logo
logo-text

Baixe este livro dentro do aplicativo

part 6

--------------happy reading-------------
Sinar matahari menyinari kamar kedua sepasang kekasih yang sedang tidur pulas. Mayra yang merasa sudah pagi. ia membuka perlahan matanya dan menyalakan lampu melihat jam sudah pukul 06.23
"Yaallah aku ketiduran" ucap mayra terduduk
Mayra melihat di sebelahnya reyhan masih tertidur pulas. tak tega membangunkan pria itu. ia berjalan ke kamar mandi
Sepuluh menit kemudian
Mayra keluar pakaianya sudah rapi mengunakan gamis tak lupa khimar berwarna merah. Ia melihat jendela masih tertutup rapat. Mayra berjalan membuka korden menampakan ciptaan tuhan yang sangatlah indah cahaya yang memancar memasuki kamar mereka. tak terasa waktu berganti dengan cepat
Melihat suaminya yang masih tidur. mayra membangunkan suaminya takut ada jam kerja. sunguh ia merasa bukan istri yang baik. Jam kerja suaminya saja ia tak tau
Mayra hanya tau salah satu makanan kesukaan suaminya 'bubur ayam' karena pada saat suaminya sakit, Oma menjenguknya dan menyuruh mayra memasak bubur ayam
"Mas reyhan" mayra mengoyangkan tubuh reyhan
Reyhan membuka matanya perlahan lalu melihat ke arah mayra. Untung suaminya tidak kebo jika tidak ia akan ngos gosan membangunkan suaminya. Hehe kaya lari aja ngos gosan
"Mas ini udah pagi" ucap mayra lagi tanganya ia hentikan
Reyhan berjalan ke kamar mandi. Mayra membereskan kamar. Lalu ia pergi ke dapur membuat makan
"Assalamualaikum bi" salam mayra tersenyum
"Waalaikumsalam non, udah bangun"
"Iya bi" ucap mayra lalu membantu bi sulis memasak. Itulah aktivitas ke seharianya Memasak pada saat pagi hari ataupun jam makan lainnya
"MAYRA" teriak seseorang dari lantai atas
"Bi may permisi dulu, mas reyhan pangil tolong potong ini yah bi" pamit mayra menyerahkan kegiatanya sama bi sulis
"Ada apa mas" ucap mayra melihat suaminya yang hanya mengunakan handuk di perutnya. Mayra menunduk karena melihat suaminya yang hanya memakai sehelai handuk
"Baju aku nggak ada" reyhan mendekat ke arah mayra. Hati mayra senang melihat suaminya yang menampakan wajah tampanya tanpa memperlihatkan raut wajahnya yang dingin
"Mayra" ucap pria itu menyadarkan mayra
"Iy ada apa mas" kaget mayra
"Kamu kok bengong, mana baju saya kok nggak ada di lemari" tanya reyhan baru juga melihar wajah reyhan tanpa raut wajah dingin. ia sedah menampakan raut wajah yang mayra tidak suka dengan ekspresi itu
Mayra memeriksa lemari, yah ternyata lemari yang seharusnya ada pakain suaminya tapi yang ada di situ hanya satu baju
"Nggak tau, seingat aku mas nggak bawa koper sehabis antar ana"
Reyhan mengigatnya ternyata ia simpan di rumah ana
"Aku lupa koperku di rumah ana"
"Kenapa koper mas di rumah ana" tanya mayra, tapi reyhan tak menjawabnya
"Saya minta tolong kamu beliin mas baju yah dekat sini" ucap reyhan lalu berlalu ke sofa dan mengotak atik ponselnya
Mayra turun dengan kekecewaan, lagi lagi suaminya tak menjawab pertanyaanya. Dan percuma saja mayra memaksa suaminya untuk menjawab pertanyaanya. Mayra berjalan sedikit berlari
"Non mayra mau kemana" tanya bibi melihat meyra
"Beli baju bi" jawab mayra
"Untuk siapa non, kok buru bangat, inikan masih pagi" tanya bibi lagi menghampiri mayra
"Mas reyhan bi, kopernya ketingalan di rumah ana" ucap mayra bibi hanya menganguk
Suara bel rumah berbunyi, mayra berjalan membuka pintu
"Non biar bibi yang buka" ucap bibi menghentikan mayra. Mayra mencium masakan bau gosong
"Nggak usah bi. biar mayra aja, mendingan bibi urusin makanan keliatanya gosong" ucap mayra, bibi berlari ke dapur mematikan kompor
Mayra membuka pintu, kaget. Yah di depanya berdiri seorang wanita dengan memegang satu koper, siapa lagi kalau bukan ana. Untuk apa dia datang kesini dengan membawah koper
"Assalamualaikum may" sapa wanita itu tersenyum kepada mayra
"Waalaikumsalam" mayra menetralkan ekspresinya menjadi biasa
"Ada re-" tanya ana terpotong
"Reyhan, ada di dalam" ucap mayra cepat ia sudah tau siapa yang di tanyakan wanita ini. kalau bukan reyhan siapa lagi?.
"Siapa non?" Tanya bibi menghampiri mayra
"Ana bi"
"Silakan masuk, nanti saya pangilkan reyhan" ucap mayra, lalu berjalan ke arah tangga
"Mas" reyhan yang di pangil menoleh, mayra ragu untuk memberi tau reyhan
"Ada ana di bawah" ucap mayra menunduk, reyhan langsung berjalan membuka pintu kamar
"Mas" pangil mayra menghentikan reyhan. reyhan berbalik, Mayra mengangkat kepalanya
"Mas mau keluar dengan memakai handuk seperti itu" tanya mayra
"Emang kenapa"
"mas tidak berhak menampakan penampilan mas seperti itu di depan wanita yang bukan mahrom mas" ucap mayra halus, berharap reyhan mendengar omonganya
"turus"
"Biar may beliin baju buat mas, jika mas udah pakai baju baru bisa turun" reyhan kembali duduk di sofa menuruti perkataan mayra
"Mayra" pangil reyhan
"Ada apa" tanya mayra
"Kamu nggak usah beliin saya baju, baju saya ada di bawah. Ana yang mengantarnya ke sini" ucap reyhan, mayra turun untuk mengambil koper yang ana bawah
Lima menit kemudian
Mayra membawa koper, dan mengambil baju reyhan di dalam koper, reyhan menganti baju di kamar mandi mayra turun untuk menyiapkan makan
Ana bosan dengan dirinya yang terdiam menatap rumah besar ini. Sangat besar tak seperti rumahnya. Ana tertuju kepada mayra yang sedang asik menyiapkan makanan
"May boleh aku bantu" tanya ana menghampiri mayra. mayra mempesilahkan tanpa berbicara
"Ini ayam" tanya ana. Mayra melihat lalu ia menganguk
"may maaf, reyhan tak suka dengan makanan hewan seperti ikan atau ayam" ucap ana, mayra hanya berdiri mendengar omongan ana. Apakah ia harus membuang makan ikan dan ayam ini, sedangkan lauk pauknya hanyalah ikan, ayam, rendang, sayur dan dll. Dan ikan dan ayam itulah lauk utamanya
"maaf" ucap mayra lalu memindahkan makanannya. Lagi lagi Ia merasa menjadi istri yang tidak berguna. makanan yang tidak di sukai suaminya saja, ia tidak mengetahuinya
"Nggak usah minta maaf"
"Kamu nggak usah buang makananya mubasir biarkan saja di atas meja, mungkin ada yang mau memakanya" ucap ana, mayra kembali menganguk. Hari ini ia sunggu tidak bersemangat
Reyhan turun dengan mengunakan jas hitam tak lupa kaca mata yang membuat semua wanita yang melihatnya terpesona akan ketampanannya
"Mas reyhan" pangil ana lalu memeluk reyhan sayang, mayra yang melihatnya meras hatinya begitu sakit. Serasa tertusuk oleh duri duri yang sangatlah tajam. Reyhan membalas pelukan ana dan mencium dahinya
Air mata mayra menetes dadanya serasa sesek malihatnya, bibi yang melihat mayra pun menenangkanya. Mayra dengan cepat memeluk wanita parah baya itu
"Non harus kuat" bibi berusaha menenangkan majikanya. Mayra merasa dia sangatlah lemah menjadi perempuan selalu menangis dan semua yang ia rasakan dia ungkapkan lewat air mata. Apakah begini resikonya menikah dengan seseorang yang mencintai orang lain
***

Comentário do Livro (422)

  • avatar
    PratamaMuhammad abidzar

    bagus banget ceritanya😭

    31/07/2024

      0
  • avatar
    SaraMai

    bagus banget

    30/07/2024

      0
  • avatar
    123Naufal

    Naufal

    10/07/2024

      0
  • Ver Todos

Capítulos Relacionados

Capítulos Mais Recentes