"Dis, ayo pulang takut nanti di cariin orang rumah. Aku anterin," ucap Skafi mengambil kunci mobil dari kamar. "Oh iya, mama dan papa Disa pamit pulang ya." "Iya sayang sering-sering main ke sini ya biar bisa nememin mama di sini." "Iya ma, jika Disa engga sibuk dan punya waktu luang." "Mama tunggu pokoknya." "Ya sudah ma pa Disa pulang. Assalamualaikum." "Waalaikumsalam." Disa menyalimi tangan kedua orang tua Skafi. begitupun Skafi. "Makasih Fi untuk hari ini bertemu sama papa dan mama lo dan makasih juga udah anterin gue pulang." "Sama-sama, Dis. Tadinya lancar pakai aku kamu, kok sekarang balik lo gue lagi?" Skafi mengangkat alisnya heran. "Namanya juga depan orang tua harus sopan.Kalau gitu gue masuk dulu." Disa akan membuka pintu mobil namun tertahan oleh tangan Skafi yang memegang salah satu tanganya. Kecupan mendarat di kening Disa dari Skafi membuat sang empu terkejut hingga kedua matanya membola. Skafi yang melihat Disa masih dalam keterkejutanya menambah kecupan pada kedua pipi Skafi hingga Skafi tersadar karena merasa mendapat kecupan lagi. "Ihh Fi, kenapa main cium-cium sih " sungut Disa tapi tak urung pipinya memerah bak kepiting rebus. "Emang kenapa? Ga boleh gue cium lo? Sama pacar sendiri juga." " Ga boleh pamali. Udah sana lo pulang. "Dih, ya udah kalau gitu gue pulang, Dis." "Ya hati-hati." --- Wah siapa tuh? Gila ganteng banget. Mostwanted sekolah bakal nambah nih. Cogan guysss. Bakal betah kalau gini sekolah banyak cogan. Kayaknya murid baru tuh. Hooh deh. Pekikan-pekikan alay dari para murid cewe sedangkan yang cowo menatap sinis, tak suka dan iri kepada tiga cowo yang baru saja keluar dari dalam mobil. Ketiga cowo tersebut menelusuri koridor sekolah yang lumayan rame. Mereka akan ke ruang kepala sekolah. Yang satu jalan di depan duluan. Yang dua jalan bersama agak jauhan dari cowo satunya dan saling berbicara mengiringi langkah mereka berdua menuju ruang kepala sekolah. "Masuk." Ketiga cowo tersebut memasuki ruang kepala orang dan duduk di hadapan seorang pria yang merupakan kepala sekolah. "Kalian murid baru kan?" tanya pak Dino selaku kepala sekolah. "Iya pak," jawab salah satunya. "Baiklah kelas kalian di 12. Ipa 4. Tunggu di sini sebentar nanti wali kelas kalian akan ke sini." Tak lama pintu ruangan kepala sekolah terketuk dan masuklah guru perempuan. "Permisi pak, ada apa anda memanggil saya?" tanya guru tersebut dengan sopan. "Oh ini Bu Nia ada 3 murid baru yang menjadi anak didik di kelas Bu Nia saya menyuruh Bu Nia untuk mengantarkan mereka ke kelas ibu," ucap Pak Dino kepada guru tersebut, "Nah Bu Nia ini guru Fisika sekaligus wali kelas kalian." "Baik pak, saya kebetulan juga mengajar di kelas saya hari ini." "Ayo kalian ikuti saya ke kelas," ajak Bu Nia kepada 3 cowo tersebut, "Ya sudah pak saya dan 3 murid ini permisi." "Baik bu." Bu Nia dan ketiga cowo tersebut keluar ruang kepala sekolah. "Anak-anak kalian kedatangan murid baru. Ayo nak silahkan masuk," ucap Bu Nia selaku guru fisika. Masuklah ketiga cowo tampan. Para murid cewe pada membulatkan mata dengan mulut menganga. "Silahkan perkenalkan diri kalian." "Perkenalkan nama gue Jay Ganang Ranzila bisa di panggil Jay pindahan dari New York." "Perkenalkan nama gue Arta Bastian Tristian pindahan dari LA bisa di Panggil Arta." "Perkenalkan nama gue Tio Darren Javier bisa di panggil Tio pindahan dari LA dan juga temanya Arta." Perkenalan mereka di sambut antusias siswi cewe kelas mereka tapi mereka hanya cuek tidak menanggapi. "Silahkan kalian duduk di bangku kosong," tunjuk Bu Nia mengarah ke bangku kosong. "Eh itu bukannya Arta sama Tio ya sahabat kita waktu smp?" tanya Gino. "Kayanya iya deh, tampang mereka agak berubah, dah lama kita ga ketemu mereka semenjak mereka pindah ikut orang tuanya," ucap Raka. "Betul tuh Ka." Skafi dkk mendengarkan perkenalan nama 3 cowo murid baru tersebut. "Fiks memang benar mereka sahabat kita waktu Smp nama dan marganya juga sama." "Iya." "Hai bro, lama tak jumpa," sapa salah satu dari murid baru tersebut yang menghampiri bangku kosong di belakang Skafi dkk. "Gue kira lo lupa sama kita Ar," ucap Gino kepada orang yang menyapa mereka yaitu Arta. "Ya gak lah meskipun kita dah lama ga ketemu bahkan beda negara kita kan masih ingat kalian," sahut Tio. "Kita masih sahabatan kan?" "Ya pasti kita kan ga pernah putus hubungan persahabatan." "Ya gak Skaf?" "Hm." "Bagus deh." Bell istirahat berbunyi Disa dan Arni buru-buru memasuki area kantin. Disa sudah sangat lapar makanya ia segera mengajak Arni ke kantin. Dirinya tadi pagi tidak sarapan karena telat bangun jadinya ga keburu untuk sarapan. Disa dan Arni memakan makanannya dengan tenang setelah memesan makanan mereka disusul kedatangan Yura dan makananya. Kantin mulai rame dengan datangnya most wanted sekolah di tambah lagi dengan dua cowo ganteng murid baru di sekolah ini. Wow mostwanted sekolah makin ganteng aja. Iya apalagi Skafi. Sayang udah ada yang punya. Itu bukanya cowo tadi pagi ya? Benar, kok bisa mereka sudah akrab banget sama Skafi dkk? Ehm, gue dengar dari kelas sebelah gue kelas Skafi dua cowo itu merupakan sahabat lama Skafi dkk. Serius? Iya gue dengar sendiri gosip kelas sebelah. Wah wah mostwanted sekolah bertambah. Dan bla bla bla. "Dis," panggil Skafi datang dan duduk di bangku samping Skafi dan di ikuti sahabatnya. Gumaman Disa sebagai jawaban karena mulutnya masih mengunyah makanan. Pandangan Disa teralih ke arah cowo yang belum di kenalnya yang datang bersama Skafi tadi. Dan menghadap Skafi untuk bertanya. "Mereka siapa Fi? Kok bareng kamu?" tanya Disa penasaran. "Mereka sahabat lama aku Dis dan murid baru di kelas aku." "Oh iya, siapa nama kalian?" tanya Disa ramah. "Kenalin gue Arta Bastian Tristian panggil Arta sahabat Skafi dari Smp dan mereka," perkenalan Arta menunjuk Skafi dkk. "Gue Tio Darren Javier panggil Tio juga sahabat mereka waktu Smp," ucap Tio. Disa dan Arni juga memperkenalkan diri mereka masing-masing. "Salam kenal aku Disa." "Gue Arni sahabat Disa," perkenalan Arni di sambut baik oleh dua cowo tersebut. "Gue Yura." "Fi, lo belum makan kan? Mau gue pesenin?" tawar Disa perhatian setelah perkenalan tadi dengan sahabat Skafi. "Ga usah Dis biar Gino yang pesenin makanan," jawab Skafi dengan lembut ke Disa hingga membuat Tio dan Arta melongo melihat sifat Skafi bisa berubah begitu sama cewe. "Sana No lo pesenin gue makanan nasgor sama es jeruk nanti gue bayar semua." Gino segera memesan makanan dengan mengajak Raka untuk memesankan makanan Skafi dan mereka semua. Lama Arta dan Tio terdiam melihat betapa lembutya Skafi kepada Disa mulai berbicara. "Skaf, emang Disa siapa lo sih? Kok lo bisa bicara selembut itu sama Disa?" tanya Tio heran. "Setau gue nih ya lo kan paling anti sama cewe bahkan ada yang banyak ngejar lo pun lo ga anggep," timpal Arta. "Disa pacar gue," jawab Skafi sambil memakan makanannya yang sudah datang. "Wah rekor baru seorang Skafi pacaran," decak Arta. "Gue kira lo ga selera sama cewe apalagi tampang lo tuh dingin banget ke semua cewe," ucap Tio sambil tertawa. "Bener kata Tio gue kira lo malah belok." "Sialan lo! Gue normal kali!" Skafi kesal sambil menggeplak bahu Arta tidak terima dirinya di kira gay gitu?! Sedangkan Arta dan Tio tertawa terbahak bahak diikuti yang lainnya. "Gue boleh gabung sini ngga? Soalnya gue ga ada kenalan di sekolah ini kecuali kalian yang gue kenal karena kita sekelas?" ucap seorang cowo yang mendatangi meja Skafi dkk. "Boleh aja." Cowo tersebut duduk samping Arta. "Gue boleh kenal nama kalian ga?" tanya Jay. "Boleh Gue Raka." "Gino." "Skafi." "Disa." "Arni." "Yura." "Gue Jay," perkenalan Jay. "Lo udah tau nama gue kan?" tanya Arta. "Udah pas perkenalan tadi di kelas. Oh ya gue boleh gabung temenan sama kalian ga?" "Gue sih boleh aja." Ucapan Gino dapat anggukan dari semua kecuali. "Gimana lo, Fi?" tanya Arta melihat sedari tadi Skafi hanya diam. "Ya." "Oke jadi kita temenan ya?" tanya Jay memastikan. "Iya." Dari Jay tau berteman sama Skafi dkk sangat menyenangkan. Yang ia tahu bahwa Disa adalah kekasih Skafi. ** Waktu pulang sekolah Skafi, Gino, Raka kumpul tim basket. Sebelumnya Skafi ijin kepada pembina basket untuk mengantarkan sang pacar pulang terlebih dahulu. Basket hari ini ada tambahan siswa yang mengikuti ekstrakurikuler basket Arta , Tio, Jay masuk di dalamnya. "Anak-anak saya kumpulkan tim basket dadakan hari ini karena besok tim basket Sma Dirgantara akan tanding dengan tim basket Sma Galaksi Sma tetangga. Jadi bapak minta kalian latihan hari ini bapak akan menyeleksi siswa yang bisa ikut tanding basket besok. Untuk siswa yang baru bergabung dalam tim basket kalian juga termasuk ikut latihan seleksi. Ayo latihan sekarang 10 menit nanti bapak akan seleksi," ucap Pak Rian selaku pembina basket dan juga sekaligus guru olahraga. Skafi hanya diam menyaksikan beberapa siswa yang masuk dalam basket latihan seleksi. Dia tak diikutsertakan dalam seleksi basket karena dirinya sang ketua basket jadi bebas. Seleksi di mulai hingga pada akhirnya mendapatkan siswa yang masuk tim untuk tanding basket besok. "Skafi, Raka, Gino, Arta, Tio kalian masuk satu tim inti dan Jay , Bagas, Hito, Fino, dan Angga kalian masuk tim cadangan. Sekarang kalian latihan basket tim inti lawan tim cadangan." "Baik Pak." Semua segera ke tengah lapangan tim inti Skafi melawan tim cadangan.
bagus banget seruu ih
17d
0bagus
20d
0bagus asik seru
27d
0View All