logo text
Add to Library
logo
logo-text

Download this book within the app

Bab 9

Aisya terbangun dari tidurnya karena merasa perutnya lapar, ia melirik jam yang menempel di atas didinding, sudah jam 9.00 malam. Aisya mengedarkan pandangan tak ditemuinya Reyhan. Ia pun melangkah keluar dari kamar dan tetap sama, ia tak menemukan Reyhan.
'Apa dia belum pulang sejak dari tadi' gumam Aisya.
Aisya beranjak ke dapur, ia membuka lemari es yang berada didapur Apartement Reyhan, ternyata isinya kosong melompong, gak ada makanan yang bisa ia makan. Cacing-cacing di perutnya sudah pada protes minta jatah lagi. Reyhan juga kemana, jam segini belum pulang, gak tahu apa dia kalau istrinya lagi kelaparan dirumah.
Aisya kembali masuk ke kamar, ia membuka tas kresek yang berisi jajanan yang dia dan Reyhan beli sewaktu di jalan tadi. Hmm makan ginian mana bakalan kenyang. Setelah habis memakan jajanannya, ia segera meneguk air mineral dalam kemasan yang sisa setengah.
Ia memutuskan untuk menonton Tv saja, sambil menunggu Reyhan pulang. Ia mengambil remot Tv dan segera menyalakannya. Sudah hampir tengah malam tapi belum ada juga tanda-tanda Reyhan pulang. Ia mulai mengantuk mulutnya tak berhenti menguap. Akhirnya ia pun kembali terlelap.
Reyhan memasuki unit Apartemennya, ia baru saja pulang. Setelah masuk ia mendapati istrinya yang sudah tidur, dengan Tv yang masih menyala. Reyhan mematikan Tv dan menyelimuti Aisya, lalu mencium kening istrinya tersebut. Ia pun segera membaringkan tubuhnya di samping Aisya tak lama kemudian ia juga terlelap.
Samar-samar Aisya mendengar ada suara kucuran air dari kamar mandi. Oh sudah pulang mungkin dia batin Aisya.
Ceklekk
Pintu kamar mandi terbuka, Reyhan keluar dari kamar mandi dengan hanya memakai handuk yang dililitkan di pinggang. Aisya sih biasa aja ngeliatnya. Dia mah santuy aja, kan sudah halal juga, ngapain mesti takut dan teriak gak jelas, batinnya.
"Abang, sudah pulang??" Tanya langsung saja.
"Oh, udah bangun. Iya tadi sekitar jam 2an pulangnya," jawab Reyhan yang sedang mengeringkan rambutnya dengan handuk. 
"Oh." 
"Kamu nungguin Abang ya?" 
"Hmm." Gumam Aisya dan menganggukan kepalanya.
"Maafin Abang, ya. Lupa ngabarin kalau pulang larut soalnya ada kerjaan mendadak." Kata Reyhan.
Reyhan mengambil ponselnya dan mengetik sesuatu diponsel, ia memesan sarapan untuk mereka.
"Ya udah, kamu mandi dulu,Sya. Baru kita sarapan!!" 
"Memangnya, Abang sudah belanja bahan makanan?" Tanyanya, sebab didalam kulkaskan gak ada bahan makanan sama sekali. 
"Belum, nanti kita belanja bareng," 
"Oke." Aisya segera masuk kekamar mandi.
Setelah Aisya selesai mandi, mereka sarapan bareng. Reyhan memesan dua porsi bubur Ayam dan dua botol air mineral. Aisya memakan sarapannya dengan cepat, sebab sejak dari tadi malam dia sudah kelaparan. Reyhan yang melihat Aisya makan tanpa malu tersenyum. Biasanyakan kalo cewek makan didepan cowok pasti berusaha untuk menjaga imejnya. Kalau Aisya mah dia gak peduli yang begituan, yang penting perutnya kenyang.
===== 
Mereka bersiap untuk pergi berbelanja, Aisya dan Reyhan keluar dari Apartemen mereka. Reyhan memegang tangan Aisya. Mereka memasuki tempat perbelanjaan yang berada dilantai dasar Apartement tersebut dengan bergandengan tangan. 
Reyhan mengambil sebuah troli dan mendorongnya, Aisya bagian mengambil dan memasukan belanjaan mereka. Aisya memasukan ayam, ikan, sayuran, buah dan lain sebagainya pokoknya troli belanjaan mereka penuh. Setelah dirasa cukup mereka menuju kasir daan membayar belanjaan mereka. 
Reyhan menenteng beberapa tas belanjaan mereka, sedangkan Aisya cuma membawa satu tas saja. Ia meletakannya di atas meja makan. Aisya segera membongkar belanjaan mereka dan menyusun, serta menatanya di lemari es.
"Huh, capek." Gumamnya sambil menyeka keringat dipelipisnya
"Ini, minum!!" Reyhan menyodorkannya segelas minuman dingin.
"Terima kasih." Aisya langsung meminumnya dan menghabisknnya langsung sebab ďia kehausan.
=======
"Sini, biar Abang bantu," Reyhan dengan sigap mengambil dan menyusun belanjaan mereka, sedangkan Aisya masih duduk di atas kursi ia kelelahan.
Tak berapa lama Reyhan duduk di samping Aisya.
"Udah, selesai?" Tanya Aisya
"Iya, sudah." Jawabnya sambil meminum air mineral dalam kemasan yang ada di atas meja.
"Kamu bisa masak, Sya??" Ia menatap Aisya.
"Gak bisa, Bang. Kalo mie instan bisa," jawabnya
"Terus, bahan-bahan yang kita beli tadi, siapa yang mau masak?" Ia kira Aisya bisa masak jadi dia ambil-ambil aja itu, seperti ayam, ikan, daging, dan sayuran dia ambil.
"Hmm, nanti Aisya yang masak," 
" Katanya, gak bisa masak. Gak usah di paksakan kalo gak bisa." Ujar Reyhan 
"Nanti, masaknya sambil liat di youtube," kata Aisya, 
"Ya sudahlah, terserah kamu saja kalo begitu. Abang mau mandi dulu," Reyhan berlalu masuk ke kamar untuk mandi lagi, sebab badannya lengket bekas keringat.
Aisya memilih-milih bahan apa saja yang ingin dia masak, ia mengambil dua ekor ikan, dan satu ikat sayur kangkung. Ia bingung bagaimana cara membersihkan ikan. Ia pun segera mengambil ponselnya yang ada diatas meja, ia membuka youtube, lalu menulis di pencarian 'cara membersihkan ikan' dan muncul video yang ia cari. Ia menonton dan mengamati setiap detail videonya. Astaga gini amat nasibnya bersihin ikan aja gak bisa.
Setelah menonton, ia pun segera mempraktekannya. Ikan sudah bersih sekarang tinggal di kasih bumbu lalu di goreng. Tapi yang jadi masalah bumbunya itu apa. Ia pun membuka youtube kembali. Ia mengikuti dan menggunakan bumbu sesuai dengan yang ada divideo yang dia tonton.
Sekian lama dia berkutat didapur akhirnya jadilah ikan goreng dan tumis kangkung ala video youtube semua. 
"Kamu masak apa,Sya?" Reyhan yang baru saja keluar dari kamar langsung bertanya, ia menatap dapurnya berantakan akibat ulah istrinya itu.
"Hehe, nanti Aisya bersihkan, Bang." Katanya sambil nyengir
"Ini, masak ikan goreng sama tumis kangkung." Ia menunjuk makanan yang sudah ia masak dan ia letakan di atas meja.
"Hmm, kayaknya enak," 
"Abang, mau makan sekarang?" Tanya Aisya pada Reyhan yang sudah duduk dikursi makan.
"Iya, Abang sudah lapar." Aisya pun mengambil piring dan mengisinya dengan nasi yang ia ambil dari magicom, lalu ia letakan satu ekor ikan, serta sayurnya. Kemudian ia memberikannya pada Reyhan.
Reyhan mulai memakan masakan yang di masak oleh Aisya.
"Hmm, lumayan rasanya. Tapi sayurnya agak asin sedikit." Katanya sambil menunjuk sayurnya dengan sendok.
"Hmm, mungkin tadi kebanyakan masukin garamnya." Katanya lagi
Aisya mengambil sendok, dan mencoba memakan sayurnya. Eh ternyata asin betulan. Ini bukan sedikit asinnya tapi asin banyak, alias asin banget. Ia pun melepeh makanannya dan segera meminum air putih. Reyhan tertawa gelak melihatnya, Aisya pun langsung melotot gusar kearahnya.
======
Hari ini Aisya masuk sekolah kembali, sebab kemaren dia izin gak masuk sekolah. Ia di antar Reyhan dan pulang di jemput Reyhan pula.
Ia sudah pulang sekolah dan sudah berada di Apartement, sedangkan Reyhan sudah kembali untuk bekerja, jadi dia sendirian di Apartement.
Aisya bingung mau ngapain, akhirnya ia pun membersihkan Apartement. Ia mengambil sapu dan menyapu lantai, lalu mengepelnya. Ia masuk kedalam kamar mengambil baju-baju kotor yang ada di keranjang pakaian, lalu mencucinya. 
Hari sudah mulai beranjak sore, ia pun memutuskan untuk memasak untuk makan malam sebelum Reyhan pulang. Ia memasak Ayam kecap dan sayur sop. Setelah selesai ia pun segera mandi, lalu duduk santai didepan Tv, sembari menunggu suaminya pulang.
Saat sedang Asyik menikmati acara Tv, bell Apartementnya berbunyi. Siapa kira-kira yang datang apa mungkin Reyhan sudah pulang batinnya. Ia pun segera beranjak dari duduknya dan membukakan pintu. 
Cekleekk
Pintu Apartement terbuka, nampaklah seorang wanita paruh baya yang masih terlihat cantik.
"Ibu,cari siapa, ya??" Tanya Aisya langsung, Ibu itu memandang Aisya dari atas sampai bawah, gak mungkinkan dia salah ketok pintu. Ini Apartement anaknya tapi kok ada seorang perempuan muda cantik yang membukakan pintu.
"Maaf, Ibu cari siapa, ya??" Ulang Aisya sebab ibu tersebut diam saja memandangi dirinya, ia kan jadi risih di tatap begitu.
"Oh, saya mencari anak saya Reyhan." Waduh berarti ibu ini, ibunya Bang Reyhan dong. Ia mendatangi Apartemen anaknya itu untuk menemui Reyhan sebab Reyhan sudah hampir dua bulan belum pulang-pulang kerumahnya, diakan jadi kawatir.
"Silahkan masuk, Bu. Maaf Bang Reyhannya belum pulang." Katanya pada Ibu mertuanya itu.
Ngomong-ngomong soal mertua dia kok jadi agak takut ya berhadapan dengan ibunya Reyhan. Pikirannya jadi kemana-mana, bagaimana kalo ibu mertuanya ini kaya mertua-mertua yang kaya difilm-film yang biasa Bundanya tonton kan dia jadi takut. ASTAGFIRULLAH belum apa-apa dah negatif aja pikirannya.
Ibu Rasti, Maminya Reyhan masuk ke dalam Apartement, ia duduk di sebuah sofa. Ia memerhatikan sekeliling Apartement anaknya itu. Untung saja tadi Aisya sudah bersih-bersih. Kalau tidak hemm apa kata mertuanya itu. 
Aisya berlalu ke dapur untuk membuatkan minum untuk tamunya itu, ia membuat segelas teh hangat dan mengambil dua toples kue kering yang kemaren mereka beli. Ia menghampiri Ibunya Reyhan sambil membawa nampan yang berisi segelas teh dan dua toples kue kering.
"Silahkan di minum, Bu." Ia meletakan teh dan kue kering di meja di depan sofa.
"Terima kasih!" Bu Rasti mengambil gelas teh dan menyesapnya perlahan.
"Nama kamu siapa?" Tanya bu Rasti, dia sedikit penasaran dengan perempuan yang berada di Apartemen anaknya ini.
"Saya, Aisya, Bu." Jawab Aisya. Oh namanya Aisya.
Mungkin pembantunya Reyhan itu lah yang ada dipikiran Bu Rasti. Tapi kok masa anaknya punya Asisten Rumah Tangga cantik dan masih muda begini. Emm tapi dia segera menghilangkan pikiran negatifnya. 
"Oh, namanya cantik sama kaya orangnya. Sudah lama kerja disini?" Tanyanya lagi.
Duh Aisya kan jadi gelagapañ mau ngaku kalau dia istrinya Reyhan kan takut dia. Soalnya orang tua Reyhan belum tahu soal pernikahan mereka. Nanti kalo di tanya soal kok bisa menikah. Masa iya, jawabnya terpaksa harus menikah karena di fitnah tetangga kaya judul senetron di ikan lumba-lumba saja.
"E..em. baru beberapa minggu. Bu." Jawabnya agak kikuk.
Tak lama bell Apartement berbunyi, Aisya cepat ke arah pintu dan membuka.
Cekleekk
Pintu terbuka.
"Hai, Sayang," ujar Reyhan, gak ada angin gak ada hujan, tiba-tiba langsung memeluk Aisya dan mencium pipinya. Mereka tidak tahu saja ada sepasang mata yang melihatnya dari sofa.
"Jelaskan, Apa maksudnya ini!!" Ujar Bu Rasti yang sudah berdiri disamping mereka yang masih berpelukan.
"MAMI." Reyhan sok melihat Bundanya berada di Apartementnya.
Bersambung...
 Terima kasih.

Book Comment (141)

  • avatar
    Natasha Rahelia

    SERUUUU BANGETTTT!!

    16/05/2025

      0
  • avatar
    dinaand

    SERUUU TP KACAU SI BIKIN SENYUM2 SENDIRI

    18/03/2025

      0
  • avatar
    Tiara

    Bagus bgt sih cmn kurang seru,soalny gak ada konflik memanas gitu😭🙏🏻

    16/09/2024

      0
  • View All

Related Chapters

Latest Chapters