Setelah makan Darra berjalan menuju kamar. Darra membaringkan tubuhnya ke atas kasur tanpa mengganti pakaiannya. Tak lama kemudian. " Darrrraaaaaa " teriak mama. " Apa sih ma kok teriak-teriak " ujar Darra. " Ada Asya diluar " jawab mama. " Ya ampun Asya rajin banget udah nyampe " batin Darra. Darra pun keluar dari kamarnya. Darra menghampiri Asya yang sedang duduk di ruang tamu sambil senyum-senyum melihat layar ponselnya. " Sya lo kok cepet banget sih, gue aja baru selesai makan belom mandi. Nih liat gue masih pake seragam " ujar Darra. " Ya gapapa ra, gue lagi semangat-semangatnya " ujar Asya. " Yaudah yuk ke kamar. Lo tunggu di kamar aja gue mau mandi " ujar Darra. Mereka langsung menuju kamar Darra. Sebelumnya, Asya salim dengan mama dan papa Darra. Darra segera mengambil handuk untuk mandi. Asya menunggu Darra mandi sambil memainkan ponselnya. Setelah ritual mandi Darra selesai Darra menghampiri Asya. " Asya ya ampun lo dari tadi senyum-senyum mulu. Gila lo ya sya " ujar Darra sambil menyisir rambutnya. " Ehh Darra cepet banget Lo mandinya. Ehh ini gue lagi chat sama Inun " ujar Asya. " Ya ampun Asya, gue tadi mandi hampir 30 menit loh. Lo bilang cepet, lo sih asik sama hp Lo sendiri " ujar Darra. " Ya maaf sih kan lagi kasmaran " ujar Asya. " Gimana sih sya sosoknya si Inun itu kok lo sampek jadi gila gini mana gue mau liat " ujar Darra. Asya langsung menunjukkan foto profil WhatsApp Inun kepada Darra. " Nihh orangnya emang gak terlalu ganteng sih cuman dia perhatian banget sama gue " ujar Asya. " Fotonya kurang jelas sya ketutup sama tangannya. Lo gak ada fotonya lain apa? " Ujar Darra. " Ada kok " jawab Asya. Asya menutup aplikasi WhatsApp dan membuka aplikasi Instagram. " Nih gue tunjukin ig nya. Lo boleh stalk sampe akar-akar " ujar Asya. Darra tak menjawab perkataan Asya. Darra langsung merebut ponsel Asya dan langsung stalker instagram dari Inun. Tak lama kemudian Darra di buat terkejut. " Sya dia anak tiktok sya. Lo serius. Lo gak ilfil sama dia " ujar Darra dengan nada tinggi. " Ya apa salahnya ra. Video tiktoknya bagus kok menurut gue gak alay " ujar Asya. " Ya gak gitu juga sya. Dia itu cowok masak main tiktok sih " ujar Darra. " Ya kan lo juga main tiktok " ujar Asya. " Ya kan gue cewek wajar dong. lagian skill transisi gue juga bagus. Lah dia ini cowok sya, mana skill transisinya nggak banget lagi bagusan gue " ujar Asya dengan sombongnya. Ohh iya Darra ini anak tiktok ya. Tapi jangan salah Darra tidak suka joget-joget didepan kamera. Darra pun suka jijik jika melihat video anak-anak alay yang sok cantik joget-joget di tiktok. Darra berpikir dalam aplikasi tiktok yang seharusnya dijadikan ajang tunjuk bakat, malah dijadikan ajang pansos pamer tubuh. Kemampuannya dalam dunia pertiktokan adalah skill transisi yang luar biasa. Kalian tau transisi kan? Itu loh yang hp nya di puter-puter. Terus menghasilkan video yang bagus. Darra banyak dipuji karena skill transisi nya yang bagus. Bahkan teman sekelas Darra minta diajari transisi oleh Darra. Namun Darra tidak menggubrisnya. " Udah kan gue udah nunjukin Inun ke lo. Terserah lo mau bilang apa yang penting gue suka sama dia " ujar Asya sambil senyum-senyum. " Yaudah sih terserah lo. Jadi nugas gak nih Lo jangan Inun terus dong " ujar Darra. " Ehh iya iya jangan marah-marah dong ra " ujar Asya sambil ketawa seperti orang gila. Menurut Darra setelah mengamati foto Inun, dia tidak ganteng, tubuhnya agak gemuk, dan tidak terlalu tinggi. Darra cuma heran kenapa Asya sampai mau dengan Inun yang seperti itu. Apa mungkin benar cinta itu buta. Kalo bener emang buta si Asya wkwk. Mereka berdua pun mengerjakan tugas mereka. Tugas Bahasa Indonesia dari Bu Luluk cukup mudah. Ditambah lagi pinjaman buku perpustakaan yang bermanfaat bagi mereka. Membuat pekerjaannya cepat selesai. " Ra tugasnya kan udah selesai. Lo ya yang bawa gue males. Gue mau pulang dulu udah mau maghrib " ujar Asya. " Lo mau pulang bentar gue panggilin mama " ujar Darra. Setelah berpamitan kepada mama Darra, Asya pulang kerumahnya. Asya membawa sepeda karena jarak rumah mereka yang cukup dekat. ~~~ 06.30 bel masuk berbunyi Doa awal pelajaran dimulai dilanjutkan untuk menyanyikan lagu Indonesia Raya. Di kelas 8-D jam pertama adalah Bahasa Indonesia. Tugas yang dikerjakan Darra dan Asya telah selesai dan saatnya dikumpulkan. " Setelah ibu baca tugas-tugas dari kalian. Ternyata masih banyak yang lihat internet. Ibu kan sudah bilang gak usah cari di internet nak, dibuku paket itu loh udah jelas ditambah buku LKS. Apa masih kurang? Kalo kurang cari referensi yang lain bukan cari di internet " ujar Bu Luluk merasa kecewa dengan hasil kerja murid-muridnya. " Buat kelompoknya Asya. Asya dan Darra nilai kalian paling tinggi ya. Ibu tau kamu cari referensi dari buku " lanjut Bu Luluk. Darra dan Asya hanya mengangguk sambil senyum-senyum. Mereka merasa senang sekali. ~~~ Bel akhir pelajaran telah berbunyi. Hari ini jadwal ekskul jurnalis. Darra dan Asya tidak pulang. Sedangkan tiga sehabatnya yang lain pulang karena tidak ada jadwal ekskul. "Ra ke kantin dulu yuk. Gue laper" ajak Asya. "Ayoo gue juga pengen beli pisang kejunya mami" ujar Darra. Sesampainya di kantin nampaknya kantin sepi. Darra dan Asya menghampiri lapak perempuan paruh baya yang dipanggil mami. " Mamiiiii " ujar Asya dengan hebohnya. " Hallo sayang udah pulang ya " tanya mami. " Nggak mi kita ekskul. Pisang kejunya masih ada mi? " Tanya Darra. " Ohh masih ada sengaja mami sisahin buat anak yang ekskul. Kasian nanti kalo habis bisa kelaperan " ujar mami. " Iya nih mi aku laper banget " ujar Asya. Setelah membeli pisang keju dan es teh manis Darra dan Asya menunggu di kantin sambil makan jajannya sampai jam ekskul mulai. Tak lama kemudian Farrah datang menghampiri Darra dan Asya. Dia datang dengan wajah yang tampak nya habis dandan lagi. " Ehh kalian udah ada disini. Udah mau dimulai nih buruan nanti telat loh " ujar Farrah. " Ehh beneran udah yuk buruan ra " ujar Darra. Jam ekskul telah selesai Darra dan Asya pulang hanya 2 orang saja. Nampaknya semakin sore keadaan jalan makin macet. Membuat Darra makin capek saja. Sesampainya di rumah Darra melihat ada mobil kakaknya yang dari luar kota. Darra adalah anak bungsu. Darra mempunyai dua kakak yang sudah menikah semua. Tinggal Darra yang masih sekolah. Kakak pertama Darra datang ke rumah. Mungkin kerjanya lagi libur jadi main ke rumah. " Ehh kak Kinan udah lama? " Tanya Darra. " Iya lah udah dari tadi " jawab Kak Kinan. " Loh kak Dimas mau kemana? " Tanya Darra. " Mau pulang kan gue besok kerja. Biar Kak Kinan sama Ilham disini nemenin lo biar gak kesepian " jawab Kak Dimas suami Kak Kinan. " Mama mana kak? " Tanya Darra kepada Kak Kinan. " Lagi ke warung belanja " jawab Kak Kinan. Darra tidak menjawab. Darra langsung mandi karena sudah sangat capek. ~~~ " Ra ayo makan dulu " ujar mama. " Iyaa ma " jawab Darra. Selesai makan Darra, mama, Kak Kinan, dan Ilham anaknya Kak Kinan nonton TV bareng di ruang tengah. Tiba-tiba mama mulai membuka pembicaraan. " Mama tadi belanja di warung lihat Pak RT ngerokoknya parah banget. Untung papa kalian udah gak ngerokok lagi " ujar mama. " Pak RT kan emang dari dulu perokok aktif ma. Untung aja papanya Ilham ini gak pernah ngerokok " ujar Kak Kinan. " Darra besok kalo udah besar milih suami jangan yang ngerokok ya. Nanti uang belanja habis tuh dibuat beli rokok. Contoh tuh kakakmu milih Kak Dimas yang agamanya bagus rajin sholat rajin ngaji juga orangnya " ujar mama kepada Darra. Darra tak menggubris perkataan mama. Darra hanya diam dan senyum. " Masih lama kan ya ra " ujar Kak Kinan. " Tau tuh mama " jawab Darra.
belanja dulu seratus hehh
05/04
0aku kembali
01/12/2024
0Good
09/02/2024
0View All