Membuka mata. Hal yang menyambut netra milik Zhian ialah pemandangan dirinya yang kini dimandikan oleh seorang dayang sekarang, tak perlu menunggu lama Zhian pun mengalami sakit pada bagian keningnya. 'Begitukah, aku menjadi salah satu pangeran dari dinasti Hui yang terkenal itu??' Batin Zhian atau yang kini dikenal sebagai Hui Sanmu, anak bungsu dari kaisar Hui Gonzi sekaligus satu-satunya pangeran yang tidak memiliki kesempatan menjadi penerus kaisar. Tentu saja itulah yang dipikirkan oleh para rakyat, kasim serta para jendral akan tetapi Sanmu yang merupakan jiwa dari masa depan tentu ingat kisah hidup sang kaisar terakhir ini. Beberapa tahun mendatang Hui Sanmu akan menjadi kaisar boneka untuk komplotan kasim serta beberapa orang panglima perang atau bisa disebut sebagai adipati tertentu, 'Jadi ini adalah tahun 310, maknanya aku punya waktu kurang lebih 20 tahunan untuk menikmati kehidupan tenang ini kan??' Sambung Sanmu sambil mengingat waktu di mulainya era kekacauan dalam sejarah dinasti Hui, kebetulan Sanmu cukup sering membaca sejarah dinasti terkenal tersebut. "Tuan, hamba sudah selesai mencuci bersih seluruh tubuh tuan.. Apakah tuan memerlukan hamba untuk melakukan hal lainnya??" Seorang dayang yang berumur kisaran 20-tahunan menyadarkan Sanmu dari lamunannya, lalu sebuah namapun terpintas pada pikiran Sanmu yakni 'Chun Hua'. Tentu saja Sanmu mengangguk pelan sambil menyuruh Chun Hua keluar dari ruangan tersebut, "Chun Hua, salah satu kecantikan kelas atas pada zaman dinasti Hui... Siapa yang mengira sosok cantik jelita sepertinya justru menjadi dayang pangeran sampah Hui Sanmu?" Gumam Sanmu yang secara tak langsung malah menjelek-jelekkan dirinya sendiri. "Aku harus memulai persiapan untuk bertahan hidup sekarang, aku tidak bisa menerima takdir menjadi kaisar boneka seperti Hui Sanmu yang asli bukan??" Gumam Sanmu yang mulai beranjak dari area permandian tersebut, dan betapa terkejutnya Sanmu ketika melihat tubuh atletis serta wajah yang identik dengan dirinya dahulu. 'Apa maksud semua ini??' Batin Sanmu yang kini dihantam oleh rasa bingung, apakah mungkin dirinya dimasa mendatang merupakan keturunan Hui Sanmu?? . Perpustakaan kerajaan. Kini Sanmu tengah berada ditempat paling penting pada sebuah kerajaan yakni perpustakaan kerajaan, tentu saja bagi mereka orang-orang di era dinasti Hui. Perpustakaan memiliki nilai lebih penting dibandingkan nyawa anggota kerajaan, dan penyebab kenapa Sanmu bisa memasuki kerajaan tak lain karena pengaruh neneknya. Yang sampai sekarang masih menjadi ibu kaisar, jadi Sanmu tidak perlu bersusah payah hanya untuk memasuki perpustakaan kerajaan lagipun Sanmu berniat membaca sejarah serta beberapa lokasi pada zaman dinasti Hui masih berkuasa mungkin saja hal-hal tersebut akan membantunya dimasa mendatang bukan??? "Ada banyak buku disini, akan tetapi kenapa begitu sedikit buku tentang ilmu perang apakah kaisar Hui menyimpannya di tempat lain??" Gumam Sanmu setelah beberapa kali mengelilingi perpustakaan tersebut tak lupa dibelakangnya juga terdapat tiga orang pengawal kerajaan, yang memang dengan sengaja di pilih sendiri oleh Sanmu barusan. Tentu saja ketiga pengawal bukanlah orang-orang biasa mengingat masing-masing dari individu ini mampu mencantumkan nama mereka pada buku sejarah dinasti Hui, lebih tepatnya ketika mereka melakukan pertempuran sensasional untuk menyelamatkan nyawa pangeran pertama Hui Guowang. Sosok yang digandang-gandang sebagai calon potensial raja berikutnya sekaligus kakak tiri dari Hui Sanmu Salah satu pengawal yang memiliki perawakan lebih jelek dibandingkan dua temannya itu memberanikan diri untuk bertanya kepada Sanmu "Permisi tuan muda, jika hamba boleh tahu kenapa anda mencari buku-buku tentang ilmu peperangan??" Sekilas kedua netra Sanmu pun bersinar ketika mendengar pertanyaan pengawal tersebut yang kalau tidak salah bernama Huai De, pengawal kerajaan yang memiliki kemampuan mumpuni dalam mengatur formasi peperangan pasukan infantri kerajaan meskipun hal tersebut akan terjadi jauh di masa mendatang sih. "Tidak ada aku hanya merasa bosan menikmati kehidupan yang monoton ini. Jadi aku pun memutuskan untuk mempelajari secara mendalam tentang ilmu perang lagipun para jendral mengatakan diriku punya bakat dalam hal fisik bukan?? Apa kau tahu dimana buku-buku tersebut di simpan??" Tanpa segan-segan Sanmu langsung melayangkan pertanyaan kepada Huai De dan kedua pengawal lainnya, hal ini menyebabkan ketiga pengawal tersebut saling memandang satu sama lain. "Kami rasa, kami tidak tahu dimana buku-buku tersebut di simpan tuan muda" Jawab Huai De yang dimana hal ini membuat ekspresi kekecewaan muncul pada wajah Sanmu, tapi tanpa dia sadari hal kecil tersebut disalah artikan oleh ketiga pengawal kerajaan tersebut terbukti dengan berlututnya ketiga orang ini. Meraka bahkan menghantamkan kepala masing-masing ke arah lantai hingga menghasilkan bunyi dentuman yang cukup keras, "Maafkan kami pangeran Sanmu, kami bawahan yang tidak kompeten ini siap untuk dihukum asalkan keluarga kami tidak dihukum mati juga" Mendadak Huai De pun mengucapkan sebuah kalimat yang berhasil membuat Sanmu terkejut untuk sesaat. Karena merasa Sanmu tidak memberikan jawaban apapun, ketiganya langsung mengarahkan pedang mereka masing-masing ke samping leher mereka berniat untuk melakukan bunuh diri di sana. "Tu-tunggu dulu, dasar bodoh!!! Apa aku menyuruh kalian untuk memanen nyawa sendiri hah??" Sanmu pun langsung berseru tepat ketika pedang ketiga pengawal tersebut hampir menebas tuannya sendiri. Telat sesaat saja, ketiga pengawal yang punya potensi tinggi ini akan mati sebagai trio idiot dalam sejarah dinasti Hui ?? Sanmu tidak ingat hal konyol tersebut terjadi, tidak sebelum dia berhasil menggunakan secara efisien seluruh bakat, keahlian serta daya hidup mereka bertiga. "Huai De / Bai Ren / Thu Shuo berterima kasih atas pengampunan yang pangeran Sanmu" Hal aneh lainnya pun kembali terjadi ketika ketiga pengawal kerajaan tersebut justru mengucapkan terima kasih kepada Sanmu, menyebabkan Sanmu hanya bisa terdiam tak berkata-kata dibuat ketiga pengawal kerajaan tersebut. 'Tapi tunggu bukankah ini bermakna aku bisa membawa ketiga pengawal dalam perjalanan nanti?? Lagipun aku rasa ayah serta kakak Guo akan merasa senang mendengarkan kabar diriku yang menyerah dengan persaingan bukan???' Batin Sanmu yang kini menyadari harapan untuk menyelamatkan nyawanya dari takdir sialan tersebut, dia bahkan dapat membayangkan saat ketika dirinya. Hui Sanmu menjadi salah satu sosok Jendral perang / adipati hebat yang terkenal pada era kekacauan bukan?? "Aku akan memberikan kalian pengampunan dengan syarat mulai detik ini, aku Hui Sanmu merekrut ketiga pengawal yakni Huai De, Bai Ren dan Thu Shuo sebagai pengawal pribadiku.." Ucap Sanmu yang langsung mengatakan kata-kata tersebut, hal ini jelas membuat beberapa pasang mata ditempat tersebut terbelalak kaget sangat jarang sekali ada kejadian dimana sesosok pengawal kerajaan diangkat menjadi pengawal pribadi anggota kerajaan. Ada beberapa pasang mata yang memandang ketika pengawal tersebut dengan tatapan iri, tapi ada juga yang merasa iba akan nasib ketiga pengawal kerajaan tersebut terlebih ketika mereka akan menjadi pengawal pribadi dari pangeran sampah Hui Sanmu... Prok.. Prok.. "Baiklah boleh-boleh saja jika adik Sanmu menginginkan ketiga pengawal tersebut akan tetapi apakah adik Sanmu cukup yakin akan pilihanmu?? Kakak yakin dapat memberikan beberapa orang yang jauh lebih kuat dibandingkan ketiga pengawal lemah tersebut" Mendadak pangeran Guo yang memang secara tak sengaja berada di perpustakaanpun mendekati Sanmu, ayolah siapapun pasti akan tertarik karena seruan Sanmu yang memang cukup kuat bukan?? Sanmu memandang ketiga pengawal tersebut lalu kembali menganggukkan kepalanya dengan yakin kepada sang kakak, "Tentu saja kakak, Sanmu yakin seribu persen terhadap pilihan yang Sanmu lakukan" Timpal Sanmu menjawab penuh keyakinan, hal ini jelas membuat pangeran Guo sebagai kakak tiri Sanmu tersenyum puas akan pilihan adik tirinya. Meskipun banyak orang menyebut Sanmu sebagai pangeran sampah, tapi bagi Guowang sosok Sanmu merupakan satu-satunya penghalang dirinya dalam mewarisi jabatan kaisar terlebih ketika sang nenek yakni Hui Xia justru lebih menyayangi Hui Sanmu dibandingkan dirinya. Melihat kalau bahwasannya kedua pangeran yakni Sanmu serta Guowang telah menyetujui pernyataan tersebutpun, ketiga pengawal yang dibicarakan hanya bisa menerima takdir tersebut sambil berkata "Kami bersedia mengikuti pangeran Sanmu bahkan jika hal tersebut menyebabkan kami harus mengantarkan nyawa sekalipun". . . Hari ke-12 pada musim semi, tahun 310. Hui Sanmu sang pangeran sampah berhasil mengikat janji setia dari ketiga jendral inti dalam kubunya, dengan : - Huai De yang menjabat sebagai Jendral pasukan utama, Bai Ren yang menjabat sebagai Jendral kalaveri ringan serta Thu Shuo yang menjabat sebagai Jendral pasukan tempur lautan. . - Sejarah mulai berubah semenjak An Zhian memasuki tubuh Hui Sanmu, sang pangeran sampah. Akankah kejadian yang pernah di alami oleh An Zhian dimasa depan akan kembali terulang atau tidak??? . . . TBC
Bagus😊
05/01
0saya meyukai
02/12
1keren ceritanya
07/11
0View All