tapi aku tidak tahu harus kemana lagi. Rumah lama ku sudah ibu jual," "Kamu bisa pulang," "Tidak mau ! Sampai kapan pun aku tidak akan sudi menginjakkan kakiku disana. Aku tidak suka keluarga baruku," Adit diam , dia sudah sedikit mendengar cerita tentang keluarga baru Nayla dari beberapa murid yang sering menggosip. "Please , setidaknya sampai aku berhasil mengungkap penyebab kematian Nina yang sebenarnya," "Aku akan bicarakan dengan ibu panti nanti," "Hmm dan aku juga minta tolong. Kalau kamu bertemu dengan siapapun yang mencari ku. Tolong jangan beritahu mereka dimana keberadaanku. Aku mohon," "Ckk, kamu terlalu banyak mau," sindir Adit walaupun pada akhirnya dia tetap melakukan itu semua. =FLASHBACK OFF= ,,,,,,,,,,,,, "Nayla tidak masuk lagi ?" tanya Pak Amir pada murid dikelas nya. Sudah 1 minggu setelah masa skorsingnya selesai, Nayla belum juga masuk sekolah. "Tidak pak," "Mana berani dia masuk setelah membully siswa sampai siswa itu bunuh diri," sahut Dinda. "Dinda benar, harusnya dia sudah dikeluarkan dari sekolah. Mencemarkan nama baik saja," "Serem ga sih disekolah kita ada pembunuh hih," "Tolong diam ! Sebaiknya kalian kerjakan tugas yang sudah saya berikan !" sahut pak Amir dilanjut Suara gebrakan meja yang terdengar sangat keras, Adit yang menjadi pelaku penggebrakan meja itu beranjak berdiri keluar kelas begitu saja. ,,,,,,,,,,,,, "Kalian lihat tidak tadi ? Adit menggebrak meja . aku rasa dia tidak suka kita membicarakan Nayla," gosip Dinda dan geng nya di kamar mandi. Mereka baru saja menyelesaikan jam olahraga. "Jangan-jangan mereka ada hubungan ?" "Hubungan ? Cih kalau sampai terjadi akan aku jambak rambut pembunuh itu," Tiba tiba lampu kamar mandi mati disusul dengan terkuncinya pintu kamar mandi membuat dinda dan teman-temannya teriak ketakutan. "Pintunya terkunci," "Siapa diluar ? Cepat buka pintu nya !! Jangan berani macam-macam denganku !!" teriak dinda sambil menggedor pintu kamar mandi dengan kuat. "Cepat buka pintu nya !!" "Diatas!" teriak seseorang dari luar kamar mandi, mereka semua pun mendongak keatas hingga beberapa detik kemudian sebuah ember berisi air kotor terjatuh mengenai mereka. Lampu kembali menyala, Sebuah kertas yang muncul dari celah bawah pintu kamar mandi membuat mereka penasaran dan langsung membaca isi dari kertas itu. "BAGAIMANA ? ENAK TIDAK AIR NYA ? HAHA LAIN KALI TUTUP MULUT KOTOR KALIAN ATAU AKU AKAN MENJAHITNYA !" "Apa-apaan ini ?!! Siapa yang berani melakukan ini padaku ??" "Jangan jangan Nayla ?" "Sialan kamu nayla !! Aku akan membalas mu" ,,,,,,,,,,,, Boby yang sedang berjalan melewati toilet perempuan tidak sengaja melihat Adit baru saja keluar dari toilet itu. "Adit ? Kamu ngapain? Kok keluar dari toilet cewek?" "Hanya sedikit bermain," "Ber--,, What ?!! Kamu habis mesum ya didalam ? Astaga Dit, nggak nyangka kamu semesum ini," teriak boby sambil menyilangkan kedua tangannya didepan dada. "Tidak. Aku hanya bermain dengan tikus got," balas Adit kemudian langsung pergi begitu saja meninggalkan boby yang kebingungan. "Aaahhh sial rambutku !!" "Hua seragamku!" "Iyuh bau banget !" Belum selesai dengan kebingungan yang Adit buat , sekarang Boby dihadapkan dengan para perempuan yang tiba-tiba keluar dari toilet dengan penampilan acak-acakan dan juga bau. "Iyuhh bau ! Kalian kenapa ?" "Boby, kamu lihat Nayla ?" "Nayla ? Tidak," "Sialan dia yang sudah membuat kita seperti ini huaaaaa badanku jadi bau dan kotor," "Kalian sangat bau. Benar-benar menjijikan," "BOBY!!!"
waah aku yang baca ikutan sakit hati😭
17/05/2022
0Bagus cerita nya
09/07/2025
0Keren banget sih
07/06/2025
0View All