logo text
Adicionar à Biblioteca
logo
logo-text

Baixe este livro dentro do aplicativo

5. Antisipasi

# Hikmah Di Balik Hilangnya KTP
Bab 5 ( Antisipasi )
** Kamar Widya
" Aneh sudah dua kali kamu matikan HP secara terburu buru. Perasaanku jadi tak enak begini. Bertanya pada Ibumu pun percuma saja Pah. Kalian setali tiga uang.
Aku harus segera menemukan titik permasalahannya. Awas saja kalau kamu macam macam kamu akan sangat menyesalinya Pah " Widya terus saja bergumam.
Widya berdiri dan beralih pada brankas miliknya. Dia mengecek aset asetnya yang ada di sana.
Ternyata ada beberapa gepok uang simpanannya yang hilang dan salah satu sertifikat rumahnya juga hilang yang atas nama Herman.
" Jadi begini Pah permainanmu, aku tak pernah melarangmu menggunakannya, hanya saja aku harus tahu digunakan untuk apa. Baiklah mulai hari ini aku akan mengikuti permainanmu "
Widya membereskan sertifikat rumah dan tanah yang di milikinya. Dia berniat untuk memfoto copynya.
Semua perhiasan simpanan yang bernilai mahal dia masukan ke dalam kotak perhiasannya. Yang disimpan hanya beberapa saja dan harganya tidak mahal agar Herman tidak curiga.
Semua uang simpanannya dia ambil dan di masukan ke dalam tas, dan di sisakan satu gepok uang takutnya dia ada kebutuhan urgent.
" Sepertinya aku harus mengamankan semua dan untuk pembukaan butikku yang ke tiga harus aku hold dulu. Persiapan harus tetap berjalan dan dilakukan secara diam diam "
Setelah membereskan semua dia langsung tidur dan merencanakan banyak hal di kepalanya.
***
Adzan shubuh berkumandang Widya segera bangun dan melaksanakan dua rakaat. Setelah selesai dia segera ke bawah dan berniat membuat sarapan untuk anak anaknya.
" Pagi Mah, Putri mau sarapan roti dan susu saja ya Mah " ucap si bungsu yang sudah siap pergi ke sekolah dengan pakaian seragamnya.
" Baiklah sayang mamah panggil kakak dulu ya supaya kita sarapan bareng " jawab Widya.
Ridwan terlihat turun dari tangga dan masih terlihat tidak bersemangat.
" Eh itu kakak sudah turun. Ayo kak sarapan dulu. Mukanya jangan dilipat terus dong nanti kusut dan gantengnya berkurang heheee " goda Widya pada anak laki lakinya. Mencoba mengajaknya bercanda agar Ridwan tidak terlalu kaku.
" Hai selamat pagi maaf tante baru bangun, tadi langsung mandi. Disini dingin banget bikin tidur nyenyak. Pengennya tiduur mulu " Indah menyapa sambil turun dari tangga. Dia pun duduk bersebelahan dengan Ridwan dan mulai menikmati sarapannya.
" Ndah aku mau minta tolong ya, tolong anterin anak anak. Soalnya aku belum mandi kalau mandi dulu pasti kesiangan. Kalian gak apa apa kan di antar tante Indah? "
" Gak apa apa Mah sekalian jalan jalan sama tante Indah " jawab kedua anak Widya serempak.
Ting
Ada pesan masuk ke ponsel Indah, dia membukanya ingin melihat pesan tersebut karena pengirimnya suaminya yang sedang ada pekerjaan di Bali.
Setelah membuka pesan tersebut mata Indah membulat dan menyimpan sendok di piringnya. Sepertinya dia sudah malas melanjutkan sarapan paginya. Moodnya terasa hancur melihat pesan tersebut.
" Ada apa Ndah, apa ada masalah? " tanya Widya heran dengan perubahan Indah.
" Nggak ada, nggak ada apa apa. Sebaiknya kita pergi sekarang yuk anak anak. Takutnya kalian kesiangan. Tante cuci tangan dulu ya " Indah berdiri dan menyimpan ponselnya di meja makan.
" Aku berangkat dulu ya Mah, Assalammu alaikum "
" Berangkat dulu ya Mah Assalammu Alaikum "
Ridwan dan Putri pamit pergi ke sekolah dan mencium tangan Widya bergantian.
" Hati hati di jalan anak anak Mamah. Belajar yang rajin ya "
Selepas anak anak pergi Widya segera membereskan meja makan dan mandi bersiap melakukan semua rencana yang sudah dibuatnya semalam.
Setengah jam kemudian Indah sudah tiba kembali ke rumah.
" Jadi apa rencana kita hari ini? "
" Sepertinya rencana ke kota sebelah kita hold dulu, ada pekerjaan yang lebih penting " Widya menjawab dengan mode serius.
" Baiklah juragan saya siap jadi sopir anda heheee "
" Hari ini aku sudah buat janji untuk ketemu sama orang buat lihat apartement " tambah Widya.
" Wah buat apa bukannya kamu sudah punya rumah bahkan juga villa "
" Kamu ikut saja gak usah banyak komentar, nanti gajimu aku kurangi loh "
" Haduhh si bos galak amat ngeri saya hahaaa. Mmmhhh Wid aku mau kasih lihat ini tapi kamu jangan kaget ya " ponsel milik Indah diserahkan pada Widya.
Mata Widya langsung membelalak " Kapan ini Ndah terus dapat foto dari siapa? "
" Itu dari suamiku. Mas Bian lagi ada kerjaan ke Bali. Dia lihat si Suhe di lobby hotel sedang menggendong bayi bersama seorang wanita "
" Mereka cuma berdua? "
" Soal itu Mas Bian gak tahu, dia ke Bali buat kerja bukan mau jadi detektif bestie. Lagian dia ada meeting pagi jadi buru buru "
" Huufttt ya sudah kita biarkan dulu saja, mending kita jalanin rencana yang sudah kita buat "
Widya dan Indah langsung berangkat setelah dirasa siap. Saat ini mobil Widya sudah berada di parkiran sebuah apartemen mereka pun menuju lobby. Tak lama ada seorang wanita paruh baya menghampirinya.
" Ibu Widya? " sapa wanita tersebut seraya mengulurkan tangannya mengajak bersalaman.
" Saya Anti yang kemarin di telepon. Ibu mau lihat unitnya sekarang? " ajaknya.
" Ya sebaiknya kita langsung lihat saja karena saya juga ada keperluan lain yang harus diselesaikan "
Mereka berjalan memasuki lift menuju lantai 7 untuk melihat unit yang kemarin dibicarakan bersama Widya.
" Apartement disini cukup nyaman Bu dan fasilitasnya sangat lengkap. Ada arena bermain, kolam renang dan tempat berolah raga. Jadi Ibu gak perlu repot repot keluar.
Bahkan resto disini menyediakan makanan dari berbagai negara, di bawah ada swalayan dan toko pakaian.
Dan Ibu bisa melihat view indah kota Bandung dari sini.
Untuk keamanan pun sangat terjamin, security di apartement ini full 24 jam dan setiap ada tamu masuk maka harus mendapat izin dari penghuni apartement ini "
Anti memaparkan keadaan apartement dan Widya pun cukup tertarik.
Widya memindai sekeliling " Saya menyukainya, semua sesuai dengan kebutuhan saya. Saya akan mengambil satu unit dan membayarnya cash "
" Baiklah Bu kita akan mengurus semuanya. Saya senang sekali sepagi ini sudah mendapat customer seperti Ibu " Anti terlihat sumringah sepagi ini dia sudah bisa menjual satu unit.
" Setelah makan siang saya akan segera kembali kesini dan menyelesaikan semuanya tolong semuanya segera disiapkan. Saya pamit dulu karena ada kepentingan yang lain "
Setelah sepakat mereka pun bersalaman dan Widya segera meninggalkan apartement.
" Sekarang kita kemana lagi Bos? " tanya Indah sambil tersenyum garing letika sudah berada di dalam mobil.
" Ayolah kita ke butikku ada yang mau aku cek sebentar "
***
Karena masih pagi butik masih terlihat sepi. Karyawannya nampak kaget dengan kedatangan Widya sepagi ini.
" Dina kemana ya, dia belum datang? " tanya Widya pada salah satu karyawannya.
Dina salah satu karyawan Widya yang di jadikan asistennya oleh Widya karena nampak loyal dan rajin.
" Belum Bu " jawab karyawan tersebut sambil menunduk.
" Apa setiap hari seperti ini? " tak ada satu karyawan pun yang berani menjawab Widya.
Widya pun berlalu menuju ruangannya tanpa menunggu jawaban lagi karena merasa percuma. Indah pun mengikutinya dari belakang.
" Karyawan kamu aneh Wid, sepertinya ada yang mereka sembunyikan. Lihat mereka semua tampak gugup kan? "
" Mmhhhh, kamu bantu aku foto copy ini ya " Widya menyerahkan beberapa map coklat pada Indah.
" Loh ini apa? ini kan sertifikat rumah, vila dan surat penting lainnya " Indah membukanya kemudian membolak balikannya.
"Sudah kerjakan saja mumpung masih pagi karyawan masih pada beres beres. Kalau sudah ramai nanti mereka lihat " jawab Widya sambil tersenyum.
" Mmhhh rupanya bos kita sudah banyak rencana di kepalanya ya " Indah tersenyum sambil melakukan semua tugas yang Widya beri.
Widya membuka brankasnya mengambil surat surat penting yang berhubungan dengan butik dan mengambil uang cash yang ada di butik.
Dia juga memfoto copy surat surat tersebut kemudian hasil foto copynya dia simpan di brankas. Yang asli dia bawa pulang.
Setengah jam kemudian Dina baru datang dan menghampiri Widya
" Maaf Bu saya terlambat, tadi saya kesiangan dan jalanan macet " Dina bicara sambil terengah engah.
" Iya gak masalah, saya kesini hanya mampir saja. Sekarang saya juga mau pulang lagi " jawab Widya dengan wajah datar tanpa ekspresi membuat Dina tak nyaman.
" Oh iya Bu, kalau untuk pembukaan butik ke tiga kira kira kapan? "
" Sepertinya rencana butik ke tiga saya cancel. Dua butik sudah cukup "
" Oh kenapa Bu? " Dina nampak kaget dengan apa yang disampaikan Widya.
" Tidak ada masalah saya hanya ingin fokus dengan dua butik saja dulu.
Urusan saya disini sudah selesai saya mau pulang " Ucap Widya seraya berdiri dan menyambar tasnya.
" Baiklah Bu " ucap Dina dan mengikuti Widya keluar dari ruangannya bersama Indah sampai di pintu keluar butik.
" Huhhh sombong sekali tunggu saja waktumu sebentar lagi. Kamu akan bangkrut dan jatuh miskin " Dina berbicara dalam hati sambil mengepalkan kedua tangannya.
Kemudian dia mengeluarkan ponsel dan menghubungi seseorang.
" Wid karyawan kamu aneh deh " celetuk Indah ketika sudah berada di dalam mobil.
" Iya, tadi aku cek brankas dan membereskannya. Semua surat penting sudah aku ambil beserta uang cash yang ada. Tadi juga aku cek cctv di beberapa rekaman aku melihat Dina berlagak seperti Bos dia juga sering datang siang "
" Tadi malam aku juga mengecek brankas di rumah ada satu sertifikat hilang dan beberapa gepok uang simpanan.
Sedangkan yang tahu pinnya cuma aku dan Mas Herman. Tapi jangan khawatir aku sudah mengamankan sisanya.
Surat surat kepemilikan butik sudah aku amankan makanya tadi aku suruh kamu buat memfoto copynya.
Kalau aku ambil langsung takutnya ada yang curiga dan rencanaku bisa berantakan "
Ucap Widya sambil tersenyum menyeringai.
" Ah kamu pandai sekali, sudah aku bilang si Suhe itu gak beres dari dulu aku gak pernah suka sama dia "
Ddrrttt ddrrttt
Ponsel Widya berbunyi pertanda ada panggilan masuk.
" Dari Suhe " ucap Widya sambil terkekeh.
" Hahaaa " Indah tertawa kencang untung di dalam mobil jadi tidak ada yang merasa terganggu.

Comentário do Livro (25)

  • avatar
    bangaltafio

    bagus, tapi bacanya belum selesai, bikin penasara

    05/07/2025

      0
  • avatar
    Salsabila Dialfa

    baguss

    25/04/2025

      0
  • avatar
    SitiMardiah

    mantapppp

    19/03/2025

      0
  • Ver Todos

Capítulos Relacionados

Capítulos Mais Recentes