TRING Pintu lift tertutup,Gandhi masuk ke dalam lift yang membuat Bara tidak bisa melanjutkan kegiatannya tadi.Disisi lain Molly sangat berterima kasih karena merasa tertolong dengan kehadiran Gandhi diantara mereka, lalu saat lift sudah sampai ke tempat tujuan mereka.Molly tidak kunjung keluar karena takut kepada Bara. "Kamu tidak ingin keluar?" tanya Bara dengan nada tinggi. Molly melangkahkan kakinya namun dengan sigap dia menekan tombol menutup pintu lift, membuat Bara melotot sangat kesal dengan tindakan Molly. "Maaf sedikit menganggu,dan terimakasih" ucap Molly kepada Gandhi, namun tidak mendapat respon dari Gandhi yang asik memainkan ponselnya. Lift terbuka, Molly langsung bergegas keluar meninggalkan semua barangnya di dalam lift. "Apa-apaan itu kenapa dia meninggalkan semua barangnya disini." gumam Gandhi. Molly berlari sangat kencang untuk melarikan diri dari Bara, dia berlari sambil menangis karena sangat kecewa terhadap Bara.Dia tidak menyangka laki-laki yang sangat dia cintai, ternyata begitu kasar dan hanya ingin menikamati tubuhnya.Bara tidak benar-benar mencintai dan sayang terhadap Molly, dia hanya suka dengan wajah cantik dan tubuhnya. "Aku bertahan hidup hanya karena aku pikir, ada satu orang di dunia ini yang menyayangi aku.Aku bahagia ketika bersamamu Bara, kamu begitu lembut dan sabar ketika bersamaku tiga tahun ini, tetapi kenapa hari ini kamu bukan seperti Bara yang aku kenal, kamu kasar,memaksa,dan itu sangat membuatku takut." batin Molly. Dia berlari sangat kencang keluar dari penginapan,sehingga Bara tidak bisa mengejarnya.Molly berlari sejauh mungkin sampai kakinya terasa lelah, baru dia berhenti.Lalu dia sembarangan masuk ke dalam taksi,agar pergi sangat jauh dari Bara. "Tujuannya kemana?" tanya supir taksi itu menyadarkan lamunan Molly. "Hm itu, kemana saja pak saya juga kurang tau kota ini." jawab Molly. "Pendatang ya," tebak supir taksi. "Iya pak," jawab Molly. "Biasanya kalau pendatang itu sukanya ke sungai Hijau, karena memang indah sekali sungai Hijau." jelasnya. "Boleh deh pak kesana," jawab Molly. "Oke meluncur,"jawab supir taksi dengan sangat ramah. Sementara itu,Gandhi memang menikamati waktu liburannya.Penginapan yang dia pilih memang penginapan kelas atas,pemandangan yang indah pun sangat terlihat dari jendela.Gandhi memilih kota ini untuk berlibur,karena memang kota ini dikenal dengan keindahan sungainya,sebagai penyuka renang dia penasaran untuk mencoba berenang di sungai kota ini.Bahkan tidak menunggu waktu lama dia langsung bersiap untuk berenang, melihat sungai yang sangat indah tanpa melakukan pemanasan tubuh terlebih dahulu, dia langsung masuk dan berenang.Gandhi benar-benar merasa segar, dia begitu bersemangat sampai tak merasa arus air sungai tersebut sangat deras.Dan tak sengaja dia terbawa arus, karena sedikit panik Gandhi melawan arus yang mengakibatkan kakinya kram dan tidak bisa digerakan, karena itu dia kesulitan untuk berenang dan hanya mengikuti arus air saja. Sementara itu,Molly sudah sampai di sungai hijau.Dia sedikit tenang saat melihat sungai yang begitu indah, setelah merasa cukup puas melihat pemandangan indah ini, dia berjalan ke pinggir jembatan dengan sorot mata pasrah dia melihat kebawah, Molly ternyata berniat untuk terjun dan bunuh diri. Dia merasa tidak sanggup lagi untuk hidup di dunia ini karena tidak ada yang mencintainya. "Aku tidak apa-apakan memilih sungai yang indah ini untuk tempat terakhirku." ucap Molly lalu bersiap untuk melompat tetapi langkahnya terhenti saat melihat sesorang yang tergapai-gapai di sungai tersebut.Melihat itu tanpa berpikir panjang, hati lembut Molly tergerak untuk segera turun dan menolong orang tersebut.Molly agak sedikit kesulitan menarik orang tersebut, ya orang yang ditolong Molly adalah Gandhi.Sampai akhirnya dia berhasil membawa Gandhi kepinggir sungai. Molly memeriksa Gandhi, apakah masih bernafas atau tidak ternyata masih bernafas, dia pun mencoba menekan-nekan dada Gandhi agar segera sadar, tak lama kemudian usaha Molly untuk membangunkan Gandhi berhasil. "Uhuk uhuk," Gandhi langsung duduk dan batuk karena mengeluarkan air dari mulutnya. "Oh kamu yang di lift tadi," ucap Molly menyadarkan Gandhi akan kehadirannya. "Dengan cara apa kamu membangunkanku? apa kamu menyentuhku?" tanya Gandhi dengan raut wajah marah membuat Molly sedikit kebingungan. "Maaf jangan salah paham, aku tidak melakukan cara itu.Aku hanya menekan dadamu, eh bahumu terluka."ucap Molly baru sadar bahu Gandhi terluka, dia dengan spontan merobek roknya sedikit lalu menutup luka dibahu Gandhi agar tidak terus menerus mengeluarkan darah. "Jangan sentuh aku!" bentak Gandhi lalu menjauh dari Molly, dia tidak ingin sesuatu hal buruk terjadi kepada gadis yang sama sekali tidak ia kenal.Membuat Molly tertunduk karena merasa bersalah. "Maaf aku sudah lancang," ucap Molly lalu berdiri dan melangkah untuk meninggalkan Gandhi. Melihat itu Gandhi juga ingin berdiri dan bergegas pergi, tapi dia lupa kalau kakinya masih basah dan licin karena itu dia tepeleset.Molly mendengar suara tubuh seseorang jatuh, langsung menoleh dan melupakan bentakan Gandhi tadi, dia langsung berlari kepada Gandhi dan melihat kondisinya. "Kaki kamu terluka,apakah aku boleh mengobatinya?" tanya Molly dengan sorot mata yang sangat khawatir, bahkan Gandhi merasa heran kenapa Molly terlihat sangat khawatir terhadap dirinya. "Tidak boleh ya," ucap Molly lagi, karena dia tidak mendapat respon dari Gandhi, tanpa menjawab dia mengulurkan kakinya kepada Molly yang mengartikan kalau dia memperbolehkan.Molly mengobati goresan luka Gandhi dengan sangat hati-hati, kebetulan ditas kecilnya dia memang selalu membawa plaster. "Apa kamu bisa berjalan?"tanya Molly. Gandhi mencoba bangkit,tapi hampir saja jatuh karena kakinya terkilir akibat terpeleset tadi, beruntung Molly menangkapnya.Namun dengan kasarnya,Gandhi langsung menepis tangan Molly. "Sudah aku bilang jangan menyentuhku!" bentak Gandhi, karena dia takut sesuatu yang buruk terjadi kepada Molly. "Aku jadi seperti melihat diriku sendiri,ternyata ada juga laki-laki yang tidak ingin bersentuhan dengan sembarangan."batin Molly, dia tidak merasa sakit hati dengan perbuatan Gandhi. "Kamu yakin mau berjalan dengan penampilan seperti itu? jauh loh dari lokasi penginapan tadi," ucap Molly. "Memangnga ini dimana?" tanya Gandhi. "Ini di daerah hijau, butuh waktu 35 menit dari tempat penginapan tadi." jelas Molly. "Sejauh itu?" tanya Gandhi tak percaya dia terbawa arus sampai sejauh itu. "Aku tadi ada melihat toko oleh-oleh dekat dari sini, mau aku belikan baju dulu? kamu tidak mungkin naik dan berjalan kesana dengan penampilan seperti itu kan?" ucap Molly melihat Gandhi yang hanya menggunakan celana renang. "Nanti akan ku ganti semua." ucap Gandhi tetap dengan gaya gengsinya. "Tunggu sebentar ya," ucap Molly bergegas untuk segera membelikan baju untuk Gandhi.Dia benar-benar merasa berterima kasih dengan kehadiran Gandhi tadi yang sangat menyelamatkannya, kalau tidak ada Gandhi mungkin sekarang dia sedang menangis karena perbuatan Bara, karena itu dengan kesempatan ini dia akan membalas kebaikan Gandhi, agar impas. Setelah mendapat pakaian yang dikiranya pas untuk Gandhi, Molly langsung segera memberikan pakain itu kepada Gandhi dengan penuh semangat dan diterima oleh Gandhi tanpa penolakan, setelah memakai baju dia langsung menghadap kepada Molly dengan tatapan tajam. "Dari keluarga mana kamu? atau kiriman dari perusahaan mana?" tanya Gandhi seolah menuduh Molly adalah gadis kiriman untuk mendekatinya. "Aku tidak mengerti, maksudnya apa?" tanya Molly dengan sangat polos. "Kamu menolongku dan melayaniku dengan baik,pasti sudah tau kalau aku ini siapa kan?" ucap Gandhi marah.
Obrigado
Apoie o autor para lhe trazer histórias maravilhosas
Custo 24 diamantes
Balanço: 0 Diamante ∣ 0 Pontos
Comentário do Livro (629)
HasanIstiqomah
cerita yang sangat menyentuh dan menyenangkan terima kasih
cerita yang sangat menyentuh dan menyenangkan terima kasih
16/07/2025
0good
05/06/2025
0baguss banget kak
24/04/2025
0Ver Todos