Akhirnya aku pulang juga. Aku berjalan di keramaian orang menuju Halte bus karena enggak banyak uang untuk naik Ojek, tidak lupa beli Nutributt dan singgah kewarung bakso lalu Duduk menunggu Pesanan datang sembari Memegang ponsel membaca komik kesayangan. "Oh, Ouya!" Suara nya kok nggak asing ya? Sepertinya baru kemarin aku dengar suara ini. "Pesan mie ayam ya, Pak! Satu, makan disini, ya." Iya, enggak asing lagi, seperti suara Boss Yun. Ahh.. Tapi mana mungkin orang kaya makan dipinggir jalan. Bodoh ah! mungkin aku salah dengar. "Hei Ouya! kok nggak jawab?" Ehh! Sepertinya benar dia memanggilku. lihat saja dulu lah! Aku tolehkan kepalaku ke samping. Astaga! Benar. Dia boss yun, malah datang lagi menghampiriku, harus cepat cepat sembunyikan ponsel nih. "Boss yun, kenapa disini? " "Kebetulan sekali." Iya karena kebetulan itu lah aku menyesal makan disini. Bagaimana ini? jika ada karyawan yang tahu aku makan dengan Direktur pasti akan sangat bahaya bagi keselamatan jiwa dan ragaku. "Makan mie ayam lah jadi ngapain lagi!" jawabnya, orang kaya juga doyan mie ayam toh? aku baru tahu karena nggak pernah punya teman orang kaya sebelum nya. maklum lah otaku hehehe... Walah dia malah mendekat, langsung tanya sajalah, mana tahu bisa tukar posisi kerja. "Boss Yun, kok gampang amat ya aku diterima kerja cuma bermodal nama saja?" tanya saja langsung sambil nunggu bakso ku tiba. "karena aku menyukai orang yang bernama Ouya dimasa lalu. Aku sudah 5 tahun mencarinya tapi kehilangan jejak, untuk mengenangnya, jadi aku terima saja setiap nama ouya yang melamar di perusahaan keluargaku," jawabnya, Oh begitu toh. sepertinya Boss Yun sangat menyukai wanita itu. "Apa mungkin itu aku ya boss?" Hehehe pede dikit juga boleh. "Mustahil! Aku sudah mengecek latar belakang mu. Dari sekolah sampai keluarga, sudah di pastikan lagi itu bukan dirimu, jadi jangan kepedean lah!" hehehe aku kan mastiin doank boss tapi syukurlah kalau itu bukan aku jadi kejadian masa lalu tidak terulang kembali. ****** 15 menit kemudian. "Bayarin mie ayam ku ya! Aku kan udah nerimamu kerja diperusahaan keluarga ku. Anggap aja traktiran," Ya bosss, tapi aku lagi ngirit uang buat Top up game. Aduh! Malah ditinggali lagi seenaknya, "Makasih ya!" maksa amat boss bilang makasihnya. Duh dia yang kaya aku yang nraktir. ******** Kota Pekan baru adalah kota paling besar diprovinsi Riau. Kota Tempat dimana aku tinggal saat ini. Kota ku menghabiskan banyak waktu didalamnya. perusahaanku telah berdiri di pertengahan kota. Agak terlalu jauh dari aku menyewa rumah. Rumah Kecil biasa yang terletak diperumahan bukit barisan. Harganya saja murah, 400 ribu perbulan. Beberapa bulan yang lalu asap tebal menyelimuti seluruh kota, asap berbahaya yang hampir banyak memakan korban, karena kedatangan asap tersebut, ibuku yang sehari hari mengandalkan hasil perkebunan kelapa sawit terpaksa jarang pergi kekebun untuk memupuk sawit. Dan hasil yang kuterima, uang jajan bulananku dikurangi. Hiks.. menyedihkan. Yang lebih sedih aku ini lho. Aku seperti orang bodoh yang hanya meminta uang dari ibu dan ketiga saudara ku saja tanpa pernah berusaha. Tunggu,, tunggu,,, tunggu,, aku harusnya memperkenalkan diri. Namaku Ouya Lila larina. Lulusan Dari universitas riau jurusan akutansi. Aku anak bungsu. Memiliki 3 saudara diatasku. Kakakku perempuanku ada dua, anak pertama dan anak ketiga, anak pertama bernama Oula liya rahana, usianya sudah hampir 30 Tahun, tapi belum menikah loh. hm.. hm..hm.. dia itu suka sekali ganti ganti pacar sampai selalu menolak lamaran laki laki lain. Saat ini dia bekerja sebagai admin di PT.tenaga listrik swasta dikota dumai. Lalu kakak ketiga bernama Oura Lina Rahwana. Usianya 25 tahun lebih tua 2 tahun dari aku. Sudah menikah donk pastinya. Wajahnya cantik nan rupawan bahkan diakui banyak orang. Dan banyak laki laki yang masih mengejar ngejarnya loh meskipun dia telah menikah dengan Pengusaha Ponsel kecil dikota tempat ibuku tinggal, Dikota Duri. Meskipun sederhana tetapi hidupnya bahagia. Dan yang terakhir adalah kakak laki laki, anak kedua dari ibuku. Namanya Ari Ansari Wibawo, usianya 28 tahun. dia belum menikah tapi sudah bertunangan dengan gadis cantik berparas Minang. Tunangannya baik sekali loh, Namanya Mia Alia. Kakak laki laki ku bekerja di PT.gudang garam indonesia sebagai seorang supervisor dikota dumai. Hm hm hm.. aku tergila gila dengan anime itu karena ya karena nya. Dulu saat kuliah aku pernah tinggal dengan kak Ari karena dia bekerja di kota pekan baru sebelum dipindahkan ke dumai. Astaga, setelah pulang dari kerja, dia membuka laptop lalu menonton anime. Dan yang lebih parah dulunya aku yang disuruh olehnya untuk mendownload Anime anime kesukaannya tentu saja aku sangat senang karena dipasang wifi secara gratis. Sekarang aku tinggal sendirian, etts.. tunggu dulu bukan berarti aku enggak punya ayah. Aku punya kok , tapi dia sudah bercerai dengan ibuku dan menikah lagi dengan wanita lain. Saat ini dia tinggal dibagan batu, kota kecil perbatasan antara provinsi riau dan provinsi sumatera utara. Ayah, dia sangat membenciku. Dia bilang aku anak haram yang terlahir dari laki laki selingkuhan ibuku. Dia juga bilang aku ini anak pembawa sial. Karena saat aku lahir, seluruh hidupnya selalu mendapati kesialan sampai ia harus menceraikan ibu dan meninggalkanku lalu kesialannya berakhir. Aish.. sudahlah sudah.. mengenangnya saja buat aku sakit hati. Pagi hari nan cerah. Dikomplek perumahanku masih tumbuh banyak pepohonan. Jadi udaranya masih lumayan segarlah. Matahari terbit dari arah timur, cahayanya memancar mengenai kulit wajah berwarna putihku. Tutup pintu lalu kunci. Hari ketiga masuk kerja sudah harus menjadi sekertaris Direktur Utama perusahaan ponsel terbesar di cabang kota pekan baru. Semua orang pasti menginginkan posisi enak itu tapi sih aku enggak. Repot,, bahkan jarang punya waktu bersantai untuk baca komik dan nontoni anime apalagi bermain game. Berjalan melewati halaman kecil yang didepannya terdapat parit kecil juga tempat pembuangan air limbah rumah tangga. Berjalan beberapa langkah dan aaaakh..astaga.. mesti sembunyi.. kenapa dia ada disini! Malah pake sepatu hak tinggi lagi. "Ooh Ouya," ya elah malah ketahuan. "Aaah bosss yun. " kemarin ketemu diwarung bakso sekarang malah ketemu lagi dikomplek perumahan. Ngapain orang kaya ada di perumahan orang biasa. "Kebetulan sekali!" kebetulan apanya! Masa sih kebetulan terus terusan? Boss yun malah datang mendekatiku. Kalau di komik komik atau novel novel sih enak punya boss dekat tapi sorry lah ya. Enggak dengan aku, aku ini sudah punya orang yang kusuka. Sampai matipun akan selalu setia. "Waah Boss.. ngapain disini?" "itu rumahku. Tentu saja aku tinggal disini" busyet dah. Luar biasa, sejak kapan dia jadi tetanggaku? Aku bahkan enggak pernah liat wajahnya. "Sejak kapan bos tinggal disini?" "Sudah setahun sih, tapi kok aku belum pernah liat kamu sebelumnya" ckckck aku bahkan sampai menggelengkan kepala enggak menyangka. Haaaah.. nasib nasib. Pengen menghindar malah sekomplek rumah. Jelas lah belum pernah liat. Secara aku ini otaku jarang keluar rumah kalau keluar pasti pakai kacamata rambutku juga kuikat asal asalan. Sekarang sudah cantik begini, mana ada yang akan kenal. Bahkan tetangga warung rumah saat aku datangi untuk beli Indomie malah menganggapku warga baru. Sampai sampai pak Rt pun tadi malam datang mengetuk pintu. Menanyakan KTP ku. HAahah jelas saja dia terkejut, menemukan foto KTP dan wajah asli ku berbeda sampai sampai ia tidak percaya. Dia langsung pulang dengan perasaan kecewa. Aaah bodoh amat yang penting aku enggak berbuat salah. "Kok diem. Hey ouya!" "Ahh.. sampai mana tadi bos" "Loh..kamu melamun ya!" "Hahaha" tawa pura pura saja deh merasa tidak bersalah "enggak, aku baru ingat ada barang ku yang ketinggalan" "Ini sudah jam berapa? Kamu mau terlambat kerja ya," Astaga, kenapa aku lupa.. hm kalau sudah begini.lepaskan saja sepatu hak tinggi. Lalu lari.... "Ouya, kamu ngapain?" "Lari bos!" teriak ku sudah agak jauh "Ngapain lari?" "Nanti aku terlambat naik bus." "Sudah bareng aku saja." Enggak mau gak mau. Apa kata karyawan karyawan mu kalau tahu aku berangkat kerja bersamamu? Bisa bisa nanti aku dicekik mati lagi. "Enggak usah boss, aku ini jago lari kok!" teriak ku dari gang keluar rumahku.
Obrigado
Apoie o autor para lhe trazer histórias maravilhosas
Custo 28 diamantes
Balanço: 0 Diamante ∣ 0 Pontos
Comentário do Livro (111)
RosmawatiDewi
baca novel ini, kaya lagi baca komik aja aq tuh.. seruuu, lucu, .unik beda sama yg lain...
baca novel ini, kaya lagi baca komik aja aq tuh.. seruuu, lucu, .unik beda sama yg lain...
24/07/2022
0mantap ceritanya
01/05
0terima kasih atas bantuin aku
05/02
0Ver Todos