Página Inicial/Salahkah aku mencintaimu, Suamiku?/
part 7
---------------- happy reading ---------------- Mayra menghapus air matanya percuma mengeluarkan air mata karena seorang lelaki yang tak bertanggung jawab. Mayra berjalan mendekati reyhan Ana yang tersadar dengan tingkahnya langsung berbalik kearah mayra "Maaf" ucap ana lalu menjauh ke arah reyhan "Mas makananya udah siap" reyhan langsung menarik ana menuju ruang makan. Apakah ia mampu melihat ke romantisan mereka. Sedangkan yang berhak mendapatkan itu hanyalah mayra. Bukan ana ataupun orang lain Mayra duduk sekarang mereka duduk bertiga di ruang makan mayra berdiri lalu mengambil makanan untuk reyhan meskipun bukan makanan ke sukaan reyhan "Ana kamu nggak boleh makan yang pedes-pedas" ucap reyhan menghentikan ana yang mau mengambil saus "Mas reyhan, may boleh minta izin kekantor" ucap mayra memecahkan ke heningan. Reyhan hanya menganguk tak melihat mayra Setelah kami makan ketiganya pergi dengan urusan masing masing. Reyhan mengantar ana sedangkan mayra membawa mobil sendiri. Mungkin ada kecemburuan nggak mungkin seorang istri membiarkan suaminya dengan wanita lain apalagi pria itu membiarkan wanita lain memasuki hatinya. Mayra hanya bisa bordoa, suaminya sudah di kuasai oleh cinta yang tidak halal baginya aku masih libur karena menggambil cuti 2 minggu. Bosan juga di rumah terus. Lebih baik menyibukan diri dengan bekerja. Begitulah diriku jika menyibukaan diriku dengan pekerjaan maka masalah yang selalu aku pikirkan akan hilang dengan menyibukan diri. Itulah prinsipku tak tau dengan orang lain Bersyukur karena bosnya telpon katanya ada urusan mendadak di kantor. jadi aku tak bosan. hilman selalu membuatku bingung. Karena aku tak mengerti dengan jalan pikirannya. sahabat yang selalu saja mengubah ekspresinya saat ia datang. Pastikan jika mayra masuk ruanganya hilman akan menampahkan wajah yang tidak pernah di lihat oleh orang yang bekerja di kantor ini. Mayra memasuki lift berjalan menuju lantai tiga puluh lima tempat ruangan hilman. Mayra mengintip melihat bosnya keliatanya tengah sibuk. Ide bagus muncul di pikirannya. Menyusun rencana mayra melihat salah satu orang yang kelihatanya tak sibuk, ia memangilnya dengan sedikit mengurangi volume suaranya "Ada apa bu" wanita itu cukup mengenal mayra. Mayra berbisik memberitau rencananya. wanita itu menyetujui dengan mengangkat jepolnya "Permisi pak" sapa wanita itu. Ia melihat hilman takut Sampai bulu kuduknya berdiri. Demi melihat ekspresi bosnya itu ia jadi mau dan penasaran Hilman melihat marah wanita di depanya bagaimana tidak bisanya ia di gangu saat lagi sibuk bekerja. Itu salah satu yang tidak disukainya digangu saat ia sedang asik bekerja. "Ada apa" tanya hilman dingin melirik wanita itu seperti hewan buas yang ingin memakan mangsanya Mayra mengintip dari luar pintu. Rasanya ia ingin sekali tertawa melihat raut wajah sahabatnya itu. Mayra mengambil ponselnya mencari nama hilman. Ia memberikan pesan kepada hilman Mayra Maaf, aku tak jadi datang Hilman Kenapa? Mayra Hahaha Tawa mayra pecah saat hilman melihat wanita di hadapanya. Wanita itu menyuruh hilman agar berhenti Bermain hp dan mendengarnya berbicara "Siapa kamu yang berhak menyuruh saya. Saya atasanmu pergilah saya tak mau di gangu" usir hilman lalu kembali melihat ponselnya dan membaca pesan mayra Hilman Kenapa tertawa ada yang lucu? Mayra Ada, kamu!. "Stop! Kamu pergi sana, saya muak mendengar ocehan yang tak penting" marah hilma. Untung wanita jika tidak ia akan melempar dengan barang barang yang ada di depanya Mayra masuk. Hilman melihat mayra ia jadi tersenyum karena sudah seminggu ia tak melihat wajah cantik mayra "Pak hilman kalau senyum manis bangat" gumam wanita ini Hilman yang masih mendengar omongan bawahanya ia segera mengubah wajahnya menjadi dingin. Mayra melihat kembali tertawa membuat hilman terheran bingung "Mba silahkan pergi" ucap mayra sudah puas melihat wajah hilman yang berganti ganti. Ia hanya mau membuktikan apakah hilman sudah berubah tapi nyatanya tidak. Hilman masih seperti dulu yang cuek dan dingin kepada bawahanya kecuali mayra "Baik, pak saya permisi. Maaf sudah mengangu anda" wanita itu belalu pergi. Ia tak takut di pecat karena ia yakin bahwa mayra sudah berjanji tak akan membiarkanya di pecat karena mengangu bosnya "Kenapa datang kesini, perasaan tadi kamu whats app aku katanya nggak jadi datang?" bingung hilman. "Ohh, aku cuma bercanda buktinya aku ada di sini" ucap mayra "berarti kamu boongi aku" kesal hilman. "Nggak kok hanya bercanda doang" ucap mayra masih setia tertawa "May kenapasih sudah tawa mulu. Apa jangan2 kamu udah tak waras semenjak gak ketemu aku" tuduh hilman dengan kegeerannya "enak aja kamu bilangin aku gila. Aku masih waras kali" kesal mayra ia duduk di depas bosnya itu.. Bukan pulak hilmanya yang geernya masyaallah "Terus kenapa dari tadi kamu ketawa cingigisan nggak jelas gitu. Kata orang kalau orang ketawa tanpa ada alasan berarti dia tuh gila atau tak waras'' jelas hilma. Mayra menatapnya kesal ia memalingkan wajahnya. tega nya pria di depanya ini menyebut nya gila. Mayra terdiam melihat wajah sahabatnya ia tau mayra sedang kesal saat ini "May"pangil hilman. Mayra pun tak menjawab Mayra canda doang loh" ucap hilman beejalan ke mayra "Malas ah sama kamu, aku datang kesini karena mau curhat tapi nggak jadi deh" ucap mayra ia menunduk "May maaf aku cuma bercanda dong" sesal hilman ia meminta maaf tapi mayra masih menunduk tak mau melihatnya "mayra maafin, mayra pamit pulang dulu yah" mayra bangkit dari duduknya. "May jangan pergi dulu, aku minta maaf" tahan hilman berdiri depan pintu. "aku udah maafin, nggak papa aku tau kok aku gila. Aku sadar diri" sindir mayra menunduk. Hilman memasang wajah memohon "May aku minta maaf. Kamu nggak gila kok" ucap hilman memohon, mayra mengeleng "Nggak aku tau aku gila, jadi tolong kamu minggir aku mau pulang. tak baik berteman dengan orang seperti aku. Aku tau kok aku sadar diri" ucap mayra hilman masih berdiri gagah tak mau pindah. Mayra memasang wajah sedih dan menyuruh hilman minggir "Nggak may aku hanya bercanda. Maaf" ucap hilman masih memohon berharap mayra luluh. Bodohnya dia bisanya dia berkata seperti itu "Udah man. Kamu nggak salah aku yang gila. Udah yah jangan ngalangin pintu aku mau keluar" ucap mayra masih menyindir. Hilman tambah tak memberi jalan mayra "Kamu pergi jika sudah memaafkan aku may" ucap hilman. "aku teriak nih, kalau kamu nggak biarin aku keluar" ancam mayra "Ya sudah teriaklah. Aku rela di pukul yang penting kamu maafin aku dulu may" mohon hilman. Hilman termaksud pria yang keras kepala tak mau kalah dan tak mau mengalah "TOLONGIN AKU. BOS INI MENGHALANGI AKU BUAT KELUAR. TOLONGIN AKU" teriak mayra sekeras mungkin tapi percuma karena ruangan ini ada penyedap suaranya "may maaf aku mampu memita maaf seribu kali asal kamu maafin aku. Aku beliin apa buat kamu. Apa yang kamu mau aku bakalan turuti may. Yang penting kamu maafin aku. Aku hilaf" mohon hilman dengan sepenuh hatinya. Ia tak mampu melihat mayra marah kepadanya. Mayra pun terkekeh melihat sahabatnya itu dengan wajah rasa bersalahnya itu "Hahaha, prank" tawa mayra di sela tawanya ia mengatakan prank. Melihat raut wajah hilman yang tak bisa di tebak. Kesel! Mayra pun kembali terkekeh "no debat aku minta coklat. Beliin yang banyak es krim juga. Katanya tadi mau turutin apa yang aku minta" ucap mayra berlajan kembali duduk mengambil ponselnya dan memesan makanan yang ia minta tadi Hilman pun melihatnya kesel. mayra pun memperlihatkan hpnya yang ia pesan "ihh,, dasar" kesel hilman berjalan ke tempat duduknya. Untung sayang, ingin sekali ia mencubit pipi mayra itu ***
Obrigado
Apoie o autor para lhe trazer histórias maravilhosas
bagus banget ceritanya😭
31/07/2024
0bagus banget
30/07/2024
0Naufal
10/07/2024
0Ver Todos