logo text
Adicionar à Biblioteca
logo
logo-text

Baixe este livro dentro do aplicativo

Glisten Star

Glisten Star

dinybesmile


Chapter Satu (LALA - CHAN BIN - CHRISTOPHER)

Suasana bandara Soekarno Hatta di malam hari ternyata sama padatnya dengan pagi maupun siang hari.Sepertinya kehidupan bandara bagi orang-orang sekarang sudah biasa dan bukan sesuatu yang asing,dimana dengan padatnya rutinitas pekerjaan yang mengharuskan mereka bertugas ke luar kota,begitu juga denganku.Tadinya aku mau ambil penerbangan pagi,tetapi pekerjaan yang masih menumpuk jadinya ambil penerbangan terakhir.Setelah check in aku memutuskan menunggu di lobi dalam saja,sambil membaca novel yang sengaja aku bawa untuk mengusir kejenuhan.Akhirnya panggilan untuk nomor penerbanganku disebut juga.Sesampainya di dalam pesawat,tidak perlu menunggu terlalu lama,aku menemukan kursiku yang berada di dekat jendela.Memang sudah menjadi kebiasaan kalau berada di pesawat aku memilih duduk di kursi dekat jendela.
Sambil menunggu pesawat take off aku melanjutkan bacaanku.
"Maaf,permisi",tiba-tiba ada suara cowok menyapaku
"Iya,ada apa ya?",tanyaku
"Maaf,apakah mbak keberatan kalau tas kecil saya ditaruh disini,siapa tau nanti mbak mau ke kamar kecil jadi kesulitan,soalnya bagasi atas sudah penuh dengan bawaan saya"
"Oh,silahkan saja"
"Terima kasih",ujarnya sambil tersenyum. Setelah aku perhatikan cowok ini bukan asli orang Indonesia,tetapi seperti campuran orang Korea dan Indonesia.Hanya matanya saja yang sedikit menunjukkan orang Indonesia,kulitnya putih bersih,tinggi,hidungnya mancung,persis aktor Korea.
"Ada yang salah dengan wajah saya?",tanyanya melihatku yang dari tadi memperhatikannya.
"Oh,tidak,maaf",jawabku gugup merasa tidak enak hati dan malu
"Ha...ha...ha...,nggak apa-apa,santai saja",ujarnya tertawa lepas.Semakin diperhatikan cowok ini sangat ganteng,wajahnya mirip dengan aktor Lee Jong Suk dan Kim Woo Bin.
"Hehehe"
"Mau ke Surabaya juga?"
"Iya,biasa tugas kantor"
"Ha...ha..ha...sama,mau gimana lagi,namanya juga kita hanya karyawan"
"Betul"
"Ohya,nama saya Kim Chan Bin"
"Lala Yulia,tapi panggil Lala saja.Anda orang Korea?"
"Orang Korea yang dari lahir sampai sekarang tinggal di Indonesia,sekali-kali saja ke Koreanya"
"Wah asyik dong,impianku dari dulu ingin ke Korea,tetapi belum kesampaian"
"Ohya?Gimana kalau kita nanti liburan bareng saja ke Korea"
"Boleh saja"
Penerbangan kali ini entah mengapa aku merasakan begitu singkat.Apakah mungkin karena ada yang baru aku kenal tetapi sudah memberikan kesan yang mendalam.Dia pandai mencari bahan obrolan,ada saja yang kita obrolin dan terakhir sebelum berpisah kita bertukar nomor handphone.
Akhirnya seminar kali ini beres juga.Memang sudah menjadi tugas minimal sebulan tiga kali harus mengikuti seminar.Dalam setiap seminar aku bukan sebagai peserta,tetapi sebagai pembicara.yang menginformasikan kepada peserta seminar perkembangan dan produk yang dijual di perusahaanku,ditengah persaingan bisnis baik online maupun offline yang semakin menjamur. Memang perusahaan tempat aku bekerja ini termasuk bertahan lama karena sudah lebih dari lima puluh tahun berdiri.
Rasanya bosan menikmati suasana hotel.Ingin main kemana,tetapi sama siapa.Lama aku berpikir dan aku baru ingat kalau Lulu ada syuting sinetron di Surabaya. Lulu adalah saudara kembarku,walaupun kami kembar,tetapi kami bukan kembar identik,sehingga banyak yang tidak tahu kalau sebenarnya kami kembar.Tidak hanya wajah yang berbeda,dari kecil sampai dewasa kami memiliki hobi dan selera yang berbeda juga.Makanya ketika kami lulus SMA,Lulu memutuskan masuk model agency karena cita-cita dia dari kecil memang ingin menjadi model.Baru tiga tahun ini dia mencicipi dunia peran,sudah banyak sinetron maupun ftv yang dia perankan,dimulai dari peran kecil hingga sekarang sudah menjadi pemeran utama.Bahkan katanya dia akan bermain film.Sebenarnya aku kasihan dengan saudara kembarku itu,apalagi baru-baru ini dia masuk rumah sakit.Berbeda dengan Lulu,selepas SMA aku memutuskan kuliah,karena cita-citaku dari kecil ingin bekerja di perusahaan besar dan sekarang cita-citaku terwujud.
"Lu,loe masih syuting di Surabaya khan?",tanyaku menelpon saudara kembarku
"Busyet deh La,kebiasaan banget,halo dulu kek,jol langsung manggil nama di telpon"
"Alah sama loe aja Lu,ngapain harus halo-haloan.Loe masih di Surabaya khan?"
"Iye,gua masih syuting di Surabaya,loe di Surabaya juga La?Sejak kapan?Kok nggak cerita sama gua?",balas Lulu dengan pertanyaannya yang seabrek.
"Iya,gua di Surabaya.Baru kemarin sih,biasa gua harus jadi pembicara di seminar"
"Adeuh,seminar lagi,seminar lagi,kapan otak loe nggak diisi dengan seminar mulu sih La,liburan kek kali-kali,heran gua sama loe,nggak jenuh tuh otak"
"Bawel loe Lu,loe sendiri emang bisa liburan?kayak bisa liburan aja. Lagian gua telpon loe karena bosan di hotel mulu,jalan yuk kemana gitu,besok gua sudah harus balik ke Jakarta"
"Kagak bisa La hari ini mah,syutingnya belum kelar,baru kelar malam,nanti kalau kelar gua ke hotel tempat loe nginap deh"
"Basi ah,kalau harus nunggu malam,gua pergi jalan-jalan sendiri saja"
"Awas nyasar,pake google map"
"Iya"
Akhirnya aku jalan-jalan seorang diri menyusuri jalanan kota Surabaya.Tidak jauh berbeda dengan Jakarta,Surabaya juga macet dimana-mana.Setelah lelah berkeliling sambil membeli oleh-oleh,tidak terasa perut terasa lapar.Aku melihat ada kafe tidak jauh dari aku berdiri sekarang.Lalu aku memutuskan makan di kafe itu.Ketika aku masuk ke dalam kafe tersebut,aku dibuat takjub.Ternyata kafe ini merupakan kafe Korea.Semua dekorasi bernuansa Korea.Anak-anak abg pecinta Kpop pasti betah berada di kafe ini dan benar saja dugaanku semua pengunjung kafe ini semuanya abg.
"Jangan-jangan pemilik kafe ini orang Korea",pikirku dalam hati
Setelah sibuk mencari tempat duduk,karena kafe ini ramai dan penuh.Akhirnya aku menemukan tempat dudukku.Tidak berapa lama setelah aku duduk,seorang pelayan menghampiriku.Dari name tag di bajunya pelayan ini bernama Park Dong Sun.
"Permisi,sudah siap untuk memesan?",tanya pelayan tersebut,yang ternyata fasih berbahasa Indonesia.Aku kira dia akan bertanya menggunakan bahasa Korea.Kalau dia berbicara bahasa Korea aku harus menjawabnya gimana.
"Menu favorit di kafe ini apa ya?",tanyaku balik
"Menu favorit disini ada jjangmyeon,kimbab,bibimbab,ramyeon,bulgogi,kimchi stew,kimchi bokkeumbab,naengmyeon,japchae"
"Wow banyak juga ya"
"Iya,semua menu disini hamper semuanya favorit",ujarnya sambil tersenyum memperlihatkan gigi gingsulnya. Kalau diperhatikan untuk ukuran pelayan cowok ini manis.Walaupun tidak terlalu tinggi tapi badannya atletis,kulitnya putih dan matanya besar
"Kalau gitu saya pesan bibimbab,kimchi dan untuk minumnya jus melon saja"
"Baik,ditunggu ya mbak"
"Oke"
Sambil menunggu pesanan,aku memutuskan mengerjakan materi seminar selanjutnya.
"Hai,disini juga",sapa seseorang kepadaku
"Kim Chan Bin",ujarku kaget,ternyata cowok yang bertemu denganku di pesawat ada disini juga
"Panggil Chan Bin aja atau bisa panggil oppa",ujarnya menggodaku
"Oppa?Bolehlah,tapi tidak sekarang.Sudah pesan?"
"Belum"
Setelah pesanan kami masing-masing datang,kami makan sambil ngobrol. Obrolan kami begitu ringan dan layaknya dua orang yang kenal sudah lama.Bahkan selepas dari kafe dia mengajakku jalan-jalan.Aku takjub dengan pengetahuannya tentang tempat wisata yang ada di Surabaya.Walaupun ada darah Koreanya,ternyata dia sangat cinta dengan Indonesia.
Malam harinya kami janji untuk bertemu lagi.Rencanaku dengan Lulu saudara kembarku kubatalkan. Sempat ngomel-ngomel dia ditelpon saat aku bilang kita tidak jadi jalan-jalan.Daripada jalan-jalan sama Lulu,aku lebih senang pergi dengan Kim Chan Bin.Apa aku jatuh cinta dengannya.Apakah cinta pandangan pertama itu ada.Aku tidak mau baper duluan dengannya,tetapi perasaan suka dengannya kuakui ada.Bersama dengannya aku nyaman,menjadi diriku sendiri dan kuakui cara berpikir dan pandanganku dengannya sama.
Tepat pukul 8 malam dia sudah menungguku di lobi hotel.Berpakaian sangat rapi dan ketampanannya kian terpancar.Tidak heran cewek-cewek yang duduk di lobi semua memperhatikannya.Ada rasa bangga dalam diriku kalau dari sekian cewek di lobi ini dia memilihku,walaupun kami belum jadian.
Betapa terkejutnya diriku kalau dia membawaku ke sebuah restoran mewah.Kalau tahu seperti ini aku akan memilih bajuku yang lebih layak untuk ke restoran ini.
" Chan Bin,kamu membuatku malu"
"Ih,masih manggil Chan Bin aja,panggil oppa. Kenapa?"
"Bajuku.Bajuku tidak layak ke restoran mewah seperti ini oppa",ujarku malu.Dan akhirnya aku memanggil dia dengan sebutan oppa karena dia yang maksa
"Kamu cantik La. Bajumu bagus dan aku suka melihatnya",ujarnya sambil memegang tanganku.Sontak aku kaget dibuatnya.Darah mengalir dalam tubuhku. Jantungku berdegup kencang.Rona merah terpancar dipipiku.
"Hah?",sahutku.Hanya kata itu yang mampu keluar dari bibirku
"La,jujur dari pertama aku melihatmu di pesawat,aku merasakan kalau kamu cewek yang berbeda dan sangat istimewa.Entah mengapa,aku langsung berpikir kalau kamu adalah jodohku. Mungkin kamu berpikir aku gila atau gombal,tapi itu yang aku rasakan La",sahutnya sambil masih menggenggam tanganku lebih erat.Dari pancaran matanya aku tahu kalau dia jujur.Tapi aku bingung harus berkata apa
"Oppa"
"Hmm"
"Boleh oppa kasih aku waktu berpikir",ujarku. Jujur aku bodoh kenapa harus berkata seperti itu.Harusnya aku langsung bilang kalau aku merasakan hal yang sama,tetapi harga diriku lebih kuat dan aku ingin melihat tingkat keseriusannya padaku
"Baik,kapan aku bisa mendapatkan jawabannya?",tanyanya dengan raut wajah kecewa
"Besok pagi jam 7 di lobi hotel ya oppa. Pesawatku akan berangkat jam 9"
"Oke,ini untukmu",ujarnya sambil mengeluarkan sebuah kotak dan memberikannya padaku.Ketika aku membukanya aku terkejut,sebuah kalung bertatahkan berlian kecil ditengahnya
"Ini apa?",tanyaku
"Kalau kamu menerimaku,pakailah kalung ini,tetapi kalau kamu tidak menerimaku,kamu boleh buang kalung itu"
"Buang?"
"Iya,karena itu menandakan kamu tidak suka padaku"
"Oppa,kamu sungguh-sungguh menyukaiku?"
"Aku sangat menyukaimu bahkan sangat mencintaimu La dan aku tidak pernah main-main dalam urusan cinta apalagi kalau sampai menyakiti hati cewek.Saat melihat kalung ini,aku langsung teringat padamu.Tadinya aku mau membelikanmu cincin dan ingin segera melamarmu.Tapi,aku tidak ingin dianggap aneh dan nekat,makanya aku memilih membelikanmu kalung ini"
"Oppa kamu sungguh-sungguh sekali,tunggu besok jawabanku ya"
"Aku pasti datang La,karena aku serius menjalin hubungan denganmu"
Percakapan kami berhenti disitu dan kami memulai menyantap makan malamnya.Selesai makan malam,dia mengantarku kembali ke hotel.Kami tidak kemana-mana lagi,karena dia tahu kalau aku harus beres-beres barangku.
Tepat pukul 07.00 pagi,aku sudah siap untuk check out dari hotel ini,karena aku harus bergegas ke bandara.Betapa terkejutnya,ketika aku melihat di lobi kalau dia sudah berdiri disana.Setelah aku check out menyerahkan kunci kamarku ke resepsionis,dia membawakan koperku sampai masuk ke dalam mobilnya.Di dalam mobil,kami berdua tidak ada yang berbicara,bahkan dia tidak berani membuka percakapan dan serius mengemudikan mobilnya.Ternyata kami kecepatan datang ke bandara.Waktu masih menunjukkan pukul 07.30 wib. Lalu aku memilih sarapan di salah satu kafe di bandara ini.
"Oppa",ujarku membuka percakapan
"Iya",sahutnya kaget ketika aku memanggil namanya
"Kamu tidak penasaran dengan jawabanku",godaku padanya
"Sangat penasaran,bahkan aku tidak tidur semalaman"
"Kamu tidak tidur oppa?",tanyaku kaget
"Iya",jawabnya tertunduk lesu.Aku baru sadar kalau dia memang tidak tidur.Ada lingkaran hitam di bawah matanya.Baru kali ini aku menemukan cowok yang seperti dia.Tidak berlama-lama lagi,aku membuka salah satu kancing bajuku yang dari tadi sengaja aku tutup.
"Oppa,lihatlah padaku",ujarku. Dan betapa terkejutnya dia ketika aku mengeluarkan kalung pemberiannya yang sudah kupakai di leherku,tapi sengaja aku sembunyikan dengan mengancing bajuku
"La?Itu"
"Ini jawabanku oppa.Aku juga sangat mencintaimu dan ingin serius menjalin hubungan denganmu",sahutku.
"Makasih ya La sudah menerimaku"
Lalu dia langsung menggenggam tanganku dan refleks dia mencium bibirku. Sebuah ciuman hangat dan tulus dia berikan di bibirku dan dapat kurasakan rasa cintanya padaku.Untung saja tidak ada yang melihat saat dia mencium bibirku. Bandara ini menjadi saksi awal kisah cintaku dengannya.

Comentário do Livro (25)

  • avatar
    Titin Sutinah

    bagus,menarik

    09/06/2025

      0
  • avatar
    Hengki Kurni

    cerita bagus

    01/05/2025

      0
  • avatar
    Sulistiyani28. Ni Luh Putu

    bagusss bangett ga ngebosenin

    30/04/2025

      0
  • Ver Todos

Capítulos Relacionados

Capítulos Mais Recentes