logo text
Add to Library
logo
logo-text

Download this book within the app

I'm fine 1

Ara Valeria, wanita cantik yang sedang melamun disebuah taman dekat rumahnya. Menenangkan pikiran. Menikmati terpaan angin yang menerpa kulit putihnya. Ara terkejut, tiba-tiba ada seekor kucing naik kepahanya. Kucing itu menenggelamkan kepalanya tertidur dengan nyenyak di pangkuan Ara. Ara tersenyum, sambil mengelus punggung kucing itu dengan sayang. "Kucing siapa ini ya? Bulunya halus banget! Pasti kucing ini di sayang banget sama pemiliknya."
"Itu kucing gue!" Balas lelaki pemilik kucing yang berada di belakang Ara. Wajah yang ditekuk seakan tak suka jika kucingnya disentuh oleh Ara.
"Oh ini kucing kamu Za," bukannya takut Ara tersenyum, yang membuat Eza semakin tak menyukai Ara.
Lelaki itu Eza Akfa Denandra, murid baru yang terkenal judes, ketus, dan kejulitannya. "Lo maling ya!" tuduhnya.
Ara menggeleng tak terima. "Eh enggak kok, kucing kamu tiba-tiba naik kepangkuan aku, terus tiba-tiba tidur."
"Hallah mana ada maling ngaku sih."
"Aku gak ngambil kucing kamu Za."
"Stop aku kamuan, geli gue dengernya, lo cuman orang asing di kehidupan gue."
"Tapi aku gak bisa ngomong kayak kamu Za!"
"Terserah!" Eza mengambil kucingnya di pangkuan Ara. "KALO LO GAK BISA, JANGAN NGOMONG SAMA GUE!" bentak Eza.
Ara mengangguk, dan tersenyum andalannya kepada Eza.
Eza mengangkat satu alisnya, kenapa manusia di depannya ini seperti tidak ketakutan sama sekali dengan bentakannya. "Lo kenapa senyum?"
Ara tidak menjawab pertanyaan Eza, ia hanya menggeleng lemah dengan senyuman yang tak luntur sedari tadi.
"Lo tuli?"
Tetap tak ada respon dari Ara.
"NGOMONG ANJING NGOMONG," murka Eza.
"Kamu larang aku ngomong sama kamu, kalo pakek aku kamu."
Eza berdecak dan pergi meninggalkan Ara yang keheranan.
🌱🌱🌱
Ara yang sedang membantu Ijah mencuci piring, terkejut dengan kehadiran Shelby disampingnya.
"Hai Ara!" Sapa Shelby.
Ara tersenyum kearah shelby, "ada apa Shel?"
"Lagi apa?"
"Nyuci piring Shel."
"Oh," Shelby mengambil satu piring yang Ara cuci dan membantingnya dengan keras.
Pyaar
Shelby menutup mulutnya seperti sedang terkejut, "Ups gak sengaja!"
Ara terdiam matanya sudah berkaca-kaca, bukan hanya Shelby bertingkah seperti ini. "Shel kamu mau bikin aku di marahin Mama Papa?"
"Kalo ia, kenapa?" Seringai muncul dibibir Shelby, lalu dengan teganya ia berteriak,  "MAMA ARA MECAHIN PIRING KESAYANGAN MAMA!"
Ara hanya menggelengkan kepalanya pasrah, ia tau apa yang akan terjadi terhadapnya, mungkin sebuah cambukan, pukulan, atau tendangan. Mulut Ara terkatup rapat, dengan mata yang memanas.
Dewi datang menghampiri Ara dan Shelby dengan tergesa-gesa, "ada apa sih sa-" ucapan Dewi tercekat kala melihat pecahan piring yang berserakan, "KAMU PECAHIN PIRING KESAYANGAN SAYA!" Amuk Dewi.
"Bu-bukan Ara Ma, Shelby sendiri yang mecahin piringnya Ma!" Ungkap Ara jujur.
"SHELBY ANAK BAIK, DIA GAK AKAN PECAHIN PIRING KESAYANGAN SAYA! DASAR PEMBUNUH!"
Hutomo yang mendengar keributan di dapur menghampiri. Ia melihat Ara yang ketakutan, dan juga istrinya yang sedang mengamuk. "Ada apa ini Ma, sayang?" tanya Hutomo.
Dewi menunjuk Ara dengan jari telunjuknya. "Tanyain aja sama dia Mas!"
"Ada apa Ara?" tanya Hutomo dengan nada dingin menusuk andalannya, jika berbicara dengan Ara.
"Ta-tadi Shelby me-mecahin piring Pa," gugup Ara.
"Dewi benar, Shelby itu anak baik, dia gak mungkin mecahin piring. Kamu mengaku, atau saya kasih hukuman!" tekan Hutomo.
Ara memberanikan dirinya memandangi wajah Hutomo. "Ara gak mecahin piring ini Pa."
"NGAKU ARA!" Hutomo tersulut emosi, kala melihat mata, yang ia benci.
"Bukan bukan Ara Pa." Tangis Ara pun pecah. Airmatanya sudah mengalir, dipipi tirusnya.
"JANGAN NANGIS ARA VALERIA!" Hutomo seakan menggila, melihat air mata Ara, ia mengingat, semua kejadian masa lalu.
Ara sekuat tenaganya menahan isaknya. Papanya sangat benci tangisnya, entah karna apa Ara juga tidak mengerti.
Hutomo melepaskan sabuknya dan mencambuk Ara beberapa kali.
Tas
"Aw sakit Pa, ampun!"
Tas
"Aw," ringis Ara kesakitan.
Tas
Cambukan Hutomo terhenti ketika Ijah tiba-tiba datang memeluk Ara. "Berhenti Tuan jangan pukul Non Ara, pukul Bibi aja tuan jangan Non Ara."
"Mak, Mak pergi Mak, Ara gak mau Mak sakit, Ara gak papa kok." Ara membuka pelukan Ijah yang sangat erat, ia tak mau wanita tua itu merasakan pedihnya cambukan Hutomo.
Ijah semakin mengeratkan pelukannya, menolak permintaan Ara. "Enggak Non."
"Awas kamu tuduh Shelby yang aneh-aneh lagi!" hardik Hutomo sebelum pergi.
"Kita kekamar yuk Non!" Ajak Ijah dan di angguki oleh Ara.
🌱🌱🌱
Faiz memegang lengan Ara yang terdapat luka memar bukan hanya dilengan, Faiz juga melihatnya di betis. "Ra jujur sama aku, kamu kenapa? Kulit kamu sampai memar seperti ini Ara!" hawatir Faiz.
Ara memegang pundak Faiz, meyakinkannya jika ia baik-baik saja, "Fa aku baik-baik aja."
"Kita pergi UKS ya Ara!" pinta Faiz memohon.
"Udah aku obatin kok, paling besok juga ilang Fa."
"Ck awas," usir Eza yang baru datang, menyuruh Faiz untuk pergi dari tempat duduknya.
Faiz menolehkan kepalanya melihat kearah Eza. "Tunggu dulu ya Eza, aku masih berbicara dengan Ara sebentar."
"GUE BILANG AWAS YA AWAS!" Bentak Eza.
"Udah Fa, aku gak papa!" Sahut Ara menengahi.
"Eza jangan pelit-pelit menumpang duduk saja tidak boleh!"
Eza tak menjawab ocehan Faiz, ia lebih memilih menenggelamkan wajahnya di atas meja. Menutup mata, dan pergi ke alam bawah sadar.
🌱🌱🌱
Bu Fitri masuk kedalam kelas dengan rotan yang selalu ia bawa kemanapun jika mengajar. "Morning students," sapa Bu Fitri.
"Morning teacher," jawab seisi kelas dengan kompak.
"I want to give you an assignment, where this task must be in groups."
("Saya mau kasih tugas, dimana tugas ini harus berkelompok.")
"And the group is your classmate. There is no objection this is an order from me!" tegas Bu Fitri.
(Dan kelompoknya teman sebangku kalian. Gak ada bantahan ini perintah dari saya)
Shelby tidak suka Ara satu kelompok dengan Eza, meskipun Bu Fitri sudah menegaskan tapi Shelby tetaplah Shelby wanita keras kepala yang tidak bisa di bantah.
"Maaf Bu, apa sebaiknya di acak saja?" Tanya Shelby.
"Ini pernyataan Shelby bukan pertanyaan yang bisa kamu bantah!" Tegas Bu Fitri.
"The question is, do you tell any history in Indonesia in English without looking at the book, taking turns with your group."
(Pertanyaannya, kalian ceritakan sejarah di indonesia apa saja dengan bahasa Inggris tanpa melihat buku, secara bergantian dengan kelompok kalian.)
°°°°°°
"Za kamu mau sejarah apa?" Tanya Ara kepada Eza yang sibuk bermain ponsel.
"Terserah lo," jawab Eza. Pandangannya tetapal sama
"Gimana kalo tentang kerajaan Majapahit? Pasti seru Za," usul Ara.
Eza melihat kearah Ara, tatapannya begitu geram. "Lo budeg ya! Gue kan udah bilang ter-se-rah."
"Ya udah, maaf ayok kita ke perpus ngambil bukunya, kalo kamu males biar aku aja yang keperpus dan yang ngerjain, kamu tinggal hafalin teksnya aja."
Eza mematikan ponselnya, melihat kearah Ara kesal. "Ternyata lo selain budeg juga bodoh ya Ra! Jelas-jelas tadi Bu Fitri nyuruhnya berklompok kenapa lo sendiri yang mau ngerjain?"
Ara tersenyum andalannya, "maaf."
Eza jengah melihat senyuman yang menurutnya sangat memuakkan. Ia menarik Ara supaya pergi dari kelas menuju perpus. Sebelum mereka keluar dari ambang pintu Shelby menghalanginya. Dengan segera Ara menarik tangan yang digenggam oleh Eza.
"Boleh kenalan gak?" tanya Shelby sambil memainkan rambutnya.
"Ck gue udah kenal sama lo!" jawab Eza, acuh.
"Ya ampun seterkenal itu gue, sampek Eza langsung tau nama gue," batin Shelby senang.
"Oh ya? Emang udah biasa sih, kalo murid baru tau nama gue tanpa harus kenalan."
Eza heran dengan wanita kelasnya, yang satu senyum terus, dan satunya terlalu PD apa stok wanita berotak waras sudah habis, "Ya. Waktu Guru ngabsen."
Shelby menelan salivanya, ia kira Eza tau namanya karna keterkenalanya, atau kecantikannya, tapi apa ini!
Ara sekuat tenaganya menahan tawa. Namun, tiba-tiba Ara terkejut karna Eza yang memegang tangannya, kali ini sangat lembut, tidak seperti tadi.
"Ayok."

Book Comment (442)

  • avatar
    Rondap

    baguss aku suka

    08/07/2025

      0
  • avatar
    Jeonkim

    bagusss bgtt😭

    01/07/2025

      0
  • avatar
    PutraTio

    bagus

    20/06/2025

      0
  • View All

Related Chapters

Latest Chapters