logo text
Adicionar à Biblioteca
logo
logo-text

Baixe este livro dentro do aplicativo

Chapter 10 (Tamparan)

Setelah melewati hal-hal menyenangkan yang belum pernah dia rasakan, siapa sangka bahwa badai akan datang menghampirinya. Fallin Ma membeku sesaat ketika pandangannya menangkap pria paruh baya dengan ekspresi tegas berdiri di depan mobil sport mewah. 
Pria itu menghampirinya dan tiba-tiba menamparnya. Para mahasiswi yang melewati mereka merasa terkejut, apalagi tamparan itu begitu keras. Mereka melirik Fallin Ma dengan rasa iba, tetapi mereka tidak berniat ikut campur urusan orang lain. 
"Papa, kenapa kau tiba-tiba menamparku?" 
"Kenapa kau bilang? Kau sudah mempermalukan nama keluarga,tamparan ini bahkan terlalu ringan untuk kesalahanmu itu?"
Tuan Ma adalah orang yang tegas. Dia menerapkan pendidikan keras bagaikan kemiliteran. Dia tidak segan untuk memukul ataupun menampar. Fallin Ma sudah terbiasa menghadapi hukuman ayahnya, pipinya yang bengkak dan memerah tidak terlalu dia pedulikan, dia bahkan tidak merasakan apapun. 
"Kita cari tempat lain saja untuk bicara!" 
Mereka berbicara dengan bahasa mandarin, orang mungkin tidak mengerti. Namun, mereka dapat membaca pergerakan tubuh. Fallin Ma merasa tidak nyaman untuk dimarahi di depan umum. Dia adalah wanita dengan harga diri tinggi. Di perlakukan dengan kasar seperti ini, menggores harga dirinya. 
"Tidak perlu. Kita selesaikan masalah ini disini." 
"Papa, apa papa suka menjadi pusat perhatian?" 
Tuan besar Ma baru saja menyadari sesekeliling. Orang-orang memang hanya lewat, tetapi mereka juga sesekali memperhatikan dia dan putrinya. Tuan Ma akhirnya setuju untuk membicarakan hal ini di tempat lain. 
***
Tuan Ma dan Fallin Ma pergi ke sebuah restoran masakan cina. Tuan Ma memesan ruangan tersendiri agar mereka bisa bebas bicara. "Fallin Ma, aku sudah memperingatkanmu untuk tidak menemui pria rendahan itu. Kau masih saja nekat menemuinya dan bahkan sampai nekat terbang ke Negara F! " 
"Papa-" 
"Diam! Aku belum selesai bicara." 
Tuan Ma mengambil ponselnya. Jari-jarinya menggeser di layar ponsel. Tuan Ma lalu memilih salah satu foto dan memperlihatkan tangkapan layar sebuah artikel. Saat ini artikel asli sudah tidak ada. 
Fallin Ma mengambil ponsel yang diulurkan ayahnya. Ekspresinya masih tetapi tenang, dia tidak boleh menunjukkan ekspresi apapun pada ayahnya. Dia membaca detil dari artikel murahan itu. Mereka hanya menulis omong kosong disana. Dia belum lama bertemu dengan Mark Jung, dan foto yang diambil adalah foto saat dia tiba di Bandara 2 hari lalu, ketika pertama kali dia bertemu Mark Jung, tetapi artikel itu membahas dia terlibat hubungan percintaan dengan Mark Jung 
"Papa, semua yang ditulis di artikel ini hanyalah omong kosong."
"Lalu, bagaimana dengan foto itu? Apa kau berpikir bahwa foto itu hasil dari manipulasi?" 
"Fallin Ma, kau adalah seorang sosialita, setiap hal tentangmu akan menjadi pembicaraan entah benar atau tidak. Fallin Ma, kau adalah seorang nyonya besar dari keluarga Gao. Perhatikan sikapmu itu. Beruntung bahwa menantu sudah mengurus scandalmu itu." 
"Ikutlah denganku kembali." 
"Aku tidak ingin kembali. Aku sudah mengakhiri hubunganku dengan keluarga Gao." 
"Apa? Beraninya kau!" 
Lagi-lagi tamparan keras mendarat di pipi mulus Fallin Ma. Wanita itu masih menunjukkan ekspresi yang dingin dan tenang. Tuan Ma semakin marah, udara dingin semakin menekan, tetapi Fallin Ma tidak terpengaruh. 
"Fallin Ma, aku sudah susah payah untuk membuatmu masuk ke keluarga Gao. Sekarang, kau justru melepaskan starus itu begitu saja. Apa kau tahu, betapa pentingnya untuk membangun hubungan dengan keluarga Gao." 
"Hanya karena pria itu, kau meninggalkan semuanya? Papa tidak ingin mendengar alasan, kau harus kembali lagi ke keluarga Gao. Aku akan coba meyakinkan menantu." 
"Tidak perlu melakukan hal itu. Aku tetap pada keputusanku. Aku tidak ingin kembali pada keluarga Gao!" 
"Kau masih ingin bersikap keras kepala? Jika kau tidak mau melakukan sesuai apa yang aku inginkan, maka aku tidak akan menerimamu sebagai keluarga Ma!" 
"Baiklah, jika itu keputusan papa. Aku menerimanya. Jika tidak ada yang ingin papa bicarakan lagi, aku ijin untuk pergi!" 
Fallin Ma melangkah meninggalkan tuan Ma. Pria setengah baya itu mengepalkan tangannya dengan erat. Dia begitu marah dengan sikap dingin putrinya itu. Pria itu berdiri. 
"FALLIN MA, AKU MENYESAL MEMBESARKAN ANAK SEPERTIMU YANG TIDAK TAHU BALAS BUDI DAN TIDAK MAU MEMBANTU KELUARGA KAMI" 
Fallin Ma menghentikan langkah kakinya. 
"Jika aku bisa memilih aku juga tidak ingin lahir di keluarga Ma. Aku tidak ingin menjadi seorang nona muda yang hanya terus saja dikendalikan!" 
"Papa bilang bahwa aku tidak tahu balas budi dan tidak mau membantu keluarga Ma? Selama hidupku aku hanya melakukan semua yang kalian perintahkan padaku atas nama keluarga Ma. Aku sudah muak sekarang. Aku tidak peduli lagi, papa mau mengaggapku seperti apa. Aku tidak ingib menjadi boneka lagi yang akan melakukan apa yang diperintahkan padaku!" 
Tuan Ma mengepalkan tangan dengan erat. Dia tidak mempedulikan putrinya itu, hal yang dia pikirkan hanyalah bahwa putrinya telah menentangnya. Putri dia besarkan untuk menjadi seorang anak yang patuh, kini justru berani melawannya. Dia merasa begitu marah saat ini. 
Tuan Ma mulai memikirkan cara agar putrinya itu dapat kembali dalam kendalinya. Dia masih membutuhkan putrinya itu untuk tetap terhubung dengan keluarga Gao. Sebuah ide jahat terlintas dalam pikiran tuan Ma,bibirnya terikir senyuman lucik. "Aku yakin cara itu pasti akan berguna!" 
Tuan Ma mengambil ponselnya. Dia mecari daftar nama di dalam kontak, dan menekan salah satu nomer. "Aku memiliki tugas yang harus kau kerjakan!" 
***
Fallin Ma menghela nafas ketika dia  berhasil melepaskan diri dari papanya. Seberapa tenangnya dia, tekanan kemarahan ayahnya membuatnya sesak. Fallin Ma  kembali mengingat tentang artikel itu, ternyata benar tebakannya bahwa ada orang yang mengasinya saat itu. Di tahu saat ini mungkin orang-orang akan bergosip buruk tentangnya, jika dia kembali ke kota S, dia akan menjadi lelucon. Walaupun orang tidak akan mengatakan langsung padanya, tetapi mereka akan bengolok-oloknya di belakangnya. 
Dia tidak ingin kembali ke kota S , dia tidak peduli walau citranya akan menjadi wanita yang buruk di kota S ataupun pandangan keluarga Gao memburuk padanya.Dia tidak lagi peduli dengan citranya di kota S. Bagaimanapun juga dia telah melepaskan diri sebagai nyonya Gao, tidak perlu baginya untuk memikirkan sepeti apapun pandangan orang lain padanya yang membuatnya hidup dalam kepalsuan selama beberapa tahun. Saat ini, Fallin Ma hanya ingin menjalani kehidupannya yang bebas. Dia akan menjalankan kehidupan sesuai dengan apa yang dia inginkan.
Dia ingin mengepakkan sayapnya yang indah untuk terbang keluar dan bukan lagi untuk terjebak dalam sangkar emas lagi. Tidak peduli apapun yang terjadi, dia tidak ingin kembali ke kehidupannya seperti di masa lalu. Dia tidak ingin lagi terikat dengan kehidupannya yang merantainya. 

Comentário do Livro (474)

  • avatar
    RistaLamria

    bagus bat

    04/10

      0
  • avatar
    Yekni Borrek

    bagus

    03/10

      0
  • avatar
    CengenganVarel

    keren

    02/10

      0
  • Ver Todos

Capítulos Relacionados

Capítulos Mais Recentes