logo text
Adicionar à Biblioteca
logo
logo-text

Baixe este livro dentro do aplicativo

Capítulo 5 Anggota pernasa Betambah

dari kejauhan seorang pemuda sedang mengintai musuh, dari belakngnya di hampiri oleh seorang yang menjadi pimpinan perang "apa kau bisa melihat mereka" ucap pemimpin "iya aku bisa melihat mereka, bukan hanya itu aku bisa merasakan keberadaan mereka, aku tidak tahu sampai kapan mereka akan menyerang" sambil ketakutan. "kenapa kalian bangsa palu sangat ketakutan dengan mereka?" ucap seorang pasukan
"sudah berapa kali orang sinting mencoba menyerang ini benteng, tetapi tetap mereka tidak bisa tembus. sudah ratusan tahun kali aku mengawasi dan bereda di tempat ini. tetap saja seseorang musuh akan kalah melawan benteng yang kokoh dan tinggi" kata seorang pasukan kerajaan kepada kedua orang-orang bangsa palu itu
"orang-orang di sini sangatlah tidak berguna. apakah mereka pikir bisa selamat dari bangsa goblin. mereka saking bodohnya tidak mengetahui bahwa tembok ini sudah sangat lama, pasti tembok ini mudah hancur" kata sakua
Note: sakua adalah seorang pemuda bangsawan yang terjebak di dunia yang tidak dia kenal. sama seperti anggota pernasa lainnya. sakua terdampar bermil-mil jauhnya. saat dia terbangun. sekarang sakua adalah anggota dari bangsa palu. bangsa palu adalah bangsa yang cerdik dalam ahli strategi mereka di panggil oleh kerajaan bangsa kuno untuk mengalahkan bangsa goblin
bangsa palu pergi meninggalkan mereka bertiga. "mereka sombong sekali, aku tidak tau apa maksud mereka meninggalkan kita semua. aku akan menjadi lebih kuat di bandingkan mereka" kata seorang pasukan kerajaan
"aku yakin negeri ini akan segera musnah. aku tidak yakin kita akan menang, hanya kekuatan yang hebat yang bisa mengalahkan bangsa goblin" ucap sakua
perdebatan terjadi di depan komandan perang, mereka membicarakan siapa yang akan memimpin perang untuk besok.
"apakah kalian tidak ikut untuk mengetahui cara kita menjadi orang yang hebat. aku sudah latihan ratusan tahun dan aku pernah memenangkan peperangan. berbeda dengan kalian yang baru datang kesini. kalian semua sok sok jago" kata pasukan perang dengan nada keras, megarahkan pandangannya kepada sakua
"aku tidak tahu apa yang kau maksud, tapi aku sudah menyerahkan semua anggotaku kepadamu. aku takut kau tidak bisa menang di pertempuran kali ini ziko. aku akan menyuruh sakua untuk memegang kendali penuh" komandan perang bicara dengan tegas
"sakua siapkan alat perangmu, mulai besok kau yang akan memimpin. aku harap kau bisa membunuh semua musuh" komandan yang mengulurkan tangannya kepada sakua.
"komandan sedang mengejekku. tunggu saja kau komandan akan ku habisi kau besok" niat ziko dalam hati
keesokan harinya ziko di beritahukan oleh anak buahnya bahwa komandan sedang berada di lantai atas. ziko langsung membawa lima orang untuk membunuh komandan perang. mereka telah sampai di lantai atas. ketua yang lagi meneropong musuh. ziko dari bawah hanya melihat aksi anak buahnya itu.
lima orang anak buahnya langsung menyerang komandan. komandan refleks langsung membalikan tubuhnya. "siapa kalian?" kata komandan. komandan tersebut mencoba mengambil pisau yang berada di saku celananya.
perkelahian pun terjadi antara pasukan ziko dan komandan. tiga orang jatuh dalam atas tebing dan satu orang jatuh. ziko yang melihat perkelahian itu takut, apabila semua anggotanya kalah. maka habislah dia. dia akan ketahuan.
"kalian sangat bodoh telah melawanku. aku tidak akan membiarkanmu mati. cepat beri aku siapa yang telah menyuruhmu" tegas komandan yang penuh dengan amarah
komandan, teriak ziko. kamanda membalikan wajahnya. anggota ziko yang tersisa satu orang itu pun langsung memotong kaki komandan.
"komandan kau harua hati-hati nanti kau akan di bunuh oleh anak buahku" teriak ziko yang lagi tersenyum
"ziko kurang ajar kau" teriak komandan, jatuh dari menara dengan kehilangan satu kakinya
ziko sangat puas stelah melihat komandan itu jatuh
sakua yang melihat seseorang jatuh dari menara menarik perhatiannya. sakua berlari menuju menara untuk melihat apa yang telah terjadi dia atas sana. "aku melihat seseorang jatuh dari atas sana. siapa sebenarnya yang telah jatuh itu" kata sakua dalam hatinya
saat dia tiba di atas tidak ada orang, dia juga mengarahkan pandangannya ke bawah tetapi tetap tidak ada orang. ziko yang melihat sakua dari bawah membuat ziko keringat dingin.
rapat di adakan untuk menginforamasikan yang akan mempin perang. setelah jam makan siang rapat tersebut akan di adakan dengan pimpinan rapat yang di berikan kepada ziko.
Note: ziko adalah orang kedua dari komandan. bisa di bilang dia adalah tangan kanannya komandan. dan seluruh para pasukan kerajaan kuno sudah mengetahui hal itu, tetapi karena insiden malam itu, saat komandan menunjuk sakua yang berasal dari bangsa palu untuk memegang kendali penuh para pasukan, membuat ziko marah dan iri terhadap komadan sehingga di berniat untuk membunuhnya.
bel makan siang telah berbunyi. tiga orang dari bangsa palu mencari komandan dengan menanyakan beberapa hal. ziko yang lagi makan marah dengan tingkah laku dari bangsa palu.
"apa yang kalian lakukan di saat jam makan, harusnya kalian makan malah kalian bertanya kepada seluruh anggota tentang keberdaan komandan." kata ziko denga penuh amarah
"aku tahu kamu yang telah membunuh komandan kan" ucap anak buah sakua
"apa yang telah kau bilang. kau menuduhku. ingatlah posisi kalian. kalian hanya orang baru yang diajak komandan perang untuk bergabung pada kami" teriak ziko yang akan mengambil pedangnya untuk menebas anggota sakua.
saat pedang akan di hantamkan. tangisan pedang itu di tahan oleh sakua
"aku harap kau bisa mengontrol emosimu itu ziko. mereka hanya bertanya tentang komandan tidak sepantasnya kau membalasnya dengan pedangmu itu. aku tau kau adalah orang lama tapi kau juga harus ingat musuh kerajaan kalian bukanlah manusia. tetapi bangsa lain lebih tepatnya bangsa goblin yang ukurannya dua kali lipat di bandingkan dengan manusia" ucap sakua untuk ziko
"memangnya kau tahu apa? kalian itu cuma organisasi bangsa palu" teriak ziko
sakua dan para anak buahnya pergi dari tempat perdebatan itu. sakua sudah mendunga bahwa komandan telah mati di tangan ziko. ziko hanya bisa tertawa " aku sangat yakin kerajaan kuno yang memiliki benteng kokoh akan hancur" ucap ziko, sambil dia berjalan meninggalkan tempat perdebatan itu
ziko meberitahukan kepada para pasukan " aku yang akan memimpin perang pada kali ini. siapa yang setuju dengan keputusanku itu ikutlah denganku. apabila kalian menolak maka akan kubunh kalian yang menolak apakah kalian dengar apa yang aku ucapkan"
para pasukan serontak, semua setuju denga keputusan ziko. ziko sekarang sudah menjadi pemimpin perang, bukan hanya itu bahkan dia menjadi komandan di kerajaan kuno.ziko mulai mempersiapkan semuanya. tetapi dalam pikirannya dia harus membunuh dulu organisasi bangsa palu setelah peperangan sudah selesai.

Comentário do Livro (78)

  • avatar
    Huda97Miftakhul

    ceritanya harus dikembang kan lagi maupun fiksi atau aksi

    17/08

      0
  • avatar
    Ari Cemul

    semua ini prjuangan keren

    26/06/2025

      0
  • avatar
    Ati Niar

    sangat cocok buat saya

    04/08/2024

      0
  • Ver Todos

Capítulos Relacionados

Capítulos Mais Recentes