logo text
Add to Library
logo
logo-text

Download this book within the app

Chapter 2 Mana Janjimu, Abang?

"Bang, Allah memang memperbolehkan laki-laki untuk berpoligami dengan syarat-syarat yang jelas. Abang pernah menikah dengan Yasmin. Namun, apa yang terjadi? Akhirnya Abang malah bercerai. Apakah itu kurang cukup untuk menunjukkan kapasitas diri Abang yang belum memungkinkan Abang untuk memiliki istri lebih dari satu?"
"Azizah tidak pernah menolak konsep poligami, tetapi Azizah ingin agar Abang lebih jauh berpikir. Kita boleh saja bermaksud baik, tidak mau mengecewakan orang lain. Akan tetapi, bagaimana kalau di antara kalian tidak ada kecocokan? Apakah Abang akan bercerai lagi?"
"Apakah Abang tidak malu kalau nantinya orang-orang menyebut diri Abang sebagai lelaki tukang kawin?"
*****
Sejak pertengkaran itu, Azizah tampak lebih pendiam dari biasa. Dia hanya sesekali mau di ajak bicara. Selebihnya hanya diam. Malah yang terlihat, ia lebih sering mengelus perut besarnya dan sesekali mengajak bicara bayi di dalam kandungannya.
Ya, Azizah memang tengah hamil dan menurut dokter yang memeriksa kandungannya, kehamilannya sudah mencapai 34 minggu. Sebentar lagi mereka akan memiliki buah hati. Seharusnya mereka sangat berbahagia, kalau saja masalah klasik ini tidak datang dan menjadi badai di dalam rumah tangga mereka.
Ah, Hafiz sendiri juga bingung. Tiada angin dan hujan, tiba-tiba Kiai Nawawi yang terkenal itu datang kepada Abah dan bermaksud menjodohkan putri bungsunya dengan dirinya. Entah apa yang menjadi bahan pertimbangannya.
Hafiz hanyalah seorang lelaki yang sudah memiliki istri. Hanya kebetulan saja dia terlahir sebagai putra satu-satunya dari KH. Abdurrahman dan di amanahi untuk mengasuh sebuah pesantren yang bernama pesantren Al Istiqomah. Sementara ketiga kakaknya adalah perempuan.
"Abang berangkat ke pondok dulu ya, Sayang. Jaga dirimu baik-baik di rumah." Hafiz mengelus perut besar itu dan mengecupnya. Azizah balas merengkuh dan mencium tangan kokoh itu. Ia tak berucap sepatah kata pun kecuali hanya mengiringi langkah suaminya menuju depan rumah.
Hafiz mendaratkan kecupan di kening Azizah sekilas sebelum akhirnya masuk ke dalam mobil dan menghidupkan mesin. Dari balik kaca dia bisa melihat sosok Azizah yang membalas lambaian tangannya, meskipun tanpa senyum yang biasanya terlukis dari bibirnya.
Sebenarnya Hafiz merasa iba, tetapi dia tidak bisa berbuat banyak.
"Apakah aku mengatakan semua ini pada saat yang tidak tepat?" Laki-laki itu mengeluh dalam hati.
Akan tetapi, kalau tidak dia tidak mengatakan saat ini juga, pasti Azizah akan lebih terluka. Bisa saja Hafiz menikahi putri bungsu kiai Nawawi secara rahasia, tanpa diketahui oleh Azizah. Akan tetapi bagaimana mungkin? Kiai Nawawi pasti tidak akan setuju putrinya dinikahi secara rahasia. Putrinya adalah wanita mulia yang tak pantas diperlakukan bagaikan istri simpanan!
Ah, tampaknya dia perlu menemui kiai Nawawi secara pribadi. Dia tidak mau ada terjadi kesalahpahaman. Dia harus tahu apa alasannya beliau menjodohkannya dengan putri bungsunya, sedangkan beliau jelas-jelas tahu bahwa Hafiz sudah memiliki seorang istri yaitu Azizah. Bahkan dia pun juga memiliki riwayat pernah menikah dengan wanita yang lain, Yasmin yang sudah diceraikannya beberapa bulan yang lalu.
*****
Azizah membalikkan badannya. Ia kembali melangkah menuju rumah dan menutup pintu depan.
Ia kembali sendiri di rumah ini, hanya bersama dengan bayi yang tengah ada dalam kandungannya. Itulah pelipur laranya sekarang. Ia tak tahu lagi harus bicara kepada siapa. Percuma. Tak ada seorangpun yang mau mengerti dirinya, bahkan suaminya sekalipun. Azizah hanya seorang diri. Dia adalah seorang wanita sederhana yang menjadi yatim piatu sejak kecil.
"Ya Allah, mengapa harus terjadi lagi seperti ini? Belum kering lukaku saat suamiku menikahi Yasmin, kenapa akan terjadi lagi keadaan yang serupa? Ya Allah, takdir macam apa yang sedang aku jalani dan mengapa tak ada seorangpun yang bisa mengerti?" Azizah kembali mengelus perutnya
"Dulu aku diduakan dengan Yasmin dan sekarang masih sanggupkah aku untuk kembali diduakan? Masih sanggupkah aku mempertahankan kewarasan sementara hatiku sakit?" ratap perempuan muda itu.
Azizah terduduk di tepi ranjang. Air matanya mengalir deras. Dia bahkan merasa dadanya sesak. dia benar-benar merasa sendiri. Hanya Allah yang tahu bagaimana perasaannya saat ini. Dia hanya seorang wanita biasa, lahir dan di besarkan oleh paman dan bibinya. Orang tuanya sudah meninggal saat dia masih kecil.
Sungguh, Azizah bukan putri pengusaha seperti Yasmin dan bukan putri kiai seperti putri bungsunya kiai Nawawi yang terkenal itu.
"Adakah yang lebih menyedihkan dari perputaran nasib yang tengah kualami sekarang ini?" isak Azizah. "Seorang wanita hamil yang akan segera melahirkan, sementara suaminya akan segera menikah dengan seorang perempuan lain? Seorang perempuan dari trah tertinggi pesantren, menantu ideal dari seorang kiai terkenal seperti KH. Abdurrahman?"
Azizah tidak berani menduga-duga, tapi firasatnya mengatakan bahwa setelah ini posisinya sebagai istri ustadz Hafiz akan semakin terpinggirkan. Mungkin akan lebih tersisih lagi ketimbang dulu, saat Hafiz dan Yasmin masih bersama.
Ah, akankah sepi ini harus datang lagi? Sepi yang pernah dia rasakan tatkala sang suami pergi meninggalkannya untuk menemui Yasmin. Dia sendiri berteman rindu, sementara sang suami tengah bercumbu dengan istri lainnya di luar sana. Akankah fisik dan hatinya kuat kalau semua kepahitan ini harus terjadi lagi?
"Mana janjimu, Abang? Mana janjimu yang ingin menjadikanku sebagai Khadijahmu? Akankah janji itu hanya sekedar janji yang untuk kesekian kalinya kau ingkari?" jerit Azizah dalam hati.
Azizah memejamkan mata. Dengan menggunakan ujung jilbabnya, ia menyeka air mata yang terus saja berjatuhan membasahi pipinya. Perempuan itu kembali mengelus perutnya. Ada tendangan kecil di sana. Perempuan itu berusaha untuk tetap tersenyum untuk sebuah kehidupan yang ada di dalam rahimnya sekarang.

Book Comment (137)

  • avatar
    SolehahUmmu

    Cerita yang bagus mengenai kehidupan pesantren dan sisi lain tentang poligami.

    14/08/2022

      0
  • avatar
    AlzenaaPutrii

    sangat bagus

    15/07

      0
  • avatar
    ArumFatin

    bagus dan keren ceritanya

    06/06/2025

      0
  • View All

Related Chapters

Latest Chapters