logo text
Add to Library
logo
logo-text

Download this book within the app

Chapter 2 eSDe

Setiap hari Senin seperti biasa sekolah pasti akan melaksanakan upacara bendera. Sudah di pastikan setiap upacara gua pasti berada di barisan paling depan karena badan gua yang paling pendek di antara murid lainnya.
Menurut gua di barisan depan itu kurang enak karena posisi tubuh gua harus tegak lurus kalau tidak gua akan di tegur sama guru, di tambah terik matahari yang face to face sama gua bikin muka gua terasa panas banget.
Selesai upacara gua bergegas masuk ke dalam kelas menuju kipas dinding yang ada di kelas, untuk mendinginkan badan gua yang kegerahan.
Ketika gua sedang asyik mendinginkan badan gua yang kegerahan karena upacara tadi, tiba-tiba ada yang memanggil gua.
"Jun ,Gua liat pr(Pekerjaan Rumah) elu dong."
Gua yang mendengar kata-kata itu pun langsung menolehkan kepala gua yang sedari tadi dongak ke arah kipas dinding, saat gua menoleh terlihat rambut yang kelihatan selalu basah dengan sisiran rapi yang gua yakini di sisirin sama emaknya.
"Pr apaan si Yan?" tanya gua ke bocah yang bernama Iyan.
"Pr ips Lih," jawab Iyan sambil menunjukkan Lks(Lembar Kerja Siswa) ips(Ilmu Pengetahuan Sosial) ke muka gua
Gua terkejut gua benar-benar tidak tahu kalau ada tugas dari sekolah, karena saat libur sekolah gua hanya asyik bermain ultramen-ultramenan.
Gua langsung berlari ke meja gua untuk mengambil buku lks gua yang berada di dalam tas, ternyata memang betul gua belum mengerjakan tugas gua sama sekali.
"Elu ngapain Jun?" tanya Jayadi yang melihat gua mengeluarkan lks ips.
"Ada pr Jay. Elu udah ngerjain belum?"
"Hehe belum Jun."
Seperti yang gua tebak pasti Jayadi belum mengerjakan tugasnya juga.
"Udah belum, Jun?" tanya Iyan yang menyamperi meja gua.
"Belum Yan, udah pake jurus andalan aja lah keburu dateng bu Yati ntar," usul gua.
Beruntung tugas gua kali ini pilihan ganda semua, gua cuma harus memilih salah satu huruf jawaban saja membuat gua bisa memakai jurus kepepet gua.
"Tang ting tung yang mana yang beruntung." gua yang menggunakan jurus andalan gua, alhasil jawaban gua C semua.
"Bis Mi Lah Hi Roh Man Ni Ro Him." Jayadi yang memilih jawaban dengan kata Bismilahnya jawaban dia pun B semua.
Sementara Iyan hanya menyelang nyelingkan jawaban gua dan Jayadi jadi dia mimilih jawaban C-B yang dia slang selingkan.
Tepat setelah gua selesai mengerjakan tugas dengan jurus gua, Ibu Yati pun masuk ke dalam kelas.
Bu guru Yati masih sangat muda, parasnya juga cukup cantik seperti artis-artis yang ada di tv yang biasa gua tonton. Dia menjadi wali kelas gua bahkan dia juga yang mengajari semua mata pelajaran yang ada di kelas.
"Ayo kumpulkan pr kalian sekarang!" titah bu Yati.
Selesai bu Yati memeriksa tugas kami tiba-tiba bu Yati memanggil nama gua sama Jayadi, "Jayadi, Enjun, sini ke depan!"
Gua sama Jayadi pun pergih ke depan kelas menuruti perintah bu Yati.
"Kalian asal-asalan ya ngerjain tugasnya?" tanya bu Yati.
"Kagak kok Bu, saya engga asal-asalan," kilah gua membela diri.
"Masa? coba kamu lihat ini jawaban soal kamu yang nomor 3. Masa, tempat persinggahan bangsa Spanyol ketika datang ke Indonesia adalah.
A. Malaka.
B. Manado.
C. Mana saya tahu.
D. Maluku.
Jawabannya yang benar D Jun! kok kamu malah jawab C si?" kata bu Yati menjelaskan.
"Lah Bu, emang saya engga tahu, makannya saya milih C," kilah kembali gua yang membela diri.
Bu Yati hanya terdiam wajahnya tampak keheranan mendengar jawaban gua.
"Ini juga kamu Jay! apa-apaan ini jawaban mu yang nomor 11. Pembacaan teks proklamasi kemerdekaan dilaksanakan di.
A. Gedung Bakteriologi.
B. Rumah Saya.
C. Rumah Tadashi Maeda.
D. Rumah Soekarno.
Jawabannya D Jay! Ngapain kamu milih B si?" lanjut bu Yati.
"Ya Bu ...kata bapak saya rumah saya dulu pernah di pinjemin ke orang buat baca begituan Bu," jawab Jayadi yang nampaknya sedang membela dirinya juga.
"Ahh, sudah-sudah! kalian berdua berdiri di depan kelas sampai mata pelajaran ini selesai," ucap bu Yati yang tampak kesal karena tingkah gua sama Jayadi.
Gua sama Jayadi di hukum berdiri sampai pelajaran ips selesai, ketika pelajaran selesai bu Yati memberikan kembali lks ips gua sama Jayadi untuk di kerjakan ulang, lalu Bu Yati pergi meninggalkan kelas untuk istirahat.
"Elu si Jun! makanya kalau pakai jurus di baca juga soalnya," celoteh Jayadi.
"Kayak elu kagak aja Jay! Rumah elu kan di gang sempit mana muat si orang buat baca proklamasi," balas gua.
Karena jawabannya di tulis menggunakan pensil gua jadi mudah untuk ngehapusnya lagi, tetapi sekarang gua lupa membawa hapusan gua.
"Jay elu ada hapusan kaga?" tanya gua.
"Kaga punya gua. Coba elu pinjem ke pipi bo'ol ayam sana," usul Jayadi, sambil menunjuk salah satu cewek yang sedang berkumpul di salah satu meja.
Gua pun menghampiri cewek itu yang sedang asyik mengobrol dengan teman-temannya. Si cewek berkulit paling putih di antara cewek-cewek yang ada di kelas gua dan memiliki lesung pipi yang manis itu bernama Ita.
Tapi karena lesung pipinya itu dia suka di panggil bo'ol ayam oleh Jayadi.
"Ta! pinjam hapusan dong," pinta gua.
"Hm ...ini Jun, balikin ya," balas Ita sambil memberikan gua hapusan miliknya.
Ketika Ita memberikan hapusannya ke gua kawan-kawannya Ita langsung bersorak, "Cie Ita! pacaran nih ye sama Galih cie-cie."
Gua yang tidak mengerti ucapan kawannya Ita hanya bisa terdiam keheranan, sedangkan Ita tampak tersipu malu mendengar ucapan kawan-kawannya.
Gua yang tidak mau ambil pusing pun pergih meninggalkan Ita untuk kembali ke meja gua lagi.
"Jay pacaran apaan si?" tanya gua ke Jayadi karena gua penasaran apa itu pacaran.
"Oh pacaran ...Pacaran itu cewek sama cowok ngadu bibir," jawab Jayadi sambil meragaiin memakai kedua ujung jari-jarinya yang saling bertemu.
"Huu, ngadu bibir?" Gua yang masih tidak paham apa yang di maksud Jayadi.

Book Comment (95)

  • avatar
    SujanaAgus

    bagus

    14/04

      0
  • avatar
    Hari Purwoto

    seperti kisah saya waktu jatuh cinta pertama di sma

    18/08

      0
  • avatar
    Pentingg happyyLoss

    bagus

    17/07/2025

      0
  • View All

Related Chapters

Latest Chapters