logo text
Adicionar à Biblioteca
logo
logo-text

Baixe este livro dentro do aplicativo

Capítulo 4 Kelahiran Bayi Laki-laki.

"Setelah Gilang bercerita seperti ini, Gilang harap persepsi Ibu terhadap Vina bisa sedikit berubah. Ijinkan Gilang menghadiri pemakaman Vina Bu, Gilang Mohon."
🌼🌼🌼🌼
POV BU LASTRI
[Benarkah apa yang di katakan Gilang, aku salah faham pada menantuku?] gumam ku dalam hati. Aku hanya diam menatap langit-langit kamar, menerawang mengingat masa lalu. Sekilas kulihat Gilang pergi meninggalkan ku, mungkin memberi waktu untuk ku berfikir. Bisa juga dia pergi ke rumah kontrakannya, menghadiri pemakaman Vina.
Lastri nama ku. Aku anak tunggal begitu pula suami ku. Sedari kecil aku dan suami sudah terbiasa bergelut dengan kemiskinan, tapi ku jalani hidupku dengan penuh rasa syukur. Aku di jodohkan dengan Mas Usman di usia kami yang tak lagi muda, saat itu umur ku tiga puluh lima tahun sedangkan mas Usman tiga puluh delapan. Dengan kondisi kami yang sudah berumur sama sekali tak berharap akan hadirnya momongan, Asal di masa tua ada yang mendampingi agar tak sendiri dan kesepian. Ku pasrahkan semua takdir Ku pada Yang Kuasa.
Mas Usman suami yang baik, dan perhatian. Di tengah hidup kami yang serba kekurangan tak menghalangi kami mereguk manis nya berumah tangga.
Hingga di tahun kesepuluh rumah tangga kami, Alloh SWT memberikan kebahagiaan yang tak terkira. Ada janin yang sedang tumbuh di dalam rahim ku.
"Istirahat lah Bune, Biar Pae saja yang narik becak buat kebutuhan dan Insya Alloh bisa nyimpan untuk persiapan lahiran."
"Tapi Pae, langganan kue Bue nanti pada kecewa kalau Bue Ndak jualan."
"Rejeki itu sudah ada yang ngatur Bune. Pasrahkan saja pada Gusti Alloh."
"Ya sudah kalau menurut Pae itu yang terbaik. Bue Istirahat di rumah saja. karena kehamilan di usia tua agak berbahaya Pae."
Ku turuti semua perintah Mas Usman demi kebaikan ku sendiri dan juga janin yang sedang berkembang di rahim ku.Ku jalani kehamilan ku dengan penuh kebahagian. Sampai di usia delapan bulan kehamilan ku, musibah datang.
Dog Dog Dog.
"Bu-Bu Lastri, buka pintu nya Bu, Pak Usman dapat musibah Bu!!" teriak seseorang dari depan.
"Ada apa Pri, kok teriak-teriak?" Tanyaku terkejut setelah membuka pintu. Melihat Supri panik dan pucat.
"Pak Usman, Bu. Itu, Pak Usman. Di pasar." Ucap orang itu gugup
"Bicara yang jelas to Pri, ada apa dengan Mas Usman?" tanyaku heran.
"Pak Usman kecelakaan Bu, di tabrak Truk Becaknya hancur!"
"Ya Alloh, Pakneee. Huuu huuu huuu. Jangan Tinggalin Bue Paaaak." Lemas tubuh mendengar berita buruk ini seketika luruh ke lantai.
"Yang sabar ya Bu, njenengan harus kuat. Kita susul Pak Usman ke rumah sakit ya Bu!" ajaknya.
"Iya Pri, aku tak siap-siap dulu." Seperti tersadar dan entah dapat kekuatan dari mana. Bergegas bangkit untuk ke Rumah Sakit.
🌼🌼
Setiba di rumah sakit ku lihat pak RT sudah ada di sana.
"Tabah ya Bu Lastri, Pak Usman sudah berpulang lima belas menit yang lalu." Ucap Pak RT setelah aku menghampirinya.
Terduduk lemas tubuh ini mendengar kematian Mas Usman.
"Hiks hiks hiks. Kok tega to Paaaak ninggalin Lastri sendiri."
"Sabar ya Bu, njenengan pulang lagi saja tunggu jenazah nya Pak Usman di rumah. Biar di antar Supri pulangnya."
Tak berapa lama setibanya di Rumah, jenazah Mas Usman datang dan siap untuk di makam kan.
Aku hanya bisa pasrah menerima takdir dari yang kuasa. Dua bulan lagi jadwal lahiran tapi Mas Usman meninggal karena kecelakaan.
Tak ingin semakin terpuruk, aku berusaha bangkit dengan kesibukan Ku membuat kue dan menjualnya dengan keliling kampung.
"Kok ndak istirahat di rumah saja to Las, kandungan mu itu semakin besar lho sebentar lagi lahiran to?" tanya salah satu langganan kue ku, yang mungkin kasihan melihat ku berjualan dalam keadaan hamil besar.
"Kalau di rumah saja malah banyak nglamun Bue, jadi ya mending jualan. Ini juga pelan-pelan jalannya dan lagi cuma bawa dagangan sedikit kok. Lumayan buat nambah beli kebutuhan makan dan nyimpan buat lahiran nanti."
"Lha apa Usman Ndak ninggalin sampean simpanan dwit"
"Ya ada Bue, tapi kalau Ndak ada pemasukan ya pasti nya habis to."
"Betul kamu Las, yang penting tetap hati-hati ya jualnnya." Nasehat nya padaku.
"Ya Bu, terima kasih sudah beli kue saya. Saya pamit ya Bue mau keliling Lagi."
" Iya Las, hati-hati di jalan. "
Hari semakin siang, kue juga tinggal sedikit lagi kuputuskan untuk pulang beristirahat. Setiba di rumah ku rasakan mulas pada perut. Rasa mulas yang tidak biasa.
[mungkin ini waktunya melahirkan .] Batin ku bergumam.
Bergegas ku bawa tas yang sudah ku persiapkan untuk alas persalinan, berisi jarik lendang, gedongan dan beberapa baju bayi ke rumah dukun bayi yang tak begitu jauh dari rumah.
Tok. Tok. Tok.
"Assalamualaikum Mak, ini Lastri Mak."
"Waalaikumsalam, ada apa nduk?"
"Sepertinya Aku mau lahiran Mak, dari tadi perut ku mulas."
"Ya sudah , berbaring di dipan itu. Mak siapkan air hangat dulu."
"Mak, seperti sakit nya semakin sering."
"Coba Mak lihat. Ini sudah terlihat kepalanya. Ayo siapkan tenaga untuk mengejan ya."
"Bismillahirrahmanirrahim, Ayo Las, ngejan sekarang."
Hught Huft. Huft. Huft.
"Sekali lagi Las. Lebih kuat lagi!"
Hhuuught.
Oek. Oek. Oek. Oek
"Alhamdulillah bayi mu sudah lahir Las. Laki-laki, ganteng."
"Alhamdulillah, terima Kasih Mak." Ucap ku lemah penuh syukur dan bahagia menyambut kelahiran bayi ku.
"Mak bersihkan dulu, setelah itu baru kamu susui."
"Iya Mak."
Tak berapa lama Mak Ijah sudah datang membawa Bayi lelaki ku. Ditaruhnya Bayi ku di sisi ranjang
"Ayo Mak bantu bangun. Kamu susui anak mu. kelihatannya sudah kehausan itu."
Aku bangun dan bersandar pada pembaringan. Di letakkan Bayi di pangkuan ku. Dengan telaten Mak Ijah mengajari ku menyusui.
"Alhamdulillah Le, kehadiranmu menemani Ibu. Kita berjuang bersama ya Le, jadilah anak yang Sholeh dan pintar. Mas Usman Putra kita sudah lahir Mas, dia yang akan menemani ku sampai masa tua dan akhir hayat ku." Berkata lirih sambil terus ku usah lembut pipi gembul Putra ku .
🌼🌼🌼🌼
Bersambung.

"


Comentário do Livro (111)

  • avatar
    QorinaFatchul

    Alhamdulillah, akhirnya publish juga. Untuk Reader selamat membaca, semoga suka dengan cerita yang ku persembahkan ini. jangan lupa ya follow dan komentarnya ....Terima kasih.🥰🥰🥰

    21/12/2021

      1
  • avatar
    Sahiii

    halo semua

    12/03

      0
  • avatar
    AdiReja

    aku tolong minta jagakan

    12/03

      0
  • Ver Todos

Capítulos Relacionados

Capítulos Mais Recentes