logo text
Add to Library
logo
logo-text

Download this book within the app

Episode 5

“Wah nona muda keluarga Gu sangat genius, diusia semuda itu mampu membangun rumah seni yang telah berkembang pesat selama 7 bulan terakhir ini.” ucap salah satu tamu undangan dari kerajaan tetangga.
“Tuan Gu, benarkah anak gadismu itu baru berusia 15 tahun?” tanya Raja Zuan kepada Tuan Gu.
“Benar Yang Mulia, maaf jika sikapnya sedikit kurang sopan. Anak hambah masih anak-anak Yang Mulia.” ucap Tuan Gu.
“Ah tidak apa-apa, ohya tolong perkenalkan nama kalian keluaga Gu, dan sebutkan usia kalian.” ucap Raja Zuan dengan penasaran.
“Hormat yang mulia nama hamba Gu Min umur hambah 17 tahun yang mulia.”
“Hormat Yang Mulia, nama hamba Gu Ana, umur hamba 15 tahun.”
“Hormat Yang Mulia, nama hambah Gu jun, umur hambah 10 tahun.”
Perkenalan mereka membuat semua orang terperangah, bagaiman mungkin umur mereka masih
sangat muda untuk ukuran pebisnis sukses di era itu.
“Wah…. Kalian sungguh mengejutkan.” puji Raja Zang Zuan.
“Terimaksih yang mulai, kami sangat tersanjung atas pujian anda.” jawab Gu Min mewakili anak-anak keluarga Gu.
“Ya ya ya… ah setelah ini aku ingin mengajak keluarga Gu untuk makan malam, aku sangat penasaran dengan keluarga kalian yang sungguh jenius.” ucap raja Zang Zuan
“Terimakasih atas kemurah hatiannya yang mulia.” jawab Tuan Gu.
Saat mereka mulai makan malam tiba-tiba ada dua orang gadis muda yang masuk dan menyapa raja Zuan, satu orang gadis kira-kira berumur 16 tahun, dan yang satunya lagi berumur 15 tahun.
“Salam hormat paman kaisar.” ucap kedua gadis itu.
“Duduklah.” ucap Raja Zuan kepada dua gadis tersebut. “Mereka adalah Xu Jiali, dan Xu jiang.” ucap kaisar memperkenalkan mereka.
“Ah, maaf yang mulia, apakah Xu Jiang itu yang jendral muda?” tanya Gu Ana penasaran.
“Ternyata matamu jeli juga.” kata Raja Zuan tersenyum.
“Hanya tebakan yang beruntung Yang Mulia.” jawan Gu Ana.
“Baiklah,” ucap raja Zuan mengalah. “Silahkan makan.” sambung raja Zuan.
Setelah makan selesai Raja (Zang Zuan), ke 4 Pangeran (Zang Liue, Zang Jade, Zang Hanrong, dan Zang Limo), jendral Li Zong, dan jandral kecil Xu Jiang berkumpul untuk membicarakan tentang perbatasan. Tanpa mereka sadari Gu Ana mencuri dengar pembicaraan mereka, karna terlalu fokus membahasa permasalahan yang berada di perbatasan utara, mereka bahkan tak menyadari keberadaan Gu Ana alias Ariana yang sedang asyik makan di jendela. Sampai pada saat mereka berdebat tentang penyusup yang membocorkan tentang informasi mereka, Gu Ana atau Ariana barulah berbicara sambil setengah terkekeh.
“Hah tentu saja penyusup mudah mendapatkan informasi kalian, bahkan kalian tak menyadari kehadiranku.” ucapnya sambil terkekeh, mereka tak percaya bahkan bingung bagaimana ia bisa masuk, bahkan penjagaan sudah di perketat. “Aku bisa membantu kalian, aku jamian semua informasiku dapat kalian andalkan.” ucapnya lagi, dengansantai dan tanpa kewaspadaan ia duduk di samping Xu Jiang.
“Benar begitu…” sembari menatap Xu Jiang, lalu mendekatkan bibirnya kea rah telinga Xu Jiang. “Jendral Rose Jane Wildom?” sambil tersenyum, mendengar hal itu Xu Jiang menoleh tak percaya kearah Gu Ana atau Ariana.
“Bisa kita keluar sebentar? Hanya kita berdua.” ucap Xu Jiang tajam kearah GU Ana atau Ariana.
“Tentu Xu Jiang.” jawab Gu Ana sambil tersenyum.
Dengan keluarnya mereka berdua, semua orang berada di dalam masih berada dalam mode diam, mereka tidak pernah melihat wajah keterkejutan jendral kecil tersebut.
Sesampainya di luar ruangan, mereka menuju ke tempat sepi
“Siapa kau?” tanay Xu Jiang setengah berbisik.
“Pernah mendengar Capten Ariana Hanvei?” katanya Gu Ana santai.
“Jangan bilang…” belum sempat Xu Jiang melanjutkan kata-katanya Gu Ana langsung memotong kata-katanya.
“Iya.” jawabnya singkat sambil tersenyum manis.
“Bagaiman?” tanya Xu Juang.
“Misi, hahaha.” kata Gu Ana sambil tertawa bangga.
“Ayo simpan rasa bangga mu itu, kita harus kembali, mereka pasti menunggu kita.” ucap Xu Jiang berlalu meninggalkan Gu Ana.
“Baiklah Jiang’er.” kata Gu Ana cengengesan sambil menyusul Xi Jiang.
“Berhenti memanggilku begitu, aku tahu tubuh ini seumuran dengan mu, tapi jiwaku lebih tua dari mu.” kesal Xi Jiang. Gu Ana bahkan terus menggoda Xi Jiang sampai di tempat pertemuan.
“Ayo lah menurut tanggal lahir tubuh ini aku lebih tua tiga bulan dibanding dirimu. Hahahaha, kenapa kau begitu marah? Bahkan aku hanya menggodamu.” kata Gu Ana sambil tertawa keras. Namun langkahnya terhenti sebelum masuk ke ruangan tersebut.
“Jiang’er masuklah aku ingin meminta bantuan penjaga ini dulu.” kata Gu Ana sambil mengedipkan sebelah matanya.
“Terserah.” jawab Xu Jiang.
“Hai kakak penjaga yang tampan, boleh nona manis ini meminta pertolonganmu? Aku kira kakak penjaga yang tampan ini akan sangat membantu.” kata Gu Ana sambil mengedipkan matanya. Perlakuannya ini mampu membuat penjaga tersebut tersipu malu.
“Ba..baik nona.” kata penjaga tersebut gugup.
“Apanya yang baik? Kabarmu? Oh syukurlah, tapi aku mau di ambilkan cemilan, nanti tolong kakak penjaga tampan aja ya yang mengantar.” kata Gu Ana tersenyum manis, dengan wajah penuh harapan.
“I.. iya nona.” kata penjaga tersebut gugup.
“Baikalah kakak penjaga tampan, nona yang cantik jelita ini masuk dulu, ummmah.” katanya sambil memberikan kissby tangan kepada penjaga tersebut yang sontak membuat wajah penjaga tersebut memerah tomat, karna terus-terus digoda oleh Gu Ana.
Saat Gu Ana sampai di dalam, semua mata tertuju padanya. Gu Ana tiba-tiba menrubah wajahnya dengan mimik serius.
“Bagaimana? Kalian mau informasi dariku?” tawar Gu Ana kembali menawarkan informasi tersebut.
“Sebenarnya siapa kamu? Kenapa mau membantu kami?” tanya raja Zang Zuan kepada Gu Ana.
“Suutttt, sebentar lagi akan ada yang masuk.” kata Gu Ana. Benar saja tiba-tiba penjaga masuk dan memberi salam, sambil membawa sebuah cemilan untuk Gu Ana.
“Maaf yang mulia, hamba diminta nona Gu Ana untuk membawakannya cemilan.” kata penjaga tersebut dengan gugup.
“Masuk, sini bawa cemilanku.” jawab Gu Ana, penjaga pun masuk dan menyerahkan cemilan Gu Ana. “Ah, terimaksih kakak penjaga tampan.” sambil mengalihkan pandangan dari cemilan kearah wajah penjaga tersebut dengan mengedipkan matanya.
Semua orang sontak dibuat kaget oleh perlakuan Gu Ana, yang menurut mereka sangat aneh dan terlalu berani. Saat penjaga keluar, Gu Ana mengalihkan pandangannya kepada Xi Jiang.
“Penjaga itu mata-mata dari Negara Bei.” ucap Gu Ana tiba-tiba.
“Bagaimana kau tau?” tanya tanya Zang Limo dengan emosi karna perilaku gadis tersebut yang dianggapnya tidak senono, namun kemarahannya tertahan oleh kehadiran raja Zang Zuan
“Ah pangeran ke-4 jangan terlalu naïf.” Gu Ana tersenyum kepada pangeran Limo. “Pernakah pangeran mendengar pepatah orang yang paling dekat adalah orang yang harus kita curigai lebih awal.” kata Gu Ana sambil tersenyum manis.
“Jangan bermain-main, aku tanya sekali lagi bagaiman kau tau?!” bentak pangeran Zang Limo.
“Ah baik-baik, begini satu-satunya penjaga kepercayaan yang mulia Raja bukankah dia?” tanya Gu Ana kepada Raja Zang Zuan, yang diangguki oleh Raja Zang Zuang.
“Dengan kata lain dia yang paling memungkinkan membocorkan setiap kali menyusun rencana untuk menuntaskan masalah perbatasan” sambung Xi Jiang.
“Dengan kata lain dia yang membocorkan semua informasi.” sambung jandral Li Zong yang diangguki oleh pangeran Zang Liue.
“Tepat sekali.” kata Gu Ana. “Bawa dia masuk.” perintah Gu Ana, dan anak buah kepercayaan Gu Ana pun masuk kedalam ruangan.
“Perlihatkan lengan sebelah kirinya.” perintah Gu Ana kepada anak buanya, dan langsung dilaksanakan oleh anakbuahnya. “Lihat? Ada tato mawar bukan?” tanya Gu Ana.
“Lalu apa hubungannya?” tanya pangeran Zang Jade.
“Hubungannya? Ah…. Keluargaku adalah pebisnis yang selalu melakukan perjalanan ke negri-negri tetangga, baik jauh ataupun dekat. Selain menjadi pedagang kami juga suka mempelajari karakteristik orang-orang setiap Negara, maupun setiap budaya, bukan hanya menarik namun juga terdapat banyak rahasia di dalamnya. Salah satu yang paling menarik bagi ku adalah kerajaan Bei, yang dipimpin oleh raja Bei Qing.” ucap, sambil menata penjaga yang telah ditangkap oleh Gu Ana, kemudian ia menarik nafas dalam-dalam. “Kalian tau hal apa yang sangat menarik?” katanya lagi dengan kata-kata yang menggantung.

Book Comment (45)

  • avatar
    UziFauzi

    siip

    1d

      0
  • avatar
    rendyrendy

    teh4g3s eguf

    01/05

      0
  • avatar
    SelerakuIndomie

    bagus banget

    02/05/2025

      0
  • View All

Related Chapters

Latest Chapters