Hiks… kenapa… hiks… kenapa malah jadi seperti ini?" Seorang pria duduk dan menangis sejadi-jadinya setelah orang dalam pelukannya tewas karena lubang besar pada tubuhnya. "Tidak perlu menangisinya, Raka. Karena sebentar lagi aku akan mengirimmu ke tempat adikmu berada," kata pria lain yang melayang di atas langit. Tangisan Raka tiba-tiba berhenti dan pandangannya pun mengarah kepada pria yang berada di depannya itu dengan tatapan penuh kebencian. "Apa? kenapa kau menatapku seperti itu?" tanya pria itu. "Bukankah dulunya kita adalah teman? Tapi kenapa kau melakukan semua ini? kenapa? cepat katakan! kenapa kau lakukan semua ini? Indra…!!" teriak Raka. "Hahahahaha…!!! kau bilang kenapa? tentu saja karena dunia ini sangat tidak adil, kenapa ras kita sangat berbeda dengan ras lainnya? coba kau katakan?" "Jadi ternyata kau memang benar-benar musuh ya? kau tahu? sekarang aku jadi merasa bodoh karena dulu aku sudah menganggapmu sebagai adikku." Raka menundukkan kepalanya dan mulai meletakkan mayat adiknya dari pelukannya ke atas lantai. "Maafkan aku, sebagai seorang kakak aku sudah gagal melindungimu. Tapi tenang saja, karena sekarang aku akan membalaskan dendammu dan akan mengalahkannya sebagai ksatria cahaya seperti sosok yang kau kagumi," bisiknya di telinga adiknya meskipun dia tahu kalau adiknya itu tak bisa lagi mendengarnya. "Hahahahaha…!!! hahahahaha…!! jangan membuatku tertawa Raka, aku masih bisa mendengar bisikan anehmu itu," "Tutup mulutmu! dari pada kau mengoceh lebih baik kau bersiap-siap karena sebentar lagi aku akan membunuhmu!" ancam Raka. Raka berdiri perlahan dan menarik sebilah pedang yang tertancap di lantai samping tempatnya berada. Rasa sedih akan kehilangan seseorang yang berharga melekat pada dirinya, hingga suara-suaranya pun terngiang di kepalanya. "Kakak!" "Kakak lihat ini," "Itu! lihat itu ada kupu-kupu hitam." Air matanya mulai menetes dan dia pun mencoba menutup kedua lubang telinganya agar suara itu hilang. Namun, mau seperti apapun cara yang dia lakukan, suara itu tetap saja terdengar sampai akhirnya dia menangis kembali. "Dasar cengeng, ayo cepat selesaikan ini, aku sudah mulai merasa jijik melihat wajahmu itu," "Hiks… baiklah, jika itu maumu hiks…," ucap Raka sambil menyapu air matanya. Raka mulai mengambil posisi dan mengarahkan pedangnya ke arah Indra yang berada di depannya. Dia menarik napas dalam-dalam dan dilihatnya wajah Indra dengan tatapan tajam sambil mengingat kenangan menyenangkan bersama adiknya. "Kali ini aku bertarung untukmu, Rena. Gerbang kelima : kupu-kupu neraka!" Seketika luapan energi keluar dari tubuh Raka hingga membuat suasana di sekitarnya berubah menjadi mencekam, angin bertiup dan semakin lama semakin kencang, serta petir besar mulai menyambar dari langit yang gelap tanpa henti. "Hahahahaha…!!! inilah…!! inilah yang kutunggu-tunggu hahahahaha…!!!" tawa Indra. Indra tak bisa menahan dirinya lagi dan langsung melesat ke arah Raka sambil menghunuskan pedangnya. Raka tak tinggal diam, dengan luapan energi yang menyelimutinya, dia pun juga melesat ke arah Indra. Triiiingg…!!! Pedang mereka pun beradu dan pertempuran hebat yang mampu menggetarkan dunia pun terjadi. <<<<<<>>>>>> "Suatu saat nanti akan muncul dua ksatria cahaya dari masa lalu yang saling bertolak belakang. Mereka berdua akan bertarung kembali dan yang menang akan membawa perubahan. Tak ada yang tahu apakah perubahan itu akan berdampak baik atau buruk. Tapi yang pasti, semoga bencana di masa lalu tidak terulang lagi untuk yang kedua kalinya." ================================== Dukung saya melalui karyakarsa.com/Wolfman3 Hiks… kenapa… hiks… kenapa malah jadi seperti ini?" Seorang pria duduk dan menangis sejadi-jadinya setelah orang dalam pelukannya tewas karena lubang besar pada tubuhnya. "Tidak perlu menangisinya, Raka. Karena sebentar lagi aku akan mengirimmu ke tempat adikmu berada," kata pria lain yang melayang di atas langit. Tangisan Raka tiba-tiba berhenti dan pandangannya pun mengarah kepada pria yang berada di depannya itu dengan tatapan penuh kebencian. "Apa? kenapa kau menatapku seperti itu?" tanya pria itu. "Bukankah dulunya kita adalah teman? Tapi kenapa kau melakukan semua ini? kenapa? cepat katakan! kenapa kau lakukan semua ini? Indra…!!" teriak Raka. "Hahahahaha…!!! kau bilang kenapa? tentu saja karena dunia ini sangat tidak adil, kenapa ras kita sangat berbeda dengan ras lainnya? coba kau katakan?" "Jadi ternyata kau memang benar-benar musuh ya? kau tahu? sekarang aku jadi merasa bodoh karena dulu aku sudah menganggapmu sebagai adikku." Raka menundukkan kepalanya dan mulai meletakkan mayat adiknya dari pelukannya ke atas lantai. "Maafkan aku, sebagai seorang kakak aku sudah gagal melindungimu. Tapi tenang saja, karena sekarang aku akan membalaskan dendammu dan akan mengalahkannya sebagai ksatria cahaya seperti sosok yang kau kagumi," bisiknya di telinga adiknya meskipun dia tahu kalau adiknya itu tak bisa lagi mendengarnya. "Hahahahaha…!!! hahahahaha…!! jangan membuatku tertawa Raka, aku masih bisa mendengar bisikan anehmu itu," "Tutup mulutmu! dari pada kau mengoceh lebih baik kau bersiap-siap karena sebentar lagi aku akan membunuhmu!" ancam Raka. Raka berdiri perlahan dan menarik sebilah pedang yang tertancap di lantai samping tempatnya berada. Rasa sedih akan kehilangan seseorang yang berharga melekat pada dirinya, hingga suara-suaranya pun terngiang di kepalanya. "Kakak!" "Kakak lihat ini," "Itu! lihat itu ada kupu-kupu hitam." Air matanya mulai menetes dan dia pun mencoba menutup kedua lubang telinganya agar suara itu hilang. Namun, mau seperti apapun cara yang dia lakukan, suara itu tetap saja terdengar sampai akhirnya dia menangis kembali. "Dasar cengeng, ayo cepat selesaikan ini, aku sudah mulai merasa jijik melihat wajahmu itu," "Hiks… baiklah, jika itu maumu hiks…," ucap Raka sambil menyapu air matanya. Raka mulai mengambil posisi dan mengarahkan pedangnya ke arah Indra yang berada di depannya. Dia menarik napas dalam-dalam dan dilihatnya wajah Indra dengan tatapan tajam sambil mengingat kenangan menyenangkan bersama adiknya. "Kali ini aku bertarung untukmu, Rena. Gerbang kelima : kupu-kupu neraka!" Seketika luapan energi keluar dari tubuh Raka hingga membuat suasana di sekitarnya berubah menjadi mencekam, angin bertiup dan semakin lama semakin kencang, serta petir besar mulai menyambar dari langit yang gelap tanpa henti. "Hahahahaha…!!! inilah…!! inilah yang kutunggu-tunggu hahahahaha…!!!" tawa Indra. Indra tak bisa menahan dirinya lagi dan langsung melesat ke arah Raka sambil menghunuskan pedangnya. Raka tak tinggal diam, dengan luapan energi yang menyelimutinya, dia pun juga melesat ke arah Indra. Triiiingg…!!! Pedang mereka pun beradu dan pertempuran hebat yang mampu menggetarkan dunia pun terjadi. <<<<<<>>>>>> "Suatu saat nanti akan muncul dua ksatria cahaya dari masa lalu yang saling bertolak belakang. Mereka berdua akan bertarung kembali dan yang menang akan membawa perubahan. Tak ada yang tahu apakah perubahan itu akan berdampak baik atau buruk. Tapi yang pasti, semoga bencana di masa lalu tidak terulang lagi untuk yang kedua kalinya." ================================== Dukung saya melalui karyakarsa.com/Wolfman3
Obrigado
Apoie o autor para lhe trazer histórias maravilhosas
mantap
14/01/2025
0Đc của nó
05/08/2024
0sloww ceritanya
29/06/2023
0Ver Todos