Di sebuah gedung apartemen mewah lantai 11, seorang pria terlihat sedang terbaring ditempat tidur dengan memejamkan kedua bola matanya. Tidur yang pulas membuatnya bangun siang untuk memulai kegiatan. Kringggg … Suara itu menandakan ada panggilan masuk pada ponselnya, suara bising yang mengusik tidur dan membangunkan pria itu. Dengan mata menyipit, dia segera mengambil HP lalu melihat nama yang tertera pada layar HP nya. Segera dia menggeser logo warna hijau itu ke kanan. “Assalamualaikum, hallo Pa.” ia mengangkat dengan suara serak khas orang bangun tidur. “Waalaikumsalam, Arka sedang apa kamu disana?” Pak Dhanu bertanya. “Baru bangun Pa, kenapa?” Jawab Arka yang setengah sadar. “Urusan kamu disana udah selesai semua?” Sahut Pak Dhanu. “Sudah selesai kemarin Pa,” jawab Arka. “Kalau begitu segera pulang ke Indonesia, kamu tahu tugas kamu selanjutnya apa.” Perintah Pak Dhanu di seberang telfon. “Iya Pa nanti aku urus pemberangkatan ke Indonesia.” Arka mengiyakan tawaran sang Ayah. “Oke, jaga kesehatan kamu baik-baik dan hati-hati saat pulang nanti.” Tukas Pak Dhanu. “Iya Pa.” Arka mematikan telfonnya. Pria itu meletakkan ponselnya sembarang dan mengumpulkan kembali separuh nyawanya. Saat di rasa sudah sadar, dia bangkit dari tempat kamar tidur menuju kamar mandi untuk membersihkan diri. Setelah rutinitas paginya selesai, pria itu langsung mengambil gawainya lalu buka aplikasi untuk memesan tiket pesawat. Pria yang bermama Arkana Elvaro Aditama merupakan anak dari Dhanu Aditama pemilik perusahaan City Grup dan kini dia sedang menempuh Program Study nya di Inggris. Beberapa minggu yang lalu dia telah menyelesaikan studynya, dan belum lama ini Orang Tua nya datang ke Inggris untuk menghadiri acara wisudanya. Nilai yang di dapatkan Arka sangat memuaskan membuat Orang Tua nya tersenyum bangga. Setelah tiket pesawat sudah di pesan, kini giliran untuk beres-beres barang yang akan di bawa. Dua koper berwarna hitam dan abu telah selesai di isi baju, oleh-oleh dan beberapa dokumen. Jam menunjukan pukul 11.00 dan jadwal pesawatnya terbang pukul 21.00 waktu Inggris, disisa waktunya dia gunakan di luar apartemen untuk menikmati suasana Inggris sebelum dia pulang. Suasana kota Inggris dengan semilir angin yang menerpa wajah tampan dan hidung mancungnya, membuat dia betah menikmatinya. Berat ia rasa saat akan meninggalkan Inggris setelah empat tahun berada di kota itu, namun kehidupan terus berjalan dan Arka harus menjalani kehidupan setelahnya. Tak terasa langit berubah menjadi gelap yang menandakan waktu malam tiba, pengunjung yang semakin larut makin ramai, membuat pria tinggi itu meninggalkan tempat dan memilih pulang untuk bersiap berangkat ke bandara. Sampai di bandara pukul 20.00, selanjutnya dia melakukan check-In. selesai Check-In langkah kaki itu berjalan menuju ke tempat toko kue membeli beberapa roti untuk mengganjal perutnya yang kosong sambil menunggu pesawat. Pukul 20.55 pria itu sudah di dalam pesawat yang akan siap untuk take off, di dalam pesawat dia gunakan untuk beristirahat. Untuk sesaat pria itu tersenyum tak kala dia sudah menginjakkan kaki di Indonesia, tak terasa dia telah melakukan perjalanan selama 19 jam dan landing di bandara Soekarno-Hatta. Pria tampan itu berjalan keluar bandara setelah mengambil kopernya. Sambil berjalan dia menengok ke kanan dan kiri untuk mencari supir jemputannya. Setelah beberapa saat dia bertemu dengan supir keluarganya yang bernama Mang Dadang lalu menghampirinya. “Bagaimana Mas kabarnya? Tambah kekar aja Mas badannya?” tanya Mang Dadang dengan senyum sumringah karena kedatangan tuan muda yang sudah lama tak berjumpa. “Alhamdulilah baik Mang, Mang Dadang gimana kabarnya, sehat? Kangen sama aku gak Mang, pasti kangen dong?” Arka bertanya sambil tertawa lepas melihat muka Mang Dadang yang dari dulu selalu membuatnya tertawa. Mang Dadang sepertinya cocok jika menjadi pelawak karena memang suka lawak. “Mang Dadang mah selalu sehat Mas karena minum jamu kuat.” Jawab Mang Dadang sambil tertawa renyah. Perjalanan pulang di isi dengan mengobrol dan lawakan Mang Dadang, Arka bercerita banyak tentang kehidupannya disana dan Mang Dadang bercerita tentang Orang Tuanya saat Arka tidak ada di sampingnya. Beruntung keluarganya punya supir yang jujur seperti Mang Dadang, bukan hanya supir Mang Dadang juga multi talent apa pun yang Pak Dhanu minta Mang Dadang bisa mengerjakan. Tak terasa mereka sampai di depan gerbang rumah mewah kediaman Pak Dhanu, setelah 1 jam perjalanan dari bandara, tak sabar Arka memeluk Papa dan Mamanya. Mobil sedan mewah itu masuk ke halaman rumah yang terlihat asri, wanita paruh baya yang masih terlihat cantik itu menunggunya dengan senyum manisnya, Arka membuka pintu dan keluar mobil dilanjutkan mencium tangan Bu Rosa lalu memeluknya. “Assalamualaikum Ma,” senyum Arka melihat Bu Rosa menyambutnya. “Waalaikumsalam, Mama kangen banget sama kamu,” Mama Rosa memeluknya hangat. “Aku juga Ma,” sahut Arka membalas pelukan Mamanya. “Papa mana Ma?” tanyanya pada Bu Rosa. “Papa lagi ada di dalam nunggu kamu di meja makan, iya udah ayo masuk,” perintah Mama Rosa. “Oke, Mang kotak warna coklat itu dibawa pulang ya buat oleh-oleh orang rumah,” ucap Arka. “Oh iya Mas, thank you Mas.” Sahut Mang Dadang dengan lawaknya. Arka ikut tertawa lalu masuk kedalam rumah untuk bertemu dengan Papa. “Assalamualaikum Pa,” senyum manis Arka lalu memeluk Papanya. “Waalaikumsalam,” jawab Pak Dhanu membalas pelukan Arka untuk melepas rasa rindu. “Gimana Arka capek tidak kamu?” tanya Pak Dhanu. “Tidak terlalu Pa. Widih kayanya enak nih makanannya,” jawab Arka yang sorot matanya tidak lepas dari berbagai jenis makanan yang telah ditata rapi oleh Mama dan terlihat lezatnya. “Pasti enak dong sayang kan Mama yang masak di bantu sama Bibi,” Bu Rosa menyiapkan makanan kesukaannya. “Iya sudah ayo kita makan.” Pak Dhanu mengajaknya makan. Sudah lama ia tidak makan masakan Indonesia apalagi masakan Mamanya. Arka makan dengan lahapnya sampai menambah beberapa kali karena masakan Mamanya lezat. Selesai makan dan Arka pamit pergi ke kamar untuk bersih-bersih, sholat menonton TV sebentar dan istirahat. Alarm berbunyi pukul 05.00 dan Arka harus bangun untuk menunaikan kewajibannya sebagai muslim yaitu sholat subuh. Di rumahnya sudah menjadi kebiasaan keluarga untuk sholat berjamaah, tidak hanya Arka, Papa dan Mama tapi juga semua yang bekerja di rumah itu.
Obrigado
Apoie o autor para lhe trazer histórias maravilhosas
mantap
23/04
0sukaaa bangetttt
02/04/2025
0sangat bagus menarik
10/03/2025
0Ver Todos