logo text
Add to Library
logo
logo-text

Download this book within the app

Chapter 6 Meet

Seperti biasa Darra berangkat sekolah bersama sahabatnya. Darra mengayuh sepeda ke rumah Meyka. Seperti biasa Darra datang pertama dibandingkan kawannya yang lain
" Assalamualaikum Meyka " panggil Darra.
" Waalaikumsallam masuk aja ra ke kamarnya Meyka, Meyka masih mandi tadi bangunannya kesiangan " ujar mama Meyka.
" Ohh iya tante permisi ya Darra ke kamar Mayka dulu" ujar Darra.
" Iyaa iya masuk aja " ujar mama Meyka.
Darra masuk ke kamar Meyka. Berjalan menaiki anak tangga karena kamar Meyka berada di lantai dua. Ternyata Meyka baru saja menyelesaikan ritual mandinya.
" Ra udah nyampe lo, gue kesiangan nih makanya baru selesai mandi " ujar Meyka.
" Udah santai aja, yang lain juga belum pada Dateng kok " ujar Darra.
Meyka bersiap-siap. Memakai dasi dan ikat pinggang. Memakai bedak secukupnya dan memakai jilbabnya. Darra dan kawan-kawan kalau sekolah memang berjilbab dan ini sudah menjadi keputusan mereka. Karena suasana yang hening, Darra memulai pembicaraan.
" Mey masak ya emak gue bilang kalo nanti milih suami jangan yang perokok nanti uang belanjaan habis dibuat beli rokok. Ya kali gue mau milih suami, pacar aja gak punya. Gue kan jomblo 13 tahun " ujar Darra sedikit kesal.
" Hahahaha lo yang bener ra hahaha kok ngakak sih gue denger lo ngomong " ujar Meyka.
" Tapi bener juga sih kata emak lo ra. Biar uang belanjaan gak dibuat beli rokok terus hahahaha " lanjut Meyka dan kembali tertawa.
Tak lama kemudian kawan-kawannya yang lain datang. Karena sudah jam 6 tepat, mereka segera berangkat ke sekolah.
~~~
Jam pelajaran pertama adalah IPA. Pelajaran yang menurut Darra terkadang mudah terkadang susah. Mudah saat materi biologi dan susah saat materi fisika. Dan kali ini mereka belajar materi biologi tentang pertumbuhan tanaman.
Bu Siska telah menyelesaikan penjelasan tentang pertumbuhan tanaman. Selanjutnya murid-murid di kasih tugas sesuai dengan materi yang telah disampaikan.
Materi biologi yang menurut Darra sangat mudah. Darra cepat menyelesaikan tugas dari Bu Siska dengan berdiskusi dengan Asya. Setelah mengumpulkan tugas selanjutnya mereka hanya menunggu bel pergantian pelajaran berbunyi.
" Ehh ra gue lagi ada masalah nih " ujar Asya.
" Masalah apa? sama siapa? " tanya Darra.
" Sebenernya bukan gue sih yang punya masalah tapi temen gue " ujar Asya.
" Terus lo mau ikut campur sama masalah temen lo gitu? " Tanya Darra.
" Ya nggak ra gue cuma mau bantuin " ujar Asya.
" Masalah apa sih sya " tanya Darra.
" Jadi gini temen gue namanya Aisyah itu baru putus sama pacarnya namanya Iyan. Dan Iyan itu temen sekelasnya Inun Ra " ujar Asya.
" Terus lo mau bantuin balikan gitu " tanya Darra.
" Gak gitu ra " ujar Asya.
" Terus? " Tanya Darra
Tak lama kemudian bel pergantian pelajaran berbunyi. Bu Siska menutup pelajaran IPA.
" Perhatikan anak-anak karena bel sudah berbunyi, ibu akhiri pelajaran IPA kali ini. Buat yang tugasnya belum selesai dikumpulkan hari ini di meja ibu ya. Jangan dibawa pulang. Sekian dari ibu assalamualaikum " ujar Bu Siska.
" Waalaikumsalam " jawab murid-murid serempak.
" Ketua kelas bantu saya bawaiin buku-buku ini ke ruang guru ya " ujar lanjut Bu Siska.
" Siap Bu " jawab Fajar
Bu Siska berjalan keluar diikuti fajar sambil membawa tumpukan buku tugas anak-anak. Tak lama Bu Siska keluar Asya melanjutkan pembicaraannya.
" Jadi gini ra, Aisyah itu diputusin Iyan tanpa alesan. Terus Aisyah curhat ke gua. Gue kasihan ra, kayaknya Aisyah itu masih sayang sama Iyan " ujar Asya.
" Terus rencana lo apa? " Tanya Darra.
" Gue mau ke SMP Patimura nyamperin Iyan ya mau minta pertanggung-jawaban lah. Siapa tau ketemu Inun. Lo mau ikut ra? " jawab Asya
" Nggak nggak ahh. Gila lo ya, sya kalo gue boleh saran lo itu jangan kesana deh. Lo jangan cari masalah sama anak sekolah luar deh. Nanti kalo mereka gak terima gimana. Nanti kalo sekolah kita dikenal jelek gimana. Gue gak mau ikut-ikutan sya " ujar Darra.
" Gue gak cari masalah. Gue cuma mau ngomong baik-baik aja sama Iyan " ujar Asya.
" Yaudah lah terserah lo, gue males ikutan " ujar Darra.
" Yaudah gue sama Aini kok " ujar Asya.
" Aini temen SD kita? " Tanya Darra.
" Iyaa dia juga temennya Aisyah " ujar Asya. Darra hanya ber oh ria.
Aini adalah teman SD Darra. Memang dari dulu Aini dekat dengan Asya. Namun Aini tidak sekolah di SMP Abdi Bangsa. Ia berpisah sekolah dengan Asya dan sekarang Asya bersama Darra. Aini sekolah di SMP Al-Azhar.
Tak lama Bu Lely datang. Guru pelajaran Bahasa Inggris sekaligus wali kelas 8-D. Meskipun Bu Lely adalah wali kelas 8-D namun murid 8-D agak kurang suka dengan Bu Lely karena kalo marah seperti singa.
~~~
Pukul 19.00
Darra tidak memiliki pekerjaan rumah. Darra melanjutkan memainkan ponselnya. Biasanya ketika memainkan ponsel Darra sangat betah sampai lupa waktu.
Meskipun tidak ada chat dari WhatsApp, atau DM dari Instagram Darra tetap memainkan ponselnya.
Darra membuka Instagram. Melihat video-video lucu, video mukbang di YouTube, atau Darra membuka aplikasi tiktok nya hanya sekedar melihat video transisi yang dijadikannya inspirasi.
Tak lama kemudian ada 5 notifikasi dari Asya.
Asya Nabilla : Ra gue mau cerita
Asya Nabilla : Darra
Asya Nabilla : Ra
Asya Nabilla : P
Asya Nabilla : P
Darra melihat kolom notifikasi nya. Melihat chat dari Asya yang banyak.
" Kebiasaan nih orang, ganggu gue lihat video aja. Udah biarin, bales nanti aja paling juga gak penting " batin Darra.
Darra melanjutkan apa yang dilakukannya tadi. Scroll aplikasi tiktok dan melihat transisi dari artis-artis tiktok.
" Wihh keren banget nih. Jadi pengen beli ring light " gumam Darra.
Darra terus melihat video transisi artis tiktok. Saat melihat video yang dirasa bagus Darra like sebagai inspirasinya membuat tiktok.
Lama kelamaan Darra mulai bosan. Darra menutup aplikasi tiktok dan membuka aplikasi WhatsApp. Darra akhirnya mambalas chat dari Asya. Darra membuka aplikasi WhatsApp melihat 5 notifikasi dari Asya.
Asya Nabilla : Ra gue mau cerita
Asya Nabilla : Darra
Asya Nabilla : Ra
Asya Nabilla : P
Asya Nabilla : P
Darra.nzr : apaan sya?
Tak perlu waktu lama Asya langsung membalasnya. Mungkin Asya sudah dari lama menunggu Darra.
Asya Nabilla : Gue tadi jadi ke SMP Patimura
Darra.nzr : Terus?
Asya Nabilla : Telpon yuk ra. Gue males ngetik
Tak lama kemudian ponsel Darra berdering. Asya Nabilla memulai panggilan suara. Darra pun mengangkatnya
" Hallo apa sya " tanya Darra.
" Ra gue tadi habis ke SMP Patimura lo tau nggak sih. Si Iyan itu gak gentleman banget " ujar Asya.
" Maksud lo sya? " Tanya Darra.
" Ya kan sebelumnya Aini udah ngechat Iyan ya. Aini bilang jangan pulang dulu ada yang mau diomongin. Terus dia bales iya ra " ujar Asya.
" Heem terus dia kabur maksud lo? " Tebak Darra.
" Iyaa ra dia kabur gak gentle banget kan. Gue tadi ketemu Inun dong haha, seneng banget gue. Terus gue tanya ke Inun katanya di Iyan pulang duluan soalnya sepupunya kawin " jawab Asya.
" Ihh beneran tadi gue, Aini, sama Aisyah itu jengkel banget tuh sama si Iyan " lanjut Asya.
" Kan udah gue bilang gak usah kesana sya. Akhirnya apa sia-sia kan " ujar Darra.
" Gak sia-sia kok. Gue tadi ketemu Inun. Seneng kok gue. Ya walaupun rencana gue sama yang lain buat balas dendam ke Iyan gagal " jawab Asya.
" Ohh jadi lo telpon gue cuma mau pamer lo habis ketemu doi " ujar Darra.
" Iya dong Asya kan baik. Yaudah lah besok disekolah dilanjut lagi gue tutup byee " ujar Asya.
Asya langsung mematikan telponnya sepihak. Darra merasa heran dengan sikap Asya yang agak gila. Darra mematikan ponselnya. Darra mulai mengantuk. Tak lama kemudian Darra tertidur.
~~~
Hari ini Darra libur. Jadwalnya dihari libur adalah rebahan, nonton TV, baca koleksi novel yang Darra punya, cuma itu saja.
Saat itu dirumah tidak ada camilan. Darra keluar sebentar untuk membeli camilan. Darra membeli camilan di minimarket. Saat sampai di minimarket, Darra bertemu Asya dan Aini.
" Darraaaa " teriak Asya dengan ciri khasnya yang heboh.
" Ehh kalian disini " ujar Darra.
" Ehh ra lo kemarin nyesel deh gak ikut ke SMP Patimura. Cowoknya ganteng-ganteng loh. Lo kalo ikut pasti minat " ujar Asya
" Apaan sih lo ra. Kalo emang cowoknya SMP Patimura ganteng-ganteng ngapain lo pilih Inun yang kayak gitu " ujar Darra.
" Lo kayak gak tau orang kasmaran aja ra. Kan cinta itu buta wkwk " ujar Aini.
" Apaan sih lo ai " ujar Asya agak kesal.
" Ehh bener tuh yang di katain Aini hahaha. Udah lah gue mau beli jajan dulu bye " ujar Darra.
" Ehh ra gue mau bilangin ke lo. Kalo nanti malem si Asya mau ketemu doinya " ujar Aini. Dibalas pelototan dari Asya.
" Ehh lo bener ai hahaha. Ehh sya nanti kalo jadi jangan lupa gue traktir ya " ujar Darra.
" Gak ahh gue lagi bokek " ujar Asya.
Darra masuk ke minimarket. Memilih camilan yang menurut enak. Setelah memilih-milih makanan Darra pun kembali ke rumah.
Sampai rumah Darra ingin membaca novel. Darra mengambil novelnya dan membacanya sambil memakan camilan yang sudah Darra beli tadi.
Darra membaca novel. Darra terlalu terbawa suasana. Darra menetes air mata karena terlalu larut dalam suasana.
" Ya ampun romantis banget sih cowoknya. Jadi pengen deh di kasih surprise kayak gitu " gumam Darra.
Tiba-tiba Darra teringat ucapan Asya. Tadi Asya bilang kalo cowok di SMP Patimura ganteng-ganteng. Tiba-tiba Darra mempunyai pemikiran.
" Bener gak sih cowoknya SMP Patimura ganteng-ganteng. Jadi pengen kesana. Kok gue jadi pengen punya cowok anak SMP Patimura ya " batin Darra.
" Ehh astaghfirullah astaghfirullah " ujar Darra tersadar dari lamunannya.
Darra melanjutkan membaca novel yang sampai membuatnya menetes air mata. Darra membacanya sampai bab terakhir.

Book Comment (121)

  • avatar
    JanieQastina

    belanja dulu seratus hehh

    05/04

      0
  • avatar
    AyuIntan

    aku kembali

    01/12/2024

      0
  • avatar
    AlisyaaNur

    Good

    09/02/2024

      0
  • View All

Related Chapters

Latest Chapters