logo text
Add to Library
logo
logo-text

Download this book within the app

Chapter Tiga (NADIN-LEE YEONG)

Namaku Nadin,aslinya nama panjangku Kwon Nadin Rahmawan. Aku adalah keturunan Korea-Indonesia. Ayahku asli orang Korea yang dinas di Seoul,sedangkan ibuku asli orang Indonesia. Aku anak tunggal di keluarga ini. Kalau boleh dibilang keluargaku termasuk salah satu keluarga kaya dan terpandang di Surabaya. Ayahku adalah CEO restoran Korea yang kantor pusatnya di Seoul,di Indonesia sendiri cabangnya sudah lebih dari lima puluh restoran yang tersebar di beberapa kota sedangkan ibuku adalah desaigner ternama yang juga pemilik butik terbesar di Surabaya,bahkan tidak kalah dengan ayahku butik ibuku juga sudah lebih dari tiga puluh butik yang tersebar di Indonesia.
Tidak heran kata orang-orang kalau aku sangat beruntung dan banyak yang iri padaku,tetapi kalau mau jujur aku sedih dan hatiku kosong. Kenapa?,karena orang-orang yang mau jadi temanku rata-rata ingin uangku,tidak ada yang tulus sayang dan mau berteman denganku. Tidak hanya cewek-ceweknya,cowok-cowoknya pun demikian. Mereka ingin menjadi pacarku supaya kelak bisa menikahiku dan mewarisi harta orang tuaku. Makanya sejak lulus kuliah aku mulai menutup diri. Banyak orang-orang termasuk pegawaiku bilang kalau aku sombong,judes dan galak,karena aku tidak pernah tersenyum.
Sudah lima tahun aku membuka usaha kafe ini. Sebuah kafe yang aku desain bergaya Korean Style dari makanan,minuman,lagu-lagu kpop yang diputar bahkan pegawainya juga orang Korea. Kafe ini aku bangun dari uang tabungan yang aku kumpulkan selama bertahun-tahun. Walaupun pegawainya asli orang Korea,tetapi mereka harus fasih bahasa Indonesia,makanya mereka diberi pelatihan selama tiga bulan untuk berbahasa Indonesia yang lancar,jika mereka tidak bisa,maka akan dinyatakan tidak lulus.
Aku tidak main-main dalam menerapkan peraturan itu,karena bagaimanapun mereka tinggal di Indonesia jadi mereka harus fasih berbahasa Indonesia,sampai halnya jika orang kita tinggal di Korea juga harus fasih bahasa Korea. Dari sekian pegawaiku ada satu yang menjadi perhatianku,dia adalah Park Dong Sun yang merupakan salah satu pelayan di kafeku ini.
Selain wajahnya yang tampan,dia juga paling rajin dan juga pintar. Tidak kusangka dan membuatku takjub bahwa dia adalah lulusan salah satu universitas terkemuka di Surabaya,tetapi mau bekerja sebagai pelayan.Hanya yang menyedihkan adalah ibunya masih koma di rumah sakit di Jakarta. Pada saat menginterview dia,jawabannya yang membuatku kaget,dia tidak malu bekerja apapun asal halal,karena dia tahu kalau dia tinggal di negara orang dan dia harus bertahan hidup,bahkan dia pernah bekerja sebagai badut di salah satu taman hiburan.
Selain itu dia juga selalu menjadi teman ngobrolku,aku sempat menawarkan posisi manajer,tetapi dia menolaknya. Itulah yang membuat aku suka padanya bahkan tanpa kusadari aku mulai jatuh cinta padanya,tetapi perasaan ini hanya dapat kusimpan. Dia tidak memanfaatkan kedekatanku dengannya untuk keuntungannya. Dia sering memberikan nasehat-nasehat yang bermanfaat buatku.
Jam istirahat pegawai pun tiba. Memang setiap jam 2-3 kafe tutup dulu,agar para pegawai dapat makan siang,setelah itu buka lagi jam setengah 4 sampai jam 9 malam.
" Ibu Nadin mau ikut makan disini atau mau makan di luar?",tanya salah satu karyawanku
"Sepertinya saya makan di luar saja,soalnya saya sudah ada janji sama sepupu saya"
"Baik bu,kalau begitu"
Sebenarnya kalau mau jujur aku ingin makan bersama pegawaiku,mereka sudah sering mengajak,tetapi aku selalu menolaknya,mungkin lain kali aku harus ikut makan bersama mereka,agar aku bisa lebih dekat dengan mereka. Hari ini aku sudah janji main ke apartemen barunya Echa sepupuku. Echa adalah anak dari adiknya mama. Sama denganku,Echa juga anak tunggal,hanya saja bedanya orang tua Echa sudah bercerai. Tidak heran aku dan Echa dekat satu sama lain.
Akhirnya aku sampai di depan pintu apartemen Echa. Aku memencet tombol yag ada di pintunya,sebenarnya aku tahu password pintunya,tetapi aku ingin dia yang bukain pintu.
"Ih Nadin,tinggal masuk aja kali,loe khan tau password gua",ujar Echa membukakan pintu sambil ngomel-ngomel
"Ha..ha..ha...biarin aja,biar loe ada kerjaan,bukain pintu gua"
"Gimana?Gimana?Apartemen baru gua?Lebih bagus dan lux khan?",tanya Echa memamerkan isi apartemennya. Ini sudah ke sepuluh kalinya dia pindah dan semuanya bukan sewa,melainkan beli. Echa emang terkenal anak yang boros dan manja,semua keinginannya pasti dituruti sama om dan tanteku.
"Hmm,bentar gua liat-liat dulu kali"
"Buruan ih,kasih pendapat"
"Kalau misalkan gua bilang jelek,loe bakal beli dan pindah apartemen lagi kan?"
"Iyalah,loe tau khan apartemen gua yang lama,penghuni-penghuninya norak,makanya gua pindah"
"Norak gimana?:"
"Iya noraklah,waktu gua ngadain pesta mereka ribut dan langsung nelpon polisi,bilang kalau gua bikin keributan,sampai gua dibawa ke kantor polisi"
"Ha..ha..ha.. lagian loe buat pesta di apartemen,kenapa nggak di kafe aja.udah gitu setel musiknya kenceng bangetlah"
"Waktu gua di Amrik,nggak ada yang norak gitu"
"Hello Echa,this is Indonesia not America,okay?"
"Yeah,I know Nadin,tapi khan loe tau,hobi gua pesta dan dugem"
"Satu lagi mabok. Itu hobi loe juga khan,kapan loe mau berubah sih Cha?"
"Hmmm,I don't know. I am happy with my life"
"Ohya,loe nyuruh gua kesini ngapain?Cuma mau nunjukkin apartemen aja?Gua kagak disuguhin apa-apa?"
"Eh iya,gua lupa.Bentar"
"Gua nggak mau soju atau bir,gua mau soft drink aja"
"Iya,aneh gua sama loe. Loe ada darah Korea,tapi kagak suka soju,gua aja yang kagak darah Korea doyan banget sama soju"
"Buruan soft drinknya plus jangan lupa makanannya.Gua lapar"
"Tenang,tadi gua udah buatin loe spaghetti bumbu kepiting",ujar Echa. Echa sepupuku ini sangat pintar membuat masakan,tetapi dia sama sekali tidak mau menjadi chef,malah menghabiskan uang orang tuanya. Sudah sering aku menasehati dia,tetapi semuanya mental di telinganya.
Selama hampir tiga jam aku berada di apartemen Echa. Tadinya aku mau pulang cepat,tetapi dilarang sama Echa. Sesampainya di kafe,betapa kagetnya aku kalau kafeku penuh sesak.
"Ini ada apa?Kok tiba-tiba banyak orang gini?",tanyaku sama Park Hyunsik manajer kafeku
"Ada artis bu"
"Artis?Siapa?"
"Mbak Lulu bu"
" Lulu siapa?"
"Mbak Lulu Yulia bu yang main sinteron 'Nothing Without You' yang sekarang lagi tayang di salah satu tv swasta",ujarnya menjelaskan lagi. Walaupun Park Hyunsik sudah menjelaskan,tetap saja aku tidak tahu,karena jujur aku tidak begitu suka menonton sinetron Indonesia,aku lebih suka menonton drama Korea,bukan tidak mencintai negara sendiri,karena setengah darahku juga Indonesia,tetap saja untuk urusan sinetron aku tidak suka.
Sekilas aku lihat Lulu Yulia cantik juga,kulitnya sawo matang,yang aku kagum dia artis terkenal,tetapi ramah banget,walaupun wajahnya kelihatan lelah dan capek,tetapi dia tetap semangat melayani foto dan tanda tangan ke fans,padahal banyak artis yang menjadi sombong setelah terkenal.
"Eh Ibu Nadin sudah kembali,Ibu sudah makan?",tanya Dong Sun padaku ketika kami berpapasan
"Sudah,ohya itu mbak Lulu kasih minum,kasihan"
"Tadi sih mbak Lulunya sudah pesan,malah sudah saya antar ke mejanya,tetapi belum dimakan,daritadi sibuk melayani fans"
"Hebat ya,orangnya kelihatan ramah banget"
"Iya bu,selain ramah,cantik pula",ujar Dong Sun. Dari perkataan dan tatapan matanya kelihatan beda seperti orang yang sedang jatuh cinta,bukan tatapan fans ke idolanya. Ada rasa cemburu dihatiku
"Kamu suka?",tanyaku ketus
"Suka banget,sangat suka.Malah cinta padanya",jawabnya tanpa malu-malu.Sontak kaget aku dibuatnya
"Dong Sun!Saya mau ke ruangan.Nanti jangan lupa tamu dilayani,jangan hanya Lulu saja kamu perhatikan!",sahutku dengan nada tinggi saking kesalnya. Jujur aku tidak menyangka Dong Sun begitu terpesonanya dengan Lulu.
"Si..si...siap bu",jawabnya kaget
Di ruanganku masih terbayang wajah Dong Sun yang memandang Lulu dengan penuh cinta.
"Apaan sih Dong Sun!Artis begitu aja dikagumin",ujarku kesal. Saking kesalnya berkas-berkas di mejaku tidak aku sentuh sedikitpun
Tidak terasa waktu sudah menunjukkan pukul setengah sepuluh malam. Akhirnya aku memutuskan untuk pulang. Ketika aku turun ke bawa,aku melihat ruangan dapur kafe masih menyala. Siapa gerangan yang masih ada di kafe jam segini,seharusnya semua pegawaiku sudah pulang. Lalu aku menuju ke dapur dan aku melihat Dong Sun masih sibuk mencuci.
"Dong Sun?"
"Eh,bu Nadin. Belum pulang?Saya kira sudah pulang"
"Seharusnya saya yang nanya,kamu belum pulang?"
"Belum bu.Saya lagi beresin cucian dulu.Tadi khan banyak tamu yang datang,jadi cucian masih banyak. Lagi pula besok saya libur"
"Ohya,kamu besok libur,saya lupa"
"Iya"
"Biasanya liburan kamu ngapain?"
"Paling di rumah aja bu"
" Apakah besok kamu bisa temenin saya?"
"Boleh bu,kemana?"
"Besok saya kabarin. Kalau gitu saya pulang duluan"
"Baik bu.Hati-hati"
Hari yang ditunggu datang juga,hari dimana aku akan pergi berdua dengan Dong Sun. Tadi aku sudah WA jam dan tempat kita janjian. Aku memutuskan janjian di salah satu mal. Sesampainya di mal aku melihat Dong Sun sudah berdiri di salah satu toko.
"Maaf ya telat"
"Nggak apa-apa bu,saya juga baru datang,kita mau kemana?"
"Temani saya cari kado ya,soalnya sabtu ini saudara saya ada nikahan"
"Ibu mau beli apa?"
"Nah itu,saya masih bingung,kamu ada ide nggak?"
"Kalau nikahan orang Korea saya tau harus kasih apa,tapi kalau orang Indonesia teman-teman saya belum pada nikah bu. Teman ibu yang nikah cewek atau cowoknya?"
"Teman saya yang ceweknya. Apa saya kasih perhiasan saja?"
"Jangan bu.Atau kalau ibu mau kita keliling-keliling mal aja dulu.Siapa tau nanti dapat ide"
Akhirnya aku dan Dong Sun berkeliling mencari kado dan aku memutuskan membelikan perlengkapan rumah tangga saja. Berhubung perut sudah keroncongan aku mengajak Dong Sun makan di salah satu restoran.
"Maaf ya jadi ngerepotin kamu"
"Ngerepotin gimana bu,saya senag diajak jalan-jalan,malah sekarang ditraktir"
"Ha...ha..ha..nggak apa-apa,ohya liburan gini pacar kamu nggak marah saya ajak jalan?",tanyaku. Entah kenapa aku bertanya seperti itu,tapi rasa penasaran menghinggapiku
"Pacar saya juga sibuk bu,tadi saya sudah WA dia kalau mau jalan sama ibu" ,jawabnya. Sontak kaget aku dibuatnya,sampai-sampai makanan di depanku enggan aku teruskan makan lagi. Hatiku hancur.
"Kamu sudah punya pacar?",tanyaku pelan sambil menelan ludah
"Sudah bu,kami baru jadian tiga bulan yang lalu"
"Kalau boleh tau,pacar kamu kerja dimana?"
"Kalau saya cerita,pasti ibu tidak akan percaya"
"Nggak percaya gimana?"
"Pacar saya artis bu"
"Hah?Artis?",tanyaku kaget
"Iya,Lulu Yulia artis yang lagi terkenal itu,yang kemarin datang ke kafe pacar saya bu",jawabnya. Betapa kagetnya aku mendengar jawabannya. Gimana bisa seorang pelayan kafe pacaran dengan artis terkenal. Dimana mereka ketemunya. Rasa penasaran menghantui diriku. Mau bertanya lagi aku tidak enak.
Bahkan sampai di rumahpun aku masih penasaran. Bagaimana aku bisa mencari tau soal informasi tersebut. Jujur,aku tidak rela Dong Sun diambil cewek lain. Lama aku berpikir dan akhirnya aku baru ingat om Hendra adik bungsunya mama khan produser di salah satu stasiun tv swasta. Akhirnya dari om Hendra aku mendapatkan alamat lokasi syuting Lulu. Dengan memberanikan diri aku menuju ke lokasi syuting tersebut. Sesampainya disana,ternyata sudah banyak orang yang menonton. Celingak-celinguk aku mencari Lulu. Akhirnya aku menemukannya dan aku lihat dia sedang menerima foto bareng dan memberi tanda tangan buat fansnya.
"Ini orang nggak ada capeknya",ujarku dalam hati
Break syuting pun beres dan syutingpun dilanjutkan,aku lihat aktingnya Lulu bagus banget,bahkan sutradara selalu memujinya,tetapi dia tidak besar kepala,malah membalas dengan ucapan sangat sopan. Betapa sempurnanya cewek ini,sebagai artis sudah cantik,baik,ramah,aktingnya bagus,sopan,pantas saja Dong Sun jatuh cinta padanya. Tadinya aku mau melabrak dia,tetapi buat apa. Toh aku juga bukan siapa-siapanya Dong Sun dan yang ada aku malu sendiri. Akupun memutuskan pulang.
Setelah kejadian aku mengunjungi lokasi syuting aku menjaga jarak dengan Dong Sun. Aku sudah tidak pernah ngobrol-ngobrol,ngobrolpun sekedarnya saja,karena aku tidak mau tambah sakit hati. Lama aku berpikir haruskah aku pergi liburan ke Korea sementara untuk melupakan sakit hatiku ini. Akhirnya lewat online aku membeli tiket pesawat ke Korea untuk keberangkatan besok. Memang tergolong mendadak,tetapi aku tidak mau menunda lagi. Saat istirahat makan siang aku menugaskan Park Hyunsik sebagai manajer untuk menjaga kafe sementara selama aku tidak ada.
Akhirnya tiba juga aku di Korea. Udara sangat dingin,karena sudah masuk musim dingin. Ternyata supir papa sudah menjemput dan segera mengantarku ke rumah papa. Ini pertama kalinya aku datang ke Korea setelah sekian lama aku menunggu,karena biasanya papa terus yang pulang ke Indonesia. Setiap aku mau ke Korea selalu ada alasan yang diberikan papa agar aku tidak ke Korea. Sudah sore begini biasanya papa sudah pulang,tetapi kok belum pulang. Ketika aku sedang asyik nonton drama,salah satu pelayan bilang kalau ada tamu,lalu aku menuju ke ruang tamu dan ternyata ada seorang dokter yang sudah berdiri disana.
"Ya Tuhan,ini dokter cakep banget,badannya tidak terlalu tinggi,putih dan senyumannya",sahutku dalam hati
"Annyeong haseyo"
"Annyeong haseyo"
"Anaknya bapak Kwon?"
"Iya,saya Nadin"
"Kenalin saya Lee Yeong,dokter pribadi Bapak Kwon"
"Oh,araseo. Papa belum pulang,mau nunggu? "
"Boleh,apalagi kalau ditemani gadis cantik",ujarnya. Tanpa aku sadari wajahku memerah. Seketika aku bisa melupakan Dong Sun. Apalagi setelah mengobrol dengannya,ternyata dokter ganteng ini enak diajak ngobrol,ditambah orangnya sangat humoris berbeda dengan pekerjaannya sebagai seorang dokter. Lee Yeong selain bekerja sebagai dokter pribadi papa saat sore dan paginya dia bekerja di salah satu rumah sakit besar di Korea. Ternyata sampai malam,papa tidak kunjung datang,akhirnya Lee Yeong pamit pulang.Entah mengapa pertemuan dengan Lee Yeong sangat berkesan dihatiku.
Pagi harinya saat sarapan,papa sudah berada di meja makan sedang menikmati sarapannya
"Morning dad",sapaku
"Morning. Gimana penerbanganmu kemarin?"
"Biasa aja. Ohya pa,kemarin ada tamu"
"Dokter Yeong?.Papa sudah tahu"
"Papa sakit?Kok nggak bilang sama Nadin?"
"Nggak anak papa yang cantik,biasa pemeriksaan rutin saja,seminggu sekali"
"Hah?Seminggu sekali?Bukannya tiap hari?"
"Kata siapa?"
"Dokter Yeong"
"Ha..ha..ha..kalau dokter Yeong mau datang tiap hari untuk ketemu putri cantik papa,papa kasih kok"
"Ih papa apaan sih,baru juga kenal"
"Kata siapa baru kenal,dokter Yeong sudah lama kenal kamu"
"Kok bisa?Nadin nggak ingat"
"Tanya aja sendiri kalau ketemu lagi,tapi papa yakin kalian pasti akan sering bertemu.Papa berangkat dulu,ada rapat"
"Iya pa"
Sore harinya aku berniat mau jalan-jalan,tetapi ternyata begitu aku buka pintu dokter Lee sudah berdiri disana.
"Hai,mau kemana?",tanyanya
"Mau jalan-jalan"
"Yuk aku temani,mumpung aku lagi nggak ada kerjaan",ujarnya sambil menggandeng tanganku. Genggaman tangannya sangat hangat. Beginikah rasanya digandeng oleh cowok. Dia membukakan pintu mobilnya untukku. Selama ini aku hanya melihatnya di drama-drama saja,tetapi hari ini aku merasakannya sendiri. Mobilnya sangat bersih dan wangi.Benar-benar mobil seorang dokter.
"Aku mau diculik kemana nih?",tanyaku becanda
"Yang pasti bukan ke rumah sakit,tenang kamu pasti suka",jawabnya sambil tersenyum. Jujur kalau dia sudah senyum,hati ini rasanya berdebar tidak karuan. Apakah ini yang disebut cinta pada pandangan pertama. Secepat itukah aku melupakan Dong Sun.
Ternyata dia membawaku ke sebuah restoran. Untuk ukuran restoran,tempat ini sangat sederhana,jika dibandingkan dengan kafeku masih besaran kafeku.
"Ayo masuk,kenapa? Kecewa?",tanyanya
"Ah? Nggak"
Begitu masuk ke dalam,ternyata restoran ini sangat nyaman dan suasana didalamnya penuh kehangatan
"Mau pesan apa?",tanyanya
"Aku ikut saja"
"Benar?"
"Iya benar"
"Okay"
Selesai makan,dia mengajakku jalan-jalan lagi,ternyata kali ini dia membawaku ke sebuah taman bermain. Entah mengapa,dia membawaku ke tempat seperti ini,tetapi aku memilih diam
"Aku besar di lingkungan ini Din",ujarnya membuka percakapan
"Oh"
"Dulu saat aku berumur 8 tahun aku suka bermain dengan gadis kecil dan cantik.Gadis itu berumur 5 tahun. Kami berdua suka bermain disini sampai malam",ujarnya. Entah mengapa dia menceritakannya padaku. Mungkinkah gadis kecil itu cinta pertamanya,lalu kenapa dia harus cerita padaku
"Lalu?",tanyaku singkat
"Suatu hari gadis kecil itu mengalami kecelakaan,saat kecelakaan itu terjadi,aku sedang tidak bersamanya,saat itu aku sedang pulang kampung ke Busan. Jujur aku menyesal,sangat menyesal",sahutnya sambil menangis. Lalu,aku mengeluarkan tissue dari tasku dan aku mengelap air matanya.Tidak biasanya seorang cowok menangis.
"Terus,apa yang terjadi dengan gadis itu?"
"Gadis itu selamat,tetapi beberapa memorinya hilang. Dia tidak ingat denganku lagi,dia tidak ingat masa kecilnya denganku,setelah itu dia dibawa pergi jauh oleh orang tuanya dariku agar bisa menghilangkan trauma kecelakaan"
"Gadis itu sekarang dimana?"
"Gadis itu ada di depanku sekarang",ujarnya sambil memegang tanganku dan menatapku. Apa maksud perkataannya,kenapa bisa gadis kecil itu aku. Kapan aku pernah mengalami kecelakaan. Kenapa papa dan mama tidak pernah menceritakannya
"Hah?",ujarku. Hanya itu yang keluar dari bibirku,karena jujur aku bingung saat ini
"Kwon Nadin Rahmawan,apakah kamu tidak ingat tempat ini?",tanyanya lagi
"Tidak",jawabku jujur
"Aku mengerti kamu tidak akan semudah itu ingat semuanya,tetapi aku janji akan membuatmu ingat semuanya lagi"
"Tunggu,dokter Yeong,apa maksud semua ini?",tanyaku. Jujur aku penasaran dengan semua perkataanya. Bukan langsung melanjutkan ceritanya dia malah memberikan jasnya kepadaku dan memakaikannya,kemudian dia menggengam tanganku
"Tenang dulu,sekarang sudah malam dan cuaca tambah dingin,lebih baik kita pulang ke rumah. Nanti yang ada kamu sakit"
"Tapi?"
"Tidak ada tapi-tapian,aku tidak mau kehilangan kamu lagi untuk kedua kalinya"
Akhirnya kami melanjutkan perjalanan untuk pulang ke rumah,tanpa sedikitpun dia melajutkan ceritanya. Jujur aku penasaran,tetapi aku tidak berani bertanya dan memilih untuk diam,mengikuti sepinya jalanan di Korea saat ini.

Book Comment (25)

  • avatar
    Titin Sutinah

    bagus,menarik

    09/06/2025

      0
  • avatar
    Hengki Kurni

    cerita bagus

    01/05/2025

      0
  • avatar
    Sulistiyani28. Ni Luh Putu

    bagusss bangett ga ngebosenin

    30/04/2025

      0
  • View All

Related Chapters

Latest Chapters