logo text
Add to Library
logo
logo-text

Download this book within the app

Trash Prince

Trash Prince

AK-Mous


Chapter 1 Kembali ke masa lampau

Ini adalah dunia dimana, Kultivasi merupakan hal yang wajar sehingga tak jarang ketika seorang Kultivator mencapai tahap tertentu. Dia akan menyentuh entitas energy bernama Law, tapi apa jadinya jika seorang gadis lemah justru menguasai Law paling kuat dan menggunakannya untuk mengirim sang penyelamat ke masa lalu???
.
Begin the story...
Di salah satu gang kecil Mingyu city, kita dapat melihat dengan jelas sesosok pria asia muda yang bisa dikatakan memiliki kriteria cukup tinggi sekaligus kekar untuk bangsanya.
Pria tersebut bernama An Zhian, seorang kultivator muda jenius yang akhir-akhir ini memiliki masalah dengan pihak kerajaan.
Masalah yang terjadi antara kedua pihak pun bisa dikatakan hal yang sepele mengingat Zhian bukanlah kultivator ceroboh seperti almarhum teman-temannya tersebut.
Akan tetapi An Zhian mengalami nasib buruk mengingat kelompok mereka menyinggung salah satu pangeran, yang lebih parahnya lagi pangeran tersebut merupakan penerus potensial dari sang baginda raja.
Membuat kelompok mereka semakin dikejar oleh begitu banyak orang entah itu bangsawan ataupun kelompok kultivator lainnya.
'Hosh-hosh, melelahkan sekali. Orang-orang ini terlalu gigih dalam melakukan pengejaran, apa sampai sebegitunya pangeran Guo menyimpan dendam??' Batin Zhian yang kini merasakan penyesalan terdalam, andaikan saja waktu itu ia menghentikan temannya Fu untuk mendekati wanita tersebut pasti kelompok Xuan Lang mereka akan tetap ada sekarang.
Tapi hey, seperti yang dikatakan orang-orang penyesalan selalu datang di akhir bukan?? Jadi Zhian hanya bisa menyesali segala hal yang terjadi sekarang, sambil meratapi takdir kematian miliknya semakin mendekat saja.
"An Zhian!!! Berhentilah berlari dan menyerahlah, pangeran pasti akan memberikan imbalan yang mencukupi bahkan kau bisa saja mendapatkan harta jika menyerahkan wanita tersebut" Sesosok pria bertubuh rata-rata khas asian pun berteriak kepada Zhian, Zhian mengenal pria ini karena dia pernah satu kelompok dengan pria pengkhianat bernama Bai Rue tersebut.
"Hmphh teruslah bermimpi sialan, aku tidak akan menyerahkan Nuhai kepada pangeran Guo bahkan jika itu mengharuskanku mengorbankan diri" Balas Zhian dengan tegas tak lupa juga kemunculan beberapa siluet aura pada sekujur tubuhnya, yang biasa disebut sebagai QI..
"Yayayaya, sangat disayangkan kerajaan Turong akan kehilangan jenius muda berbakat karena seorang wanita sekarang" Kali ini yang berbicara bukanlah Bai Rue melainkan pria bernamakan Bairen Shou, seorang jendral dari kerajaan Turong. Dia jendral yang cukup terkenal karena kekejamannya dalam melakukan tugas-tugas sulit dengan menghalalkan segala cara.
.
Zhian meneguk ludah ketika melihat Bairen yang berjalan mendekati mereka, tentu ada perasaan gugup sekaligus takut pada diri Zhian mengingat dia akan melawan seorang kultivator yang jauh lebih kuat dibandingkan dirinya sebentar lagi.
.
Pertarungan yang tak seimbangpun terjadi, di antara pertarungan satu orang melawan sepuluh orang sekaligus. Bahkan orang-orang awam bisa mengetahui kalau Zhian tidak memiliki kesempatan untuk memenangkan pertempuran ini.
Prok.. Prok..
"Ku akui kau cukup hebat untuk seorang kultivator tingkat pemurnian jiwa, siapa yang menduga seorang kultivator pemurnian jiwa dapat membunuh dua orang kultivator tingkat jiwa suci kan??" Bairen berkata, dia memuji efisiensi serta skill bertarung Zhian. Pujian yang dia berikan kali ini benar-benar sangatlah tulus karena jarang sekali, ada kultivator pemurnian jiwa berhasil bertarung cukup lama ketika dikepung oleh 8 kultivator jiwa suci.
"Akan tetapi, keberuntunganmu sudah berakhir disini... Sebagai penghormatan atas kegigihanmu dalam bertarung, aku Baixen Shou akan memberikanmu sebuah pemakaman yang layaknya nanti" Baixen berkata kini dia bahkan menarik pedangnya dari sarung, nampaknya dia berniat untuk mengakhiri sendiri nyawa kedua musuhnya tersebut yakni Zhian serta gadis lemah di belakang Zhian tersebut.
[Teknik pedang : Sayatan sunyi]
Slash.. Puchi...
Hanya dengan satu teknik, Baixen berhasil memotong rapi Zhian serta gadis lemah tersebut. Disini terbukti dengan jelas seberapa kuatnya sesosok kultivator tingkat pendekar jiwa.
.
.
"Ugh, cahayanya sungguh terang sekali apakah aku berada di surga??? Tapi mustahil seorang kultivator yang telah membunuh cukup banyak orang sepertiku masuk surga bukan??" Gumam Zhian yang kini tengah memijat pelan keningnya, hal ini dikarenakan dia merasakan sakit yang teramat pada kening miliknya.
"Yah, anak muda.. Anda tidak berada di surga sama sekali, anda sedang berada diperbatasan hidup dan mati" Sesosok bola cahaya mendadak muncul dihadapan Zhian, hal tersebut jelas membuat Zhian terkejut karena dia tidak pernah mendengar ataupun mengalami fenomena aneh tersebut. Karena setahunya kebanyakan kultivator yang telah meninggal akan jatuh ke alam hell tak peduli seberapa kuatnya dirimu.
"Si-siapa kau???" Tanya Zhian yang tanpa dia sadari justru tergagap, tentu saja tingkah Zhian yang gugup tersebut disadari oleh bola cahaya tersebut. Makanya bola cahaya tersebutpun mengambil wujud sebagai sosok yang tidak asing lagi.
Kali ini bola cahaya tersebut mengambil wujud sebagai sesosok gadis dengan rambut sepanjang bahu berwarna putih, hal tersebut membuat Zhian membelakkan mata karena kaget sebab wujud bola cahaya tersebut ialah wujud gadis lemah yang dia lindugi sebelumnya
"Jangan terkejut seperti itu, aku hanyalah pecahan jiwa dari tubuh asli.. Tentu saja aku punya alasan khusus menyeret jiwamu kemari" Gadis tersebut berkata sambil diiringi oleh senyuman lembut, membuat wajah Zhian langsung memerah seketika. Perlu diketahui Zhian merupakan seorang perjaka karena kebanyakan kultivator jarang sekali memiliki pasangan hidup sebelum dirinya mencapai batas kekuatan mereka.
Jadi wajar saja kultivator muda seperti Zhian mati sebagai seorang perjaka, lagipun dia sebelumnya digandang-gandang sebagai sesosok jenius terkemuka pada kekaisaran Turong sebelum akhirnya meninggal pada tangan calon raja tersebut.
"Lalu apa yang kau inginkan denganku?? Aku hanyalah kultivator pemurnian jiwa, yang termasuk ke dalam kategori orang-orang lemah" Ucap Zhian bertanya sambil mengingatkan gadis tersebut kalau dia hanyalah kultivator lemah.
"Hal ini karena aku ingin mengirimmu ke masa lampau, aku mengetahui kalau kau menyukai cerita legenda dimana peperangan dilakukan menggunakan tombak serta busur bukan??" Pernyataan yang diucapkan oleh gadis tersebut justru membuat Zhian menjadi waspada, terlebih Zhian cukup ingat selama pelarian dia bahkan tidak pernah menyentuh ataupun membaca sebuah buku sejarah dihadapan sang gadis.
"Hihihi, jangan waspada seperti itu... Aku mengetahuinya dari Fu, dia cukup banyak menceritakan kepribadian kalian semua sebelum meninggal dunia" Sambung gadis tersebut ketika melihat kewaspadaan Zhian, lagipun dia tidak memiliki kekuatan tempur sama sekali akan sangat berbahaya jika Zhian menyerang dirinya bukan??
[Gate Open] Mendadak sebuah gerbang yang dihiasi oleh naga emas muncul di hadapan Zhian, dari gerbang tersebut terdapat sebuah tekanan yang jauh melebihi bayangan Zhian.
'Sh*t, tekanan pada gerbang ini benar-benar tidak masuk akal!!! Aku bahkan tidak bisa bergerak sama sekali ketika gerbang ini muncul' Umpat Zhian di dalam hati, kini badan Zhian yang awalnya berdiri tegap pun menjadi membungkuk saking kuatnya tekanan pada gerbang tersebut.
"Sekarang masuklah, aku sebagai perwakilan hukum takdir dan waktu mengijinkan mu An Zhian untuk mengubah takdir!!!" Mendadak gadis yang harusnya berada di depan Zhian justru muncul dibelakangnya dan langsung mendorong Zhian ke arah gerbang.
"Wahhh, gadis sialan!!!" Itulah umpatan yang dilayangkan oleh Zhian ketika dirinya di dorong dengan tidak etisnya oleh gadis tersebut.
.
.
.
TBC

Book Comment (122)

  • avatar
    viranty raty

    Bagus😊

    05/01

      0
  • avatar
    Nayla sayrisahNayla

    saya meyukai

    02/12

      1
  • avatar
    Sintanabilla

    keren ceritanya

    07/11

      0
  • View All

Related Chapters

Latest Chapters