Masih posisi yang sama di lobi perusahaan ternama, seorang wanita paruh baya yang baru saja keluar dari lift tanpa melihat sekitar yang sibuk mencari sesuatu di dalam tas jinjing milik nya, tiba-tiba dari arah berlawanan seorang wanita yang membawa berkas-berkas yang menumpuk menabrak seorang. Bughhhh "Maaf maaf saya tidak Sengahja nyonya " ucap seorang wanita sambil memungut berkas yang jatuh berserakan . "Maaf, saya tidak Sengahja " ucap Tiara, sambil membatu mengumpulkan berkas yang berserakan. "Tidak nyonya, saya yang salah tidak berhati-hati " ucap Bella tanpa melihat lawan bicaranya , sedangkan Tiara terus memperhatikan wanita tersebut. "Ini berkas nya " ucap Tiara menyerahkan berkas yang sudah dia kumpulkan. "Terima kasih nyonya, maaf sekali lagi " ucap Bella. "Kau karyawan di perusahaan ini " ucap Tiara. Bahkan tanpa dia bertanya pun dia sudah tau, karna wanita yang dia tabrak menggunakan tanda pengenal perusahaan ini. "Iya benar nyonya " ucap Bella. "Kau sudah lama bekerja di sini " ucap Tiara lagi. "Baru satu bulan nyonya " ucap Bella. "pantas saja dia tidak pernah melihat wanita Yang ada di depan nya ini, ternyata karyawan baru di perusahaan ternyata " Tiara membatin. "Kau sendiri membawa berkas sebanyak ini " ucap Tiara yang benar saja seorang wanita membawa banyak berkah. "Tadi sama teman, tapi dia ke toilet " ucap Bella. "Kau seorang wanita Bagaimana bisa mereka menyuruh seorang wanita membawa berkas sebanyak ini " ucap Tiara tak habis pikir. "Pak " panggil Tiara pada petugas keamanan perusahaan. "Saya nyonya " ucap Petugas keamanan saat sudah menghampiri Tiara nyonya benar perusahaan milik dia bekerja. "Bawa berkas ini masuk " ucap Tiara. "Baik nyonya " patuh petugas keamanan meminta berkas yang ada di tangan Bella tapi . "Nyonya tidak apa-apa biar saya yang bawa " ucap Bella. "Tidak ini pekerjaan laki-laki " ucap Tiara. "Maaf pak sudah merepotkan bapak " ucap Bella tidak enak secara seharusnya dia yang bawa tapi . "Tidak apa-apa nona, saya permisi nyonya " pamit petugas. Setelah kepergian petugas keamanan Tinggal mereka berdua yang masih berada di sana Tiara terus menatap wanita di hadapannya. "Nyonya maaf saya harus melanjutkan pekerjaan saya " ucap Bella akhirnya dia tidak nyaman di tatap . "Oh iy, silahkan " ucap Tiara, Sebelum pergi Bella menundukan badan nya. Tiara mengurung niat nya untuk pergi dan dia memilih masuk kembali dan menuju ruang HRD doanhatus mencari tahu sesuatu. "Nyonya " ucap seorang wanita yang langsung bangun dari duduk nya saat melihat istri pemilik perusahaan datang ke ruangannya. "Silahkan duduk nyonya " ucap wanita cantik di hadapan nya. "Apa kau sibuk " ucap Tiara. "Tidak terlalu nyonya, apa terjadi sesuatu " ucap wanita cantik di hadapan nya. "Aku ingin melihat data seorang wanita " ucap Tiara. "Maaf jika boleh tau siapa nama nya " ucap wanita cantik panggil saja nama nya Ela. "Bella " ucap Tiara. "Bella " ulang Ela. "Tunggu sebentar " ucap Ela, langsung mengotak Atik laptop nya. "Apa Bella staf keuntungan yang nyonya maksud " ucap Ela, sambil menunjukan foto dan data Bella. "Dia karyawan baru di Perusahaan ini, dan dia juga lulusan terbaik di salah satu universitas ternama " ucap Ela menjelaskan saat nyonya besar di hadapan melihat data yang dia lihatkan. "Kirim data di email ku " untuk cap tiara.dan bener saja hanya memerlukan waktu berapa menit notivikasi email masuk yang berisi data Bella. "Baiklah aku pamit " ucap Tiara . Setelah mendapat apa yang dia inginkan, Tiara memilih untuk pergi dan langsung pulang menuju mansion nya. Selama di perjalanan Tiara tak henti-hentinya dia memandang foto wanita cantik yang sudah mencuri perhatian nya. "Sepertinya dia berbeda " ucap Tiara. *** Sedangkan Bernard yang berada di ruangan nya, masih menatap ponsel berwarna pink di tanah nya. "Satu Minggu " ucap nya. Bernard langsung mengotak Atik ponsel genggam bewarna pink di tangan nya, yang kebetulan tidak menggunakan password. "Sepertinya Tuhan memang berpihak pada ku " ucap Bernard. Bernard langsung mencari nomor yang menurut nya berguna. dan langsung saja Bernard menghubungi nomor tersebut, di panggilan pertama tidak terjawab Bernard tidak menyerah lagi dan lagi, Setelah panggilan ke tiba baru di jawab oleh seseorang di sebrang sana. "Hello " ucap seseorang di sebrang sana. Tapi Bernard langsung terhenyak saat mendengar suara lemah seseorang di sebrang sana. "Hello siapa di sana " ucap wanita di sebrang sana. "Maaf mungkin saya salah sambung " ucap Bernard. Bernard langsung memutuskan sambungan telepon secara sepihak, dia merasa waktunya kurang tepat. "Sepertinya ini bukan waktu yang tepat " ucap Bernard. *** Sedangkan wanita paruh baya yang berada di ruang inap rumah sakit, langsung menyimpan kembali ponsel nya setelah panggilan telpon terputus. "Aku pikir dia Bella ternyata orang salah sambung " ucap wanita paruh baya. Dia jadi rindu dengan putrinya yang harus rela bekerja keras demi membiayai pengobatan nya. "Maaf kan ibu nak, jika boleh ibu meminta ibu rasanya ingin pergi bersama ayah " ucap wanita paruh baya. "kenapa ayah mu pergi secepat itu " ucap nya lagi, Sekarang hanya putri nya yang dia punya dan dia harus berpisah jarak dengan putri nya. Suaminya yang sudah meninggal dan dia sekarang sakit tumor otak stadium lanjut, sudah berbagai cara pengobatan yang dia jalani tapi masih tidak ada perubahan . Bahkan putrinya sampai rela bekerja di kota untuk membiayai pengobatan nya .
Obrigado
Apoie o autor para lhe trazer histórias maravilhosas
bagus ceritanya
2d
0Bestttt😆
20/02
0waww bagus bangttt
11/01
0Ver Todos