logo text
Add to Library
logo
logo-text

Download this book within the app

Riona

Riona

Eriska


BAB 1

Cuaca pagi ini sangat bagus sebab tidak terlalu panas dan tidak mendung. Hari ini pertama Rio bersekolah di sekolah barunya, ya dia dikeluarkan oleh pihak kepala sekolah lamanya karena kasus kenakalannya.
Saat tiba di parkiran sekolah barunya, ia melangkahkan kaki memasuki koridor sekolah. dengan percaya diri saat melewati Siswa- Siswi di sekitarnya. Semua murid memberikan tatapan kagum kepadanya dan ada sebagian murid yang tidak menyukai dirinya. Sekaligus bertanya tanya, karena ada pria tampan yang berbeda seragam datang ke sekolahannya.
Rio memperhatikan sekeliling nya, dia sekarang mencari ruangan kepala sekolah. Saat ada siswi berpapasan dengannya dia pun bertanya kepada nya.
"Permisi, ruangan kepala sekolah di mana, ya?" tanya Rio sambil menatap gadis yang di depan nya.
"Ternyata lo anak baru nya, lo naik ke lantas atas. Dua ruangan setelah tangga, itu ruangan Pak Bayu.
"Thanksyou."
Tok..Tok..Tok
"Masuk," suruh Bayu- kepala sekolah ditempat ini.
"Kamu Rio Wijaya?" tanya Pak Bayu.
"Iya, Pak," jawabnya dengan sopan.
"Kamu masuk di kelas XI-IPA 3, mari saya antar ke guru wali kelas kamu Ibu Mawar. " ujar Pak Bayu.
Pak Bayu berjalan lebih dulu menghampiri Ibu Mawar- selaku wali kelas XI IPA 3.
"Ini dia anak baru nya," ucap Pak Bayu pada Ibu Mawar.
Ibu Mawar hanya memperhatikan wajah Rio. Sedangkan Rio hanya tersenyum tipis saat diperhatikan sama guru yang terlihat begitu cantik.
**
Ditempat lain kini wanita cantik sedang duduk di taman sekolahnya dengan membaca buku pelajaran. Dia seorang anak gadis yang dituntut untuk juara 1 di sekolahnya. Saking pokusnya membaca buku dia tak menyadari bahwa temannya sudah berdiri di depannya.
"Hay Diana aku tadi mencari mu dikelas ternyata kau sedang ada disini."Amara datang menghampiri Diana.
"Iya aku sudah lama disini, sini duduk bareng aku,"Diana mengajak Amara duduk di sebelahnya.
Terdengar suara riuh semua siswa yang sedang bersorak menyebutkan ada pria tampan. Diana pun menutup buku pelajaran dan menyimpan ke tas sekolahnya.
"Apakah ada murid baru ya?" tanya nya.
"Kalau aku dengar gosip beredar bakalan ada murid baru tapi nggak tahu masuk kelas XI berapa,"jawab Amara.
"Kamu tahu siapa namanya," Diana ingin tahu nama murid baru.
"Aku tidak tahu namanya tapi murid baru nya pria,"Amara memberitahu apa yang dia ketahui.
"Kita ke kelas yuk! sebentar lagi juga akan masuk,"ajak Diana pada Amara
"Ayo, mendengarkan semua orang heboh bersorak murid itu sangat tampan. Jadi penasaran sama wajah nya emang setampan apa wajahnya hingga bikin heboh semua siswi," sahut Amara.
Keduanya pergi ke kelas, ketika menginjakkan kaki nya di kelas yang suasana kelas begitu ricuh, teriakan Tina yang cempreng, Dion yang bernyanyi dengan suara sumbangnya, Roby yang berjoget toktok dengan volume yang besar, dan kumpulan laki laki yang tengah menonton video di pojokan kelas.
"Belum memasuki kelas murid barunya, Cuk," celetuk Amara.
"Yaiyalah, bel masuk juga belum di bunyikan," timpal Diana. Amara terkekeh pelan saat Diana berkata begitu.
Keduanya berjalan dan duduk di bangku masing masing.
"Menurut lo dia seganteng oppa korea? " tanya Amara.
Diana mengangkat kedua bahu nya.
BRAK!
"Heh tomboy! Lo kalau buka pintu pelan- pelan, bikin jantung gue hampir copot saja, kalau pintu rusak lo gimana?" sentak Tina.
Tiara, si pembawa info buat kelas XI IPA 3. Dia itu selalu tahu apapun gosip terbaru.
"I- tu ada anak baru. Gi-la tampang nya cakep abis. Huh, capek banget gue lari lari ke kelas! mana sebentar lagi masuk jadwal pelajaran pertama lagi," ucap Tiara yang masih ngos- ngosan.
"Hah? beneran cakep? Kelas 10 apa?" tanya Tina penasaran.
"Secakep lee min hoo? " tanya Tina.
"Hampir mirip dikit," jawabnya.
"Nggak sabar melihat dia," desah Zahra pelan.
Bel berbunyi sangat nyaring pertanda jadwal pelajaran akan dimulai. Guru yang berjalan ke arah kelas XI IPA 3 terlihat oleh Erik selaku ketua kelas.
"Guru woy guru! Cepat balik ke tempat kalian masing masing!"teriak Erik selaku Ketua Kelas.
Semua orang berhamburan berjalan ke bangku masing masing. Kemudian Ibu Mawar melangkahkan kakinya memasuki kelas.
"Selamat pagi anak- anak, "sapa Ibu Mawar, wali kelas XI IPA 3, sambil berdiri di depan papan tulis.
"Pagiii Buuuuu!" balas semua anak- anak di kelas.
"Pagi ini ibu akan memberitahu informasi pada kalian bahwa ada murid baru, Rio silahkan masuk."
Rio melangkahkan kakinya masuk ke dalam kelas tersebut. Kelas yang semula nya berisik, tiba- tiba berubah menjadi hening begitu Rio masuk ke dalam kelas dan sekarang Rio berdiri di depan papan tulis.
"Ini cakep banget," pujian yang terlontar dari mulut Tina.
"Ganteng banget dia," ucap Amara dengan berdecak kagum.
"Gue juga bilang apa kaya lee min hoo," ujar Tiara sembari menyenggol sikut Amara.
"Waw keren banget, idaman para ciwi ciwi di sekolah Galaxa," ucap Ovie.
"Hidungnya mancung banget dan wajahnya ituloh kaya oppa oppa korea, pengen banget jadi ayang nya," ucap Marina.
"Akhirnya doa gue terkabul juga punya teman cowok satu kelas yang bikin mata gue sehat," ucap Zahra.
"Gue juga ganteng kali," timpal Robby dengan percaya diri sambil menyugar rambutnya.
"Ganteng, ganteng menurut lo doang,"timpal Zahra.
Setelah mendengarkan perkataan Zahra dan Robby, Ibu Mawar pun menutup mulutnya ke bibirnya, sebagai isyarat untuk tidak berbicara lagi antara Zahra dan Robby.
Akhirnya Robby dan Zahra pun terdiam 
"Silahkan perkenalkan dirimu," titah Ibu Mawar dengan suara yang lembut.
"Perkenalkan nama saya Rio Wijaya. Kalian bisa panggil saya Rio, gue pindahan dari Garuda," kata Rio dengan suara beratnya diakhir kalimatnya mengulas senyuman tipis.
"Senyumnya bikin hati gue meleleh," ucap Zahra dengan memegang dadanya yang berdebar sangat kencang.
"Baru senyum sedikit juga bikin gue langsung jatuh hati, Bang," ucap Zahra lebay membuat Rio tersenyum malu.
"Btw oppa ganteng, sudah punya pacar?" tanya Marina.
Marina berdeham," kalau baru putus sama ceweknya, saya daftar jadi pacarnya," ucap Marina teramat percaya diri.
"Idih, so kecakapan banget lo," ucap Tina sewot.
"Sudah semuanya, Rio kamu duduk di bangku yang kosong. Kamu bisa duduk bersebelahan dengan Diana karena teman sebangku nya sedang izin hari ini," ucap Ibu Mawar kepada Rio.
"Ibu-" ucapan Diana terpotong.

Book Comment (0)

    View All

Related Chapters

Latest Chapters