logo text
Adicionar à Biblioteca
logo
logo-text

Baixe este livro dentro do aplicativo

7. Perhatian Pak Adit

"Ayo masuk!"
Sekarang waktunya pulang sekolah, Lily memperhatikan suasana di sekitarnya, masih terlihat ramai dengan lalu lalang siswa.
"Cepetan!!" bentak Adit dari dalam mobilnya.
"Iya bawel, tunggu dulu! situasinya belum aman, nanti kalau ada yang lihat gimana??"
Adit mengerutkan dahinya, dan langsung menarik tangan Lilly, membuat Lily langsung terjatuh di pangkuannya. Adit langsung menutup pintu mobilnya.
"Ihh, pak Adit, kok gak ada permisi nya sih, aku kaget tau."
Lily turun dari pangkuan Adit, lalu duduk di sofa sebelah kanan, tepat di belakang mang Ucok, Adit yang melihat sikap Lily, hanya berekspresi datar, memilih mengheningkan susana.
****
"Pak Adit? aku lapar, kita ke restoran dulu ya?" tanya Lily mengedipkan matanya sebelah kiri.
Adit hanya membalas dengan ekspresi tak suka, namun entah apa yang merasuki dirinya saat ini, melihat tingkah konyol Lily membuat dirinya seolah menonton sebuah drama lucu.
"Baiklah," kata Adit singkat dan memerintahkan supirnya untuk memilih restoran mewah.
Lily yang mendengar hal itu langsung tersenyum, bersyukur dalam hati karena permintaannya dituruti oleh Adit.
*****
"Umm, ini memang enak banget," ucap Lily sambil mengunyah makanan yang ada di depannya.
"Bisa tidak kamu jangan berisik!!" Adit melirik ke arah Lily, menatap tajam ke gadis kecil itu.
"Iya deh, maaf!! tapi, Lily boleh menambah, kan?" Semua orang yang ada di sana tertawa geli melihat tingkah Lily yang menggemaskan.
"Terserah," ujar Adit dingin.
Lily tak mengerti dengan sikap Adit yang selalu dingin kepadanya, padahal gadis itu hanya meminta sesuatu yang mudah, bukan hal konyol.
"Pak Adit! Lily ke toilet dulu," kata Lily dengan nada rendah.
"Iya, jangan pakai lama."
Lily menggeser kursi, keluar sejenak dari zona nyaman, meninggalkan Adit sendiri memakan daging steak kesukaanya.
Prang!
Suara piring berjatuhan, seorang pelayan tidak sengaja menabrak Lily, membuat gadis itu terpental hebat dan duduk di lantai sambil kesakitan.
"Aduh," pekik Lily memegang kakinya.
Adit tersadar dari lamunannya, menyipitkan matanya, memandang ke arah Lily yang terkapar di lantai akibat pelayan yang ceroboh.
"Kalian bisa kerja? Kenapa istri saya bisa terjatuh seperti ini, mana manajer kalian? Saya mau bicara!!" bentak Adit dengan suara keras.
"Udah Pak!! jangan diperbesar masalahnya!! Lily nggak kenapa-kenapa kok."
"Tidak kenapa-kenapa kamu bilang, ini gara-gara mereka, karena kecerobohan mereka kamu kesakitan seperti ini."
Wajah Adit sudah menampakkan aura menyeramkan, memandang tajam ke arah seorang pelayan wanita yang hanya menunduk bersalah, tanpa berani mengeluarkan kata-kata.
"Ada apa ini??" tanya Manajer mendatangi mereka dengan suara bergetar.
"Maaf Tuan!! saya tidak sengaja membuat istri Tuan terluka."
Manajer tersebut, memandang ke arah Adit dan Lily yang terduduk di bawah lantai.
"Restoran ini saya akan tuntut!!"
"Mohon maaf Tuan!! saya mohon jangan lakukan hal itu, kami akan membayar kerugian yang anda mau."
"Cih, saya tidak butuh itu, kalau saya mau, restoran sekecil ini saya bisa memilikinya dengan sekejap."
Adit lalu menggendong Lily, tidak lupa membayar makanan restoran, lalu meninggalkan kerumunan yang ada di sana.
"Apakah masih sakit??" tanya Adit memegang kaki Lily yang mulai keram.
"Iya," kata Lily lesu.
"Iya sudah, nanti aku obati di rumah. Sekarang kamu istirahat, nanti aku bangunkan kalau sudah sampai rumah."
Lily mengangguk, dan mulai tertidur di sebelah Adit.
****
"Ya ampun, menantu Mama kenapa?" tanya Endang panik, melihat Lily di gendong oleh Adit dengan wajah yang kesakitan.
Adit memapah Lily untuk duduk di sofa, dengan kaki lurus agar lebih mudah untuk mengobatinya.
"Bibi tolong bawakan kotak obat ke sini!!" perintah Endang.
"Baik, Nyonya."
"Kaki kamu kenapa, Sayang??" tanya Endang khawatir. Untung dia sudah pulang dari luar kota.
"Tidak kenapa-kenapa Ma. Tadi hanya …."
Adit langsung mengambil alih perkataan Lily, dan memandang ke arah Endang yang penasaran dengan cerita mereka.
"Tadi ada insiden kecil Ma di restoran pelayan itu rupanya sengaja menabrak Lily. Adit lihat sendiri, pelayan itu mendorong Lily sampai tubuhnya terbentur ke meja dan jatuh ke lantai."
"Astaga, terus kamu tidak memarahinya, Dit?" tanya Endang mulai emosi.
"Awalnya Adit ingin menuntutnya Ma, tapi biarlah, Lily juga tidak mau memperpanjang masalah."
Lily hanya menyimak percakapan mereka, sambil mengangguk dengan perkataan Adit yang menjelaskan kronologisnya secara detail.
****
"Pak Adit! terimakasih sudah bantuin Lily," lirih gadis kecil itu yang mulai berbaring diatas ranjang.
"Iya sama-sama. Ya sudah, kamu ganti baju dulu, terus mandi!!" perintah Adit datar.
Adit lalu menggendong Lily ke kamar mandi dan menunggunya di depan, menutup kamar mandi.
Selang beberapa menit. Gadis itu sepertinya sudah selesai.
"Sudah selesai??" tanya Adit di balik pintu kamar mandi.
Lily sebenarnya agak kesulitan memakai baju, karena badannya masih terlalu lemas untuk bergerak. Sepertinya pelayan itu memang sengaja mendorong Lily begitu keras agar Lily pingsan, namun Lily bisa menahannya.
"Liy!!" suara keras Adit memanggil Lily, Adit seperti takut gadis kecilnya kenapa-kenapa di dalam.
"Badan aku sakit," ucap Lily dan tak bisa menahan keseimbangan tubuhnya lagi.
Adit tidak bisa menahan dirinya lagi, dia memutuskan untuk membuka kamar mandi, yang tidak sengaja dikunci oleh Lily.
Adit kaget melihat Lily pingsan, hanya memakai sehelai handuk untuk menutupi tubuh kecilnya.
"Liy!" panggil Adit khawatir.
"Aku tidak tega melihatmu seperti ini Liy, ayo bangun."
Adit semakin bingung, melihat keadaan istrinya yang pingsan dan tidak memakai pakaian, walaupun Adit sudah beberapa bulan menikah namun tidak pernah sama sekali menyentuh Lily, alasannya karena gadis itu belum siap dan masih sekolah.
"Apa aku minta tolong ke mama? Pasti mama bisa bantu. Tapi, kan tidak wajar, aku sudah menikah takut melihat tubuh istriku."
"Jangan marah, ya?" ucap Adit langsung memakaikan pakaian untuk istrinya.

Comentário do Livro (667)

  • avatar
    halimahNur

    Cerita nya bagusss banget ayok kak buruan lanjuti nggak sabar udah penasaran sama cerita nya❤😁😁

    06/02/2022

      15
  • avatar
    LatipHikam

    ok banget

    25/05

      0
  • avatar
    asehsami

    Good

    15/04

      0
  • Ver Todos

Capítulos Relacionados

Capítulos Mais Recentes