logo
logo-text

Baixe este livro dentro do aplicativo

part 4

------------happy reading-------------
Sudah beberapa menit mereka menungu mayra tapi tak datang datang juga
"Mas ini udah malam aku pangil mayra dulu yah. Kasihan mas pasti ke capean" ucap ana berdiri reyhan memegang pergelangan tangan ana menghentikanya
"Nggak usah biar aku aja" ana menganguk dia duduk kembali dan reyhan pergi bertanya kepada pelayan yang ada di situ. Dia bertanya di mana musolah
Tak lupa ia membayarnya makanan dan mencari mayra
Melihat mayra yang sedang membersihkan mukena sambil memegang al quran ia tak berani memangil dan masuk di tempat perempuan ia pun menungu kelihatanya mayra sudah selesai
Mayra melihat kearah reyhan
"Astagfirulah aku lupa ada mas reyhan" mayra segera membersihkan mukenanya dan memakai tasnya ia keluar dan memakai sepatuhnya
"Maaf mas, mayra lupa kalau ada mas" ucap mayra, reyhan hanya berjalan. Ia berhenti dan mengambil uang merah di dalam dompetnya dan memberikan kepada mayra
"Ini untuk apa" tanya mayra bingung
"kamu nggak usah bayarin makanan kamu sendiri, saya masih mampu membayarnya" ucap reyhan datar
"nggak usah mas, mayra iklas itu juga mayra yang makan jadi mayra yang bayar" mayra berusaha memberikan kepada reyhan
"Aku suamimu aku berhak untuk menafkahimu, apakah kau tak mengangapku sebagai seorang suami" perkataan rehan langsung membuat mayra terdiam ternyata reyhan masih mengangapnya sebagai seorang istri
"Nggak gitu mas, maksud mayra bukan be-" ucapan mayra terpotong karena reyhan yang langsung berjalan ke dalam. Mayra tau reyhan mau kemana ia pun berjalan ke arah parkiran dan masuk ke dalam mobil
"Ana" reyhan mengengam tangan ana. Mereka keluar dari kafe hati meyra sakit melihat kedua pasangan itu romantis dan sangat cocok. Mayra merasa dirinya seperti orang ketiga
Reyhan masuk kedalam mobil Pintu mobil di samping mayra kebuka. Ana kaget, ketika mau menutup pintu mobil, reyhan langsung menghentikanya
"Sayang kamu mau kemana" tanya reyhan. Hati mayra sakit mendengar kata 'sayang' yang di ucapkan reyhan kepada ana
"Kamu nggak usah pergi, may bolehkah kamu kebelakang" ucap reyhan, hati mayra serasa perih sakit mendengar ucapan reyhan baru juga senang kenapa ia kembali sakit
Mayra menganguk dan turun dari mobil
"Nggak papa mas, may kamu di situ aja" ana menghentikan mayra
"Nggak papa mba aku di belakang aja" mayra membuka pintu belakang dan duduk ia menunduk
"Yaallah kuatkan mayra" ucap mayra setetes air matanya jatuh, ia segera mengusap air matanya pakai jemarinya Apakah ia kuat untuk menghadapi semuanya
****
Sampai juga di tempat tujuan sunguh luasnya rumah yang di pilihkan ayah dan disana ada satu mobil, mobil siapa itu?. Mayra masuk rayhan mengantar ana untuk pulang awalnya mayra mau melaranya tapi percuma. Toh dia juga menikah karena paksaan pasti reyhan tak mau mendengarkanya
"Assalamualaikum" salam mayra pintunya tidak di kunci. Ada siapa di dalam mayra mendorang kopernya masuk kedalam
"Waalaikumsalam"
Mayra mencari keberadaan suara itu. Wanita paruh baya datang menghampirinya
"Non mayra yah"tanya seoranang wanita ia tersenyum lalu mengambil ahli koper yang di pegang mayra
"Iy, anda siap" tanya mayra bingung
"Saya asisten rumah tanga di sini non, pangil aja bi sulis" ucap bibi mayra tersenyum
"Makasih yah bi, bibi itu mobil siapa kayaknya masih baru" tanya mayra
"Bibi kurang tau non, tadi ada orang yang membawa mobil ini kesini, tapi ketika saya tanya ini mobil siapa. Dia hanya bilang tanya sama tuan reyhan"
Mayra menganguk dia naik ke atas dengan membawak koper, awalnya bibi mau membantunya tetapi mayra menolak dan menyuruh bibi mengambilkan minum
Kamar di lantai atas ada dua kamar, mayra pun memilih kamar yang bercer biru warnah ke sukaanya disana ada toilet dan tempat tidurnya juga luas cocok untuk dua orang di sisi tembok ada sofa. Meyra sengaja memilih kamar yang cukup untuk dua orang tetapi ia tak yakin apakah reyhan akan tidur denganya ia membersihkan badanya dan merebahkan tubuhnya
****
Alaram mayra berbunyi membangunkan mayra dari alam mimpi ia terbangun dan melihat jam sudah pukul setengah empat ia dengan cepat mengambil wuduh dan menjalankan sholat tahajud sambil menungu azan subuh ia membaca al quran
Mayra turun setelah menjalankan sholat subuh ia heran tak milihat suaminya
"Assalamualaikum pagi bi" salam mayra melihat wanita paru baya yang sedang asik memasak
"Waalaikumsalam pagi non" bibi tersenyum melihat mayra
"Bi mas reyhan kemana" tanya mayra
"Nggak tau non, tadi malam tuan reyhan nggak pulang dan nggak ada kabar" ucap bibi mayra khawatir. Apakah reyhan tidur di rumah ana tapi tidak mungkin mereka bukan mahram
Mayra mengambil ponselnya dan melihat kontaknya ia lupa. Kontak reyhan kan gak ada di mayra
"Assalamualaikum" salam seseorang. Mayra tersenyum melihat suaminya
"Waalaikumsalam" ucap mayra menghampiri suaminya
"Mas habis dari mana" tanya mayra khawatir. Istri siapa yang tidak khawatir melihat suaminya pergi dan tak pulang. Seharusnya malam pertamanya berdua dengan suaminya dengan kebahagiaan
Tetapi lain dengan mayra. Ia hanya pasra meskipun hatinya sakit, sampai kapan ia akan merasakan sakit ini
"Bukan urusanmu" bentak reyhan, reyhan langsung naik ke atas. Air mata mayra menetes apakah ia tidak diangap sebagai seorang istri apa salahnya ia hanya bertanya keadaan suaminya
"Non mayra kok nangis" tanya bibi, mayra mengusap air matanya dan tersenyum
"Nggak papa bi"
"Sabar yah non, bibi tau perasaan non mayra. Bibi juga pernah ngerasain" ucap bibi
Mayra berdiri dan memeluk wanita itu. Bibi sempat kaget tetapi ia membalasnya dan mengelus belakang mayra berharap mayra tenang
"Bi apakah mayra salah menanyakan ke adaan mas reyhan" tanya mayra melepas pelukanya, bibi tersenyum
Mayra kembali teringat dengan kedua orang tuanya
"Tidak non, malahan non benar. Mungkin tuan reyhan ke capean jadi tidak sengaja bentak non" ucap bibi. Mayra berpikir dan tersenyum
Merekapun memasak, sunguh hati mayra masih sakit tetapi ia berusaha tegar untuk menghadapi suaminya
Reyhan turun dengan mengunakan jas berwarnah hitam tak lupa kacamat yang membuatnya begi tuh tampan.
"mas rayhan sarapan udah siap" reyhan duduk menampilkan wajah datarnya ia menyantap makananya.
Selesai makan mayra mengantarnya sampai depan. Rehan mau memasuki mobil
"Mas reyhan mayra belum salim" mayra sedikit berteriak lalu berjalan menghampiri suaminya
"Assalamualaikum mas" salam mayra lalu mencium tangan suaminya
"Waalaikumsalam" reyhan masuk dan melaju mobilnya dengan kecepatan sedang
"Astagfirulah aku lupa menanyakan mobil siapa itu" mayra masuk ia mengambil hpnya tak ada nomor suaminya
Ponsel mayra berbunyi nomor baru. Mayra mengangkatnya
"Assalamualaikum" reyhan
"Waalaikumsalam" mayra
"Mayra ini aku reyhan, kalau kamu mau pergi naik mobil yang ada di garasi. Itu mobil kamu" reyhan
"Iya mas aku, aku boleh minta izin mau ke kantor" mayra
"Iy, aku izinin" reyhan
"Mas udah sampe" suara khas orang bangun tidur
Ada suara perempuan siapa dia. Apakah ana pacar reyhan mayra belum tau apakah suminya itu sudah putus atau belum
"kalau begitu aku tutup yah, assalamualaikum" mayra langsung menutupnya, lagi lagi air matanya menetes hatinya serasa sakit

Comentário do Livro (422)

  • avatar
    PratamaMuhammad abidzar

    bagus banget ceritanya😭

    31/07/2024

      0
  • avatar
    SaraMai

    bagus banget

    30/07/2024

      0
  • avatar
    123Naufal

    Naufal

    10/07/2024

      0
  • Ver Todos

Capítulos Relacionados

Capítulos Mais Recentes