logo text
Adicionar à Biblioteca
logo
logo-text

Baixe este livro dentro do aplicativo

BAB 6 SEKOLAH BARU

Rara yang baru sampai rumah dari pertandingan tadi langsung mandi, makan dan istirahat sambil menghidupkan musik di youtube playsit nya.
"Shining to the city with little funk and soul so imma like it up like dynamite" dia bernyanyi sangat bersemangat walaupun ia sudah berulang ulang kali memutar lagu itu tapi tetap nada dari lagu itu membuatnya semangat
"Kak hehe niki niki", ucap adik laki - laki Rara yang masuk kekamarnya bermaksud ingin meminjam smartphone kakaknya untuk menonton channel vlad and niki.
"Yaelah nih bocah", ucap Rara tapi dengan senyuman kecil adiknya ia langsung menuruti permintaan batita itu
"Kamu mau nonton? Sini tapi ada syaratnya muah dulu kakak kalo nggak gak kakak kasih", ucap Rara sambil menaikkan adiknya ke atastempat tidur yang menginginkan kecupan kecil dari adiknya. Adiknya langsung mencium pipi Rara dan Rara mencarikan channel itu untuk adiknya. "Vlad and Niki" suara dari intro vidio tersebut mampu membuat batita itu tertawa. Mereka tertidur tidak lama vidio itu berjalan, bunda Rara langsung mengangkat adiknya kekamar dan mematikan smartphone yang masih menampilkan vidio anak - anak.
||
Hari ini Rara bangun pagi sekali ia sadar kemaren ia ketiduran dan belum menyiapkan apapun perlatan dan baju sekolah. Untungnya ia sudah membeli seragam putih abu - abu tiga hari yang lalu. Setelah siap menyusun dan mencari cari perlengkapan tulis ia langsung bergegas mandi dan berpakaian Rapi.
"Wih wih wih udah SMA nih ye", ucap adiknya yang pertama alias anak tengah.
"Iri bilang bocil haha lu aja masih SD, apaan SD ga seru pasti desekolah lu gaada perosotan, ayunan, apalagai kolam renang gaada kan haha di sekolah gue aja adaa", ucapnya yang membuat adiknya panas dan langsung pergi. Yaa tidak mungkin ada permaianan anak - anak di sekolah SMA atau SMK benar bukan atau mungkin disekolah kalian ada? Hmm ntah lah. Setelah makan ia langsung membawa berkas yang diperlukan untuk mendaftar. Rara terlalu malas untuk pergi mendaftar toh kalau di swasta bisa mendaftra kapan aja.
"Selamat pagi buk saya mau mendaftar sekolah", ucap Rara kepada guru yang sedang sibuk menyusun file - file dimejanya.
"Oh iya nak bentar ya", ucap guru itu tanpa melihat Rara karena masih sibuk. Melihat itu Rara pun berinisiatif untuk membantu guru tersebut.
"Ibuk perlu bantuan saya?"
"Iya perlu, maaf ya ngerepotin", ucap guru tersebut dan menyuruh Rara agar mengangkat file - file itu ke gudang sekolah itu dan kembali ke ruang guru.
"Adduh terimakasih yaa udah bantuin ibu kalo ngga ada kamu mungkin ibu udah capek banget", ucap nya tersenyum sambil mengelus rambut Rara.
"Iya bu gapapa", balasnya juga tersenyum.
"Oh iya silahkan duduk mama 8kamu mana ga kesini", ucap guru tersebut sambil melihat keluar mencari mama dari calon muridnya.
"Mama nanti nyusul bu soalnya tadi ada perlu", jawab Rara padahal bundanya pagi ini lagi ngurusin rumah dan bilang duluan aja.
"Oh iya gapapa kamu masuk kelas dulu gih", ucap guru itu sambil berjalan ke ruang kelas dan dari blakang Rara mengikutinya. Saat sampai dikelasnya ada ada 5 orang perempuan yang lagi mendengarkan guru berbicara ntah itu wali kelas atau siapa Rara tidak tau.
"Permisi", ucap ibuk tadi sambil mengetok pintu. Semua orang yang ada di kelas itupun langsung melihat Rara dan guru itu secara bersamaan. Guru itupun langsung menyuruh Rara masuk, Rara menuruti permintaan guru tersebut dan mengucapkan terima kasih.
"Iya sama - sama", ucap ibu itu tersenyum dan berlalu pergi.
Rara pun agak merasa aneh dengan kelas tersebut. Bagaimana tidak siswa kelas 10nya hanaya ber 6 orang termasuk dirinya. Biasanaya di SMP siswanya sampai 30 bahkan lebih, Rara berhenti memikirkan itu dan langsung duduk di bangku dekat pintu nomor 2 paling depan.
"Selamat pagi anak - anak", ucap guru yang berdiri didepan.
""Pagi buk", ucap murid serentak
"Baik, perkenalkan nama saya bu Lastri wali kelas kalian sekalian guru Matematika kalian peraturan saya tidak banyak saat mengajar, peeertama yang harus kalian utamakan (guru itu pun langsung mencatat di papan tulis akan peraturannya)
1. kedisiplinan
a. tidak boleh datang terlamabat
b. rambut diikat saat di sekokah bagi yang panjang kalo ngga biar ibu potong jadi pendek,
c. hanya boleh memakai sepatu hitam putih selain itu ibu ambil.
2. Nilai
a. KKM 75
b. Nilai wajib
- latihan 25%
- catatan 25%
- UH 20%
- kehadiran 20%
- ujian 10%
3. Tanggung Jawab
a. Batas tidak hadir hanya 3 kali apapun itu jenis tidak izinnya dari sakit, alfa , izin dall
b. Piket kelas harus dilaksanakan setiap hari kalian boleh mngerjakannnya pagi atau saat pulang sekolah.
Ada yang mau bertanya?", ucap guru itu panjang lebar. Semua siswa merasa aneh karena nilai karena nilai yang diambil dari ujian hanya 10 persen dan memang hanya 3 peraturan tapi beranak pinak yang bisa dibilang iti lebih dari 3 peraturan. Rara pun mengangkat tangan untuk bertanya
"Ya silahkan kamu", ucap guru itu menunjuk dan mengangkat alisnya
"Ee buk kita cuman segini doang atau ada murid yang...", ucap Rara terputus
"ee soal itu menurut ibu siswa tahun ini lebih banyak dari tahun kemaren", ucap guru itu yang berjalan menuju kursi tempat ia duduk
"Lah emang tahun kemaren berapa orang bu?", ucap salah satu murid heran
"3 orang", ucap guru itu yang sontak membuat semua siswa dalam kelas kaget.
"Iyaa dari 3 orang itu ada yang tidak masuk selama hmm 1 semester dan sekarang hanya tersisa 1 orang murid", ucap guru itu yang lagi lagi membuat siswanya tidak percaya dan tidak habis pikir dengan sekolah ini. Guru itu pun tidak berlarut - larut dalam hal itu dan memulai pembelajaran. Setelah jam pembelajaran Rara langsung menelepon bundanya apakah orang tua itu sudah kesekolah ini atau belum. Telepon pun tersambung
"Bun udah kesini", tanya Rara yang menuju keluar kelas.
"Kemana?", ucap bundanya heran.
"Lah kok kemana kesekolah baru aku kan bunda janji mau kesini, guriunya udah nungguin bunda tuh dari tadi soalnya aku belum mendaftar langsung masuk kelas aja tadi," jelasnya yang sedikit kesal dengan ibunya tersebut.
"Ya ampun iyaa haha bunda lupa kamu tunggu disana ya, bentar lagi bunda nyampe", ucap bundanya yang langsung terburu buru bersiap siap. Tidak sampai 30 menit orang tua Rara pun sampai dan menyelesaikan pendaftaran maupun pembayaranya dan mereka langsung pulang bersama kerumah.
||
Setelah seminggu sekolah ia merasa bosan karena dikelas cuman ada 5 orang cewe yang ia tidak begitu dekat denganya dan berbagai macam tingkah ada yang ketawanya keras, suka ngejek orang, ada yang ketika jamkos langsung nelfon cowoknya, ada yang diam - diam dan Rara malas akan tingkah aneh teman - teman yang belum ia kenal lebih jauh itu. Terlihat dari kejauhan seorang guru dan di belakangnya diikuti seorang siswi yang memakai seragam putih biru lengkap dengan dasinya mereka berjalan kearah kelas yang ditempati oleh Rara.
"Permisi anak - anak ini ada teman baru kalian namanya tasa", ucap guru itu dan kemudian pergi. Anak baru itupun duduk di bangku belakang Rara. Tak lama kemudian guru Bahasa Indonesia pundatang dan mengecek absen, setelah selesai guru itupun bertanya.
"Ada namanya yang belum ibuk panggil?", murid baru itu pun langsung mengangkat tangannya dan berkata,
"Ada buk saya", ucapnya dengan senyum tipis.
"Oh iyaa kamu anak baru ya siapa namanya", tanya guru itu sambil mengambil bolpoin dari tasnya.
"Tasania putri buk", ucapnya jelas dan guru pun langsung mencatat namanya di daftar absensi kelas, sebelum pembelajaran dimulai tasa disuruh pindah kedepan untuk mengisi bangku Rara yang dari pertama sekolah kosong.
Saat jam istirahat tasa menanyakan sesuatu pada Rara
"Ra abis ini kita belajar apa soanya aku belum punya daftar pelajaran", tasa tau nama Rara dari guru menerangkan karena setiap kali guru bertanya Rara menunjuk dan disitulah namanya dipanggil oleh guru.
"Abis istirahat Seni Budaya tasa belum punya daftarnya nih catet daftar gue", ucapnya sambil memberikan buku nota kepada teman sebangkunya itu. Kalau sedang berbicara Rara sengaja menyebut nama lawan bicaranya saat baru kenal karena menurutnya akan lebih akrab, lah kenapa sama Gibran dia ga panggil nama saat baru kenal? Hmm itulah yang membingungkan dari Rara orangnya suka ga ketebak.
"Makasih ya", ucapnya sambil tersenyum.
"Gue mau beli batagor dulu Tasa mau nitip?", tawar Rara.
"Eee ngg deh takutnya ngerepotin kamu", jawab Tasa yang menbuat Rara geli dengan panggilan aku kamu itu.
"Haha udah.. udah yaa gakuat gue denger panggilan aku kamu santai aja lu gue oke, geli tau aku kamu", ucapnya dengan muka jijik dan geli.
"Oh hehe oke maksud gue ga usah takutnya ngerepotin lu", ucap Tasa ulang aga Rara tidak geli lagi dengannya.
"Yakin ni", tanya Rara lagi.
"Iyaa Rara", ucapnya untuk meyakini Rara lagi.
"Oke deng", Rara pun mengluarkan jari jempolnya dan pergi keluar.
Jam sudah menunjukan pukul 11.30 itu tandanya Rara sudah pulang sekolah dan menuju Rumah.

Comentário do Livro (95)

  • avatar
    Karunia Vera

    bagus

    23/01

      0
  • avatar
    HaifaHafiz

    seru

    21/05/2025

      0
  • avatar
    SinulinggaMirna

    bagus

    21/04/2025

      0
  • Ver Todos

Capítulos Relacionados

Capítulos Mais Recentes