# Hikmah di Balik Hilangnya KTP Bab 6 ( Bertemu Pengacara ) [ Hallo iya Pah ] Dijawabnya panggilan telepon dari suaminya, tidak lupa panggilan tersebut di loudspeaker. [ Hallo Mah, lagi dimana? ] [ Lagi dijalan, kenapa Pah? ] [ Gak ada cuma lagi kangen aza ] Widya langsung merotasi matanya merasa muak mendengar rayuan Herman. Bahkan Indah langsung memperagakan seperti orang yang akan muntah. [ Ya sudah Papah selamat berlibur ya, happy happy disana ] [ Mama gimana sih Papah lagi di Solo lagi kerja bukan liburan ] [ Gitu ya. Pah, kemarin aku ketemu jeng Sisil dia cerita suaminya lagi ke Bali ketemu suami temannya lagi liburan malah gendong gendong anak. Sampai heboh Pah di grup WA Ibu-ibu tapi aku yakin papah gak akan gitu ya kan? ] [ Ah eh mmmhhhhh gak lah Mah, Papah sayang keluarga Papah. Gak mungkin Papah ngelakuin hal sehina itu ] [ Alhamdulillah, iya emang perbuatan hina itu Pah. Aku yakin nanti suami teman Bu Sisil itu bakal kena azab ] [ Ih udah ah Mah kok ngobrolnya ngeri gitu, Papah mau siap siap dulu ya ada meeting ] [ Oke Pah, bye ] Sambungan telepon langsung dimatikan Widya, dia tak mau seperti kemarin dimatikan sepihak oleh suaminya. Drrttt Drrttt " Wid tuh si Suhe telepon lagi hahaa " ucap Indah sambil tertawa geli. " Biarin aza lah, dia pasti penasaran kenapa aku matikan teleponnya. Kemarin dia gitu terus. Sekarang aku balas biar dia mikir. Gak sopan " jawab Widya dengan geramnya mengingat berapa kali obrolannya di putus sepihak oleh Suhe eh Herman maksudnya heheee. " Wih acara balas balasan rupanya ya " Widya hanya tersenyum mendengar ledekan sahabatnya itu, tapi dia tetap fokus melihat ke depan karena jalanan mulai macet. " Ndah kamu punya temen pengacara gak yang bener bener bisa dipercaya? " " Lah emang kenapa sama pengacaramu ?" Indah heran dengan pertanyaan Widya. " Aku cuma jaga jaga saja, pengacara yang kami pakai sekarang kan teman Mas Herman. Aku takut setiap pergerakanku disampaikan mereka pada Mas Herman " Indah nampak berfikir " Kenalanku sih kebanyakan di Jakarta tapi aku coba ya kali aza ada yang ngasih referensi buat di Bandung " Indah kemudian menghubungi teman-teman pengacaranya. Tak berselang lama Widya sudah sampai di parkiran Bank. Dia berniat menyimpan surat surat berharganya di safe deposit box. " Ndah sudah sampe ayo turun aku mau simpan surat surat berharga di safe deposit Box " " Oke, Wid aku dah dapat pengacara pesanan kamu. Kapan kita mau ketemuan? " " Sore ini saja ya, aku pengen semua beres hari ini. Mumpung Mas Herman masih liburan sama bini muda nya " " Oke aku hubungi dulu orangnya ya " Mereka pun turun dari mobil dan masuk ke dalam. Disana mereka langsung menemui petugas dan menyampaikan tujuannya untuk menyimpan barang di safe deposit box. Petugas pun langsung memprosesnya, tak butuh waktu lama barang barang dan surat surat berharga sudah tersimpan di safe deposit box. Mereka pun bergegas pulang untuk menjemput Putri disekolah. " Kamu yakin dengan rencana rencana kamu?" " Yap aku yakin banget, semua barang sudah tersimpan aman. Hari ini tinggal pasang GPS di mobil Mas Herman dan mobilku saja lalu balik lagi buat urusin soal apartement. Untuk surat surat pasti pakai namaku, tapi nanti aku mau kamu supaya disebutkan kalau kamu sebagai penyewa " " Ya aku ngerti pasti ini berhubungan dengan gono gini. Kamu terlalu jauh berfikir Wid " Indah menggeleng gelengkan kepalanya. " Entah lah firasatku tak enak, dengan Mas Herman bisa memalsukan data sampai KTP saja aku sangat khawatir dia bisa melakukan lebih dari itu " Widya menghentikan biacaranya. " Ndah kalo nanti ada apa apa sama aku, nitip orang tuaku dan anak anak ya " lanjutnya. " Apaan sih kamu mikir ya nggak nggak, sudah fokus saja menyetir. Kamu masih ada aku, orang tua kamu. Heyyy kamu gak sendiri " " Heheee ya namanya juga jaga jaga " Hari ini Widya begitu sibuk semua dilakukan step by step. Dia ingin semua rencananya berjalan lancar. Setelah menjemput anaknya dia kembali ke apartement dan mengurus surat suratnya. Kemudian dia pergi kebengkel untuk memasang GPS di mobilnya. Dan terakhir dia bertemu pengaracara sesuai rencananya hari ini. " Dimana kita ketemu pengacaranya Ndah? " " Mmhhhh di cafe yang daerah Setiabudhi katanya lebih deket dari kantornya " " Mah kita mau kemana lagi? " ucap Putri. " Bentar ya sayang, kita cari makan dulu. Sekalian kita nemuin temen Mamah ya " Tiba di cafe mereka langsung mencari meja dan memesan makanan. " Ndah nanti pas ada pengacaranya tolong kamu bawa dulu Putri. Aku gak mau Putri mendengar pembicaraan kami " " Oke, santai saja " 10 menit kemudian orang yang ditunggu sudah tiba. " Maaf dengan Ibu Widya?" seorang laki laki muda dan tampan dengan potongan rambut buzz cut menghampirinya. " Iya benar, dengan Pak Reza ya? " " Benar Bu maaf saya sedikit terlambat ada sedikit kendala di jalan " " Gak masalah Pak, saya juga belum terlalu lama tiba disini " " Mau saya pesankan apa Pak? tadi saya mau pesan tapi takut tak sesuai selera Bapak " " Gak usah Bu, saya juga tidak bisa lama karena ada klien lain yang harus saya temui. Kita langsung saja ke permasalahan Ibu " " Baiklah Pak, saya ada masalah dengan suami saya. Saya ingin mengamankan aset aset saya. Untuk aset yang sudah atas nama saya, tadi sudah disimpan di Bank jadi tak terlalu khawatir. Namun sepertinya suami saya punya istri lain. Kalau misal saya buntu dan harus bercerai saya ingin hak asuh anak saya jatuh ke tangan saya. Dan bila saya mengalami hal yang tidak diinginkan semua aset saya baik berupa benda, uang atau apapun harus jatuh ke tangan anak saya dan akan disimpan sampai dewasa atau cukup umur. Aset tersebut akan dikelola oleh orang yang saya tunjuk. Bila nanti dewasa maka akan diserahkan pada anak saya, kalaupun anak saya mengalami sesuatu hal maka aset saya akan saya serahkan pada yayasan " Reza hanya mengangguk angguk mendengar permintaan Widya. " Saya faham maksud Ibu, buat saya itu hal yang sangat mudah. Mmmhhh Apa Ibu punya bukti tentang perselingkuhan suami Ibu?" " Untuk saat ini belum, kalaupun ada rasanya belum terlalu kuat. Saya akan mencari bukti lain yang lebih akurat " Lalu Widya menceritakan penemuannya diawali dengan hilangnya KTP sampai menerima foto suaminya di Bali. " Oke ini juga sudah lumayan tapi alangkah lebih baiknya Ibu punya banyak bukti lagi. Melihat dengan mudahnya suami Ibu membuat data palsu saya yakin orang yang membantunya bukan orang sembarangan. Sebaiknya Bu Widya lebih hati hati saja. Tolong save Nomor saya, kalau ada apa apa segera hubungi saya saja ya" Widya terlihat tersenyum, dia senang pengacara itu mau membantunya. " Terima kasih Pak sudah mau membantu. Nanti kirim saja apa yang harus saya siapkan. Dan saya ingin semuanya cepat beres. Suami saya akan pulang sehari atau dua hari lagi. Maunya saya ketika dia pulang semua sudah selesai " " Baiklah Bu saya akan mengerjakannya secepatnya " Mereka pun bersalaman, kemudian Reza pamit untuk pulang. " Gimana beres Wid?" Indah datang bersama Putri. " Aman Ndah, dia orangnya tanggap juga " " Iya selain tanggap tampan juga hahaa. Masih muda padahal, kata temenku dia pengacara muda tapi kemampuannya tidak diragukan lagi " " Malah aku lihat dia lebih cocok jadi model. Semoga hasil kerjanya muaskan dan rencana yang sudah kususun berjalan lancar " " Ayo De kita makan, sudah ini kita pulang jemput kakak ya "
Obrigado
Apoie o autor para lhe trazer histórias maravilhosas
bagus, tapi bacanya belum selesai, bikin penasara
05/07/2025
0baguss
25/04/2025
0mantapppp
19/03/2025
0Ver Todos