“Masuk” Aku melangkah masuk keruangan tersebut, aku masih menunduk. Bingung harus memandang kemana. Semoga bos tidak segalak yang difilm – film yang biasa aku tonton. “ silahkan duduk “ “Baik” aku buru – buru berjalan kekursi dan masih dengan kepala tertunduk “ Kamu bisa angkat wajahmu jika jika sudah siap berbicara dengan saya” ucapnya Aku mengangkat wajahku, dan kaget bukan main karena seseorang dihadapanku adalah pria yang waktu itu berpapasan ditangga darurat. “ Masih ingat saya” tanyanya Jelas aku masih mengingatnya, dia adalah pria tampan dengan mata yang berbeda pastinya. Biru, hanya kata itu yang pas untuknya. Aku kira bosku adalah orang tua dengan tampak galak, ternyata kebalikannya. Aku tersadar dan menjawab “Maaf pak,” Beliau tersenyum “Oke, yang mu saya bahas adalah ini” Beliau menerangkan semua mengenai projek yang akan kami kerjakan kedepannya, dan document apa saja yang diperlukan. Aku mencatat semua penjelasan beliau. Setelah beliau selesai aku langsung bergegas Kembali keruanganku. Hari ini rasanya Lelah sekali, sesampainya dirumah aku langsung mandi dan istirahat diranjang. Ibu tidak ada dirumah karena sudah 2 hari ibu pergi dinas. Aku hanya sendiri, Sepi. Aku teringat wajah bosku, pak Sem. Baru kami ini aku merasa tersihir dengan sosok pria yang baru aku kenal. Sungguh aneh rasanya. Aku ambil noted ditasku, aku terbiasa menulis dari pada harus menceritakannya pada orang lain. Blue Its You, Dibilang langit, bukan! Itu terlalu indah Tapi memang indah Dibilang peri, bukan! Apalagi Peri, itu hanya untuk dongeng kupu – kupu Dan siapa tau kamu untuk AKU Hanya mimpiku Ana, 15 Januari 2018 Ku tutup notedku. Tersenyum dengan tulisanku, geli sendiri rasanya. belum pernah aku menulis tentang laki - laki dinoteku Sudahlah, mungkin bisa bermimpi indah. *** Gelap lagi. rasanya tak asing dengan suasana ini aku merasa tubuhku lemah, air mata terus membasahi pipiku. ingin berteriak tapi tak bisa. aku masih menatapnya. " ayah, ayah, ayah" hanya itu yang sanggup aku katakan tapi tidak ada yang mendengar. dadaku sesak. tak bisa bernafas. mataku terbuka, nafasku tersengal. Rasanya nyata, padahal ini hanya mimpi. aku terduduk, mengambil handphoneku dinakas. aku tekan sebuah Video di galery handphoneku. " Ayah, ana kangen" ucapmu sambil menonton video lawas ayahku. aku sungguh rindu, tangisku makin menjadi tanpa sadar aku tertidur kembali.
Suara kicau burung dengan sinar matahari membuatku terbangun. Ternyata sudah siang. mataku masih bengkak karena tangisku semalam. Aku duduk, aku ambil handphoneku ternyata banyak sekali panggilan dari Ibuku. Aku telpon kembali ibu tapi tidak ada jawaban, mungkin ibu masih sibuk. Tak lama ada pesan masuk. " Ana, maaf ibu tidak bisa angkat karena sedang meeting. Selamat ulang tahun anak Ibu, doa ibu selalu yang terbaik untukumu. maafkan ibu ga bisa merayakan bersama" " Terimakasih ibuku sayang. Ana bersyukur menjadi anakmu ibu. nanti bawaman Ana makanan dan kado ya bu" " oke princess" aku tersenyum, aku letakan handphoneku dan kembali merebahkan tubuhku.
menarik
11/09
0ceritanya menarik bgttttt
25/07/2025
0asikkk juga isi ceritanya
12/07/2025
0View All