Sudah bertahun tahun lamaran kerja aku kirim,tetapi hingga kini belum ada hasil yang memuaskan kudapatkan. Belum menemukan perusahaan yang sesuai dengan kata hati. Dari dulu aku ingin bekerja di entertainment,bukan menjadi artis tetapi menjadi make up artist,walaupun aku tidak pernah mengambil sekolah khusus,tetapi aku pernah kursus selama tiga tahun dan selebihnya diperdalam dengan belajar otodidak. Kalau dibilang pengangguran,aku tidak sepenuhnya menganggur,karena aku sering mendapatkan pekerjaan merias orang terutama untuk pesta pernikahan. Apalagi kalau Sabtu dan Minggu jadwalku sangat padat.Walaupun belum mendapatkan pemasukan besar,tetapi aku menikmati melakukannya,bahkan aku sudah bisa membeli mobil dan apartemen sendiri.Tidak peduli dengan cibiran orang yang bilang aku seorang pengangguran,Karena yang tahu aku adalah diriku sendiri. Ketika sedang mencatat jadwal minggu ini,handphoneku berdering dan ketika aku melihatnya ternyata dari Lulu sahabatku "Halo Dav,lagi apa?".tanyanya dengan suara cemprengnya "Gua lagi catat jadwal kerja Lu,emang kenapa?" "Hari ini loe kosong nggak Dav?" "Kalau hari Minggu sekarang mah belum Lu,tapi hari Minggu minggu depan baru sudah ada" "Seep dah,gua booking loe ya ke Surabaya,gua ada jadwal pemotretan majalah,make up artist yang biasa gua pake hari Minggu ini ada nikahan saudaranya.Tenang uang hotel sama tiket pesawat gua transfer ke rekening loe hari ini Dav plus ditambah gaji loe" "Kalau doble gua mau.Lumayan punya sahabat artis,jadi harus dimanfaatin.Ha...ha...ha..." "Dasar loe. Segitunya ama gua" "Iya dong Lu.Loe khan banyak uang,masa nggak mau nolongin sahabatnya" "Iya..Iya...Gua bayar double dan hari ini gua transfer" Percakapanku dengan Lulu memang selalu lama,tidak terasa sudah sejam lebih kami mengobrol di telpon. Hari Sabtu yang aku tunggu datang juga. Kini aku sudah berada di Bandara Soekarno Hatta untuk menuju ke Surabaya. Setelah check in,aku memutuskan makan di salah satu kafe yang ada di bandara ini,karena tadi aku tidak sempat untuk sarapan. Sengaja aku mengambil penerbangan pagi,karena biar aku ada waktu seharian jalan-jalan di Surabaya,lagipula jadwalku dengan Lulu hari Minggu. Ketika aku sedang menikmati sarapanku,tiba-tiba telponku bordering dan saat aku melihat di layar handphone,telpon itu dari pacarku Akira. Pacarku memang ada keturunan Jepang yang berasal dari ibunya. Orang tua pacarku sudah lama bercerai,ibunya memutuskan kembali ke Jepang bersama adik perempuannya yang bernama Haruka,sedangkan Akira memutuskan tinggal menemani ayahnya di Indonesia. Aku dan Akira bertemu saat kami berkuliah di salah satu universitas swasta yang ada di Jakarta. "Sayang,kamu sudah berangkat?",tanyanya padaku. Memang aku tadi tidak sempat pamitan dengannya,karena buru-buru ke bandara,takut terlambat,tetapi yang ada aku malah kecepatan " Belum sayang,penerbanganku masih sejam lagi,aku kecepatan datang" "Ya sudah,hati-hati disana ya sayang. Kalau nanti sudah sampai Surabaya jangan lupa WA aku ya" "Iya sayang" Sesampainya aku di Surabaya,aku langsung menuju hotel yang sudah aku booking lewat internet. Setelah menaruh barang-barangku di kamar,aku memutuskan nge WA Akira,habis itu aku akan jalan-jalan dengan menggunakan ojek online. Aku memutuskan ke salah satu mal terkenal di kota ini. Aku masuk ke salah satu toko pakaian,aku ingin membelikan oleh-oleh buat kekasihku Akira. Memang Akira sebagai seorang pacar merupakan pacar yang sempurna dan impian para gadis. Profesinya sebagai seorang CEO di sebuah perusahaan elektronik di Jakarta dan dia juga selalu ada dan perhatian padaku. Sudah banyak barang-barang yang dia berikan padaku dari sepatu,baju,tas,kalung,anting-anting,cincin,bahkan yang terakhir dia membelikanku sebuah rumah minimalis. Awalnya aku menolaknya,tetapi dia bersikukuh kalau rumah itu nantinya akan dia tinggali juga bersamaku,jika kami menikah nantinya. Ayahnya pun sangat sayang padaku dan menganggapku sebagai anak kandungnya. Rencananya tahun depan kami akan menikah,bahkan dia sudah melamarku sama orang tuaku di Bandung. Selesai berbelanja,tak terasa perutku berbunyi. Aku menuju ke restoran ayam siap saji yang ada di mal ini. "Ohya,aku belum menelpon Akira,baru nge wa aja",ujarku dalam hati. Lalu aku menelpon dia,setelah selesai makan. "Halo sayang,kamu lagi apa?" "Baru beres rapat. Gimana disana?Sudah kemana aja sayang?" "Aduh,kasihannya pacarku,udah makan belum sayang?Aku lagi di mal,Aku belikan sesuatu buat kamu" "Udah sayang,kamu beli apa buat aku?" "Surprise dong,yang pasti sesuatu buat kamu" "Pacarku udah mulai main rahasia-rahasiaan ya" "Iya dong" "Ya udah,lanjutin jalan-jalannya,puas-puasin liburan di Surabaya" "Iya sayang. I love you" "I love you too" Lelah berkeliling-keliling kota Surabaya,aku memutuskan kembali ke Hotel. Jam menunjukkan pukul 15.00 wib sesampainya aku di hotel. Di dalam kamar aku memutuskan untuk mandi,setelah itu aku berniat memesan makanan ke kamar saja,soalnya badan ini terasa pegal dan lagi aku belum menyiapkan make up untuk Lulu besok. Untuk urusan make up,aku sangat mengenal sahabatku yang satu ini. Dia tidak pernah ribet dan bawel soal make up dibandingkan beberapa pelangganku yang lain. Walaupun sudah menjadi artis terkenal,tetapi sahabatku ini tetap down to earth,ramah,murah senyum,tidak heran karirnya tetap bagus. Hanya satu yang aku heran dia belum memiliki kekasih. Gosip yang sedang hangat beredar kalau dia tengah dekat dengan lawan mainnya yang bernama Yeon Jin,seorang aktor baru keturunan Indonesia,Jerman,Korea dan Belanda,tetapi aku pernah bertanya padanya kalau itu hanya gosip semata dan untuk promosi sinetron terbarunya. Kalau aku lihat di televisi Yeon Jin itu aktor yang kalem dan pendiam. Dari tekstur wajah dia memiliki wajah yang tampan,tidak heran fans wanitanya sangat banyak,selain itu tubuh Yeon Jin sangat atletis,walaupun tidak terlalu tinggi. Hari Minggu yang ditunggu datang juga. Tadi pagi aku dijemput sama mobil pribadinya Lulu menuju ke lokasi pemotretan. Sesampainya di lokasi,ternyata berada di out door,sebuah taman yang indah. Kalau tidak sedang kerja,mungkin aku sudah selfie disini. Sambil menunggu Lulu aku mempersiapkan make up yang akan dipake di meja yang sudah disiapkan untukku. "Hai",sapa seseorang padaku. Ketika aku menoleh betapa terkejutnya ternyata yang menyapaku adalah Yeon Jin "Oh,hai",tegurku lagi "Lulu belum datang ya?",tanyanya "Belum,tapi darimana anda tau aku make up artistnya Lulu?",tanyaku heran "Ha...ha..ha...,Lulu cerita sahabatnya hari ini khusus make upin dia,lagipula aku kenal semua staf yang ada disini dan hanya kamu yang baru. Ohya,panggil Yeon Jin aja,toh kita seumuran" Tidak lama kemudian Lulu datang bersama asisten dan manajernya "Hai Dav,hai Yeon Jin",sapanya sama kami berdua "Baru datang Lu?",tanya Yeon Jin "Iya,tadi Lulu agak kesiangan bangun,tapi Lulu nggak telat banget khan",ujarnya Betapa herannya aku melihat cara bicara Lulu sama Yeon Jin yang dibuat imut,karena yang aku kenal selama ini Lulu tidak pernah bicara imut seperti itu. Mungkinkah dia menyukai Yeon Jin tetapi tidak jujur padaku "Nggak Lu. Aku juga baru datang kok dan aku kaget sahabat kamu sudah datang" "Ohya Yeon,kenalin ini sahabatku Davina dan Dav ini Yeon Jin" "Tadi kita sudah teguran,walaupun aku belum tau namanya. Lu,teman kamu cantik",ujarnya sambil tersenyum padaku "Tentu saja. Tipe kamu banget khan Yeon" "Kamu tau aja Lu" "Tapi,kamu telat Yeon,dia sudah punya calon suami,bukan begitu Dav",godanya padaku "Apaan sih Lu" "Ha...ha...ha...selama aku belum menerima undangan pernikahannya,berarti masih bisa khan",ujarnya sambil mengedipkan matanya. Sontak aku kaget dibuatnya dan tanpa aku sadari wajahku memerah Obrolan kami berhenti,karena salah satu staf memberitahukan kalau kami sudah harus siap-siap.Seminggu sudah sejak pemotretan di Surabaya. Seperti biasa aku sudah sibuk dengan rutinitas sebagai perias pengantin. Sehari aku bisa merias wajah orang sebanyak 5-6 orang,itu dari pagi sampai malam. Untung saja Akira sedang bertugas ke luar kota,mengontrol kantor cabang,kalau tidak pasti dia sudah ngomel-ngomel,karena aku tidak punya waktu untuknya "Ah,capeknya. Akhirnya bisa tiduran juga di kasur",ujarku sesampainya di apartemen. Lalu,aku mengambil handphone yang daritadi belum aku sentuh. Dan ternyata ada 17 panggilan tak terjawab dan itu semua dari Akira. Langsung saja aku menelpon dirinya,dan benar saja dia langsung marah-marah,kenapa aku tidak mengangkat telponnya. Setelah aku jelaskan,kemarahannya mereda dan kami beromantis ria. Entah kenapa setiap mendengar suaranya,hatiku bahagia. Selesai bertelpon dengan Akira,aku membuka pesan WA yang ada di handphone dan ternyata semua soal pekerjaan,tetapi ada satu pesan yang membuatku penasaran. Aku membuka pesannya dan membacanya. Hai Davina,pa kabar?Masih Ingat sama aku?Kapan kita bisa ketemuan. Aku sedang ada di Jakarta.Aku kangen sama kamu Siapa gerangan yang mengirim pesan seperti ini. Haruskah aku membalasnya atau tidak,tetapi kalau tidak aku balas,aku penasaran. Akhirnya aku memutuskan membalas pesan tersebut. Maaf ini siapa ya? Ini Yeon Jin,masih ingat khan? Betapa kagetnya aku kalau pesan tersebut adalah Yeon Jin Yeon Jin,lawan mainnya Lulu? Iya.Kapan kita bisa bertemu Dav?Ada yang mau aku obrolin Lama aku terdiam membaca pesan terakhir dari Yeon Jin tersebut. Kata-kata apa yang pantas aku balas,tetapi kalau ketemuan,apa yang ingin dia bicarakan. Dan maksud kata-kata kangen itu apa. Apakah dia hanya bercanda atau serius. Boleh. Aku bisanya Kamis. Oke.Aku tunggu Kamis ini.Nanti aku WA in jam dan tempat kita bertemu. Oke. Hari Kamis pun tiba,dimana hari pertemuan aku dengan Yeon Jin. Kini aku sudah berada di dalam kafe dan ternyata Yeon Jin sudah berada di sana dengan menggunakan setelan kaos oblong dan celana jeans,layaknya orang biasa bukan artis. "Hai" "Hai Dav. Aku kira nggak bakal datang" "Datang kok. Khan udah janji" "Kalau gitu kita lansung cabut aja" "Hah?Cabut?Kemana?" "Udah,ikut aja" Akhirnya aku dan Yeon Jin keluar dari kafe tersebut. Betapa terkejutnya aku kalau dia mengajakku ke sebuah panti asuhan dan dia tampak sudah akrab dengan anak-anak pantinya. "Kamu sering kesini?",tanyaku ketika kami sudah berdua "Iya,kenapa?kaget ya?" "Iya" "Aku mau kasih tau sama kamu rahasiaku selama ini,bahkan awak media pun tidak tau" "Apa?" "Kamu tau,sebetulnya aku itu berasal dari panti asuhan ini,tapi aku lebih beruntung dari adik-adikku disini,karena aku diadopsi sama orang tuaku yang sekarang" "Serius?",betapa terkejutnya aku mendengar pengakuan Yeon Jin "Iya" "Kalau boleh tau orang tua kandungmu masih hidup nggak?" "Kalau kata ibu panti asuhan ini masih hidup" "Kamu tidak berusaha menemui mereka?" "Menemui kemana Dav?Aku nggak tau mereka kini dimana",ujarnya sambil dengan tatapan sedih. Entah kenapa aku reflex memeluknya dan dia balas memelukku. Pelukannya begitu hangat dan aku merasakan kalau dia butuh kasih sayang dan teman buat memberi dia semangat "Dav",sahutnya sambil melepas pelukannya padaku dan memegang pundakku sambil menatap mataku "Iya",jawabku. Hanya itu yang keluar dari bibirku,karena debaran jantungku tidak karuan "Maukah kamu jadi sandaran hatiku?" "Iya,aku mau",jawabku. Entah kenapa aku langsung mengiyakan,karena aku berpikir kalau saat ini emang Yeon Jin lagi butuh teman untuk mendukungnya dan betapa terkejutnya aku saat bibir Yeon Jin sudah menyentuh bibirku. Sebuah ciuman yang sangat hangat dan tanpa aku duga aku menikmatinya bukan malah menolaknya. Nanti apa yang aku harus katakan pada Akira dan bagaimana dengan rencana pernikahan kami tahun depan. Biar waktu yang bicara.
bagus,menarik
09/06/2025
0cerita bagus
01/05/2025
0bagusss bangett ga ngebosenin
30/04/2025
0View All