Akhirnya Zayan bisa sampai rumah diantar oleh Jono menggunakan motor tua legendnya, bunyinya pun seperti kenalpot bocor. Berisik abis. "Makasih ya, Bang." Zayan turun dari motor tersebut. "Ini rumah lo?" "Ya iya lah, masa rumah Shahrukh Khan," sahut Zayan, "Mau mampir dulu gak, Bang?" "Gak usah, gue mau langsung pulang aja." Jono menurunkan gigi motornya. "Zayan?" Zayan menoleh, "Bun." Cowok itu mencium tangan bunda Aisyah saat wanita berkerudung itu menghampirinya. "Emak lo, Zay?" bisik Jono, matanya langsung seger melihat janda ayu. "Bun, kenalin ini bang Jono. Tadi Zayan tersesat terus bang Jono sama temen-temennya nolongin Zayan." "Kok bisa tersesat sih?" Bunda Aisyah terkejut bercampur khawatir. "Ceritanya panjang, Bun." Bunda Aisyah menghela napas. Jono mematikan mesin motornya, mengelap tangan kanannya sebelum bersalaman dengan bunda Aisyah. "Jono Marjoni." Bunda Aisyah membalas dengan menyatukan tangan dan kepala menunduk. "Aisyah ...." Bang Jono terkesima melihat wanita cantik berhijab itu. Senyumnya melebihi gula pasir, sirna sudah wajah galaknya. "Makasih ya bang, udah nganterin Zayan pulang." "Ah, santai aja dek Aisyah, Zayan udah abang anggap anak sendiri," sahut Jono sambil mesem-mesem. Zayan mendelik tak suka, sejak kapan dia mau dianggap anak oleh Jono, ketemu juga baru tadi. "Zay, catet nomor abah eh abang." "Buat apa, Bang?" tanya Zayan datar. "Nanti kalau ada apa-apa kamu bisa telepon abang. Abang pasti bantu. Kalau ada yang ganggu kamu juga abang yang bakal urus." Ngomongnya sama Zayan, tapi matanya terus tertuju ke bunda Aisyah. Dasar kang modus. Zayan menurut saja. Biar lelaki itu cepat pergi. Setelah selesai, Jono pun pamit pulang. Melajukan kereta tuanya yang berasap. Bunda Aisyah dan Zayan saling melempar pandangan, wanita itu lalu tertawa pelan sedangkan Zayan menyengir lebar. Keduanya masuk ke dalam dengan bunda yang merangkul pundak putra semata wayangnya. "Kok bisa sih jumpa sama bang Jono?" "Rumit, Bun. Zayan ceritain di dalam deh." *** Jam menunjukkan pukul dua dini hari. Zayan tertidur nyenyak di balik selimutnya dengan kipas angin yang tetap menyala. Kamar cowok itu gelap, hanya beberapa titik yang mendapat pencahayaan dari luar. Masih enak-enak tidur, suara tangisan menyayat hati mengusik telinga Zayan. "Sarifah, diem gak lo!!" serunya dengan mata masih terpejam. Zayan pikir itu ulah kuntilanak sebelah rumah, tapi biasanya kalau sudah Zayan marahi kuntilanak itu pasti langsung diam. Tapi kali ini beda. Suaranya pun lebih halus dari biasanya. Menarik Zayan untuk membuka mata. Cowok itu lantas duduk, matanya terbuka perlahan. "HUWAA!!" Sontak ia merapatkan diri ke kepala tempat tidur saat melihat Lily berdiri di depan jendelanya sambil menangis. Zayan kaget bukan karena kehadiran gadis itu, melainkan karena Lily datang dengan tampilan barunya yang mengerikan, Zayan baru kali ini melihatnya. Kepala Lily dipenuhi darah, hidung dan mulutnya juga mengeluarkan cairan kental berwarna merah. Bajunya yang biasa putih bersih, kini habis terkena noda merah. Tangan kanan gadis itu patah tulang, tapi tidak sampai lepas. "Lily?" lirih Zayan, menelan kuat salivanya. "Gu-gue pikir lo udah tenang." Lily semakin menangis histeris. "Lily dibunuh, Kak ...." Zayan mengerjap. "Ada yang sengaja dorong Lily ke jalan ...." "Ha?" Badan Zayan lemas. Siapa orang yang tega melakukan itu pada gadis semanis Lily? "Lily gak tau laki-laki itu siapa." Lily menunduk, melihat tubuhnya hampir hancur. Tangisan pilunya mengisi kekosongan di kamar Zayan. "Lily inget semua kejadiannya. Orang itu dorong Lily, terus ada mobil hitam yang nabrak Lily, dan semuanya langsung gelap." "Kak, Lily mohon cari orang itu, cari siapa yang udah bunuh Lily. Lily mau tau kenapa dia lakuin ini ke Lily. Salah Lily apa ...." "Mau cari di mana, Ly? Sedangkan kamu aja gak tahu orang itu siapa. Bakalan susah," ujar Zayan, melembutkan nada bicaranya, sudah lebih rileks dari sebelumnya. Ia mengusap wajahnya kasar. "Sini ...." Zayan menepuk tempat di sampingnya. "Tapi sembunyiin dulu muka kamu yang itu, serem." Lily mendekat pada Zayan dengan bentuk cantiknya. Tangisannya berubah menjadi isakan pelan. Zayan meliriknya sekilas. "Aku punya kehidupan sendiri, dan ada bunda yang harus aku prioritasin. Maaf kalau cuma bisa bantu sampai sini aja." Lily diam mendengarkan Zayan. "Ikhlasin aja ya?" Lily menggeleng lemah. "Lily gak bisa ikhlas sebelum tau alasan kenapa Lily dibunuh." "Kalau kamu gak ikhlas kamu gak bakalan bisa pergi ke tempat yang lebih tenang." Lily menunduk, "Gak apa-apa. Lily suka di sini sama kakak." "Enak aja lo!" Jiwa sewot Zayan kembali. Jelas ia menolak. Mana mau ia hidup didampingi arwah penasaran macam Lily. "Kakak gak kasian sama aku?" tanya Lily memelas. Ya, Kasian sih. Tapi .... "Terserah lu deh. Gue mau lanjut tidur, jangan ganggu." Zayan kembali merebahkan tubuhnya dengan posisi membelakangi Lily. Lily meneteskan air matanya lagi, meringkuk memunggungi Zayan sembari diam-diam kembali terisak. Zayan yang mendengar itu menoleh ke belakang. Posisinya berubah menghadap Lily, tangannya terangkat untuk mengusap kepala gadis itu. "Sentuhan sama hantu perempuan haram gak ya? Dosanya tetep dicatet sama malaikat atau gak?" gumamnya terlihat bodoh. Zayan mencoba menyentuh kepala Lily, namun tangannya menembus. Cowok itu menghela napas panjang. "Jangan nangis. Mulai sekarang lo boleh kok tinggal di sini. Asal jangan usil ke bunda. Lo harus jadi hantu baik budi." Lily memutar tubuhnya, "Beneran, Kak?" "Iye, udah jangan ngomong aja, gue mau tidur." Zayan membelakangi Lily lagi. Semoga keputusannya tidak membawa dampak negatif di kemudian hari.
Obrigado
Apoie o autor para lhe trazer histórias maravilhosas
Custo 18 diamantes
Balanço: 0 Diamante ∣ 0 Pontos
Comentário do Livro (224)
sky_star
bagus bgt ceritanya
bisa bikin ketawa ngakak dan terharu
ditunggu lanjutannya
5d
0
Syahfira Indah Ramadani Lubis
bagus banget alur cerita suka!! ditunggu sambungan ceritanya kak hhe
15/05
0
PutriAkira Himuro
Cerita pertama yang saya baca diaplikasi ini tapi lupa mungkin sekitar tahun 2022,2023,2024 kali,ya?
bagus bgt ceritanya bisa bikin ketawa ngakak dan terharu ditunggu lanjutannya
5d
0bagus banget alur cerita suka!! ditunggu sambungan ceritanya kak hhe
15/05
0Cerita pertama yang saya baca diaplikasi ini tapi lupa mungkin sekitar tahun 2022,2023,2024 kali,ya?
05/04
0Ver Todos