Reyhan duduk di tepi ranjang sambil meringis memegang sudut bibirnya yang berdarah, Aisya datang membawa kotak P3K. Ia mendekati Reyhan dan membantu mengobati luka suaminya itu dengan pelan. "Maafin, bang Andra ya, Bang." Ujarnya. Ia merasa tidak enak karena dia Reyhan sampai babak belur. "Hmm, gapapa, Sya. Mungkin kalo Abang jadi Andra akan melakukan hal yang sama," kata Reyhan sambil meringis menahan perih luka di sudut bibirnya. "Ya, sudah Abang istirahat saja di kamar, Aisya mau keluar sebentar," ujarnya setelah selesai mengobati Reyhan. Reyhan hanya menganggukkan kepala, dan berbaring di ranjang Aisya. "Bunda, sedang apa?" Tanyanya, kini ia berada di dapur untuk membuang air bekas membersihkan luka Reyhan. "Bunda, lagi masak Ayam kecap sama tumis kangkung," "Reyhan, bagaimana keadaan Reyhan?" Bu Dewi menanyakan keadaan menantunya. "Aisya, suruh Bang Reyhan istirahat di kamar, kayanya lukanya masih sakit." Kata Aisya, ia duduk di kursi makan dan mengambil sepotong bakwan sayur, lalu melahapnya. "Hmm, kasihan anak itu. Kamu bikinkan minum dulu sana buat dia!!" "Iya, Bun." Aisya beranjak dari duduknya, ia mengambil gelas dan mengisinya dengan gula serta memasukan teh ke dalam gelas. Ia membuatkan Reyhan teh hangat, setelah selesai ia kembali ke kamar membawa nampan yang berisi segelas teh hangat dan sepiring brownis coklat. "Bang, minum dulu!!" Katanya setelah meletakan nampan di meja samping tempat tidur. Reyhan bangun dari berbaringnya ia duduk di sisi tempat tidur. "Terima kasih, Sya." Ucap Reyhan, ia mengambil tehnya lalu menyesapnya perlahan. "Abang istirahat aja lagi. Aisya mau ngerjain tugas sekolah dulu," katanya, dan Aisya berjalan menuju meja belajarnya. ====== Tak terasa kini pernikahan Aisya dan Reyhan sudah berjalan satu Bulan lamanya, kini Aisya dan Reyhan sudah sama-sama belajar ikhlas untuk menerima pernikahan mereka, ya walaupun masih belum menjalankan kewajiban masing-masing. Aisya sebentar lagi akan menjalani Ujian Akhir Nasional. Ia belajar dengan giat supaya bisa lulus dengan Nilai yang memuaskan dan membuat orang tuanya bangga. Pernikahan Aisya dan Reyhan masih di rahasiakan hanya beberapa orang saja yang mengetahui. Reyhan meminta izin pada Pak Ali dan Bu Dewi untuk membawa Aisya tinggal bersamanya di Apartement miliknya. Kedua orang tua Aisya menyetujui Rencana Reyhan yang ingin tinggal di Apartementnya. Saat ini Aisya berada di kamar, ia sedang bersiap, dan memasukan pakaian dan beberapa barang-barang yang ingin ia bawa ke Apartement Reyhan ke dalam koper. "Udah selesai??" Tanya Reyhan yang baru saja masuk ke dalam kamar. "Belum, ini sebentar lagi selesai," jawab Aisya. "Sini, Abang bantu!!" Tawar Reyhan, ia membantu Aisya mengemas barang-barangnya. Oh ya soal panggilan dia sudah tidak memakai 'gue dan lo' lagi. Ia menyebut dirinya Abang. "Ada lagi yang mau di bawa?" Tanyanya saat semua sudah selesai dimasukan ke dalam koper. "Udah, gak ada lagi." kata Aisya. Reyhan mandi terlebih dulu, mereka bergantian menggunakan kamar mandi. Kini mereka sudah siap, Reyhan membantu istrinya membawakan koper milik Aisya keluar dari kamar. Di ruang tengah sudah ada Pak Ali, Bu Dewi, serta Andra dan Dimas. Aisya menghampiri mereka. "Titip Adik gue, ya. Jangan sakiti dia. Jaga dia jangan buat dia menangis, kalo sampai lo nyakitin dia, awas aja lo," ujar Andra pada Reyhan. "Kita titip Aisya, jaga dia!! Kita percaya sama lo." Ucap Dimas seraya menepuk bahu Reyhan "Kita pamit ya Bunda, Ayah, dan Abang-abang," ujar Aisya, setelah mereka diberikan wejangan dan Nasihat sebagai suami istri oleh kedua orang tuanya. "Iya, ingat pesan Ayah sama Bunda ya, Sya. Nurut sama suami. Jangan membantah apa kata suami selama itu dalam kebaikan!!" Pesan Bu Dewi pada anak gadis satu-satunya itu. "Sering-sering main kesini, ya!!" Bu Dewi memeluk Aisya. "Iya, Bun." Aisya memeluk dan mencium Bunda, Ayah, serta Abangnya. Reyhan menyalami kedua mertuanya, dan Abang iparnya mereka berjalan menuju mobil Reyhan yang berada di halaman rumah. "Assalamu'alaikum." Ucap Aisya dan Reyhan berbarengan. "Walaikumsalam, hati-hati dijalan, ya!!" Kata mereka serempak. ===== Aisya dan Reyhan sudah memasuki mobil, Reyhan mulai menjalankan mobilnya, Aisya membuka jendela mobil ia mengeluarkan kepalanya dan melambaikan tangannya. Perjalanan menuju Apartement Reyhan memakan waktu sekitar satu jam dari rumah orang tua Aisya. "Kalo ngantuk, tidur aja!!" Kata Reyhan pada Aisya yang duduk di sampingnya sambil menguap terus. "Hmm." Gumam Aisya, ia pun memejamkan matanya. Aisya terbangun dari tidurnya, saat ada sebuah tangan yang menggoyang-goyangkan badannya. "Bangun, udah sampai," kata Reyhan, sebenarnya ia tak tega membangunkan Aisya yang kelihatan nyenyak sekali. Tapi mau bagaimana lagi masa dia mau ninggalin Aisya sendiri dimobil, kan gak mungkin. "Hmm, udah nyampe ya??" Katanya seraya menoleh ke kanan dan ke kiri. "Udah, yuk turun!!" Ujar Reyhan membuka pintu mobil dan keluar di ikuti oleh Aisya yang mana matanya masih ngantuk. Mereka berjalan menuju lobi Apartement, Aisya berjalan di belakang Reyhan sambil menenteng kresek yang berisi jajanan dan minuman yang mereka beli saat diperjalanan tadi. Mereka berdiri di depan lift. Setelah lift terbuka mereka masuk menuju lantai 9, dimana unit Reyhan berada. Aisya dan Reyhan sudah berada di lantai 9 Apartement, mereka menuju unit Reyhan. Dengan cepat Reyhan menekan kode Apartementnya, lalu terbuka dan terlihatlah ruangan yang bersih, rapi, dan maskulin. "Ayuk, masuk!" Ajak Reyhan pada Aisya yang masih berdiri di depan pintu. Aisya melangkahkan kakinya memasuki Apartement Reyhan, ia mengedarkan pandangan kesegala penjuru ruangan. Rapi dan bersih batinnya. Ia menilai dan memuji tempat tinggal lelaki yang berstatus sebagai suaminya itu. "Kamarnya ada di sini," tunjuk Reyhan memberitahu Aisya letak kamar mereka. Aisya melangkah menuju kamar. "Pakaianmu, masukin aja di lemari itu!!" Ujar Reyhan sembari menunjuk lemari tiga pintu yang berada di pojokan. "Iya, Bang," jawab Aisya. "Istirahat aja dulu, nanti saja merapikan pakaiannya. Abang mau keluar sebentar." Ujar Reyhan, Aisya menurut saja dia. Lagian dia juga masih ngantuk. Setelah Reyhan pergi ia pun segera berbaring di atas ranjang, dan memejamkan matanya, ia pun segera terlelap dalam mimpinya. Bersambung..... Terima kasih.
Thank you
Support the author to bring you wonderful stories
Cost 21 diamonds
Balance: 0 Diamond ∣ 0 Points
Book Comment (141)
Natasha Rahelia
SERUUUU BANGETTTT!!
16/05/2025
0
dinaand
SERUUU TP KACAU SI BIKIN SENYUM2 SENDIRI
18/03/2025
0
Tiara
Bagus bgt sih cmn kurang seru,soalny gak ada konflik memanas gitu😭🙏🏻
SERUUUU BANGETTTT!!
16/05/2025
0SERUUU TP KACAU SI BIKIN SENYUM2 SENDIRI
18/03/2025
0Bagus bgt sih cmn kurang seru,soalny gak ada konflik memanas gitu😭🙏🏻
16/09/2024
0View All