logo text
Adicionar à Biblioteca
logo
logo-text

Baixe este livro dentro do aplicativo

Capítulo 2 THE HAUNT SEASON 1

Samantha hanya bisa terkejut tanpa bisa berkata apapun.
Dan sayap kiri pesawat pun meledak serta mengeluarkan api.
Semua penumpang terbangun dari tidurnya.
Semuanya panik karena pesawat mulai mencoba menyelamatkan diri.
Pilot:’’ayo..kita coba naikkan..situasi sudah semakin buruk’’
Pilot dan asistennya pun berusaha memperbaikki situasi.
Namun situasi malah semakin buruk.
Pesawat bagian belakang pun hancur karena banyak api yang berkobar.
Pesawat pun jatuh entah dimana.
Pesawat pun hancur tanpa sisa.
Dan pada hari itu.
Sam dan temanya berada di tengah kota.
Raka:’’kita tidak bisa seperti ini terus..kita harus pergi dari sini’’
Titanius:’’tapi di sini terlalu gelap’’
Tidak lama kemudian muncul sebuah guncangan gempa yang menggetarkan mereka semua.
Dengan cekatan,mereka pun memisah diri untuk berpencar dengan maksud untuk mencari tempat berlindung.
Namun nasib mereka tidak ada yang tahu.
Jalanan semakin kacau dan hancur karena efek dari gempa bumi yang dahsyat.
Beberapa jam kemudian.
Di sebuah bangunan pertokoan.
Raka terbangun setelah pingsan dan tertimpa reruntuhan bangunan toko itu.
Pandangan atau penglihatan raka sedikit buram karena banyak kabut tebal di hampir seisi kota.
Raka pun melihat sekitar dan raka melihat bahwa situasi kota sudah kacau dan berantakan.
Banyak bangunan sudah hancur dan runtuh.
Raka pun mencoba berjalan menelusuri kota.
Raka:’’(melihat sekitar dan berjalan)’’
Raka terus berjalan dan berjalan.
Raka pun menemukan sebuah pisau tergeletak di aspal lalu raka mengambilnya.
Raka:’’(mengambil pisau)dimana semua orang?’’
Raka pun mengambil pisau itu dan pergi.
Raka pun berjalan lagi.
Raka berajalan terus hingga seolah tiada ujung.
Sesekali raka mengunjungi toko makanan.
Toko itu sudah sepi bahkan raka pun tidak tahu kemana semua orang.
Raka pun secara bebas mengambil makanan dan menikmatinya.
Raka pun mencari kantung besar untuk ia membawa makanan untuk persediaan baginya.
Raka pun secara tidak sengaja melihat sebuah mobil terparkir di dekat toko itu.
Raka pun mengambil sebuah batu untuk memecahkan kaca itu dan mencoba membuka pintu mobil.
Dan beberapa lama kemudian raka berhasil mengambil mobil itu dan pergi.
Di dalam perjalanannya,sesekali raka masih berpikir tentang dimanakah semua orang?.
Raka pun tidak begitu peduli dan lebih memilih berpikir bahwa dirinya sudah selamat dan itu adalah hal penting baginya saat ini.
Dari kejauhan,raka melihat seperti ada orang yang melihatnya.
Ornag itu terlihat berdiri sembari memejamkan mata.
Warna badannya hitam dan ada banyak sobekan di pakaiannya.
Orang itu adalah seorang pria yang entah sedang apa.
Raka pun turun dari mobil dan mencoba menghampirinya.
Pria itu terlihat hanya diam tanpa melangkah meski raka tahu bahwa pria itu pasti sadar ada mobil di hadapannya.
Namun sebuah peristiwa buruk terjadi saat raka mendekatinya.
Raka:’’(berjalan perlahan mendekati)permisi?!!hallo..’’
Pria aneh:’’(mengerang)rrrrr...ggrrrrr..’’
Raka:’’?’’
Raka pun menyentuh pria itu.
Dan tiba tiba pria itu membuka mulutnya dan mengeluarkan lendir dari mulutnya.
Raka:’’(terkejut)haah?!’’
Ternyata itu adalah pria yang sudah menjadi zombie.
Raka pun bernafas dengan terengah-engah sembari terkejut saat melihat zombie itu.
Zombie itu mengeluarkan lendir dari mulutnya lalu memutahkannya ke arah raka namun tidak mengenainya.
Raka:’’(menghindar)’’
Raka pun menghindar menjauh dari zombie itu dan menuju mobil.
Zombie itu berjalan dengan cepat mengejar raka.
Raka;’’(terkejut)haahh?!(menuju mobil)’’
Raka pun menendang zombie itu yang sedang mencoba meraih kaki raka.
Tidak lama kemudian raka pun akhirnya berhasil membuat zombie itu terjatuh dan raka pun lolos dengan menggunakan mobilnya.
Raka:’’(dalam perjalanan di mobil)mahluk apa tadi?’’
Sementara itu.
Samantha terbangun setelah pingsan cukup lama.
Samantha terbangun di tengah hutan sendirian.
Samantha:’’(terbangun&bingung)dimana ini?dimana semua orang?(melihat sekitar)’’
Samantha sudah terlihat lusuh dan terluka.
Dia sendirian dan tidak melihat siapapun dan apapun selain kabut yang tebal yang membuat pandangan dirinya sedikit terganggu.
Samantha melanjutkan langkahnya meski sudah dalam perasaan duka pada dirinya sendiri.
Dia hanya ditemani oleh boneka beruang miliknya.
Samantha terus berjalan dengan harapan bisa melihat seseorang untuk diminta bantuan untuk dirinya.
Samantha akhirnya bisa keluar dari hutan belantara dan lanjut jalan di sekitar kota.
Samantha bingung apa yang bisa dirinya lakukan sekarang.
Sementara itu.
Raka masih sibuk dengan perjalananya dengan mobil yang ia temui secara tidak sengaja.
Setelah beberapa lama perjalanannya.
Raka memutuskan untuk berhenti di sebuah tempat makan untuk istirahat.
Raka pun dari mobil dan duduk di area itu.
Raka pun masih heran dengan apa yang terjadi pada wilayah sekitar kota.
Raka pun masih bertanya-tanya tentang keberadaan semua orang termasuk temanya.
Meski berkabut namun pandangan raka masih bisa terlihat dengan jelas.
Tidak lama kemudian beberapa zombie muncul berjalan menghampiri raka yang sedang duduk.
Raka pun bersiap diri dengan pisau miliknya.
Para zombie pun mulai berjalan cepat untuk menyerang raka.
Raka mulai melawannya dengan pisau yang ia genggam.
Zombie:’’(mengerang&menyerang)’’
Raka:’’(melawan dengan pisau)’’
Raka pun menyerang beberapa zombie itu satu-persatu secara bergantian dengan pisau yang ia genggam.
Raka melakukan itu secara berkala dan terus menerus.
Raka menusuk dan melibas para zombie dengan pisau yang ia genggam sebagai senjata.
Setelah beberapa lama akhirnya pertempuran antara dirinya dan zombie itu selesai.
Raka masih bisa bangkit meski badan dan pakaiannya sudah penuh darah.
Raka pun lanjut menaikki mobilnya karena sudah merasa tidak enak jika tetap isitirahat di sana.
Hari pun sudah malam.
Raka pun tidak sengaja berhenti di sebuah gubuk untuk istirahat.
Raka pun merasa lega saat istirahat di gubuk itu karena merasa dirinya sudah aman.
Sementara itu.
Samantha yang masih berjalan meski sudah malam merasa cemas pada dirinya sendiri.
Dirinya sudah mulai lapar dan kedinginan.
Meski begitu,samantha tidak menyerah.
Samantha pun tidak sengaja melihat ada sepasang cahaya dan samantha tidak tahu cahaya apa itu.
Samantha pun memaksa untuk mencoba mendekati cahaya itu meski dirinya sudah takut dan lapar.
Dan ternyata itu adalah gubuk yang dijadikan tempat istirahat untuk raka.
Tapi samantha tidak tahu bahwa gubuk itu ada raka yang sedang tidur.
Perhatian samantha langsung teralihkan ke mobil raka yang berisi banyak makanan.
Samantha pun mencoba naik ke dalam mobil dan melihat banyak buah-buahan dan banyak jenis makanan lainnya.
Dengan lahap,samantha pun menikmati makanan yang ada di mobil itu.
Tapi samantha kembali merasa takut saat melihat banyak darah di mobil yang diduga dari pakaian raka yang di buka.
Samantha pun dengan perasaan takut keluar dari mobil namun dirinya membawa beberapa makanan kemudian lari.

Comentário do Livro (2915)

  • avatar
    Charles Chua

    aksi nya lumayan bagus dan ceritanya lumayan gampang dicerna

    12/04

      0
  • avatar
    Wisesa El

    good

    24/03

      0
  • avatar
    PajaTaia

    bagus banget

    23/02

      0
  • Ver Todos

Capítulos Relacionados

Capítulos Mais Recentes