Setelah semua urusan selesai dari membersihkan kamar dengan bantuan petugas kebersihan dan kulkas yang dibawa dari apartemennya Saint pun sudah dibawa dan ditaruh di kamarnya Saint. Sebuah kulkas kecil tetapi muat untuk menaruh minuman, cemilan dan bahan-bahan makanan walaupun tidak banyak. Saint memutuskan untuk memasak makanan sedangkan Earth sudah pulang daritadi kembali ke apartemennya Saint. "Kamu lagi apa?!", ujar sebuah suara dan saat Saint membalikkan badan ternyata Perth sudah berdiri di sana "Masak", ujar Saint dengan singkat dan melanjutkan masaknya "Kamu masak pakai bahan-bahan apa. Sudah aku bilang khan kamu tidak boleh menggunakan bahan-bahan makanan yang ada di kulkas!!!", sahut Perth dengan nada dan wajah emosi karena sepertinya Saint tidak mengindahkan apa yang Perth katakan kalau tidak boleh menggunakan bahan-bahan makanan yang ada di kulkas padahal tanpa sepengetahuan Perth kalau semua bahan-bahan makanan yang Saint masak adalah punya Saint sendiri yang dibelikan oleh Earth saat kembali ke apartemen Perth sambil membawa kulkas yang diambil dari apartemennya Saint. "Kamu tenang saja tuan Perth terhormat. Aku masih mampu untuk membeli bahan-bahan makanan jadi semua ini aku beli sendiri dan bukan diambil dari kulkas anda!!! Satu lagi uang sewa bulan aku taruh di meja dekat televisi!!!", ujar Saint dengan nada emosi sambil tetap melanjutkan masak yang sebentar lagi selesai "Ohya, kalau kamu lapar, kamu bisa kok makan makanan yang aku masak ini. Aku bukan orang pelit", sahut Saint lagi sambil menaruh makanan yang sudah matang ke piring yang sudah dia sediakan daritadi. Memang dari dulu saat di panti asuhan Saint sudah rajin memasak dan makanan yang dimasak oleh Saint selalu dipuji dan disukai oleh mae panti asuhan dan anak-anak panti asuhan. Bahkan sampai saat ini setiap libur kerja di rumah sakit, Saint pasti datang ke panti asuhan untuk masak makanan buat anak-anak panti asuhan. Walaupun Saint sudah terkenal dan banyak uang tetapi tidak pernah melupakan darimana asalnya. "Aku, makan makanan yang kamu masak, hal itu tidak akan pernah terjadi!!! Sampai kapanpun aku tidak akan pernah makan makanan yang kamu masak!! Lagipula aku sudah makan kok", sahut Perth dengan nada ketus "Ohya?. Bagus deh tetapi kalau kamu lapar kamu bisa ambil makanan ini karena aku masaknya cukup banyak", sahut Saint dengan nada santai sambil meletakkan semua makanan yang Saint masak ke atas meja makan. Sebenarnya Perth ingin sekali makan makanan yang dimasak sama Saint karena kelihatan sangat enak tetapi karena gengsi Perth menolaknya tetapi tidak menutup kemungkinan Perth akan makan ketika Saint sudah tidak ada karena jujur Perth ingin sekali makan semua makanan yang ada di atas meja. Kemudian Saint makan dalam keterdiaman menikmati makanan yang dimasak sedangkan Perth memilih menonton televisi sambil sesekali melirik Saint yang sedang asyik makan. "Aaah, kenyang juga. Sekarang saatnya istirahat", sahut Saint sambil membawa piring, sendok dan gelas kotor ke tempat cucian piring "Istirahat?! Kamu yakin bisa istirahat sedangkan kondisi kamar kamu seperti itu", sahut Perth dengan nada sinis "Tentu saja. Silahkan tuan Perth terhormat masuk ke dalam kamar yang sudah aku bersihkan", sahut Saint dan kemudian Perth masuk ke dalam kamarnya Saint dan betapa kagetnya Perth melihat isi kamar Saint yang sudah berubah menjadi bersih dan rapi. Bahkan ada kulkas kecil di dalam kamarnya Saint. "Tenang saja tuan Perth terhormat, aku akan membayar listrik untuk kulkas kecilku itu", ujar Saint lagi sambil mencuci peralatan bekas makannya "Tidak usah!!! Kamu cukup bayar uang sewa saja!!!", sahut Perth dengan nada keras "Oke. Aku kira harus bayar uang listrik juga. Padahal aku tidak masalah kalau harus bayar uang listrik takutnya nanti aku ditagih saat tidak ada uang. Mumpung sekarang aku ada uang", sahut Saint "Aku bilang tidak usah berarti tidak usah!!! Tapi kamu cepat juga menbersihkan kamar ini menjadi bersih dan rapi seperti ini", sahut Perth "Tentu saja. Memang kamu kira aku bakal nangis-nangis terus keluar dari apartemen ini hanya gara-gara dikasih kamar kotor seperti itu. Tenang saja tuan Perth terhormat, aku bukan cowok lemah. Satu lagi, aku akan pergi dari apartemen ini kalau anda mengusirku atau anda sudah tidak menginginkan aku maka dengan sukarela aku akan keluar dari apartemen ini tanpa membawa apapun", sahut Saint dengan nada dan wajah tegas dan itu membuat Perth terdiam. Perth tidak menyangka kalau suami manisnya ini adalah bukan cowok lemah melainkan cowok kuat. "Aku sampai lupa satu lagi anda tidak perlu memberikan aku nafkah sebagai seorang suami karena aku adalah cowok bukan cewek. Selain itu pekerjaan aku sebagai perawat di rumah sakit kecil masih mampu mencukupi kehidupan aku sehari-hari. Jadi anda jangan khawatir", sahut Saint lagi masih dengan nada dan wajah tegas "Percaya diri sekali kamu kalau aku akan memberikan nafkah!! Dengar baik-baik ya Saint, aku tidak akan pernah memberikan kamu nafkah!!!", teriak Perth "Bagus deh. Satu lagi bisa tidak kamu kalau ngomong tidak usah emosi apalagi sampai teriak-teriak seperti ini, aku juga tidak tuli. Sudah ah, aku capek dan mau istirahat. Ohya, kalau kamu mau makan makanan yang ada di atas meja, aku tidak keberatan sama sekali", sahut Saint sambil berlalu meninggalkan Perth dan masuk ke dalam kamar sedangkan Perth masih berdiri terdiam di sana sambil melihat Saint yang masuk ke dalam kamar. Ternyata Saint bukanlah seorang cowok lemah melainkan cowok kuat dan berani menantang dirinya seperti itu. Selama ini tidak ada yang berani melawan Perth saat di perusahaan bahkan lawan-lawan bisnisnya. Siapa yang tidak kenal dengan Perth Chinawit seorang pengusaha muda yang sukses dan terkenal tetapi Saint sama sekali tidak tahu karena Saint tidak pernah mengikuti dunia bisnis. Sebenarnya Perth memiliki rumah mewah yang dia beli saat sudah menikah tetapi tidak pernah ditinggali dan lebih suka tinggal di apartemen ini yang sejujurnya jauh dari perusahaannya. "Aah, mau sampai kapan aku harus hidup sama orang seperti itu. Seharusnya aku tidak menerima pernikahan itu tetapi kalau aku tidak menerimanya kasihan sama bibi Charam", sahut Saint saat tiduran di dalam kamar sambil memainkan handphonenya "Sepertinya makanan yang dimasak cowok itu kelihatan sangat enak. Haruskah aku mencobanya", sahut Perth sambil melihat makanan yang ada di atas meja Kemudian Perth pun mengambil piring, sendok dan gelas yang sudah berisi air. Perth pun duduk di kursi makan dan mulai mengambil nasi beserta lauk pauknya. "Sumpah, ini enak sekali. Baru kali ini aku makan makanan seenak ini selain di restoran", sahut Perth saat mengunyah makanan "Aku tidak menyangka kalau cowok itu bisa masak seenak ini", sahut Perth lagi
Thank you
Support the author to bring you wonderful stories
Cost 22 diamonds
Balance: 0 Diamond ∣ 0 Points
Book Comment (4)
PhoneCity
apa nih kelanjutan judul nya.. dan cari nya gimana
apa nih kelanjutan judul nya.. dan cari nya gimana
05/05
0yah kapal karam
18/04
0bagus
07/04
0View All