logo text
Add to Library
logo
logo-text

Download this book within the app

Misi Lita

"Asyiaaaaap, butuh bantuan apa nih?" suara bariton terdengar dari seberang telfon.
"Tolong selidiki wanita yang aku kirim fotonya , setauku dia bernama Luna, istri dari adik temanku. Kumpulkan informasi yang kamu dapat sebanyak-banyaknya, langsung hubungi aku. Bisa?" Sesak di dada Lita semakin terasa, amarahnya terlihat kuat.
"Siap, dengan senang hati" 
"Oke, thanks ya Kev" 
"Urwell" 
Lita segera mengakhiri pembicaraannya dengan Kevin, sahabatnya itu selalu ada saat dibutuhkan. Sejak kecil mereka bersahabat karena bertetangga, itulah alasan mereka bisa sedekat seperti sekarang.
Dari awal Lita sudah menaruh curiga pada Luna, melihat tatapan mata Frans ke Luna membuat instingnya tajam sebagai istri . Hanya saja ,ia tak terlalu mempedulikan. Hingga akhir-akhir ini perubahan Frans sangat mengganggu pikiran Lita, ditambah bukti dari Mela bahwa mereka pergi bersama menginap membuat Lita semakin tak bisa mengendalikan emosinya.
Mereka sudah keterlaluan, ada apa sebenarnya? Bukannya Luna juga sudah bersuami? Kenapa masih mau berkencan dengan Frans yang sudah jelas mempunyai istri dan anak ?
Berbagai pikiran menari berputar putar di kepala Lita, seketika ia merasa jijik membayangkan mereka memadu kasih dengan lihainya.
Tak pernah menjadi masalah bagi Lita, apapun tentang masa lalu Frans, toh ia juga pasti mempunyai masa lalu. Tapi sebuah pengkhianatan di saat mereka masih sah menjadi suami istri , pantang baginya untuk mengampuni apalagi kembali.
'lihat saja kau Mas, jika aku menemukan sedikit saja bukti bahwa kau telah berkhianat, aku tak akan pernah memaafkanmu bahkan keluargamu, aku akan membuatmu hancur dan menyesali semuanya, salah jika kau memilih bermain-main denganku, aku bukan Lita lemah seperti yang kau duga ,jika ini sudah menyangkut harga diriku' geram Lita.
***
Kevin memandang foto yang dikirim oleh Lita. Ia berpikir keras, wajahnya tak asing. Seperti pernah melihatnya tapi dimana?
Ah, mungkin wajahnya terlalu pasaran, batin Kevin.
Kevin melanjutkan tugasnya menyelidiki wanita bernama Luna itu.
Dahinya mengernyit , 'lho ? Oh jadi Luna wanita panggilan dari Club ke Club. Pantas aku sepertinya tak asing, karna beberapa temanku ada yang menyewanya saat itu'
Lalu kenapa Frans bisa berselingkuh dengan wanita panggilan?
'b*doh sekali Frans, sudah punya istri sempurna seperti Lita, bisa-bisanya selingkuh dengan wanita penghibur' umpat Kevin.
Kevin memang menyayangi Lita, ia selalu berusaha melindungi Lita kapanpun dan dimanapun. Tanpa disadari, benih-benih cinta pun sebenarnya sudah mulai tumbuh di hati Kevin untuk Lita, namun karna alasan persahabatan, Kevin seringkali menyangkal perasaannya.
Benar ternyata kata pepatah, 'bersahabat dengan lawan jenis yang terlalu lama tanpa mengikutsertakan perasaan ingin memiliki didalamnya adalah hal yang mustahil' dan itu yang sedang dialami Kevin, ia terjebak FRIENDZONE.
Hanya itu fakta yang bisa Kevin temukan sekarang, bahwa Luna mantan wanita penghibur.
Tapi ia tak gegabah, harus disertai bukti.
Maka Kevin akan mencari bukti, semua demi Lita. Apapun akan dilakukannya, bahkan jika harus mempertaruhkan nyawanya.
***
Minggu pagi di Cafe dalam Hotel X....
"Aku seneng deh Mas, akhirnya kita bisa kembali seperti dulu. Waktu boleh berjalan, asal hati kita tetap sejalan" Luna memeluk Frans dengan mesra.
"Iyaa , jujur aku sempet khawatir kamu gamau ngulang kisah lagi sama aku. Tapi sekarang aku lega, ternyata kamu masih Lunaku yang dulu, bahkan sekarang lebih...." Frans menggantung kalimatnya.
"Lebih apa nih?" Luna tersenyum menggoda.
"Lebih hot" satu ucapan dari Frans berhasil membuat pipi Luna merona.
"Ih mulai nakal ya sekarang" Luna tampak malu-malu.
Frans hanya tertawa, menatap Luna dengan sayang.
"Jangan pergi lagi ya Mas, jangan tinggalin aku lagi" Luna berubah serius.
"Iyaa, gaakan Sayang" Frans mencium dahi Luna sambil membelai rambutnya.
Luna semakin mempererat pelukannya.
Mereka tak malu memadu kasih di tempat umum , mungkin orang mengira mereka pasangan sah karna tampak serasi.
***
Sudah menjelang sore Luna tak kunjung pulang, mengabari pun tidak. Hanya tadi pagi mengirimkan pesan singkat bahwa ia akan segera pulang.
Fathir mondar mandir , tak fokus bekerja.
"Woy, pusing aku liat kamu maju mundur puter balik kayak setrika" Rian ,rekan Fathir menegurnya.
Fathir hanya mendecak sebal.
"Kenapa sih? Galo amat " 
Fathir tak menghiraukan Rian, kembali ia mengutak atik ponselnya.
"Yeee dikacangin" Rian kembali masuk ke dalam pos karna tak digubris Fathir.
'Assalamualaikum ,Bu. Luna sudah pulang kah?' Fathir memutuskan menelfon Ibu, mencari kabar lewat Ibu di rumah.
'Waalaikumsalam Le. Belum, kenapa Le? Apa ndak ngabarin ?' 
Fathir semakin terlihat gusar.
'Oh yaudah kalo gitu Bu, cuma tanya aja.  Fathir tutup ya Bu, Assalamualaikum'
'Waalaikumsalam'
Fathir tak ingin Ibu ikutan cemas , karena Luna tak ada kabar hingga sekarang.
Fathir terus beristigfar sambil mendoakan Luna agar selalu dalam lindungan Allah SWT.
***
'Gimana Kev? Udah dapet info apa aja?' Lita mengirim pesan kepada Kevin.
'Sabar bosqueeee, target agak susah dilacak' balasan dari Kevin membuat Lita memicingkan mata.
Lita beralih mengirim pesan pada Chintya, siapa tau kawan lamanya itu tau banyak tentang Luna .
'Assalamualaikum Chin, ganggu gak nih aku?'
Tak sampai 5 menit, Chintya membalas
'Waalaikumsalam, gak kok Lit, kenapa?'
'Besok ada waktu luang gak? Aku pingin ngobrol banyak sama kamu, kangen hehe. Pingin quality time gitu' 
Lita memang rindu dengan sahabatnya kala duduk di bangku kuliah itu, namun tentu saja tujuan utamanya bukan hanya itu.
'Ehm, lusa aja gimana? Besok aku mau ke rumah Ibu soalnya, jadwal kunjungan'
Pucuk dicinta, ulampun tiba.....
Ide bagus, Lita bisa juga bergabung kesana sekalian ngobrol tentang Luna, Lita ingin tau ekspresi Luna saat bersama istri selingkuhannya.
'Wah, aku boleh ikut juga gak Chin? Aku juga kangen sama Ibu, lama gamain kesana hehe sekalian kita nostalgia deh'
'Seru tuh, boleh kok. Besok siang yaaa, kalo aku udah sampe ntar aku WA' 
'Siap , seeyou yaaaa'
Lita tersenyum senang.
Lihat saja, wahai pelakor. Masihkah kamu punya muka berhadapan denganku esok?
Apa kau akan berpura-pura ?
Lita tak sabar menunggu hari esok.
***
"Mas sudah sore nih, Mas Fathir telfon terus. Pulang yuk!" Luna merengek .
"Aku masih pingin lho bareng kamu terus,huh" Frans terlihat kecewa.
"Janji deh, next kita atur lagi buat jalan bareng. Aku gamau Mas Fathir curiga"
"Kamu mulai sayang sama Fathir?" Frans menatap tajam kearah Luna.
"Bbuu..bbbu..bukan gitu. Aku cuma gamau hubungan kita ketauan Sayang, kan aku masih pingin bersenang-senang lebih lama sama kamu" Luna mencoba menetralkan kegugupannya, pertanyaan Frans berhasil membuatnya mati kutu.
"Bener gitu?" Tanya Frans menyelidik.
"Iyalah Sayang, udah ah ayok pulang"
Frans menghembuskan napas panjang.
Mereka menuju parkiran dan bergegas pulang.
***
'Mba Ningsih, besok aku ke rumah Ibu main. Mba ga sekalian? Biar rame gitu' pesan dari Chintya membuatku mengerutkan kening.
'Tumben nih anak , main ke Ibu aja harus ajak-ajak'
'Liat besok yaaa, aku ijin Mas Rival dulu' balasku singkat.
'Oke Mba, sekalian ada Lita besok maen ke rumah Ibu juga. Kangen katanya pingin nostalgia'
'Wah pantesan, boleh deh. Seru pasti, sekalian ngerujak yaaaaa ?' 
'Oke Mba'
Lita? Main ke rumah Ibu? Tumben?
Perasaanku tiba-tiba teringat akan hubungan Frans dan Luna.
Daripada penasaran, mending besok aku ikut gabung aja bareng mereka. Sekalian aja nyindir Luna, biar sekali-kali dapet pelajaran tuh bocil.
Aku tertawa dalam hati, tak sabar menanti hari esok.
*****      *****      *****
Maaf kalo ada salah kata dalam penulisan, maklum masih belajar hehe.
Terimakasih banyak yang sudah merelakan koin untuk membaca cerita recehku ini, semoga Allah SWT melancarkan rejeki kalian semua & memudahkan segala urusannya. Semoga Allah SWT menggantinya dengan rejeki yang berlipat-lipat dan semoga kalian semua diberikan kesehatan selalu. Aamiin yarobbal aalaamiin.
Buat para pembaca , tinggalin jejak donggg , jangan lupa di subscribes yaaa karena gratis. Biar ada notif kalo update bab baru.
Jangan lupa baca cerita2 ku lainnya ya, kasih bintang lima nya. Dan ditunggu krisan nya. Biar aku makin semangat gitu ngarang ceritanya. Hehehe
Salam senja manise dari mamak othor ini😘😘😘😘😘

Book Comment (629)

  • avatar
    iqmal haziqFaizi

    bagus

    5d

      0
  • avatar
    Jidan wokasJidan wokas

    nowelnya bagus

    16/08

      0
  • avatar
    otsnbd

    seruuuu

    19/03/2025

      0
  • View All

Related Chapters

Latest Chapters