Página Inicial/KEJUTAN DI HARI PERNIKAHAN UNTUK SUAMIKU DAN KELUARGANYA/
bab 3
KEJUTAN DI HARI PERNIKAHAN UNTUK SUAMIKU DAN KELUARGANYA BAB 3 Beruntung Lila sudah mengamankan surat rumah, kendaraan dan juga surat kepemilikan restoran, baik itu restoran pusat maupun restoran cabang, dan semua itu memakai nama Lila, jadi sudah pasti Mirza tidak mempunyai hak apapun atas harta mereka. "Sudah Bu, apa ada yang harus kami lakukan lagi?" "Sudah, kalian boleh kembali, jangan lupa taro koper yang itu ke depan gerbang, jangan lupa sampaikan pesan pada Pak Maman untuk tidak membukakan pintu gerbang tanpa ada perintah dariku!" "Baik Bu," ucap kedua art Lila bersamaan, setelahnya mereka berdua pun pergi meninggalkan kamar Lila. "Kali ini riwayatmu akan tamat Mas," gumam Lila sembari melipat tangan di dada dan tersenyum. ***** Jam sudah menunjukkan pukul 4 sore, Lila tengah menikmati sore harinya di balkon kamar dengan ditemani segelas susu hangat dan sedikit cemilan yang tersedia di meja sebelahnya. Sementara itu Lila juga sedang serius membaca cerita-cerita di sebuah aplikasi, dimana aplikasi tersebut banyak sekali menyuguhkan cerbung maupun cerpen, kita hanya tinggal pilih saja cerita mana yang mau kita baca tentunya kita sebagai pembaca juga harus menyediakan koin untuk membuka bab yang terkunci, bagi Lila itu tidak menjadi masalah, asalkan cerita itu bagus baginya pasti akan dibukanya. Saat sedang asik dengan kegiatannya, Lila mendengar samar-samar suara dari depan rumahnya. "Apaan sih ribut-ribut, atau jangan-jangan itu Mas Mirza, baiknya aku lihat keluar, aku mau liat ekspresi Mas Mirza saat tahu dirinya kini kembali menjadi gembel," gumam Lila. Bergegas Lila keluar kamar untuk melihat apa yang terjadi diluar sana. "Lilaaaa, keluar kau! Ini juga rumahku! Kau tak berhak mengusirku seperti ini!" Dan benar saja suara itu adalah suara Mirza yang tengah mengamuk karena diusir Lila dari rumahnya. "Lila, tolong buka pagarnya, beritahu satpam mu ini kalau aku boleh masuk ke dalam," ucap Mirza saat melihat Lila datang menghampirinya. "Maaf Mas, seperti yang kau lihat, kalau kopermu sudah aku letakkan di luar, berarti kau memang harus pergi dari sini," ucap Lila datar. "Lila, kau sedang bercanda kan sayang, please, bukakan pintunya, biar Mas jelaskan semuanya." "Tidak ada yang perlu dijelaskan lagi Mas, karena semuanya sudah jelas, kita bisa bertemu lagi nanti di sidang perceraian kita minggu depan, atau kalau kau tidak datang justru itu lebih bagus." "Apa! Jadi kau sudah mendaftarkan perceraian kita?" "Ya, aku sudah mendaftarkannya 4 hari sebelum hari pernikahanmu dengan Riana." "Tapi, bukankah kau setuju dengan pernikahanku dan Riana, lalu kenapa kau menggugatku?" "Setuju kamu bilang? Apa kau pernah bertanya padaku, aku setuju atau tidak dengan pernikahanmu dan Riana? Tidak Mas, kau tidak pernah menanyakannya, kau hanya mengedepankan egomu saja, sudah cukup selama ini Aku mengalah untuk egomu, dan sekarang aku sudah tak mau lagi meneruskan rumah tangga ini bersamamu." "Tidak Lila, kau tidak bisa menggugat, aku tidak akan pernah menceraikanmu Lila!" "Tapi sayangnya aku akan tetap melanjutkan perceraian ini, pergilah dari sini, karena ini bukan rumahmu!" Mirza mengepalkan tangannya, mukanya merah menahan amarah, Mirza merasa harga dirinya terinjak-injak oleh istrinya sendiri. "Dengar Lila, sampai kapanpun aku tidak akan pernah menceraikanmu, dan aku tidak akan tinggal diam dengan penghinaan itu padaku, aku tidak terima kau hina begini, akan kubuat kau menyesal karena telah memperlakukanku seperti ini!" ucap Mirza sembari meninggalkan Lila dengan menyeret kopernya. Lila menatap kepergian Mirza dengan datar, rasa cinta dan rasa sayang yang dulu pernah singgah di hatinya kini berubah menjadi rasa sakit dan benci, benci yang teramat dalam. 5 tahun bukanlah waktu yang sebentar untuk Lila berbakti pada suami dan juga keluarganya, tapi pengorbanan Lila tidak berarti apa-apa bagi mereka, mereka hanya menganggap Lila sebagai angin lalu, hingga pada puncaknya rasa sakit itu menjadi benci dan dendam, saat Lila tau kalau suaminya sering berhubungan dengan Riana, ditambah Mirza akan menikah dengan Riana dan itu juga disetujui oleh keluarga Mirza, semakin dalamlah rasa benci dan dendam Lila pada mereka, hingga kini akhirnya Lila membalaskan semua itu tanpa ampun. Tapi saat ini Lila belum terlalu puas dengan pembalasannya, Lila menginginkan satu persatu dari mereka merasakan bahkan kalau perlu memohon dan menangis di kaki Lila hanya untuk meminta maaf. ***** Gontai Mirza melangkah dengan menyeret kopernya menuju rumah Kakaknya Desi, karena hanya Desi yang memiliki rumah, sementara rumah orangtua Mirza sudah lama dijual pada saat mereka pindah ke rumah Lila. Sungguh ironis memang, mereka hanya menumpang pada Lila, tapi justru mereka merasa bahwa mereka nyonya dan berhak atas rumah Lila yang diakui sebagai rumah Mirza, mereka tak ubahnya seperti benalu, benalu yang siap menggerogoti dan siap kapan saja untuk membuat si pemilik lahan nya mati secara perlahan. Tentu saja kepulangan Mirza tidak diketahui oleh saudara dan Ibunya, mereka menyuruh Mirza pulang kerumah menemui Lila untuk mengusir Lila dari rumah itu, karena menurut mereka, gara-gara perbuatan Lila lah yang membuat keluarga mereka malu dan berantakan seperti itu, tapi pada kenyataannya justru Mirza lah yang terusir dari rumah mewah tersebut. "Lho Mirza, kok pulang lagi? Gimana, kamu sudah usir istri kamu yang kurang ajar itu kan?" ucap Bu Widya pada Mirza, Bu Widya memang sudah sadar dan pulang dari rumah sakit. Mirza tak menghiraukan pertanyaan Ibunya, dia terus saja masuk kedalam rumah kemudian menghempaskan tubuhnya ke sofa. "Kamu kenapa Mirza, kok pulang bawa koper begitu? Kamu sudah mengusir istrimu itu kan?" "Bukan Lila yang terusir dari rumah tapi Aku yang terusir dari rumah Bu." "Apa! Kok bisa?" "Ya bisa, karena, karena rumah itu memang milik Lila." "Apa!"
Obrigado
Apoie o autor para lhe trazer histórias maravilhosas
Custo 19 diamantes
Balanço: 0 Diamante ∣ 0 Pontos
Comentário do Livro (89)
Ranii
wahh bagus sekali novelnya ini merupakan novel favorit aku
wahh bagus sekali novelnya ini merupakan novel favorit aku
21/12/2021
0Bagus
14/06/2025
0sukaaa
12/04/2025
0Ver Todos