logo text
Adicionar à Biblioteca
logo
logo-text

Baixe este livro dentro do aplicativo

Bab 4

Pagi ini Aisya masih disibukan dengan rutinitasnya seperti biasa, bersiap-siap untuk pergi sekolah. Hari ini ia mengendarai motornya sendiri. Ia memarkirkan Motornya di parkiran seperti biasa, ia menuju kelasnya, di sana ia belum menemukan sahabatnya Nisa. Ia duduk dan menaruh tasnya di laci bawah meja.
"Door...." suara Nisa yang berusaha membuat Aisya kaget, tapi Aisya biasa saja Nisa kan jadinya kesel.
"Biasa aja kali itu bibirnya" cibir Aisya karena Nisa mengerucutkan bibirnya.
"Ngomong-ngomong, setelah lulus nanti lo mau kuliah jurusan apa" kata Nisa pada Aisya sambil menatap sohibnya itu
"Belum tahu gue" jawab Aisya
"Iih, yang mau kuliahkan lo masa gak tau" protes Nisa
"Iya, belum ada bayangan soalnya"
"Dasar somplak lo" kata Nisa seraya melempar Aisya dengan gulungan kertas.
"Apa gue nikah aja kali yah, abis lulus gue langsung nikah," ucapnya dengan tangan bertumpu di dagu
"Gila lo, di kira nikah enak apa" jawab Nisa yang gak habis pikir dengan kata-kata temannya itu
"Lagian lo abis ke jedot di mana sih? Tumben bener seorang Aisya yang cuek dan gak pernah peduli sama hal begituan tiba-tiba ngomong begitu, lo sehat kan, apa otok lo sudah geser," Kata Nisa.
"Yey, gitu aja di anggap serius. Becanda doang,gue, " sahut Aisya sambil menoyor kepala temannya, lalu dibalas kembali oleh Nisa.
"Ya, siapa tau aja kan lo benaran mau nikah."
"Nikah sama siapa?? Calonnya aja belum terlihat bayangannya." Kata Nisa
"Mungkin sama Reno kali" kata Nisa dan ia langsung mendapat cubitan dari Aisya.
"auwwh... sakit tahu," pekik Nisa yang mendapat cubitan dari Aisya.
"Sembarangan lo, gue gak tertarik sama dia biar di kata orang-orang dia ganteng maksimal," ucap Aisya kesal.
"Ya, siapa tau nanti kalian berjodoh, kan gak ada yang tau kedepannya gimana."
"Hmm, malas gue sama lo lama-lama,. Gue mau ke toilet dulu" kata Aisya seraya berjalan meninggalkan Nisa dan mengabaikan teriakan sahabatnya itu.
Di dalam toilet, Aisya selesai buang air, kemudian ia mencuci tangannya, di sana ia mendengarkan Siska dan gengnya yang menggosipkan tentang Reno dan Aisya.
"Apa sih, cantik si cewek gak jelas itu. Sampai-sampai itu si Reno ngejar-ngejar dia mulu" kata Siska pada teman-temannya yang sibuk bercermin dan berdandan.
"Iya, ya padahal cantikan lo juga ke mana-mana" sahut temannya yang lagi mengoleskan lipstik ke bibirnya.
Aisya diam saja mendengarkan kata-kata yang merendahkannya, ia mengepalkan tangannya ingin sekali dia menjambak, dan menyumpal mulut Siska dan gengnya dengan kaos kaki. Tapi ia tahan, dia malas membuat keributan apalagi ini masih pagi. Ia berlalu ke luar meninggalkan Siska dan teman-teman gengnya. Siska yang melihat Aisya berlalu keluar dari toilet tersenyum mengejek. Siska sudah lama menyukai Reno tetapi Reno tidak menggubrisnya. Setelah mengetahui Reno mengejar dan menyukai Aisya, Siska jadi membenci Aisya. Menurutnya Aisya adalah penghalang dia untuk mendapatkan cinta Reno. Padahal Aisya tak pernah menanggapi Reno.
Aisya kembali ke kelasnya dengan wajah yang ditekuk, Nisa yang melihatnya heran dan bingung, kenapa sahabatnya ini abis dari toilet, wajahnya terlihat ditekuk dan tak bersemangat seperti biasanya. Apakah Aisya kerasukan jin dari toilet pikirnya.
"Lo kenapa, Sya. Tiba-tiba muka ditekuk aja?" Tanyanya Nisa
"Gue lagi sebel sama ulat keladi dan kawan-kawannya" jawabnya
"Mang tu ulat keladi ngapain lo?" Tanya Nisa, ia sudah tau kalau ulat keladi adalah Siska dan kawan-kawan.
"Masa nih ya, dia bilangin gue kegatalan sama Reno, terus katanya gue pake pelet segala biar Reno ngejar-ngejar gue, padahalkan gue gak ada apa-apa sama Reno" ucapnya dengan kesal maksimal.
"Terus ni ya, mereka nyindir-nyindir gue, ngerendahin gue, pengen banget rasanya gue tabok itu mulutnya" ucapnya berapi-api
"Sabar ini masih pagi, Nyonya. Tahan emosi lo!" Kata Nisa
"Ya ini juga gue masih sabar kalo gak, dah babak belur tu anak gue buat" katanya pada Nisa
"Iya, iya percaya gue mah." Menyudahi obrolannya, kalau Aisya sedang marah didiamin aja, dari pada jiwa bar-barnya tiba-tiba bangkit kan bahaya.
Aisya, dan Nisa mengikuti pelajaran seperti biasanya, ya walaupun si Aisya lagi badmood dia tetap berusaha mengikuti pelajaran dengan baik.
=======
Kini Aisya sudah berada di rumahnya, ia lagi rebahan di atas kasur di kamarnya sambil bermain ponsel. Ia berselancar di dunia maya. Tiba-tiba satu pesan dari Dino teman satu kompleksnya masuk ke ponselnya.
Dino: Sya, lo mau ikutan gak nonton pertandingan bola, kita sama anak-anak mau tanding neh sama anak kompeks sebelah.
Aisya: Ok, gue ikutan. Jam berapa kumpulnya.
Dino: sekitar jam 16.30. Kita dah kumpul semua di rumahnya Edo.
Aisya: Ok. Nanti gue kesana.
Dino: sipp.
Begitulah isi percakapan diHP Aisya, ia segera mandi dan bersiap-siap untuk berangkat dan berkumpul di rumah Edo. Ia memakai kaos oblong berwarna hitam, celana jens selutut, rambutnya dikuncir seperti ekor Kuda, setelah siap ia memasukan ponselnya ke dalam saku celananya. Ia keluar dari kamar sambil menenteng kunci Motor. Aisya mencari sosok Bundanya di dapur dan ditemuinya wanita kesayangannya itu lagi sibuk memasak di dapur.
"Bun, Aisya pergi dulu ya." Pamitnya
"Loh, mau kemana kamu sore-sore begini keluyuran" ucap bundanya menatap Aisya
"Mau kerumah Edo, ngumpul. Mereka mau tanding bentar lagi sama anak kompleks sebelah" papar Aisya pada Bundanya
" Hmm, tapi ingat pulangnya jangan telat sebelum waktu Magrib udah di rumah lagi" Pesan Bu Dewi pada Aisya.
"Siap Bundaku sayang" jawab Aisya. Ia pamit dan mencium tangan bundanya
"Assalamu'allaikum"
"Walaikumsalam" jawab Bu Dewi
Aisya segera melajukan Motornya menuju rumah Edo, di sana sudah ada beberapa teman-temannya yang sudah datang. Ia memarkirkan motornya di bawah pohon mangga di depan rumah Edo.
"Yang lain mana?" Tanya Aisya.
"Belum pada datang" ujar Dino yang sudah datang lebih awal
"Nah, tu mereka" kata Edo seraya menunjuk temannya yang baru saja datang.
"Ya, sudah kita langsung saja berangkatnya, bentar lagi dah mau di mulai pertandingannya" seru salah satu temannya, mereka pun berangkat menggunakan motor masing-masing menuju lapangan bola dikompleks sebelah.
Aisya duduk saja di sebuah kursi melihat teman-temannya melakukan pemanasan sebelum pertandingan dimulai. Tak berapa lama pertandingan pun di mulai mereka saling mengejar, dan berusaha merebut bola yang berada dibawah kendali lawan dan menendang, mengoper, dan menendang bola menuju gawang. Suara teriakan, sorakan, dan tepuk tangan dari pendukung kubu masing-masing terdengar riuh.
Tim kesebelasan dari kompleksnya Aisya berhasil memegang rekor, mereka berhasil mencetak satu gol 1-0.
"Semangaaatt......" teriak Aisya memberikan semangat pada teman-temannya yang sedang bertanding.
Tiba-tiba, Aisya melihat Dino terjatuh karena di dorong oleh lawannya, ia terlihat kesakitan karena kakinya sengaja diinjak oleh lawan mainnya. Akhirnya mereka saling menyalahkan dan terjadilah dorong-mendorong karena tak terima temannya didorong dan diinjak, entah siapa yang memulai lebih dulu suasana mulai semakin panas dan terjadi lah baku hantam diantara mereka.
Aisya yang melihat teman-temannya dikeroyak pun berlari masuk ke dalam lapangan untuk membantu temannya. Baku hantam pun tak terelakan lagi, mereka saling memukul, menendang, dan meninju.
Bersambung.....

Comentário do Livro (141)

  • avatar
    Natasha Rahelia

    SERUUUU BANGETTTT!!

    16/05/2025

      0
  • avatar
    dinaand

    SERUUU TP KACAU SI BIKIN SENYUM2 SENDIRI

    18/03/2025

      0
  • avatar
    Tiara

    Bagus bgt sih cmn kurang seru,soalny gak ada konflik memanas gitu😭🙏🏻

    16/09/2024

      0
  • Ver Todos

Capítulos Relacionados

Capítulos Mais Recentes