logo text
Adicionar à Biblioteca
logo
logo-text

Baixe este livro dentro do aplicativo

Chapter 11 (Tuan Besar Ma yang Licik)

"Fallin Ma, ada apa dengan wajahmu itu? Pipimu jadi merah seperti itu? Apa seseorang memukulmu?" 
"Ya" Fallin Ma berkata jujur, dia tidak ingin membohongi saudaranya, khususnya karena dia selalu mempercayai Elisa. 
"Siapa yang berani melukai saudaraku yang berharga? Aku akan membalasnya 10x lipat." 
"Apa kau yakin akan membalas perbuatan orang itu?" 
"Tentu saja! Katakan padaku! siapa dia?" 
"Felix Ma!"
"Apa? Maksudmu Felix Ma, papamu itu?"
"Benar, apa kau berani membalasnya?" 
Wajah Elisa Fu tiba-tiba memucat. Felix Ma adalah pria yang keras termasuk pada keluarganya sendiri. Dia tidak segan untuk melukai bahkan membunuh orang-orang yang berani melawannya. 
"Maafkan aku, saudaraku! Aku tidak beranu melawan pria sepeti itu. Aku nasih menyayangi nyawaku." 
"Apa kau sudah mengopres pipimu itu?" 
Fallin Ma menjawab dengan menggelengkan kepala. Wanita itu sudah terbiasa mendapat pukulan dari papanya, kemerahan di pipinya akan pulih dengan sendirinya tanpa harus mendapatkan perawatan. "Ini sudah biass bagiku, tidak perlu untuk merawatnya!" 
"Bagaimana mungkin untuk tidak merawat luka di wajahmu itu? Ini bisa saja menimbulkan bekas. Selesaikan makan malammu dan aku akan mengopres pipimu!"
"Elisa, kau tidak perlu melakukan hal itu! Aku tidak ingin merepotkanmu." 
"Tidak perlu sungkan. Selama disini kau adalah tanggung jawabku jadi aku akan merawatmu dengan baik dan juga...." 
"Direktur Jung akan marah padaku karena tidak bisa menjagamu dan membiarkanmu terluka.! 
"Tidak ada alasan bagi Mark Jung untuk marah padaku!" 
"Saudaraku, Direktur Jung sangat peduli padamu. Kaulah orang special untuknya." 
"Elisa, kau salah paham tentang sesuatu, kami sebenarnya hanya-" 
"Aku akan menyiapkan air es untuk mengkompes wajahmu! Kau lanjutkan saja makan." 
*** 
Setelah selesai makan, mereka berdua duduk di ruang tamu. Handuk di tangan Elisa mengentuh pipi Fallin Ma dengab hati-hati. Dia takut menyakiti saudaranya. 
"Apa ini sakit?" 
"Tidak!" 
"Saudaraku, kau tidak perlu menyembunyikan rasa sakitmu! Tidak akan ada yang marah saat kau mengeluh! Tidak apa-apa untuk menjadi lemah! Kenapa kau masih saya berusaha terlihat kuat?" 
Fallin Ma tidak mengatakan apapun. Elisa Fu  tidak memaksa saudaranya ini untuk menceritakan padanya. Dia tahu suliy bagi seorang nona muda yang sering menahan perasaannya untuk membuka diri. 
"Baiklah, jika kau tidak ingin melakukannya, aku tidak akan memaksamu." 
"Saudaraku, apa yang kau lakukan hingga tuan besar Ma memukulmu? " 
Fallin Ma terdiam sejenak. Namun Fallin Ma perlahan menceritakan hal yang terjadi," Ada  scandal yang beredar di kota S tentang aku dan Mark Jung."
"Scandal?" 
"Benar, seseorang memotret  pertemuan kita dan Mark Jung di Bandara. Namun kamera fokus denganku dan Mark Jung, mereka membuat artikel dengan menyebarkan berita yang dibuat-buat." 
"Kau tahu bukan, bahwa papa adalah seseorang yang mementingkan reportasi keluarga. Tidak peduli apakah berita itu benar atau tidak yang terpenting adalah citra di depan publik." 
"Bukankah kau dan CEO Gao telah berpisah? Apa yang salah dengan kau bersama pria lain?" 
"Mungkin Tuan besar Gao belum mengumkan perceraian secara resmi ke publik! Papa juga memaksa agar aku kembali ke kota S dan kembali ke keluarga Gao lagi."
"Aku tidak ingin menurutinya, jadi dia menanparku."  Fallin Ma mengatakan setiap hal tanpa menunjukkan emosinya sama sekali, seolah yang diceritakannya adalah orang lain. 
Ellisa sedikit terkejut karena Fallin Ma berani melawan tuan besar Ma. Saudaranya yang dia kenal sejak kecil selalu menjadi seseorang yang akan melakukan apapun sesuai dengan keinginan tuan besar Ma. Namun dia juga merasa sedih untuk saudaranya ini karena harus menghadapi kemarahan dari ayahnya sendiri. 
"Bagus bahwa kau berani menyuarakan pendapatmu, saudaraku. Namun kau harus hati-hati saat berhadapan dengan tuan besar Ma. Kau tahu seperti apa papamu itu bukan? Tuan besar Ma tidak akan menyerah sampai keinginannya terpenuhi. Aku akan meminta Direktur Jung untuk memberikan pengawal." 
"Tidak diperlukan. Aku bisa menghadapi papaku sendirian. Aku tidak ingin kalian ikut terlibat dalam masalahku ini." 
"Saudaraku-" 
"Jangan khawatir! " 
"Baiklah. Jika kau mengalami kesulitan, aku dan Direktur Jung akan membantumu." 
***
  Fallin Ma tiba-tiba saja diminta untuk bertemu direktur akademi. Dia tidak tahu mengapa dia tiba-tiba dipanggil, tetapi dia memiliki firasat buruk. Wanita cantik berambut cokelat keemasan masuk ke ruang direktur dengan tenang. 
"Nona Fallin Ma, duduklah!" 
Fallin Ma duduk dengan tenang. Wajah direktur itu terlihat pucat. Pria berusia sekitar 40 an tahun itu berdehem sebelum mulai berbicara. 
"Nona Fallin Ma, sebelumnya aku ingin meminta maaf. Kami harus mengeluarkan anda dari Akademi ini." 
"Apa alasan untuk hal itu?" 
"Maaf, kami tidak bisa memberitahumu. Namun ini adalah keputusan dari yayasan. Kami akan mengembalikan uang pembayaran."
Direktur itu merasa bersalah karena harus mengambil keputusan ini. Fallin Ma adalah seseorang yang direkomendasikan teman baiknya. Walaupun dia merasa tidak enak hati pada teman baiknya. Namun, dia tidak bisa mengambil resiko jika melawan seorang pria berkusa yang memiliki banyak koneksi. Ini demi keamanan semua orang, dia mungkin bisa membicarakan ini dengan Elisa Fu. 
"Saya menerima keputusan dari Direktur!" 
Fallin Ma memilih untuk pasrah. Walaupun dia berdebat, mereka tidak akan mengubah keputusannya, jika papanya ada dibalik semua ini. Bagaimanapun, siapa orang yang berani melawan papanya. Walaupun keluarga Ma masih kalah dengan keluarga Gao, tetapi kekuasaan papanya dan sikap kejamnya sudah terkenal dimanapun, hingga tidak ada yang tidak tunduk padanya. 
Fallin Ma pamit undur diri dengan sopan. Dia keluar dari ruangan dengan banyak pemikiran di kepalanya. Dia tidak ingin tunduk pada keputusan papanya, dia masih ingin melanjutkan mimpinya agar namanya dikenal sebagai perancang busana. Wanita itu ingin sepenuhnya terlebas dari bayang-bayang kehidupannya di masa lalu. 
 Saat berjalan keluar gerbang, kakinya terhenti saat pandangannya terarah pada seorang pria berwajah tegas yang berdiri di depan mobil tidak jauh darinya. Felix Ma mendekati putrinya dengan senyum penuh kemenangan. Fallin Ma berjalan melewati pria itu, tetapi tangannya yang kekar menahannya. 
"Putriku tersayang, lebih baik bagimu untuk menyerah. Kau tidak akan mendapatkan apapun yang kau inginkan jika kau terus melawanku." 
"Tidak, aku tidak akan mengikuti keinginan tuan besar Ma. Aku tidak ingin kembali ke kota S ataupun kembali menjadi nyonya Gao lagi." Fallin Ma mengucapkannya dengan penuh keyakinan. 
Tuan besar Ma tidak senang dengan sikap putrinya yang berusaha mementangnya. Dia mencengkram tangan putrinya dengan erat dan membuatnya berbalik ke arahnya. "Jangan salahkan aku jika aku harus memaksamu dengan cara yang kasar karena kau telah berani menatangku." 
Tuan Ma menusukkan sesuatu di lengan wanita cantik itu. Fallin Ma mengerutkan kening merasakan sesuatu yang tajam menusuknya. Secara perlahan kesadarannya mulai menurun. Dia menyesal karena tidak berhati-hati dan terjatuh dalam jebakan papanya yang kejam. 

Comentário do Livro (474)

  • avatar
    RistaLamria

    bagus bat

    04/10

      0
  • avatar
    Yekni Borrek

    bagus

    03/10

      0
  • avatar
    CengenganVarel

    keren

    02/10

      0
  • Ver Todos

Capítulos Relacionados

Capítulos Mais Recentes