logo
logo-text

Baixe este livro dentro do aplicativo

part 5

  --------------- happy reading ----------------
      
Hatiku sakit saat mendengar wanita itu berbicara di telpon tadi. Pertanyaan demi pertanyaan muncul di kepalaku. membuat kepalaku sakit
Aku teringat dengan tujuanku.
Kekantor!
Aku mengambil tasku yang ada di sofa. Setelah pamit ke bibi aku menaiki mobil baru yang ada di garasi. Sebenarnya mobilku ada tapi sudah aku jual untuk membantu seseorang.
Tak memerlukan waktu lama mayra sampet di kantor yang sangatlah besar sudah berapa hari ia tak datang kantor. Sebenarnya cutinya masih ada dua minggu. Tapi ini bosnya yang suruh datang jadi ia tak bisa menolak
"Pagi bu" sapa satpam penjaga kantor mayra tersenyum dan mengandarai mobilnya memasuki parkiran kantor
"Pagi pak" ucap mayra lalu pamit
Turun dari mobil dan memasuki kantor banyan yang menyapaku. Aku menaiki lift menuju lantai tiga puluh lima tempat ruangan hilman
mayra bekerja sebagai sekertaris dia bekerja sudah tiga tahun bekerja di kantor sahabatnya. Ya sahabatnya dia mempunyai seorang sahabat pria. Pria itu seorang ceo di perusahaan tempat mayra bekerja.
Sebenarnya pria itu tak begitu ku kenal aku mengenalnya saat sma. Kami hanya satu sekolah dia kakak kelas seorang yang cukup terkenal di sekolahku. dia pria mapan dan tampan
Tapi aku bingung dengan pria itu seorang ceo dan memiliki paras tampan tapi ia tak memiliki istri, pacar atau calon. Ia pernah mengungkapkan cintanya kepadaku tapi aku hanya seorang bawahan akupun tak mencintai ataupun menyukainya. Mungkin aku menyayanginya tapi sebagai teman tak lebih
Dia pria baik dan agamanya pun bagus tapi aku hanya mengangapnya teman. Dan dengan berjalanya waktu dia jadi melupakan bahwa ia pernah melamarku. Disitu persahabatan kami terjalan lagi dengan baik
Banya yang iri kepadaku bukanya aku sombong tapi yah benar aku memang mempunyai paras cantik. Tapi aku tak mau dengan kecantikanku aku jadi wanita yang sombong dan memanfaatkan pria.
Apalagi pria yang sudah ku anggap sebagai sahabat
Tok tok
"Masuk" terdengar suara dari dalam mempersilahkanku masuk
"Assalamualaikum pak" ucapku memasuki ruangan yang cukup luas itu. bisa di bilang ruangan pribadi hanya orang tertentu saja yang boleh masuk dan orang yang mempunyai urusan denganya
"Waalaikumsalam" hilman meliatku dingin. Matanya menatapku begitu tajam
"Maaf maksudnya hilman" ucapku menutup mulutku cepat. Aku mengetahui ia melihatku seperti itu karena tak suka aku memangilnya dengan sebutan pak
"Silakan duduk" dia tersenyum dan mempersilahkanku duduk. Aku pengen sekali menonjok kepalanya.
"Ada apa, aku kan libur masih dua minggu lagi" tanyaku to the point
"Nggak ada cuma suruh kamu datang aja" ucapnya membuat mayra kaget. Ia tak menyangka ia sudah buru buru tenyata tak ada alasan ia datang
"Bercanda, ada miting dan sekertaris yang baru nggak datang jadi kamu yang gantikan" ucapnya membuatku diam
"Baru juga datang udah di suruh miting aja" kesalku
"Mitingnya di kafe dua puluh menit lagi mitingnya di mulai" ucap hilman
Mayra menganguk
"May kamu cantik" ucapnya. Mayra tersenyum
"Makasih"
"Ohh yah, may aku mau curhat boleh nggak" ucap hilman Mayra menganguk
Mereka berbincang, mayra tak hentinya tertawa mendengar bosnya itu bercerita mengenainya. kadang kasian ke pada pria di depanya
"Udah dong ketawanya, aku kan jadi malu" kesal hilman
"Malu, ternyata bos hilman pemilik perusahaan bisa malu juga" mayra masih saja tertawa
"Emang apa salahnya aku malu, kan sama sama manusia" ucap hilman.
"Tapi kamunya lain"
"Lain bagaimana" tanya hilman
Tok tok
Seseorang mengetuk pintu dari luar hilman mempersilahkan pria itu masuk
"pak mitingnya akan segera di mulai" ucap pria itu, wajah hilman berubah menjadi dingin
Ia tak menjawab apa-apa. pria itu keluar. Mayra tersenyum bingung dengan pria di hadapanya tak pernah berubah
"Kenapa kamu tersenyum" tanya hilman, belum mayra berbicara
"Kamu merhatiin aku yah" ucapnya geer
"Geer bangat, siapa juga yang merhatiin kamu. aku hanya bingung aja"
"Bingung kenapa" sebelum mayra menjawab.
mayra langsung keluar dan mempersiapkan dirinya untuk miting. Bukanya nerpes mayra hanya ragu karena ini hari pertamanya ia mempresentasikan di depan direktur perusahaan yang cukup terkenal dan perusahanya sudah bercabang cabang.
Meskipun ia sudah sering miting dengan perusahaan terkenal dan cukup besar. Tetapi menurut mayra ini agak berbeda
"Kamu mau kemana" tanya hilman
"Miting, kamu nggak dengar waktu miting akan segera di mulai" ucap mayra. Hilman mengambil berkas dan berjalan mengikuti mayra
Bukan mayra yang memegang berkas tapi hilman, karyawan yang melihatnya binggung disana seperti mayra lah yang menjadi pemilik perusahaan
"Ini" hilman memberikan berkas itu kepada mayra. Mayra tersenyum sadar dan mempersilahkan hilman jalan lebih dulu
"Maaf" ucap mayra pelan tapi mampu di dengar hilman
Merekapun jalan di kafe kantor di situ akan di adakan miting. Bisa di bilang miting dadakan untuk mayra
"Pagi pak hilman" ucap seseorang menghampiri hilman dan mayra. Mayra masih sibuk dengan berkas yang dilihatnya. sehingga agak berjauhan dengan mereka
"Pagi" ucap hilman
"Gimana kabarnya" tanya hilman
"Alhamdulillah baik, lo datang sendiri sekertaris lo mana" tanya pria itu melihat tak ada yang bersama hilman
"Mayra" pangil hilman agak sedikit teriak
Mayra yang merasa namanya di pangil. Menghampiri hilman tapi matanya masih tertuju pada berkas yang ia pegang
"Iy ada apa" tanya mayra menutup berkas itu
"Kenalin ini pak reyhan"
Mayra melihat kedepan, kaget reyhan suaminya ada di kantornya
"Hai pak reyhan"  ucap mayra menaikan tangan di depan dada. Reyhan melihat mayra dengan wajah datar
"Hai bu mayra" ucap reyhan mereka seperti orang yang tak pernah kenal. Mayra seperti ini karena reyhan yang tak mau mengungkapkan hungan mereka ke pada semua orang
Mayra tak menyangka ternyata suaminya yang memiliki perusahaan yang kucup terkenal itu. Ia hanya mengetahui nama pemilik perusahananya tapi bertemu tak pernah. Tak pernah ia berpikir bahwa suaminya lah yang bernama muhammad reyhan adiputra
"Rey gimana kabar istri lo" tanya hilman. Mayra bingung 'istri' apakah reyhan memberi tau hilman bahwa ia sudah menikah dengan mayra. Tapi kenapa hilman tak bertanya kepada ku
"Istri" ucapku tanpa sadar
"pak mitingnya sudah mau mulai" seorang pria datang. Pertanyaan hilman tak di jawab membuat reyhan bersyukur. Bukanya takut tapi ia tak mau mayra pertama yang mengetahuinya tetapi orang tuanyanyalah yang harus mengetahuinya lebih dulu
                          ****
Sudah larut malam, reyhan tak pulang juga. mayra sampe tak tidur menungu suaminya. ia bertemu suaminya ketika di kantor tadi dan setelah itu ia pulang. Bibi terus datang menghampiri mayra menyuruhnya mayra tidur tapi mayra menolak ia mau menungu suaminya untuk meminta perjelasan
"Assalamualaikum" salam seseorang, mayra tersenyum senang melihat suaminya datang. Mayra menghampiri pria itu
"Waalaikumsalam" mayra mencium tangan suaminya
"Mas makan dulu, aku sudah siapin makan" ucap mayra. Merekapun menuju meja makan
Meskipun reyhan sudah kenyang ia tetap menghargai masakan mayra
"Kamu tak makan" tanya reyhan melihat mayra dingin. Mayra tak suka tatapan reyhan dengan wajah dingin
"Kenapa menunduk" tanyanya lagi
"Aku udah kenyang"
"Jawab pertanyaan yang ke dua" ucapnya
"Aku nggak suka mas natap aku dengan wajah dingin" ucapku jujur Reyhan hanya menganguk
"Kenapa tadi kamu nggangap aku seperti orang lain" tanyanya lagi. Mayra bingung harusnya ia yang bertanya tapi sebaliknya
"Mas yang bilang, aku jangan bilang dulu masalah hubungan kita. dan mas bilang kalau aku ketemu mas di luar begitupun sebaliknya. Kita nggak boleh seperti orang yang tinggal seatap" jelas mayra panjang lebar
Reyhan berjalan ke kamar. Mayra melihat jam sudah pukul 11. 30. Ia membereskan meja dan berjalan ke kamar. melihat suaminya sudah tertidur. Ia urungkan pertanyaan yang mau ia tanyakan melihat suaminya terlihat ke capean. Mayra melepas khimarnya dan tidur di samping suaminya

Comentário do Livro (422)

  • avatar
    PratamaMuhammad abidzar

    bagus banget ceritanya😭

    31/07/2024

      0
  • avatar
    SaraMai

    bagus banget

    30/07/2024

      0
  • avatar
    123Naufal

    Naufal

    10/07/2024

      0
  • Ver Todos

Capítulos Relacionados

Capítulos Mais Recentes