logo text
Add to Library
logo
logo-text

Download this book within the app

Bab 2

Keesokan paginya Skafi sudah siap-siap pergi kesekolah dan menjemput Disa di rumahnya.
Kemudian pintu terbuka dan nampaklah wanita paruh baya seusia ibunya. Skafi menyalimi wanita tersebut.
"Assalamualaikum tante," salam Skafi.
" Waalaikumsalam, cari siapa nak dan ada keperluan apa?" tanya wanita tersebut.
"Saya cari Disa tante, mau ajak berangkat sekolah bersama," ucap Skafi.
"Kalau gitu masuk dulu, tante panggilkan Disanya." Wanita tersebut yang tak lain mama Disa melebarkan pintu masuk agar Skafi dapat masuk ke rumah dan duduk diruang tamu sedangkan wanita tersebut menuju dapur untuk memanggil Disa.
"Gue kira lo cuman bohongan mau jemput gue." Disa yang muncul dari arah dapur kemudian duduk di seberang Skafi.
"Ga," singkat Skafi.
"Tante mau tanya sama kamu nak. Sebelumnya perkenalkan dulu saya Tia mama Disa. Nama kamu siapa? Kamu temannya Disa apa gimana? Soalnya Disa engga pernah ada cowo main kerumahnya apalagi sampai jemput untuk berangkat ke sekolah," ucap Tia mama Disa.
"Saya pacarnya Disa tante, nama saya Skafi," jawab Skafi sambil tersenyum tipis.
"Oalah pacar toh. Kamu Disa kok ga cerita sama mama kalau udah punya pacar?" tanya wanita tersebut.
"Baru juga kemarin ma, Disa punya pacarnya," cengir Disa.
"Wah ternyata baru jadian ya?" Goda Tia pada pasangan kekasih yang baru saja kemarin pacaran. "Ya sudah sana kalian berangkat sekolah nanti telat loh."
"Iya ma. Assalamualaikum."
"Assalamualaikum tante," ucap Skafi.
"Waalaikumsalam kalian hati-hati di jalan."
"Siap tante."
Mereka menuju sekolah dengan motor sportnya Skafi. Sampai di sekolah banyak siswa siswi yang memperhatikan mereka berdua bahkan tidak sedikit bisik-bisik yang Skafi dan Disa dengar.
Ih mereka kok barengan? biasanya kan Skafi ga pernah bonceng cewe.
Itu bukanya yang sama Skafi murid baru?
Hooh memang murid baru tapi udah gatel sama Skafi.
Iya bener banget.
Dasar cewe ganjen!
Pupus sudah kesempatan gue buat deket sama Skafi.
Tapi mereka cocok deh , ganteng dan cantik.
Udahlah ga usah usik hubungan mereka lo ga takut apa sama Skafi.
Iya juga sih kan Skafi kalo marah nyeremin.
Itulah bisik-bisik para siswa dan siswi yang Skafi dan Disa dengar saat menelusuri koridor sekolah. Tapi Skafi tidak peduli terhadap mereka begitupun dengan Disa. Mereka menuju kelas beriringan dengan bermuka datar.
Sedangkan dikelasnya Disa pada heboh karena dirinya diantar oleh most wanted sekolah ini. Bagaimana bisa seorang murid baru diantar oleh sang mostwanted? benak mereka. Disa yang baru saja duduk sudah diberondongi berbagai pertanyaan dari para teman kelasnya.
"Dis, lo murid baru kok bisa bareng Skafi?" tanya Rido.
"Kok bisa lo dekat sama Skafi salah satu mostwanted SMA DIRGANTARA?" tanya Rano.
"Iya Dis, gue kok ga tau kalau lo bisa dekat sama Skafi padahal kemarin lo ga tau siapa Skafi malah nanya gue." ucap Arni penasaran.
"Ayo Dis jawab dong!" desak Tiana.
"Gimana awal mulanya lo bisa sama Skafi, Dis?" tanya Gendis menggoncangkan bahu Sasya.
"Stop! Kalian bisa diam ga! Tanya satu-satu. Gimana gue bisa jawab kalau kalian masih aja ngoceh!" Seketika para temanya langsung terdiam.
"Udah sekarang lo jawab pertanyaan kita," titah Arni ketika semua bertahan dalam kediaman karena perintah Disa.
"Jadi?"
"Gue sama Skafi pacaran," ucap Disa yang membuat seluruh murid di kelas membulatkan matanya tak percaya.
"What!"
"Kok bisa?!"
"Gila ini mah Skafi sang rajanya dingin bisa pacaran sama lo Dis. Rekor keren, Skafi bisa takluk sama lo Dis yang notabenya seorang murid baru," ucap Dima di benarkan murid lainnya.
"Beruntung banget lo Dis, bisa pacaran sama Skafi," ucap Tiana.
"Tanpa lo susah-susah deketin Skafi eh malahan Skafi sendiri yang nyamperin lo dan sekarang malah udah jadian," takjub Rani.
Disa mengedikan bahunya acuh. "Ya kan gue ga tau."
"Udah-udah kalian balik sana ke bangku kalian masing-masing," usir Arni yang ingin menanyakan bagaimana kejadian awalnya Disa bisa pacaran sama Skafi.
"Huuuu." Sorakan para murid kelas tak terima di usir Arni.
"Gue ga yakin kalo lo nerima Skafi gitu aja? Secara lo kan sama Skafi belum kenal?" tanya Arni memicing penuh kecurigaan.
Disa menganggukan kepalanya. "Ehm jadi gini Ar..... " Dan mengalirlah cerita kejadian Disa dipaksa jadian sama Skafi.
"Gitu ya." Arni manggut-manggut.
"Ga ada ruginya sih ya. Jadi, dengan begini gue punya pacar ga di ejek jomblo mulu. Bosen gue."
"Bisa aja lo, Dis."
Di lain sisi Skafi sudah sampai di kelasnya dan menuju bangkunya yang sudah diisi oleh kedua temannya dengan wajah datar plus dinginnya.
"Skaf, lo beneran pacaran sama anak baru kelas sebelah?" tanya Gino penasaran.
"Bener ga Skaf?" timpal Raka.
"Hm."
"Kok bisa?" tanya Raka.
"Betul tuh."
"Kalau suka kenapa ga dijadiin pacar aja."
"Tapi kan lo belum kenal betul sama dia?" Gino yang masih belum puas dengan jawaban Skafi.
"Kenal ga kenal nanti juga bakal tau sendiri bagaimananya. Yang penting jalanin dulu daripada nanti dia pacaran sama yang lain."
"Hm, memang susah kalau sudah jatuh cinta," ucap Raka di setujui oleh Gino.
Setelah itu mereka saling diam tak lama pelajaran dimulai.
Disa dan Arni menuju kantin untuk mengisi perut mereka yang telah meminta asupan makanan sebelumnya mereka juga mampir kekelas Yura untuk kekantin bersama.
"Ar, Yur, lo mau pesen apa? Biar gue pesenin deh," tawar Disa saat sampai kantin dan duduk di bangku yang kosong.
"Ehm, gue bakso sama es teh deh," jawab Arni.
"Gue samain sama Arni aja," jawab Yura yang sibuk dengan ponselnya.
"Oke gue pesen bentar ya," ucap Disa sambil berlalu ke stand makanan.
Arni dan Yura yang menunggu Disa memesan makanan memainkan hp sambil meunggu pesanannya datang. Setelah beberapa menit Disa datang membawa pesanan mereka. Dan mereka memakan pesanan mereka dengan khitmat.
Saat sedang asik makan meja Disa kedatangan tiga cewe yang tiba-tiba meyiram seragam Disa dengan jus mangga sehingga baju Sasya terasa lengket.
"Eh apaan nih?!" Disa terkejut dan langsung berdiri.
PLAK.
Suara tamparan keras menghentikan seluruh kegiatan kantin yang tadinya ramai dan berisik. Semua perhatian mengarah ke meja Disa.
Tamparan tadi melayang ke arah pipi Disa menyebabkan pipi Disa memerah dan sudut bibinya robek mengeluarkan darah. Disa meringis merasakan pipinya ngilu dan sakit.
"Lo apaan sih Clar, udah nyiram pake jus dan main nampar orang aja!" ucap Arni emosi melihat Disa temanya di tampar tiba-tiba.
"Disa juga ga ada masalah sama lo! Kok tiba-tiba nampar!" ujar Yura melotot tak suka.
"Gue ga ada urusan sama lo!" tunjuk cewe yang di panggil Clar atau lebih tepatnya Clara ke arah Arni dan Yura. "Heh lo jalang! Ini balesan lo karena udah rebut Skafi dari gue! Ga boleh ada yang milikin Skafi selain gue!"
Disa tersenyum sinis meskipun sudut bibirnya nyeri. "Apa lo bilang? Jalang? Bukanya lo yang jalang?! Tampilan aja kaya tante-tante kurang belaian! Make up aja tebel kaya badut! Lo gunain bedak berapa kilo sih?" ucap Disa enteng membuat seluruh kantin membungkam mulutnya untuk tidak tertawa. Pasalnya tidak ada yang berani dengan Clara cs, sang ratu bully, baru kali ini ada yang berani melawan mereka dan itu tontonan seru!
"Apa lo bilang?!" Clara menggeram kesal begitupun antek-anteknya.
"Apa?! Memang itu kenyataanya kok," balasnya enteng.
Akan melayangkan kembali tanganya ke arah pipi Disa sebelum itu terjadi ada sebuah tangan yang mengahalanginya.
"Lo beraninya nampar cewe gue!" geram Skafi dengan emosi kemudian menghempaskan tangan Clara kasar.
"E-eh Skaf, engga kok. Gu-" ucapan Clara terpotong.
"Engga apa hah! Udah kebukti lo nampar cewe gue!" tunjuknya dengan wajah memerah menahan emosi. "Ini peringatan buat lo Clar sampai gue tau lo nyakitin cewe gue lagi! Siap-siap gue bales perbuatan lo!" Dingin dan datar suara Skafi membuat yang mendengarnya bergidik ngeri.
"Dan untuk lo semua yang ada di kantin maupun sekolah ini kalau sampai gue lihat kalian macam-macam sama cewe gue lihat akibatnya gue akan balas!" ucap Skafi penuh penekanan.
Skafi pun menarik tangan Disa meninggalkan kantin dan menuju parkiran untuk pulang. Skafi menyuruh Disa memasuki mobil.
"Bawa tas gue dan Disa pulang nanti!" perintah Skafi pada seorang diseberang telponya dan langsung saja mematikan sambungan telponya tanpa mendengar jawaban dari seberang sana. Kemudian Skafi menjalankan mobilnya keluar dari sekolah.

Book Comment (8)

  • avatar
    KhoirKhalisa Naadhira

    bagus banget seruu ih

    27d

      0
  • avatar
    Nardi Aditya

    bagus

    02/06

      0
  • avatar
    YafaaaMdza

    bagus asik seru

    27/05

      0
  • View All

Related Chapters

Latest Chapters