"Anu....", sahut Aura dengan nada dan wajah ketakutan melihat kemarahan di wajah suaminya "Lancang kamu Aura berani mengambil handphone aku tanpa ijin!!!!", teriak Dimas dengan nada dan wajah penuh marah sambil menghampiri Aura dan merebut handphonenya dengan kasar "Maaf", sahut Aura dengan nada lirih dan wajah ketakutan. Baru kali ini Aura melihat Dimas suaminya marah seperti ini karena sebelumnya Dimas suaminya ini terkenal pendiam dan hanya ngomong sekedarnya saja sama dirinya sejak mereka berdua menikah. Begitupula dirinya yang juga hanya ngomong sekedarnya sama suaminya ini. "Aura saat ini juga aku jatuhkan talak sama kamu!!!!", teriak Dimas dan itu membuat Aura kaget dan menangis karena hanya masalah kecil seperti ini Dimas sampai hati menjatuhkan talak padanya "Apa salah aku Dimas sampai kamu menceraikan aku? Apa karena aku tidak sengaja membaca chat yang ada di handphone kamu?", tanya Aura dengan nada lirih dan sambil menangis. Aura tidak menyangka kalau malam ini akan langsung diceraikan oleh Dimas suaminya hanya gara-gara Aura tanpa ijin mengambil handphone suaminya dan membaca chat di dalamnya. Harusnya Aura yang marah sebagai istri kalau selama ini Dimas suaminya sudah membohonginya tetapi ini malah Dimas suaminya yang marah besar. "Aku tidak mencintai kamu Aura!!! Dari awal kita dijodohkan dan sampai berpacaran hingga menikah aku tidak pernah mencintai kamu Aura!!!!", teriak Dimas dengan nada dan wajah penuh amarah "Kalau kamu tidak mencintai aku, kenapa kamu mau dijodohkan sama aku, Dimas? Siapa cowok yang bernama Angga yang kamu kasih emot love itu, Dimas?", tanya Aura dengan nada lirih san wajah penasaran "Angga itu pacar aku Aura. Aku dan Angga sudah berpacaran selama lima tahun. Aku gay Aura!!! Dan aku pihak bawah jadi sampai kapanpun aku tidak akan pernah mencintai kamu Aura!!! Aku sudah mencoba mencintai kamu tetapi tidak bisa Aura!!! Makanya sampai detik ini aku tidak pernah menyentuh kamu Aura karena aku tidak bisa Aura!!! Tidak ada hasrat aku untuk menyentuh wanita manapun termasuk kamu Aura!!", teriak Dimas dan itu membuat Aura kaget mendengarnya. Aura tidak mengira kalau Dimas suami yang menikahinya dan mengucapkan ijab qobul saat itu adalah gay. Aura tidak menyangka kalau Dimas suaminya mempermainkan pernikahan yang suci ini. "Kamu gay?! Apa mama dan papa kamu tahu soal semua ini?!", sahut Aura. Kalau memang mama dan papanya Dimas tahu mengenai kelainan seksualitas putranya ini berarti mereka semua sudah membohongi papa dan mamanya Aura termasuk dirinya. "Tentu saja tidak tahu, Aura dan aku mohon kamu jangan bilang sama mereka soal aku gay. Aku akan memberikan apapun yang kamu mau Aura asal kamu jangan bilang sama papa dan mama", sahut Dimas yang tiba-tiba melunak memohon sama Aura "Kamu tahu Dimas yang kamu lakukan itu dosa besar. Apakah kamu tidak takut dengan dosa besar, Dimas", sahut Aura "Tidak usah bawa-bawa agama Aura!!!! Ini hakku untuk mencintai siapapun dan kamu tidak usah ikut campur Aura apalagi kini kamu hanya mantan istriku", sahut Dimas dengan nada dan wajah sinis. Tidak ada penyesalan dalam diri Dimas dengan apa yang sudah Dimas lakukan sama Aura. "Baiklah Dimas. Kalau begitu malam ini juga aku akan keluar dari rumah ini karena aku sudah bukan istri kamu lagi. Aku atau kamu yang akan mengurusnya di pengadilan agama?", sahut Aura "Aku saja!!! Nanti aku akan kirimkan surat cerainya ke rumah orang tua kamu!!", sahut Dimas dengan nada dan wajah tegas "Jangan Dimas. Kamu bisa kirimkan ke alamat kosan aku saja karena sementara aku akan tinggal di kos-kosan", sahut Aura. Aura tidak mau sampai mamanya tahu mengenai perceraian dirinya dan Dimas. "Terserah kamu saja Aura karena aku tidak peduli sama sekali", sahut DImas dengan nada ketus Kemudian Aura pun membereskan barang-barangnya. Untung saja tidak banyak Aura membawa barang-barangnya saat tinggal di rumah orang tuanya Dimas ini. Memang Aura dan Dimas masih tinggal sama orang tuanya Dimas. Tadinya Dimas mau mengajak Aura untuk tinggal di apartemen miliknya tetapi dilarang sama mamanya Dimas karena mamanya Dimas sangat sayang sama Aura dan ingin selalu berada di dekat Aura. Selesai beberes semua barangnya ke dalam koper, Aura pun langsung keluar dari kamar dan betapa kagetnya Aura saat turun dari tangga berpapasan dengan mama mertuanya. "Aura, kamu mau kemana malam-malam bawa-bawa koper?", tanya Laras mamanya Dimas dengan nada dan wajah penasaran "Aku keluar dari rumah ini ma. Maafkan aku ya ma kalau ada salah selama ini sama mama dan papa", sahut Aura tegar berusaha menahan tangis di depan mama mertuanya "Apa maksud kamu Aura? Kamu mau kemana? Kok sendirian saja tidak bareng sama Dimas. Cerita sama mama AUra ada sebenarnya?", tanya Laras masih dengan nada dan wajah penasaran Kemudian Aura pun menaruh kopernya dulu dan duduk di sofa ruang keluarga bersama mama mertuanya. Bagaimanapun Aura harus pamit secara baik-baik sama mama mertuanya karena Aura masuk ke rumah ini secara baik-baik. "Sekali lagi aku minta maaf kalau ada salah sama mama. Mulai malam ini aku akan keluar dari rumah ini selamanya ma karena aku bukan istrinya Dimas lagi, ma", sahut Aura berusaha tegar "Apa!!! Kamu pasti becanda Aura. Gimana ceritanya kamu bukan istrinya Dimas lagi, Aura. Apa yang sudah Dimas lakukan sama kamu, Aura", sahut Laras "Dimas baru saja menjatuhkan talak sama aku ma", sahut Aura dengan nada lirih "Apa!!! Dimas!!!! Turun kamu!!!", teriak Laras dengan nada emosi dan seketika tidak hanya Dimas melainkan Alvin suaminya Laras pun ikut keluar dari kamar "Ada apa sih ma, malam-malam malah teriak. Malu ma didengar tetangga", sahut Alvin papanya Dimas "Dimas katakan sama papa dan mama, kenapa kamu menjatuhkan talak sama Aura?!! Apa salah Aura sama kamu?!", sahut Laras dengan nada dan wajah emosi "Aku tidak pernah mencintai Aura sama sekali, ma jadi buat apa pernikahan ini masih dilanjutkan", sahut Dimas dengan santai dan Aura yang mendengarnya meneteskan air mata Plak. Laras langsung menampar pipinya DImas dengan keras. "Keterlaluan kamu Dimas!!!! Kalau kamu tidak mencintai Aura buat apa kamu menerima perjodohan tersebut!!!. Mama tidak memaksa kamu saat itu ya Dimas!!! Bahkan kamu sendiri yang bilang saat itu kalau terpesona sama Aura!!!", sahut Laras masih dengan nada dan wajah emosi "Hanya terpesona ma dan bukan mencintai. Beda loh ma antara terpesona dengan mencintai", sahut Dimas masih dengan santai tanpa merasa bersalah sedikitpun
itulah perjuangan cinta
02/06
0bagus alur ceritanya
27/05
0gacor
27/05
0View All