Hari demi hari sudah berlalu. Saat ini aku masih dilanda rasa penasaran yang tidak jauh berbeda dibandingkan dengan sebelumnya. Aku merasakan sensasi aneh dari sekujur tubuhku dan sekarang aku sangat tidak nyaman. Meski sekarang waktunya bagiku untuk melakukan beberapa kegiatan kelompok kesenian, aku merasa ada bayangan gelap yang mengikutiku dan itu bukan sesuatu yang menyenangkan. Pikiranku kembali kacau dalam perlahan. Tidak lama setelahnya, aku berusaha untuk yang terbaik dan kali ini aku memang harus menahan semua ini untuk sementara waktu. Berbeda dengan sebelumnya, kali ini aku sudah tidak bisa lagi menahan diri dan pada akhirnya aku pergi ke toilet. Setelah sampai disana, aku mencuci wajahku dan berusaha untuk tetap tenang. Situasi di luar sana terlihat ramai. Orang-orang sedang sibuk dengan kegiatan mereka masing-masing. Tidak terasa aku sudah selesai dengan tugasku dan sekarang aku berjalan menuju ke ruang kelasku. Ketika sampai disana, rupanya tidak ada orang sama sekali. Suasananya terasa tenang dan damai. Sejujurnya aku menyukai suasana seperti ini. Disaat semua orang sedang berisik, terkadang kepalaku terasa pusing sekali dan aku sungguh tidak suka dengan hal itu. Kali ini tidak terjadi hal seperti itu dan membuatku merasa senang sekali walau hanya sebentar. Aku juga mengingat beberapa orang yang memang suka membuat masalah dan mereka sekarang tidak ada di dalam kelas ini. Sudah lama sekali aku tidak merasa lelah seperti ini. Rasanya sungguh berbeda dari yang pernah kualami sebelumnya. Saat ini aku sudah seperti sekarat saja. Ketika aku sedang beristirahat di kelas ini, tidak lama setelah itu datang seorang murid perempuan bermata coklat dan orang itu kemudian duduk juga di tempat duduknya. Sesekali aku melirik ke arah orang itu dan memperhatikan ekspresi wajahnya. Meski aku juga tidak terlalu dekat dengan orang itu, rasanya aku seperti merasa terganggu. Perasaan ini terus membuat kepalaku pusing saja dan seketika aku juga sedikit merasakan kekesalan secara tiba-tiba. ‘Sial. Apa-apaan ini? Kenapa aku tiba-tiba merasa kesal?’ batin diriku. Orang itu terlihat murung namun disaat yang bersamaan juga tidak seperti murung. Aneh sekali. Setelah aku berhenti memperhatikan orang itu, ponselku berbunyi dan ketika kuperiksa, ternyata ini hanya notifikasi di grup chat saja. Mereka terlalu bersemangat padahal ini hanya festival biasa yang sering dilaksanakan di sekolah setiap tahunnya. Terkadang mereka juga selalu memancing keributan dan aku merasa kalau kali ini juga sepertinya tidak jauh berbeda dibandingkan dengan yang sebelumnya. Orang itu kemudian datang menghampiriku dan aku langsung terkejut bagaimana orang ini mendatangiku. Pandangannya terlihat cukup meyakinkan kalau ingin berbicara denganku. “Kau?” “Ya? ada apa?” “Sepertinya kau masih belum tahu apa yang terjadi sebelumnya.” “Apa maksudmu tiba-tiba mengatakan itu? aku tidak mengerti dengan apa yang sedang kau bicarakan.” “Sudah kuduga. Ternyata belum tersebar.” “Apanya yang belum tersebar?” “Salah satu murid menghilang.” “Apa? siapa?” “Tidak salah lagi orang itu. ketua club menari. Orang itu baru saja dicari temannya dan sampai sekarang masih belum ditemukan padahal semua barangnya ada di kelas dan sebelumnya juga orang itu baru saja tampil.” “Ah, jadi ini seperti berita baru ya?” “Kau benar. apa kau melihat orang itu?” “Tidak. Aku tidak bertemu dengan orang itu sama sekali.” Lagi-lagi sesuatu yang sangat rumit. Baru saja aku mendengar kabar buruk dari orang ini. Saat ini juga aku merasa penasaran kenapa orang itu bisa menghilang begitu saja. Selain itu, aku juga sama sekali tidak pernah bertemu dengannya meskipun kami satu sekolah. Sudah lama sekali aku tidak bisa tenang dan sekarang semakin dibuat tidak tenang. Pikiranku langsung mengarah ke penculikan. Bisa saja itu terjadi ketika semua orang sedang lengah. Rasa curigaku semakin dalam dan tidak lama setelahnya aku merasa kalau mungkin saja orang itu pingsan di toilet dan ternyata ketika ditanyakan kembali tidak ada apa pun di sana. Semua orang menjadi bingung. Festival yang seharusnya menjadi acara yang dipenuhi dengan kegembiraan, namun kali ini itu malah menjadi misteri yang membuat semua orang menjadi panik. Banyak dari orang yang mengetahui berita ini mulai berasumsi aneh dan tidak sedikit dari mereka yang hanya mengatakan mungkin saja orang itu pulang ke rumahnya kabur. Mendengar ocehan mereka yang tidak masuk akal itu membuat telingaku berdarah saja. Seperti biasanya mereka selalu mengatakan hal aneh dan tidak pernah berhenti. Tidak lama kemudian, notifikasi gerup sudah ramai membicarakan ketua club menari itu dan sampai detik ini orang yang memberitahuku masih ada tepat didepan mataku dan memandangiku dengan pandangan yang tajam. “Apa yang kau inginkan dariku?” tanyaku pada orang ini. “Tidak ada yang kuinginkan darimu. Tapi, apa kau tidak akan mencarinya seperti yang lain?” “Hah? Ah, kurasa aku tidak terlalu dekat dengannya. Kenapa?” “Kau tidak mau rupanya.” “Apa?” “Sudahlah. Tidak masalah kau mau mencari orang itu atau tidak. Karena yang seharusnya melakukannya adalah teman sekelasnya. Bukan kita.” “Ya. kedengarannya memang masuk akal. Dan lagi, kenapa kau memberitahuku?” “Mulutku terasa gatal kalau tidak membagikan berita yang menggemparkan seperti ini. Lagi pula, tidak ada untungnya aku merahasiakannya. Karena itulah aku memberitahumu lebih dulu dibandingkan teman-temanmu di grup chat itu.” “Bagaimana kau tahu aku sedang melihat grup chat?” “Hanya menebak saja. Dan itu sudah pasti bukan?” “Ya. Tebakanmu itu tidak meleset. Ngomong-ngomong Belle, kenapa kau terlihat murung?” “Apa?” “Tadi aku melihatmu seperti murung. Apa kau merasa terbebani dengan sesuatu? Atau ada hal lain yang mengganggu dirimu?” “Itu bukan apa-apa. kurasa kau terlalu berpikiran aneh. Tidak ada yang membuatku seperti itu. aku hanya merasa sedikit lelah saja karena acara festival ini.” “Begitu rupanya.” “Benar. ngomong-ngomong, karya senimu bagus. Kau menggambar dengan sangat menarik. Tapi aku tidak paham apa maksud dari gambarmu itu. rasanya terlalu rumit.” “Ya. Orang lain memang tidak akan dengan mudah memahaminya.” Meski aku melihat karyaku dalam waktu yang lama, aku juga mungkin akan merasakan hal yang sama seperti yang terjadi kepada Belle. Tapi, itu semua sengaja kulakukan dan aku merasa puas atas karyaku yang sangat berharga itu. Aku sengaja memamerkannya di festival kali ini karena sebelumnya aku merasa ada yang kurang. Kali ini sudah sempurna dan itu pantas untuk diperlihatkan. Beberapa orang juga mengantri untuk melihatnya dan aku sudah bisa menduga akan hal itu. Sekarang ini, aku masih terus bertanya-tanya tentang kejadian yang menghebohkan ini dan juga orang yang ada dihadapanku saat ini. Keduanya cukup mencurigakan dan tampak berbahaya. “Astaga,” gumam diriku. Waktu terus berlalu. Kurasa semua ini memang begitu cepat berlalu. Hanya tinggal diriku saja yang memang masih sama saja tidak ada yang berubah. Sudah sampai dimana kali ini aku melihat beberapa orang sedang berada didekat sebuah taman dan mereka sepertinya sedang membicarakan sesuatu. Saat itu juga aku langsung dilanda rasa penasaran dan tidak lama setelahnya memang itulah yang sampai detik ini masih terasa. Suasananya seakan memperlihatkan kalau sebenarnya disana sedang ada masalah. Aku kembali mendekat dan tidak lama kemudian aku menyaksikan seseorang terus berbicara dan sepertinya orang ini memang sengaja melakukannya untuk memancing yang lainnya keluar dari kelas dan melihatnya. Suasananya sudah tidak karuan lagi. Aku merasakan sesuatu yang tidak masuk akal kali ini dan melihat ada beberapa orang yang kemudian mendekat dan mereka seakan ingin memastikan sesuatu. Tidak hanya itu saja, salah satu orang juga langsung mendekat dan orang itu menanyakan banyak sekali pertanyaan. Aku yang melihat mereka semua semakin dibuat bingung sekaligus penasaran kenapa sampai seheboh ini. Hilangnya orang itu masih terus menjadi misteri. Kebanyakan orang beranggapan kalau mungkin sesuatu sudah terjadi kepada orang itu sehingga sulit sekali untuk ditemukan. Aku kembali terkejut mendengar ucapan seseorang yang terlihat seperti orang yang memang memiliki analisa yang bagus. “Tunggu, orang itu…” gumam diriku. Setelah aku melihat mereka semua, saat itu juga aku berjalan dan keluar dari kerumunan itu. Rasanya sekarang aku merasa bisa bernafas dengan lega. Setelah itu aku berjalan menuju ke suatu ruangan yang tidak lain adalah ruangan dimana karya seniku dipamerkan. Aku melihat banyak orang yang terus berdatangan dan itu membuatku semakin merasa gugup. Mereka seperti merasa senang dengan karya yang sudah kubuat dan itu sangat memenuhi ekspektasiku selama ini. Ketika aku sedang asik mengamati, saat itu juga Yolanda mendatangiku dan setelah itu kami mulai berbincang untuk beberapa lama. “Kau senang?” tanya Yolanda dengan nada yang lembut. “Ah, kau rupanya. Tentu saja aku senang. lihat, aku sudah lama sekali menantikan momen seperti ini.” “Baguslah. Setidaknya kau sudah bekerja dengan keras untuk membuat karyamu itu. sejujurnya itu bagus sekali. Bagaimana kau bisa membuatnya?” “Hanya berdasarkan imajinasi saja.” “Sungguh? Kau tidak mencari referensi dari pelukis lain?” “Tidak. Bahkan aku sama sekali tidak tertarik begitu melihat beberapa karya Picasso.” “Ah, begitu rupanya. Luar biasa. Kau ini berbakat sekali Anne.” “Apa?” “Hah? Kau tidak sadar dengan kemampuanmu? Wow.” “Ya. Aku sadar. Tapi, ini masih belum sempurna. Kurasa.” “Apanya yang belum sempurna? Justru itu lebih dari kata sempurna. Kau sudah gila?”
Obrigado
Apoie o autor para lhe trazer histórias maravilhosas
penuh persoalan
05/02
0baguss
09/07/2025
0wahh kerenn
29/05/2025
0Ver Todos