30-01-2002 (HARI RABU) : "Yaniiii, jangan pergi kumohon...!!! Ujar Reza, mengejar Yani yang sepertinya ditarik oleh sesuatu yang bersinar dari atas, berusaha memegang tangan Yani Berharap Bisa Menyentuh jarinya yang manis. Yani: "Tidak apa-apa ! Reza, Seiring berjalannya waktu Kamu akan mengetahui kebenaran Nya.."sambil Melayang keatas. Menangis Tak henti henti air mata yang begitu deras keluar dari mata Reza: "tidaaaakkk..!!!" : "haaaaah..! (terkejut dan Bangun dari tempat tidur) Huuuuuh, (menghembus nafas Secara perlahan) cuman mimpi , kirain tadiiiiii...! ujar sambil Melirik ke Jam Tangannya. :"astaga, Aku Kesiangan kenapa Alarm ini tidak Bersuara sih...aaahhh sudahlah lebih baik aku bergegas cepat ke tempat kerja sebelum aku dimarahi nanti.." ! mandi lalu Sarapan tidak lupa juga Untuk Bersih-bersih sedikit Walaupun hanya Mengelap meja. berpakaian Serba Putih, baju dan celana nya putih begitu juga pada Sepatu Reza. Reza: "udah gak sabar nih Ambil gajian, lumayan makan enak..! ". segera turun dan bersiap siap untuk Memanggil Taxi untuk pergi,: "taxiii..."! ujarnya sambil melambaikan tangannya. Ketika Reza hendak mau masuk ke mobil ia Tersadar Menoleh ke Kanan ada yang Berjalan ke arahnya, Ia adalah pelayan wanita yang di jumpai Reza saat di kafe. berpakaian Ramah, rok Panjang Menutupi Kakinya yang mulus, serta wajah Yang Bersinar tanpa makeup. : "hey ! mau masuk tidak.." berkata Sisupir Reza: " iii..iiii....iyaaaa saya Masuk". Reza Berangkat Menuju tempat kerjanya Menoleh sebentar Melihat Pelayan wanita tadi. •JAM 6 pagi Mulai Bekerja Sampai JAM 4 sore Reza pulang kerja• : "aku pulang Dulu yh" ucap Reza ke salah Satu Teman kerjanya : " iya.. hati hati dijalan yh !" sambung teman Reza. Reza: "hmm..hari ini mau makan apa yah ? ". hari mulai malam, cuaca Agak mendung reza Bergegas Pulang ketika Sampai dijalan ia Melihat lagi pelayan Wanita tadi Sedang duduk di halte bus sembari menunggu Sesuatu, tiba tiba hujan turun karena takut pakaiannya basah jadi ia Buru buru kesana secepat mungkin. Reza menghampiri nya Duduk Bersebelahan agak jauh dengan dia, perlahan Reza mendekati Pelayan tadi dan Berkata: "halo ! ka..ka..kamuuuu lagi Nunggu siapa ? ". balas pelayan tadi Menoleh ke Reza: "kamu lagi, ngapain kamu disini ? kamu membuntuti aku yah"!. Reza: "gak kok , ngapain aku harus mengikuti seseorang ! tadi itu hujan Tiba-tiba turun terus Aku kepikiran pasti ada Sesuatu untuk berteduh ya udah pilih halte bus Aja Yang Saat ini cuman ini kesempatan aku". perkataan Reza membuat Wanita tadi Semakin curiga Dengannya apalagi Ditambah cuman mereka berdua saja disini suasana semakin hening, hujan yang kuat, Dijalanan juga Tidak nampak kendaraan. Justru karena Suasana yang suram itu datanglah seseorang Membawa sebuah koper Dari kejauhan yang arahnya dari sebelah kiri Reza berpakaian serba hitam membuatnya tidak bisa Dilihat karena di malam hari. ia seorang pria, Kelakuannya Yang Mencurigakan ia Menoleh kekiri kekanan Memastikan tidak ada orang disitu. Reza: " eemmm..siapa tuh ? (Memfokuskan pandangannya ke Orang tersebut karena gelap) Malam malam begini Ngpain pakai pakaian hitam segala.." . pria tersebut menghampiri mereka berdua bejalan layaknya Seperti Patung Hanya kaki dan tangan nya saja yang bergerak, ketika sudah Sampai Ia Bertanya: "Siapa Disini yang bernama Yana Tolong Berdiri ? ". Reza: "haah Yana ? Siapa Yana ? tidak yang namanya Yana disini...!!! ". pelayan wanita tadi Berdiri karena ia Khawatir Apa yang akan terjadi jika ia tidak menurutinya. Reza Kaget ternyata pelayan itu bernama Yana, dalam hatinya semakin kebingungan : " Wajah yang sama, Nama yang sama, Apakah iaaa.....!! ah tidak, mungkin ia adalah orang lain Dan ini semua Hanya kebetulan saja". ucap Reza Dengan menatap pelayan tadi. ketika itu sebuah mobil berwarna hitam dengan lampu Depan yang menyala datang, berhenti di depan halte bus. di dalamnya terdapat 2 orang Yang berpakaian sama. salah satunya Menurunkan Jendela kaca Pintu Dan mengeluarkan pistol Menunjuk Yana. : "Anda Harus Ikut bersama kami". ucap pria yang membawa koper tadi sambil menarik tangan Yana Yana: "lepaskaaan...!!! (Sambil berusaha melepaskan pegangannya) Segera pria tadi memasukan ia kedalam mobil. Reza: "apa yang kamu lakukan ? kenapa kamu membawa dia". (berusaha melepaskan Pegangan orang tadi). : "kalau kamu tidak mau Ingin terluka segera Pergi dari tempat ini". ucap pria tadi dengan Mengambil Pistol dari sakunya dan Mengarahkan ke kepala Reza. Reza ketakutan, ia tidak berdaya ketika dirinya dihadapkan dengan sebuah pistol. Ia melihat Yana sudah di masukan ke dalam mobil dan Langsung pergi Meninggalkan Reza sendirian tetapi, ia melihat Nomor plat mobil tadi dan segera mencatat Menggunakan Hp nya. ketika hujan mulai redap reza Bergegas Pulang sembari berjalan kaki karena Tidak ada satupun kendaraan yang lewat. sesampainya di rumah, Reza Kebingungan ia tidak tahu apa yang harus dilakukan nya: "Bodohnya aku..! kenapa aku tidak menghentikannya tadi..! Bodoh amat dengan pistol, tidak apa-apa aku terluka asalkan Yana selamat tadi". Ujarnya dengan Perasaan penuh bersalah. ia duduk di Kursi meja makan dan mengeluarkan handphone nya, mengecek tentang nomor plat tadi untuk segera Ia selidiki, ia berpikir untuk Menyusun rencana semalaman sampai ia tertidur.
•YANA YANG SEDANG DICULIK• : "baiklah sudah sampai" Ucap pria yang sedang menyetir mobil. mereka ber-empat turun dari mobil dengan keadaan Yana yang diikat Tangan nya kebelakang. Mereka berada Di hutan Yang gelap, Rerumputan berjatuhan dari pohon yang sudah mati, ranting ranting yang Patah Sehingga bengkok menyamping Membuat pohon tersebut seperti memiliki lengan. mereka berhenti disebuah rumah tua yang di kelilingi Pohon pohon, Jaraknya dengan kota sangatlah jauh Karena dipedalaman hutan jadi susah Untuk mencari signal. Kondisi rumah tua itu sudah mulai rapuh Ke-empat orang tadi menuju kerumah tersebut,menaiki beberapa anak tangga yang berlubang, : "tok, tok, tok," ketuk pintu dari pria tadi. Tiba-tiba Keluar lah Seorang Nenek Yang sudah tua pakaiannya Berlubang Lubang, Wajah dipenuhi bintik bintik hitam, hidung yang mancung Kedepan dengan rambut yang terurai Membuat siapa saja yang melihatnya pasti merasa takut. tangan dan kaki Yana gemetaran Sepertinya ia belum pernah melihat manusia dengan rupa seperti itu. : "tuanku, aku ada Hadiah untukmu Mungkin dia cocok dengan Percobaan kali ini". Ujar sang Pria tadi dengan Ketawa Jahatnya. Yana dikasih ke nenek tadi dengan kondisi masih diikat dan Ketika ia melangkahkan Kakinya Ia Terkejut apa yang ia lihat didalam rumahnya, adalah hal yang sangat di luar nalar pikiran manusia ,ruangan yang Dipenuhi cahaya berwarna biru entah Berasal darimana. sekarang tinggal mereka berdua saja di dalam rumah tersebut, ketiga pria Tadi sudah pergi dengan mobilnya. nenek: "Oh iya, Tolong berputar sedikit Supaya aku bisa Melepaskan ikatanya..." !!. ia mengeluarkan tongkat Kayu yang panjang dengan Sebuah permata berada pada ujung tongkat itu. Ia mengarahkan tongkatnya ke ikatan Tali Yana dan "BOOOM" Seperti sulap Ikatan tadi tiba-tiba menghilang dalam sekejap. Yana pun merasa lega bisa Menggerakkan tangannya lagi dengan leluasa. ia merasa khawatir apa yang nanti dilakukan si nenek oleh dirinya. Nenek mengantarkan Yana ke kamarnya dan bersiap siap untuk melakukan hari yang besar esok.
Thank you
Support the author to bring you wonderful stories
Cost 25 diamonds
Balance: 0 Diamond ∣ 0 Points
Book Comment (87)
aldi
bagus banget, infinity ceritanya gak ngebosenin sama sekali loveeee uuu
bagus banget, infinity ceritanya gak ngebosenin sama sekali loveeee uuu
05/04/2025
0bukan maen!!
27/04/2024
0sangat menarik
31/03/2024
0View All