"Hoi melamun saja sih. Mbak mengajak kamu makan siang bareng bukan ingin melihat kamu melamun dan tidak menyentuh makanan yang kamu pesan ya, Aura", sahut Ana kakak perempuan dari Aura. Aura memiliki dua orang kakak. Kakak pertamanya bernama Ana yang bekerja sebagai pegawai negeri sipil di salah satu departemen yang ada di Jakarta dan kakak keduanya bernama Herman yang bekerja sebagai Accounting di salah satu perusahaan swasta yang ada di Jakarta sedangkan Aura sendiri hanya bekerja sebagai MUA kalau ada pernikahan atau acara wisuda saja selebihnya Aura masih menganggur tetapi Aura rajin membuat kue yang dia jual secara online dan kalau ada temannya saja yang pesan. Sebenarnya Aura ingin membuka toko kue atau salon tetapi uang tabungannya belum cukup. Bisa saja Aura minta uang sama kedua kakaknya karena pasti kedua kakaknya memberikannya tetapi Aura tidak mau melakukannya karena Aura ingin menggunakan uang tabungannya sendiri kalau sudah kekumpul. "Hehehehe, maaf mbak", sahut Aura sambil tersenyum "Apa yang sedang kamu pikirkan Aura? Apa kamu membutuhkan uang? Kalau kamu membutuhkan uang tinggal bilang saja sama mbak atau Herman. Jangan kamu pendam sendiri. Ohya, kamu tidak ada rencana buka salon atau toko kue?", sahut Ana sambil menatap matanya Aura "Maunya sih seperti itu mbak tetapi uang aku saja tidak ada. Hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup. Tidak usah mbak. Aku tidak mau merepotkan mbak Ana dan mas Herman apalagi kalian berdua memiliki keluarga yang sudah pasti kebutuhannya lebih banyak daripada aku yang masih sendiri ini", sahut Aura sambil tersenyum. Memang beginilah Aura yang dari kecil tidak pernah mau menyusahkan orang tua dan kakak-kakaknya apalagi semenjak orang tuanya memutuskan bercerai yang mengakibatkan Aura tambah tidak mau merepotkan siapapun. Bahkan saat mamanya menjodohkan Aura dengan putra dari kenalannya Aura nurut saja hingga akhirnya menikah walaupun pernikahannya hanya bertahan selama lima bulan saja padahal selama ini keinginan Aura pernikahannya akan bertahan selamanya. "Aura, bukan mbak mau mencampuri urusan kamu tetapi memang kamu tidak mendapatkan harta gono gini dari Dimas? Atau Dimas tidak memberikan kamu apapun gitu saat kalian berdua memutuskan bercerai?", tanya Ana dengan nada dan wajah penasaran sambil masih menatap matanya Aura. Memang sampai saat ini Ana tidak tahu alasan apa yang menyebabkan pernikahan Aura adiknya kandas dan hanya bertahan selama lima bulan. Dari awal sebenarnya Ana tidak setuju kalau Aura adiknya ini dijodohkan oleh mamanya walaupun itu putra dari kenalan mamanya karena pernikahan yang biasanya lewat perjodohan itu lebih sering berakhir dengan perceraian walaupun tidak semuanya. Contohnya saja orang tua mereka yang dijodohkan dan berakhir dengan perceraian. "Tidak mbak. Satu rupiahpun Dimas tidak memberikan aku apapun mbak. Walaupun saat menikah Dimas selalu memenuhi kebutuhan hidup kami berdua dan aku bebas memakainya juga untuk kebutuhan aku sendiri mbak", sahut Aura "Kenapa kamu tidak minta harta gono gini sih Aura?! Bagaimanapun kamu tuh berhak loh Aura", sahut Ana "Tidak mbak karena aku tahu diri. Lagipula aku dan Dimas tidak memiliki anak jadi Dimas tidak ada hak memberikan harta gono gini buat aku mbak. Jadi aku sangat tau diri, mbak", sahut Aura sambil tersenyum "Kata siapa Aura. Kamu tetap berhak mendapatkan harta gono gini kecuali kalian berdua ada perjanjian pisah harta saat menikah. Kalian berdua tidak ada perjanjian pisah harta khan saat menikah dulu", sahut Ana "Tidak ada mbak. Sudahlah mbak hal itu tidak usah dipermasalahkan lagi. Tanpa harta gono gini dari Dimas pun aku masih bisa menafkahi diri aku sendiri", sahut Aura dan hal itu membuat Ana sedih karena Ana tahu dari kecil adiknya ini tidak mau menyusahkan orang lain termasuk keluarganya sendiri termasuk dirinya. Ana sangat sedih melihat kehidupan Aura. Seharusnya Aura bahagia tetapi ini malah mengalami perceraian dengan pernikahan yang hanya lima bulan saja. "Aaaah kamu ini selalu bikin mbak kesal tahu. Kapan sih kamu minta tolong mbak atau Herman. Jangan apa-apa kamu tanggung sendiri. Bahkan sampai saat ini kamu tidak pernah cerita alasan kamu bercerai dari Dimas", sahut Ana dengan nada dan wajah kesal "Hal itu tidak usah dibahas lagi mbak. Biarkan itu menjadi rahasia aku, Dimas dan Allah saja. Aku tidak mau mengumbar aib sendiri mbak. Mending kita habiskan saja semua makanan yang ada di meja ini", sahut Aura sambil tersenyum Akhirnya Ana dan Aura melanjutkan makan mereka dalam keterdiaman menikmati semua makanan yang ada di meja makan. Selesai makan Ana dan Aura berpisah dimana Ana kembali ke kantornya sedangkan Aura memutuskan belanja di salah satu supermarket yang ada di mall untuk membeli kebutuhannya yang sudah menipis. Tadinya Ana menawarkan diri untuk ikut belanja bersama dirinya tetapi dirinya tidak mau karena dirinya tahu kalau Ana ikut pasti nanti Ana yang akan membayar semua belanjaannya dan dia tidak mau hal itu terjadi. Dia tidak mau merepotkan Ana yang sudah berkeluarga. Sesampainya di supermarket Aura melihat mantan suaminya sedang bergandengan tangan dengan pacarnya. Betapa miris Aura melihatnya apalagi dua orang itu kelihatan sangat mesra. "Kenapa aku harus kalah sama cowok itu ya Allah", sahut Aura dalam hati. Alasan Aura bercerai dengan suaminya adalah karena ternyata suaminya gay dan itu membuat Aura kaget. Pantas saja dari awal menikah sampai mereka memutuskan bercerai suaminya tidak pernah sama sekali menyentuh Aura. Mereka berdua tidak pernah melakukan malam pertama. Sampai saat ini Aura masih perawan dan tidak pernah disentuh sama sekali sama suaminya. Flashback Malam ini batas kesabaran Aura sudah habis. Rasa penasaran Aura karena sejak menikah suaminya selalu pergi malam-malam dan pulang pagi setiap pulang kerja. Pelan-pelan Aura mengambil handphone suaminya yang tergeletak di atas meja samping tempat tidur. Memang suaminya sedang mandi karena seperti biasa akan pergi lagi dan pulang pagi. Hal itu selalu suaminya lakukan semenjak mereka berdua menikah. Untung saja handphone suaminya ini tidak pernah dikunci dan Aura mulai membuka aplikasi whatsapp yang ada di handphone suaminya. Aura penasaran dengan satu nama yang dikasih emot love dan nama itu cowok. Aura membaca chat suaminya tersebut dengan nama cowok yang diberi emot love tersebut dan betapa kagetnya Aura saat membacanya. "Tidak mungkin!!!!", teriak Aura dalam hati "Apa yang kamu lakukan Aura!!!!", teriak suaminya yang keluar dari kamar mandi yang sudah berpakaian rapi. Memang suaminya selalu ganti pakaian di dalam kamar mandi saat ada dirinya begitupula dengan dirinya.
itulah perjuangan cinta
02/06
0bagus alur ceritanya
27/05
0gacor
27/05
0View All