logo text
Add to Library
logo
logo-text

Download this book within the app

Chapter 3 Pertemuan Kembali

“Masuk”
Aku melangkah masuk keruangan tersebut, aku masih menunduk. Bingung harus memandang kemana.
Semoga bos tidak segalak yang difilm – film yang biasa aku tonton.
“ silahkan duduk “
“Baik” aku buru – buru berjalan kekursi dan masih dengan kepala tertunduk
“ Kamu bisa angkat wajahmu jika jika sudah siap berbicara dengan saya” ucapnya
Aku mengangkat wajahku, dan kaget bukan main karena seseorang dihadapanku adalah pria yang waktu itu berpapasan ditangga darurat.
“ Masih ingat saya” tanyanya
Jelas aku masih mengingatnya, dia adalah pria tampan dengan mata yang berbeda pastinya. Biru, hanya kata itu yang pas untuknya. Aku kira bosku adalah orang tua dengan tampak galak, ternyata kebalikannya. Aku tersadar dan menjawab
“Maaf pak,”
Beliau tersenyum
“Oke, yang mu saya bahas adalah ini”
Beliau menerangkan semua mengenai projek yang akan kami kerjakan kedepannya, dan document apa saja yang diperlukan. Aku mencatat semua penjelasan beliau. Setelah beliau selesai aku langsung bergegas Kembali keruanganku.
Hari ini rasanya Lelah sekali, sesampainya dirumah aku langsung mandi dan istirahat diranjang. Ibu tidak ada dirumah karena sudah 2 hari ibu pergi dinas. Aku hanya sendiri, Sepi. Aku teringat wajah bosku, pak Sem. Baru kami ini aku merasa tersihir dengan sosok pria yang baru aku kenal. Sungguh aneh rasanya. Aku ambil noted ditasku, aku terbiasa menulis dari pada harus menceritakannya pada orang lain.
Blue
Its You,
Dibilang langit, bukan!
Itu terlalu indah
Tapi memang indah
Dibilang peri, bukan!
Apalagi Peri, itu hanya untuk dongeng kupu – kupu
Dan siapa tau kamu untuk AKU
Hanya mimpiku
Ana, 15 Januari 2018
Ku tutup notedku. Tersenyum dengan tulisanku, geli sendiri rasanya. belum pernah aku menulis tentang laki - laki dinoteku
Sudahlah, mungkin bisa bermimpi indah.
***
Gelap lagi. rasanya tak asing dengan suasana ini
aku merasa tubuhku lemah, air mata terus membasahi pipiku. ingin berteriak tapi tak bisa.
aku masih menatapnya.
" ayah, ayah, ayah"
hanya itu yang sanggup aku katakan tapi tidak ada yang mendengar. dadaku sesak. tak bisa bernafas.
mataku terbuka, nafasku tersengal. Rasanya nyata, padahal ini hanya mimpi.
aku terduduk, mengambil handphoneku dinakas. aku tekan sebuah Video di galery handphoneku.
" Ayah, ana kangen" ucapmu sambil menonton video lawas ayahku.
aku sungguh rindu, tangisku makin menjadi tanpa sadar aku tertidur kembali.

Suara kicau burung dengan sinar matahari membuatku terbangun. Ternyata sudah siang. mataku masih bengkak karena tangisku semalam. Aku duduk, aku ambil handphoneku ternyata banyak sekali panggilan dari Ibuku. Aku telpon kembali ibu tapi tidak ada jawaban, mungkin ibu masih sibuk. Tak lama ada pesan masuk.
" Ana, maaf ibu tidak bisa angkat karena sedang meeting. Selamat ulang tahun anak Ibu, doa ibu selalu yang terbaik untukumu. maafkan ibu ga bisa merayakan bersama"
" Terimakasih ibuku sayang. Ana bersyukur menjadi anakmu ibu. nanti bawaman Ana makanan dan kado ya bu"
" oke princess"
aku tersenyum, aku letakan handphoneku dan kembali merebahkan tubuhku.

Book Comment (92)

  • avatar
    Nurul Huda

    menarik

    11/09

      0
  • avatar
    Afifah LiyaniGevina

    ceritanya menarik bgttttt

    25/07/2025

      0
  • avatar
    yuliasihtika

    asikkk juga isi ceritanya

    12/07/2025

      0
  • View All

Related Chapters

Latest Chapters