logo text
Add to Library
logo
logo-text

Download this book within the app

Ke Bar

Jam menunjukkan pukul 16.45 WIB
Mas Rival datang dan bergegas mandi, keburu adzan maghrib.
Makanan sudah rapi tertata di meja, Chitnya menyuapi Kiara.
Sejak kejadian pagi tadi ,aku tak melihat Luna lagi. Mungkin tidur di kamarnya.
Selepas shalat maghrib, kami sekeluarga menuju meja untuk buka bersama.
Terdengar deru mobil, Fathir baru saja pulang.
Luna langsung keluar menuju garasi menyambut Fathir.
"Assalamualaikum"
"Waalaikumsalam, wah Mas Fathir pulang. Akhirnya kita bisa buka puasa pertama bareng ya Mas, alhamdulillah" terdengar suara Luna mendayu-dayu.
Mulai berdrama
"Kamu makan duluan aja Lun, Mas mau mandi dulu ya. Gerah sayang" Fathir hendak menuju kamar mandi.
"Lho Mas, makan dulu ajasih baru mandi. Aku nungguin kamu lho daritadi rela nahan laper, biar bisa makan bareng kamu. Ini kan buka puasa pertama kita sebagai suami istri yang sah" cecarnya manja.
Halahhh.....buka puasa pret. Ga puasa aja belagu, aku mencebik kesal.
"Iya-iya Sayang, Mas cuci tangan dulu aja kalau gitu" Fathir menatap Luna manja.
Dihhhhh.....gemeshhhh aku sama Fathir, kenak jurus apa bisa segitu sayangnya sama kecebong -_-  ?
Kami memilih tak ikut campur dan melanjutkan makan.
"Mas, aku boleh nanya gak sih?" Aku memancing obrolan.
Mas Rival menatapku penasaran.
"Hukum orang yang ga puasa tapi ngaku puasa itu apa ya?"
"Siapa memang sayang? Kamu ya? Hihihi" Mas Rival menggodaku.
"Hukumnya tentu aja dosa Mba ! Gitu aja masih tanya. Bener kan Mas?" Luna memastikan jawaban ke Mas Rival.
Dasar genit ! 
"Ada sih Mas, temen aku kaya gitu. Padahal yaa dia itu ga puasa, tapi di depan suami selalu ngakunya puasa" Aku menyindir dengan tenang.
Luna melotot ke arahku.
"Itu sama aja melakukan dosa besar dan kebinasaan Nduk namanya, karena tidak melaksanakan rukun Islam dan kewajiban penting. Dalam sebuah hadis sahih riwayat an-Nasa'i disebutkan bahwa orang yang sengaja meninggalkan puasa tanpa uzur syar'i akan mendapat siksa yang berat di akhirat kelak. Naudzubillahmindzalik. Ndak puasa aja sudah dosa, apalagi ditambah berbohong, berlipat dosanya" Bapak ikut menimpali dengan bijak.
"Semoga dijauhkan dari hal seperti itu, Aamiin" Ibuk ikut menambah wejangan Bapak.
Aku hanya manggut-manggut , kutatap Luna yang memerah wajahnya menahan marah. Tangannya mengepal, sendok dicengkram kuat-kuat.
Aku tersenyum penuh kemenangan.
Bisa kulihat ekspresi Mas Rival bertanya-tanya.
*****
Sehabis isya, aku hendak pulang . Kasihan Alea jika harus pulang larut malam.
Luna keluar kamar memakai atasan sabrina berwarna putih memperlihatkan pundaknya dan rok kotak-kotak berwarna krem , sedikit diatas lutut.
Rambutnya di curly , riasannya lumayan tebal, dan anting bulat selebar gelang menghiasi kedua telinganya.
Luna menyambar kunci mobil dan bergegas pergi. Fathir sedang tarawih bersama Bapak&Ibu di masjid dekat rumah.
Cantik,pujiku dalam hati.
Tapi mau kemana dia ?
Biarlah, aku pun sudah malas mencampuri urusannya.
Kulihat dari jendela ruang tamu, Luna berpapasan dengan Mas Rival yang sedang memanaskan mobil, mereka berbincang-bincang. Sepertinya tampak akrab, karena beberapa kali Luna menepuk pundak Mas Rival sambil tertawa, Mas Rival pun sepertinya menikmati obrolan mereka.
Aneh
Baru kali ini aku melihat mereka ngobrol serenyah ini, biasanya saling diam atau berbicara seperlunya jika penting.
Tapi sekarang, mereka sepertinya akrab sudah berkawan sejak lama.
Ada apa ya?
Firasatku mulai tak enak.
Segera saja kutepis semua pikiran buruk yang mampir di pikiranku.
Astaghfirullahaladzim...apa-apaan aku ini! Mana mungkin mereka teman lama, mereka kan baru kenal semenjak Fathir menikah, aku menenangkan pikiranku.
Luna sudah menghilang , entah pergi kemana.
"Ayo sayang pulang, udah siap kan?" Mas Rival membuyarkan lamunanku.
Aku bergegas masuk ke mobil dan pulang.
*****
Perjalanan menuju ke rumah, tiba-tiba aku ingin sekali martabak manis di tengah kota. Lumayan untuk teman sahur nanti .
"Mas , pingin martabak bangka di tengah kota, mampir boleh ya?" Ucapku memandang Mas Rival di balik kemudi.
"Oke meluncur" 
Yessss!!! Begitu saja sudah membuatku senang. Benar kan? Mudah sekali sebenarnya menyenangkan hati istri.
Untung Alea tertidur di jok belakang, jadi bisa aman mampir-mampir,tanpa rengekan meminta segera pulang.
Tempat ini memang terkenal enak martabaknya, terbukti banyaknya antrian memanjang di sudut sana.
Padahal tempatnya hanya di stand kecil berukuran 3x4 meter mungkin.
Tapi yang terparkir puluhan mobil di ujung ,bahkan ada yang rela parkir di ruko seberang dan harus berjalan kaki sebentar demi menikmati sekotak martabak.
Seperti kami saat ini, parkiran begitu penuh. Kami memutuskan parkir di ruko .
"Udah biar aku aja yang beli, kamu tunggu sini aja. Kasian Alea" Mas Rival membuka seatbelt dan segera turun.
"Coklat keju seperti biasa ya Mas, tanpa kacang hehe. Makasih Mas sayang" Ujarku manja.
Mas Rival hanya mengacungkan jempol sambil tersenyum, menyeberang ke stand untuk memesankan martabak favoritku.
Aku menunggu di mobil sambil memainkan ponsel, kubuka jendela mobil menikmati angin luar.
Pandanganku menyapu sekeliling.
Tepat di depanku , aku melihat Luna turun dari mobil. Berjalan sedikit ke arah depan dan masuk ke dalam gedung berwarna ungu dengan lampu kelap-kelip.
Aku membaca plang gedung itu, PASTISUKA karaoke&bar.
Haaaaa????
Ngapain tuh bocah masuk ke gedung itu?
Aku tak sempat memotret, lagi-lagi aku kehilangan bukti .
Ahh sial.
Ini sudah ga bener, apa wajar seorang istri pergi ke Bar tanpa ditemani mahramnya?
Aku segera menelfon Fathir.
Tuut....tuuuuttt tepat dering kedua panggilan dijawab.
"Assalamualaikum, ada apa Mba?" Fathir menyapa dari seberang telfon.
"Waalaikumsalam, halo Dek. Mba mau tanya, Luna di rumah?" Tanyaku basa-basi tentunya.
"Luna pergi ke Cafe sama Wita Mba, temennya yang dari luar kota pulang. Jadi acara temu kangen gitu katanya. Memang kenapa Mba?" Fathir menjawab sopan.
"Ohh..ke Cafe mana ya kira-kira? Ada bilang nggak sama kamu?" Aku masih berusaha mencerca Fathir.
"Gatau Mba, pokoknya Cafe katanya, tar juga dia ngabarin biasanya Mba, vicall juga"
"Masalahnya Mba liat Luna ini masuk ke gedung karaoke. Sendirian" 
"Iya mungkin janjian disana Mba, temennya kan udah nunggu di dalem" 
Kenapa adekku bisa sesantai ini sih? Blo'o* memang.
"Mending kamu susulin deh, Mba punya firasat buruk tentang istrimu itu. Cepetan!"
"Udahlah Mba biarin aja , pokoknya Luna masih tau batesan. Dia juga berhak seneng Mba, kasian kalo dikekang" 
"Bukan gitu, Mba cuma gamau istrimu itu salah pergaulan! Kamu yang teges dong Thir . Jangan apa-apa iya. Kenapa lempeng banget sih kamu ini!" Aku mulai sebal.
Terdengar Fathir menghembuskan napas panjang.
"Iya Mba iya, nanti Fathir bilangi. Udah Mba gausah khawatir ya. Fathir lebih tau gimana baiknya buat rumah tangga Fathir"
Mas Rival terlihat hendak menyeberang kemari, aku segera memutuskan sambungan telfon dengan Fathir.
"Yasudahlah, Assalamualaikum" tutupku setengah kesal.
"Waalaikumsalam Mba"
"Lho, kenapa mukanya merah gitu? Kesel ya nunggunya lama? Antri banget sayang" Mas Rival mengusap wajahku lembut.
"Hehehe, nggak kok Mas. Makasih ya Mas"
Sebisa mungkin aku menetralkan perasaan, jangan sampai gara-gara kecebong Luna aku jadi melampiaskan ke Mas Rival.
Padahal Mas Rival sebaik itu, Ahhhh.... Alhamdulillah ya Allah sudah memberikanku suami yang baik dan menjadikan rumah tanggaku harmonis.
Tentunya aku sangat bersyukur.
*****     *****     *****
Maaf kalo ada salah kata dalam penulisan, maklum masih belajar hehe.
Terimakasih banyak yang sudah merelakan koin untuk membaca cerita recehku ini, semoga Allah SWT melancarkan rejeki kalian semua & memudahkan segala urusannya. Semoga Allah SWT menggantinya dengan rejeki yang berlipat-lipat dan semoga kalian semua diberikan kesehatan selalu. Aamiin yarobbal aalaamiin.
Buat para pembaca , tinggalin jejak donggg , jangan lupa di subscribes yaaa karena gratis. Biar ada notif kalo update bab baru.
Jangan lupa baca cerita2 ku lainnya ya, kasih bintang lima nya. Dan ditunggu krisan nya. Biar aku makin semangat gitu ngarang ceritanya. Hehehe
Salam senja manise dari mamak othor ini😘😘😘😘😘

Book Comment (629)

  • avatar
    iqmal haziqFaizi

    bagus

    8d

      0
  • avatar
    Jidan wokasJidan wokas

    nowelnya bagus

    16/08

      0
  • avatar
    otsnbd

    seruuuu

    19/03/2025

      0
  • View All

Related Chapters

Latest Chapters