Pagi ini seperti biasa sudah menjadi kebiasaan Saint bangun tidur, terus mandi, ganti pakaian dan langsung ke dapur untuk memasak tetapi berhubung kulkas ini ada di kamarnya Saint maka sebelum keluar Saint mengambil bahan-bahan makanan yang mau dimasak. "Deuh, susah kalau kulkas kecil seperti ini. Aku harus belanja lagi bahan-bahan makanan", sahut Saint Kemudian Saint langsung menuju ke dapur dan mengeksekusi bahan-bahan makanan yang akan Saint masak sambil Saint sibuk membuat jus buah untuk diminum. "Adeuh, pagi-pagi sudah melihat orang masak", ujar Perth yang melihat sosok Saint sudah sibuk di dapur karena biasanya pagi-pagi gini suasana apartemen Perth sepi dan biasanya Perth membuat kopi dan makan selembar roti saja untuk sarapan baru siang Perth akan makan di kantor yang dibelikan oleh Fluke. "Memang kenapa?!! Memang aku masak mengganggu kamu?!", sahut Saint dengan nada ketus sambil sibuk memasak "Jelaslah!!! Baunya kemana-mana dan berisik!!! Harus ya kamu masak sendiri!!! Khan bisa beli makanan dari luar!!! Lebih praktis tanpa harus repot-repot masak sendiri!!", sahut Perth dengan nada tidak kalah ketus "Oh gitu!!! Maaf deh kalau aku sudah membuat kebisingan di pagi hari bagi kamu Perth!! Tetapi asal kamu tahu dan catat di otak kamu itu!! Masak sendiri itu lebih hemat dan sehat tau nggak. Maklumlah ya kamu khan anak orang kaya dan pasti uangnya tidak akan pernah habis tapi asal kamu tahu roda itu terus berputar loh. Bisa jadi saat ini kamu berada di atas dan tidak menutup kemungkinan suatu saat kamu berada di bawah", sahut Saint "Kamu mendoakan aku bangkrut gitu!!! Jangan sok menasehati deh!!! Perlu kamu tahu aku tidak akan bangkrut!!! Jangan-jangan kamu tidak tahu siapa aku ya!!!", sahut Perth dengan nada dan wajah emosi "Nggak!!! Dan nggak penting juga aku harus tahu pekerjaan kamu Perth!!! Bisa tidak kamu kalau ngomong sama aku tidak perlu teriak-teriak dan emosi seperti itu. Dan kalau kamu sudah tidak betah dengan keberadaan aku di sini tinggal kamu ceraikan saja, gampang khan. Lagipula mae kamu juga sudah meninggal", sahut Saint "Dalam prinsip keluarga aku tidak ada yang namanya aku menceraikan pasangan hidupku kecuali aku atau kamu yang meninggal atau kamu sendiri yang memutuskan keluar dan minta cerai dari aku. Itu baru beda ceritanya", sahut Perth santai sambil membuat kopi "Oh gitu. Ngomong-ngomong setiap pagi kamu pasti minum kopi", sahut Saint "Iya, memang kenapa?! Jangan mulai lagi kamu menasehati aku seperti tadi malam. Setiap pagi aku cukup minum kopi dan makan roti", sahut Perth "Sudah mulai hari ini dan seterusnya kamu minum jus ini. Aku sudah buatkan dua gelas jus. Satu buat aku dan satu lagi buat kamu. Tenang saja, buahnya aku beli sendiri dan bukan aku ambil dari kulkas kamu. Terus satu lagi kamu mulai makan makanan yang aku masak ini. Berhenti makan roti karena itu tidak akan buat kamu kenyang. Mending sekarang kamu duduk manis di kursi karena sebentar lagi makanannya sudah matang tapi terserah sih kalau kamu tidak mau", sahut Saint "Iya.... Iya.... Aku duduk", sahut Perth nurut dan ini membuat Saint kaget karena Saint mengira kalau Perth akan marah dan membantahnya Selesai masak Saint langsung menaruhnya di piring dan meletakkannya di meja makan. Setelah itu Saint membawa dua gelaas jus dilanjut menyiapkan piring dan sendok. "Makanlah. Aku harap makanan ini sesuai dengan selera kamu Perth. Memang bukan makanan mahal yang sering kamu makan di restoran tetapi aku bisa menjamin kalau rasanya tidak kalah dengan makanan di restoran", sahut Saint "Hmmmm", ujar Perth sambil mengambil nasi dan lauk yang berada di meja makan. Sebenarnya di dalam hati paling dalam Perth bahagia dimasakin seperti ini karena semenjak maenya sakit dan harus dirawat di rumah sakit Perth tidak pernah lagi makan makanan rumahan. Perth pasti membeli di restoran dan kalaupun Perth pulang ke rumah mewahnya Perth harus makan makanan yang disiapkan oleh pelayan. Seandainya saja Saint adalah seorang cewek dan bukan cowok maka dipastikan Perth lebih bahagia. Yang membuat Perth membenci Saint adalah karena Saint adalah seorang cowok dan Perth adalah cowok straight walaupun semenjak meninggalnya Film pacarnya Perth tidak pernah pacaran sama siapa-siapa lagi dan hanya fokus mengurus perusahaan. Sampai akhirnya maenya menyuruh Perth menikah dengan Saint di saat-saat maenya mau meninggal. Flashback "Perth, bagaimana menurut kamu perawat Saint?", tanya maenya Perth "Baik dan bertanggung jawab. Aku perhatikan perawat Saint juga sangat gesit dalam mengurus mae dibandingkan perawat lain. Kalau bukan karena perawat Saint sudah dari awal aku suruh mae untuk pindah ke rumah sakit yang jauh lebih bagus daripada rumah sakit ini", sahut Perth "Kamu khan tahu alasan mae dirawat di rumah sakit kecil ini Perth jadi mae tidak mau kamu pindahkan ke rumah sakit lain", sahut maenya Perth "Iya... Iya... Iya mae. Aku mengerti mae. Terus apa hubungannya tiba-tiba mae bertanya sama aku soal perawat Saint", sahut Perth "Apakah kamu mau kalau menikah dengan perawat Saint?", tanya maenya Perth dan itu membuat Perth kaget mendengarnya. Bagaimana mungkin maenya menyuruh dirinya untuk menikah dengan seorang cowok. Apakah maenya tidak mau dirinya memiliki keturunan. "Tunggu mae. Apa mae tidak salah bicara menyuruh aku menikah dengan perawat Saint. Aku dan perawat Saint sama-sama cowok mae dan itu berarti kalau aku menikah dengan perawat Saint maka aku tidak akan memiliki keturunan dan berarti juga mae tidak akan memiliki cucu", sahut Perth "Mae tidak masalah kalau tidak memiliki cucu asal ada yang mengurus kamu Perth saat mae sudah tidak ada lagi di dunia ini", sahut maenya Perth "Mae bicara apa sih. Aku yakin kalau mae pasti sembuh", sahut Perth "Tidak Perth. Sudah saatnya mae bertemu dengan pho kamu. Kasihan pho kamu sudah lama menunggu mae di sana. Jadi kamu mau ya menikah dengan perawat Saint? Mae yakin perawat Saint adalah pendamping hidup yang cocok buat kamu Perth. Sepeninggal Film juga mae perhatikan kamu tidak dekat dengan siapapun Perth. Jadi mae sangat yakin kalau perawat Saint adalah pilihan terbaik untuk menjadi pendamping hidup kamu terlepas perawat Saint adalah seorang cowok", sahut maenya Perth "Apakah mae sudah menanyakannya juga sama perawat Saint?", tanya Perth. Jujur Perth ingin menolak keinginan maenya tersebut tetapi Perth adalah anak yang berbakti dan sangat sayang sama maenya. Sampai saat ini Perth selalu menuruti apapun yang dikatakan sama maenya tetapi kali ini maenya menyuruhnya menikah dengan seorang cowok apakah dirinya harus menurutinya atau ini pertama kalinya Perth menolak keinginan maenya tersebut. "Sudah Perth dan perawat Saint menyuruh mae menanyakannya terlebih dahulu sama kamu", sahut maenya Perth dan ini membuat Perth terdiam
Thank you
Support the author to bring you wonderful stories
Cost 23 diamonds
Balance: 0 Diamond ∣ 0 Points
Book Comment (4)
PhoneCity
apa nih kelanjutan judul nya.. dan cari nya gimana
apa nih kelanjutan judul nya.. dan cari nya gimana
05/05
0yah kapal karam
18/04
0bagus
07/04
0View All