logo text
Add to Library
logo
logo-text

Download this book within the app

Chapter 3 Penawaran menguntungkan

Selepas kejadian yang menghebohkan di area perpustakaan kerajaan, kedua kakak-adik yang terlahir dari rahim yang berbeda tapi dengan benih yang sama yakni Hui Guowang dan Hui Sanmu kini tengah berjalan beriringan menuju ruang tahta.
Seperti biasanya dalam perjalanan menuju ruang tahta masih saja ada beberapa dayang ataupun kasim yang memberikan tatapan menghina terhadap Sanmu, orang-orang cukup berani untuk memberikan tatapan menghina kepada sang pangeran bungsu.
Hal ini jelas memancing amarah Hui Guowang menurutnya anggota kerajaan tidak peduli bahkan jika itu merupakan adik sampahnya sekalipun tidak boleh mendapatkan pandangan menghina, "Hmphh, segerombolan bawahan tak tahu budi.. Penjaga bunuh dayang dan kasim-kasim tadi" Titah Guowang kepada para penjaga kerajaan yang memang senatiasa mengikuti mereka di mana saja, dengan ekspresi enggan para penjaga tersebut melakukan tugas dari Guowang. Anggap saja jika orang-orang ini sedang bernasib sial sehingga harus berpapasan dengan Guowang.
Sanmu jelas melihat tindakan yang akan dilakukan oleh sang kakak, tapi kembali lagi dia tidak akan mau melakukan hal-hal yang tidak menguntungkan dirinya cukup satu kali dirinya terseret dalam masalah merepotkan sehingga harus kehilangan nyawanya sebab akibat dari tindakan konyol tersebut.
Selama sang kakak tidak melakukan tindakan yang mengancam dirinya, Sanmu tidak akan memperdulikan hal tersebut lagipun dari awal. Sanmu tahu dengan jelas kalau sebentar lagi zaman keemasan dinasti Hui akan mengalami kemunduran sebelum pada akhirnya di masa mendatang akan dikenal sebagai zaman kekacauan bukan??
'Jadi daripada menerima takdirnya sebagai pangeran sampah. Akan lebih bagus jika Sanmu mengambil sebuah wilayah sekaligus membentuk unit pasukannya sendiri kan?? Hitung-hitung sebagai persiapan untuk melindungi dirinya dari era kekacauan tersebut??' Itulah yang dipikirkan oleh Sanmu setelah membaca beberapa buku sejarah di perpustakaan kerajaan, dia tidak bisa terus-terusan bertingkah layaknya anak manja jika ini bertahan hidup.
"Adik Sanmu, kakak merasa heran kenapa kamu tidak menyuruh penjagamu untuk mengeksekusi dayang serta kasim tadi??" Kali ini Guo bertanya kepada Sanmu, karena menurutnya semenjak pertemuan mereka beberapa minggu yang lalu. Perbedaan sifat sang adik terlalu jelas sekali, terbukti dengan tingkah cuek yang diberikan sang adik ketika di berikan tatapan penuh hinaan seperti tadi. Guowang merasa kalau sosok di hadapannya bukanlah sang adik yang dikenalnya lagi, melainkan sosok adik yang telah dewasa.
Sanmu hanya tersenyum mendengarkan perkataan Guowang sambil berkata dengan riang "Aku memiliki kakak Guo disini, kenapa juga aku harus repot-repot mengurusi dayang serta kasim tadi. Jika memiliki kakak yang hebat serta penerus kaisar selanjutnya" Hal ini jelas membuat ketiga pengawalnya serta Guowang merasa aneh, siapapun mengetahui kalau Hui Sanmu selalu menentang Hui Guowang sebagai kaisar selanjutnya ini juga yang menjadi alasan kenapa sampai sekarang kekaisaran Hui memiliki seorang putra mahkota padahal terdapat tiga pangeran dengan dua diantaranya memiliki dukungan serta ciri khas masing-masing juga.
Ketika mereka semua merasa bingung akan perkataan yang terucap oleh Sanmu, lain halnya dengan Sanmu yang memiliki pemikiran 'Mendukung Guowang sebagai raja selanjutnya pasti akan menghindarkanku dari takdir sebagai kaisar boneka, jadi apa salahnya mendukung Guowang lalu menukarnya dengan sebuah wilayah seperti pulau Maoyi juga bagus sepertinya??" Hal inilah yang dipikirkan oleh Sanmu ketika mengucapkan kalimat mengejutkan tersebut.
Guowang yang merasa curigapun kembali menanyakan hal mengejutkan lainnya "Apa kau benar-benar adikku, Hui Sanmu?? Bukanlah orang asing ??" Tanya Guowang yang langsung menimbulkan delikan tajam dari para pengawal ini juga termasuk dengan trio Huai-Bai-Thu yang baru saja direkrut oleh Sanmu, andai kata Sanmu mengucapkan kata yang kurang menyakinkan para pengawal ini pasti langsung menebas Sanmu seketika.
Wajah Sanmu menjadi berkerut seketika saat mendengar pertanyaan Guowang tak lupa ia bahkan mengerucutkan bibirnya tanda kalau dia kurang suka akan sikap berlebihan Guowang "Kakak, kamu terlalu berlebihan??? Aku hanya ingin meminta sebuah wilayah seperti pulau ataupun pesisir saja untuk memberikan dukungan penuh menjadi raja selanjutnya, tentu kakak akan mempermudah keinginanku bukan??" Ujar Sanmu kembali tersenyum ceria, bahkan saking rianya cahaya matahari pun dapat terpantulkan oleh gigi milik Sanmu.
"Kau yakin?? Hanya menginginkan daerah pesisir?? Kenapa tidak daerah yang memiliki lumbung padi saja, dengan begitu kau tidak akan kekurangan makanan bukan??" Tanya Guowang yang merasa janggal dengan pilihan Sanmu, menurutnya daerah pesisir ataupun pulau terpencil sama-sama memberikan kesusahan untuk bahan makanan seperti gandum ataupun padi yang pastinya akan susah untuk dibiakkan bukan?
"Tidak, aku sudah mengambil keputusan mutlak terhadap pilihanku oleh karena itu. Aku ingin kakak membantuku meminta ijin kepada ayahanda, dengan imbalan aku akan membujuk nenek untuk mendukung kakak sebagai kaisar selanjutnya" Ucap Sanmu langsung mengajukan penawaran menguntungkan tersebut kepada Guowang, dia cukup yakin Guowang akan menerima penawaran tersebut mengingat sang kakak memang memiliki obsesi berlebihan dengan jabatan sang ayah yakni menjadi kaisar dinasti Hui.
Guowang mendadak menghentikan langkahnya, hal ini disusul oleh Sanmu serta ketiga pengawal pribadinya.
.
Setelah beberapa saat yang penuh keheningan, Guowang pun berkata "Baiklah aku akan membantumu meminta ijin kepada ayah, dengan syarat kau membujuk nenek untuk menjadikanku kaisar berikutnya..." Tak lupa sorotan mata yang membara terlihat di kedua matanya, hal ini membuat Sanmu tersenyum senang karena dia akan dipermudah dalam mengambil / menguasai sebuah wilayah sekarang.
"Tentu saja, aku tidak memerlukan prajurit kekaisaran karena nantinya aku akan membina sendiri para prajuritku.. Hal yang aku perlukan hanyalah ketiga orang ini saja" Timpal Sanmu sambil menunjuk ke arah Huai-Bai-Thu.
"Hmmm, baiklah.. Tapi sebagai cadangan aku akan membujuk ayah untuk memberikanmu 250 pasukan kerajaan anggap saja ini sebagai perlindungan dirimu di wilayah pesisir ataupun pulau terpencil tersebut nanti.." Ucap Guowang yang justru memberikan persyaratan paling di inginkan oleh Sanmu sekarang, dia tidak perlu meminta pasukan kerajaan sendiri karena Guowang sendirilah yang akan memberikannya 250 prajurit kerajaan.
Meskipun sedikit perlu diketahui 250 prajurit kerajaan merupakan kekuatan militer yang cukup kuat, terlebih dia memiliki tiga bibit jendral di masa mendatang. Ini saja membuat pondasi Sanmu akan semakin kokoh nantinya, di padukan dengan otak jeniusnya dia cukup yakin untuk memenangkan beberapa peperangan pada masa mendatang.
Meskipun tempat yang dituju oleh Sanmu nyatanya merupakan tempat kelahiran dari salah satu pria bijak (Sebutan untuk orang-orang yang ahli dalam ilmu perang, pemerintahan ataupun diplomasi). Pria bijak tersebut akan melebarkan sayapnya pada usia 20 tahun setelah terjadinya era kekacauan, memang hal tersebut masih lama tapi setidaknya Sanmu bisa merekrut ayah sang pria bijak di kabarkan memiliki keahlian dalam diplomasi kan??
Sanmu mengangguk menyetujui perkataan Guowang tersebut, "Baiklah jika kakak memaksa, Sanmu akan menggunakan 250 prajurit kerajaan tersebut sebaik mungkin" Ucap Sanmu membuat senyuman lebar hadir di wajah Guowang, bahkan sang kakak kini merangkul sang adik. Tentu hal ini membuat banyak penghuni kerajaan yang sedang lewat terkejut.
Siapa yang akan menduga pangeran paling berpotensi menjadi kaisar justru memberikan rangkulan hangat kepada pangeran sampah yang merupakan cucu kesayangan ibu kaisar??
.
.
Masih pada hari yang sama yakni hari ke-12, bulan ke-2 pada tahun 310...
- Perseteruan antara pangeran Guowang dan pangeran Sanmu pun berakhir, dengan keputusan mutlak sang kaisar.
Sebagai gantinya, pangeran Sanmu pun diberikan sejumlah daerah di wilayah pesisir pantai Dinasti Hui yang dimasa mendatang akan dikenal sebagai jantung perdagangan yakni kabupaten Maoyi.
.
.
.
TBC

Book Comment (122)

  • avatar
    viranty raty

    Bagus😊

    05/01

      0
  • avatar
    Nayla sayrisahNayla

    saya meyukai

    02/12

      1
  • avatar
    Sintanabilla

    keren ceritanya

    07/11

      0
  • View All

Related Chapters

Latest Chapters